Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Hadiah Kecil


Mereka berdua sangat pasif.


Zhuo Xia berhenti sejenak untuk bernapas.


Lalu, Ling menariknya lagi untuk melanjutkan. Saat ini ruangan sangat sepi sampai mereka bisa mendengar degupan jantung mereka. Darah mereka seperti tersulut api membara. Mereka seperti mati rasa dan tiba-tiba ledakan besar menggetarkan tubuh mereka.


Kehangatan di bibir Zhuo Xia dapat dirasakan Ling. Terkadang rasanya seperti tersengat listrik.


Mereka begitu untuk waktu yang lama. Setelah beberapa saat, panca indera mereka mulai pulih. Kini mereka bisa mendengar hal lain selain degup jantung mereka. Mata Zhuo Xia berbinar bahagia. Bahkan ia hanya diam untuk beberapa saat.


Setelah itu, Ling bergegas.


*


Ling baru saja keluar dari Universitas Internasional Kota Bayangan. Tadi ia bertemu dengan Yuan dan si kembar. Saat ini ia akan bertemu dengan Zhuo Xia karena Zhuo Xia ingin memperkenalkan dua orang kepada Ling.


Zhuo Xia menelepon. Ia bertanya, "Di mana?"


Ling melihat sekelilingnya. Ia melihat taman mawar dan menjawab, "Aku di seberang taman mawar."


"Baik, aku akan segera ke sana," jawab Zhuo Xia.


Tadi Ling pergi dengan Liam. Jadi saat ini ia tak membawa mobil. Ling pergi ke sebuah kedai teh yang ada di pinggir jalan.


Ia pun mulai memesan teh dan memainkan ponsel.


Sedangkan Zhuo Xia sedang dalam perjalanan. Ia menelepon seseorang.


"Di mana kau?" tanya Zhuo Xia.


"Aku sudah bersiap. Berikan aku alamatnya. Han Shuangfu juga ada bersamaku sekarang," jawab wanita itu yang bernama Bai Xiaoqi.


"Baik," ucap Zhuo Xia.


Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu adalah orang yang akan dikenalkan Zhuo Xia pada Ling. Setelah mendapat alamat dari Zhuo Xia, mereka segera melajukan mobil.


*


Di kediaman Keluarga Chen, di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya.


"Ahli Sihir Agung! Anda telah pulih!" ucap Tuan Tua Chen dengan mata berbinar.


"Kau menghapus nama Chen Ling?" tanya Ahli Sihir Agung saat melihat daftar nama Keluarga Chen. Ia merasakan jantungnya hampir lepas.


"Dia tidak perlu tinggal di sini lagi. Jangan khawatir, dia tidak akan menjadi aib bagi keluarga kita lagi," jawab Tuan Tua Chen dengan bangga.


"Kau ... aku sudah bilang jangan memprovokasi Chen Ling! Mengapa kau tidak mendengarkanku?" tanya Ahli Sihir Agung. Ia meremas kera baju Tuan Tua Chen.


"Kapan Anda mengatakan itu? Tenang saja, dia tidak akan pernah kembali lagi. Kutukan di keluarga kita sudah hilang," jawab Tuan Tua Chen. Ia sebenarnya terkejut, tapi ia segera menenangkan diri.


"Apa kau tahu siapa Raja Legendaris itu? Dia adalah Chen Ling!" ucap Ahli Sihir Agung dengan sangat marah.


Tuan Tua Chen seperti disambar petir. Jika orang lain yang mengatakannya, ia tidak akan percaya. Bahkan setelah melihat sendiri Ling bisa memerintah A Shui. Namun saat Ahli Sihir Agung mengatakan ini, juga ekspresinya yang terlihat serius, Tuan Tua Chen langsung jatuh karena lemas.


"A-apakah benar?" tanya Tuan Tua Chen. Pandangannya kosong.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanyanya lagi.


"Kau masih bertanya? Keluarga Chen kita sudah hancur! Kita tidak memiliki harapan!" ucap Ahli Sihir Agung yang sudah frustasi.


"Sekarang kau hanya bisa melihat kehancuran Keluarga Chen," ucap Ahli Sihir Agung.


Tuan Tua Chen hampir memuntahkan darah dari tubuhnya. Ia menahan mulutnya agar darah itu tidak keluar. Ia benar-benar menyesal sekarang. Melihat kehancuran Keluarga Chen di depan matanya adalah mimpi buruk yang paling ia hindari.


"Aku ... aku ...," penjaga itu gemetar. Meski ia hanya seorang penjaga, ia tahu masalahnya. Kini hidupnya juga terancam.


"Sudah kubilang jangan memprovokasinya. Apa kau lelah hidup? Sepertinya iya! Dan sekarang kau percaya diri ingin membawanya kembali? Apa kau pikir dia terlalu bodoh hingga patuh denganmu?" ucap Ahli Sihir Agung. Kini pandangannya buram.


"Cukup! Aku melakukan itu karena ramalanmu mengatakan dia akan menghancurkan Keluarga Chen saat dia lahir. Memang benar ayah dan ibunya meninggal saat dia lahir. Dia memang pembawa sial! Cepat atau lambat dia akan menghancurkan seluruh Keluarga Chen," ucap Tuan Tua Chen yang kini sangat bertekad.


Ahli Sihir Agung terpana saat mendengar ini. Tuan Tua Chen memang salah, tapi itu karena dia juga. Jika saja Ahli Sihir Agung lebih keras lagi saat melarang Tuan Tua Chen, pasti Keluarga Chen saat ini akan menjadi keluarga besar yang bisa berdiri di puncak.


"Baik, jika begitu aku akan menemuinya dan mengatakan jika ramalan itu salah. Jika dia memang tidak ingin kembali, aku akan minta maaf," ucap Ahli Sihir Agung. Ia benar-benar sudah pasrah dengan keadaan sekarang ini.


*


Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu telah sampai di alamat yang diberikan oleh Zhuo Xia. Saat mereka turun dari mobil, mereka mengedarkan pandangan dan mencari keberadaan Zhuo Xia. Namun, bukannya menemukan Zhuo Xia, pandangan mereka malah jatuh pada seorang pria yang sedang minum teh di pinggir jalan.


Pria yang merasa ditatap itu melihat ke arah mereka. Mereka membeku saat matanya bertemu dengan pria itu.


Namun, saat melihat sosok wanita menemui pria itu, mereka tersadar.


"Kakak Xia!" seru mereka berdua.


Ling yang sudah duduk bersama Zhuo Xia mengangkat alisnya saat melihat ini. Ia bertanya, "Temanmu?"


Zhuo Xia menoleh ke arah mereka. Dengan cepat, mereka berdua mendatangi Ling dan Zhuo Xia.


"Kami berdiri jauh darimu, tapi kau menyadari keberadaan kami. Kakak Xia, apa ia yang ingin kau kenalkan pada kami?" tanya Bai Xiaoqi.


"Ya, dia," jawab Zhuo Xia singkat.


"Tuan Muda Chen, kan? Seharusnya aku memanggil kau Kakak Ipar," ucap Bai Xiaoqi.


"Kakak Ipar? Hal yang bagus. Sekarang jika kalian melihat dia, sama saja seperti kalian melihatku," ucap Zhuo Xia sambil tersenyum.


Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu tercengang saat melihat ekspresi serius Zhuo Xia. Mereka lebih heran lagi karena saat ini ekspresi Ling juga menjadi serius.


Ling baru saja menghabiskan tehnya. Ia melemparkan gelas plastik ke tong sampah yang berada 50 meter dari mereka. Ketika melihat gelas plastik itu masuk dengan tepat, Bai Xiaoqi terkejut. Padahal Ling sama sekali tidak menggunakan energi kultivasi.


Kemampuannya boleh juga.


Setelah itu, mereka berempat mencari restoran.


Ketika mereka masuk, Han Shuangfu mengeluarkan sebotol ramuan dan memberikannya pada Ling. Ia sebenarnya sedikit ragu.


"Kakak Ipar, ini adalah hadiah kecil dari pertemuan pertama kita. Ini adalah sebotol ramuan tingkat tinggi yang dibuat oleh tetua," jelas Han Shuangfu.


"Banyak orang yang memperebutkannya, tapi kami berhasil mendapatkannya," sambung Bai Xiaoqi.


Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu berasal dari luar negeri. Mereka datang ke sini karena sebuah urusan dan sekalian ingin bertemu dengan Ling. Di luar negeri, tidak hanya ramuan tingkat tinggi, tapi ramuan tingkat menengah saja sudah sangat langka.


Bahkan orang besar saja hanya memiliki sedikit ramuan. Oleh karena itu, mereka sedikit ragu saat memberikannya. Karena di luar negeri pembuat ramuan sangat langka. Hal itu menyebabkan ramuan juga menjadi langka.


Ling mengulurkan tangan untuk mengambil ramuan itu. Namun saat melihat warna ramuan itu, tangannya berhenti. Itu adalah ramuan biru yang dianggap sebagai ramuan terbaik untuk ramuan tingkat tinggi. Meski banyak kekurangannya, Ling masih bisa memperbaikinya. Namun, melihat ekspresi Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu, sepertinya mereka tidak mudah untuk mendapatkan ramuan ini.


"Ambil saja, itu hadiah," ucap Zhuo Xia.


Setelah mendengar ucapan Zhuo Xia, Ling tersenyum hangat pada Han Shuangfu yang memegang ramuan itu. Ia mengambil ramuan itu dan berkata, "Terimakasih."


Ling memegang botol ramuan tingkat tinggi dengan santai. Biasanya, seseorang akan buru-buru mengambilnya. Namun ekspresi Ling biasa saja dan tenang. Hal ini cukup mengejutkan bagi Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu. Padahal saat mereka mendapatkan ramuan itu, mereka merasa sangat bahagia untuk waktu yang lama.


Jadi, mereka menduga jika Ling tidak tahu apa manfaat ramuan tingkat tinggi yang sebenarnya.