Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Sesuatu yang Mengganjal


Hari itu, fenomena di langit benar-benar mengguncang Kota Bayangan. Namun saat melihat cahaya itu hari ini, mereka akhirnya menyadari sesuatu.


Pimpinan tetua tidak menjawab. Ia hanya tersenyum dan berkata, "Rektor, maaf untuk merepotkan Anda. Tolong buatkan berita tentang pembiasan cahaya yang lain."


Sebenarnya itu bukan jawaban. Namun setiap orang tahu apa maksud perkataannya. Pimpinan tetua membenarkan hal itu.


*


Pengawas batu kristal bicara di depan.


"Tes telah selesai," ucapnya sambil menatap semua mahasiswa. Meski ia masih terkejut dengan warna darah Ling, ia tetap harus profesional dalam bekerja.


"Setiap peserta yang lulus boleh memasuki wilayah kultivasi. Kalian memiliki waktu 7 hari dari sekarang. Jika sudah 7 hari, kalian harus keluar. Kami akan selalu menunggu di sini," ucap pengawas batu kristal menjelaskan lebih lanjut.


Semua mahasiswa merasa sangat senang. Mereka berjalan masuk dengan wajah berbinar. Ling dan Bo Shin jalan bersama di belakang.


Tidak jauh dari mereka, Zhuo Xia melihat Ling dan Bo Shin akan masuk. Ia pun melangkahkan kaki dan mengikuti mereka di belakang.


Sosoknya yang ramping tertutup di belakang tubuh Ling. Saat ini, Ling menyadari sesuatu di belakangnya. Ia berbalik dan mengangkat alisnya. Ia berkata, "Mengapa kau mengikutiku?"


Semua yang melihat ini sangat jelas jika Ling mengatakannya dengan nada tidak sopan. Tidak hanya itu, bahkan mereka tidak berani menatap Zhuo Xia. Namun Ling dengan mudah mengeluarkan kata-kata itu.


Zhuo Xia tersenyum. Ia menjawab, "Aku akan masuk juga."


Sebenarnya, sumberdaya di dalam sudah tidak berguna lagi untuk Zhuo Xia. Awalnya ia ingin membiarkan Ling masuk sendiri dan akan menunggunya keluar. Namun saat ia melihat Bo Shin selalu menatap Ling dan mengikuti Ling, ia sedikit terganggu.


Karena dia tak bisa tenang, jadi dia mengikutinya.


Ling menghela napa.


"Tetua, bukankah perwakilan Keluarga Zhuo sudah masuk? Seharusnya ia tak boleh masuk lagi, kan?" tanya Ling pada tetua yang menjaga pintu masuk.


Saat tetua itu mengangguk, ia tertekan oleh aura Zhuo Xia. Saat menatap Zhuo Xia, ia merasa ketakutan.


"Aku dari Keluarga Zhuo, kan?" tanya Zhuo Xia pada pimpinan tetua. Wajahnya terlihat sangat bersahabat.


"Be-benar," jawab tetua yang sedikit gugup. Ia menganggukkan kepalanya.


"Apa Anda tidak pernah mendengar jika Keluarga Zhuo dan Keluarga Bo bertunangan?" tanya Zhuo Xia lagi.


Tetua itu tercengang. Ia melebarkan matanya.


"Anda tahu jika di dalan sana berbahaya dan bisa berpotensi mati. Apakah salah aku masuk untuk melindungi tunanganku?" tanya Zhuo Xia. Ia melengkungkan bibirnya dan melirik ke arah Ling.


Ini yang membuat semua orang terkejut.


"Baik, Nona. Pintu akan segera ditutup. Silahkan masuk," ucap tetua penjaga yang tidak berani lagi berdebat lebih lama dengan Zhuo Xia.


Mereka pun masuk.


"Wilayah ini masih sama," gumam Ling pelan. Namun Zhuo Xia masih bisa mendengarnya.


"Memang masih sama. Kalian adalah generasi yang akan meneruskan Kota Bayangan," jawab Zhuo Xia yang berjalan di belakang Ling.


"Namun ada satu hal yang harus kalian tahu," ucap Zhuo Xia menjeda ucapannya. Ia menatap wajah-wajah gembira para mahasiswa yang sudah lebih dulu masuk.


"Kalian ingin lanjut atau tidak itu terserah kalian," ucap Zhuo Xia. Kini ia menatap Bo Shin yang sama sekali tak mengubah ekspresi. Namun Bo Shin hanya menatap Ling.


"Tuan Muda, aku akan memilih jalanku dan menghadapi tantangan. Sampai jumpa tujuh hari lagi," ucap Bo Shin. Ia berpisah dengan kelompok Ling. Meski ia tahu ia bisa saja mati di sini, tapi ia tetap akan masuk. Ia akan menghadapi kematian itu.


Tidak ada sesuatu yang tidak memiliki resiko di dunia ini.


Semua mahasiswa juga sudah memilih jalan masing-masing. Sebagian dari mereka menyapa Ling dan Zhuo Xia sebelum mereka pergi.


Sekarang hanya tersisa Ling dan Zhuo Xia di sini.


Saat Ling dan Zhuo Xia juga akan berjalan lebih jauh, ponsel Ling berbunyi. Ada pesan masuk dari Mo Xiayi.


[Aku ingin bertemu denganmu.]


Ling sedikit mengerutkan dahi saat membaca pesan ini.


Dengan segera, Zhuo Xia merebut ponsel Ling. Ia menatap dingin ke arah Ling yang juga menatapnya. Ia berbicara dengan dingin, "Apa? Kau ingin menemuinya lagi? Apa kau akan meninggalkan wilayah kultivasi untuk bertemu dengannya?"


Ling sedikit terkejut dengan nada dingin Zhuo Xia. Sepertinya ini pertama kalinya Ling merasakan hal ini.


"Mengapa reaksimu begitu berlebihan? Siapa yang bilang aku akan bertemu dengannya? Aku tidak pernah bilang aku akan bertemu dengannya," jawab Ling. Padahal dia hanya ingin menghapus pesan itu.


Ling tidak memedulikan Mo Xiayi lagi. Sejak ia tahu jika Mo Xiayi berkhianat, itu tetaplah pengkhianatan. Ia tak ingin berhubungan lagi dengan Mo Xiayi. Sekarang mereka menjadi orang asing. Ling adalah orang yang memiliki prinsip.


"Kenapa kau begitu khawatir?" tanya Ling saat melihat Zhuo Xia.


Setelah Ling mengatakan hal itu, Zhuo Xia menjadi diam. Ekspresinya sudah tidak sedingin tadi, malah lebih datar.


Perasaanya sudah kacau. Jika bukan karena Ling, ia pasti sudah menyiksa Mo Xiayi sampai mati. Ia sudah bisa menahan sampai titik ini, bagaimana mungkin ia terima jika Mo Xiayi masih bebas bertemu dengan Ling?


"Ling, dengarkan hal ini. Jika dia menyelamatkanmu, aku sudah membalas budinya untukmu. Aku sudah memasukkannya ke dalam pelatihan militer Keluarga Zhuo," ucap Zhuo Xia. Suaranya sedikit pasrah saat ini.


Ling pernah mendengar jika Keluarga Zhuo memiliki tempat pelatihan militer. Meski ia tidak tahu bagaimana tempat itu, tapi dari nada suara Zhuo Xia, pelatihan militer Keluarga Zhuo bukan hal yang sederhana.


"Bagaimana tempat itu?" tanya Ling pada Zhuo Xia.


"Sangat berharga," jawab Zhuo Xia sambil menatap dalam ke arah Ling.


Ling menghela napas. Sekarang ia tahu betapa berharganya tempat itu. Namun Zhuo Xia memberikannya pada Mo Xiayi karena Ling.


Sebenarnya Ling masih tidak mengerti mengapa Ling melakukan hal-hal ini untuknya.


"Jika kau memiliki hutang dengan orang lain, aku akan membayarnya. Jika kau berhutang padaku, jangan anggap itu hutang," jelas Zhuo Xia lagi. Kini pandangannya lurus ke depan.


Ling memijat pelipisnya. Ia sedikit pusing sekarang.


Ling tidak melihat Zhuo Xia marah. Ia hanya tahu Zhuo Xia melepas satu hal berharga untuknya.


"Apa ada sesuatu yang mengganjal di pikiranmu?" tanya Zhuo Xia.


Saat mendengar ini, Ling teringat sesuatu. Ia melihat Zhuo Xia dengan heran. Bagaimana Zhuo Xia bisa tahu segalanya tentang dia?


"Aku akan memberitahumu saat kita keluar dari sini," ucap Zhuo Xia. Sekarang mereka menghilang di ujung jalan.