
"Kita akan tiba di vila sebentar lagi," ucap Zhuo Xia. Dia mengalihkan pembicaraan dengan rapi.
"Bersiaplah untuk bertempur. Kita harus memastikan Profesor Luohai aman," ucap Zhuo Xia melanjutkan. Ia tak melihat Ling mengernyit saat mendengar nama Profesor Luohai.
"Hentikan mobilnya. Kami tidak akan ikut dalam misi ini. Kami masih di bawah umur," ucap Ling protes. Namun sopir tak menghentikan mobil. Ia terus berjalan menuju vila.
"Hentikan mobilnya," ucap Ling memperdalam ucapannya.
Ciiittt!
Mobil mengerem mendadak. Sopir ketakutan saat melihat mata Ling dari spion.
Yu Bin kebingungan melihat ini. Ucapan Ling begitu mendominasi. Tatapannya begitu mengintimidasi. Ini adalah kemampuan Ling yang lainnya.
"Aku tahu kau bisa melarikan diri. Namun bagaimana dengan teman-temanmu?" tanya Zhuo Xia. Ia tahu bahwa orang yang tadi mengincar Su Wen Ai.
Ling mencengkram erat tasnya. Ia paling menyadari hal ini. Ia pun tak bisa berbuat apa pun lagi.
Zhuo Xia tersenyum tipis melihat Ling diam.
Setelah beberapa saat mobil kembali berjalan, mereka sampai di vila. Zhuo Xia turun lebih dulu. Ia meninggalkan laptop bersama sopirnya
Liam, Yuan, dan Su Wen Ai keluar. Mereka menatap vila mewah ini. Sangat besar! Terlihat seperti istana.
Ling turun terakhir. Ia dengan malas membawa tas sekolahnya. Ia turun dan bergabung bersama rombongan.
Zhuo Xia mengeluarkan kartu identitas dan meletakkannya di sensor di depan pintu. Saat itu Liam berjalan di depan Ling. Ia ingin memegang bangunan itu.
"Jangan disentuh. Banyak jebakan di sini," ucap Ling seperti sudah pernah datang ke sini. Padahal ini pertama kalinya ia ke sini.
Yu Bin semakin kagum melihat Ling. Ia benar-benar memiliki banyak kemampuan. Hanya sedikit orang-orang yang tidak tertarik dengan tempat mewah seperti vila ini, termasuk Ling.
Ling mengabaikan semua tatapan mereka. Ia mengikuti Zhuo Xia di belakang. Zhuo Xia melempar earphone padanya. Dan dengan akurat, Ling menerimanya.
Lagi-lagi terjadi. Dia dan Zhuo Xia bekerjasama tanpa bicara.
Ling memakai earphone-nya. Dia tak bisa menghindar bahwa jiwanya masih Ling X. Dia terbiasa bermain senjata api, menangkap buronan, melindungi Kota Bayangan, dan melakukan hal berbahaya lain.
Dan saat ini, ia kembali ke jalurnya lagi.
"Musuh telah memasuki vila. Mereka berada di ruangan Profesor Luohai dan dua ruangan di sebelahnya. Kalian harus mengambil jalan tengah, karena jalan lain buntu," terdengar suara seorang wanita muda di earphone.
Itu adalah A Shui.
"Ling ada apa?" tanya Yuan melihat Ling membeku.
"Jangan berdiri terlalu jauh dariku," ucap Ling. Yuan dan Su Wen Ai segera merapat ke arah Ling.
"Siapa yang barusan bicara di earphone?" tanya Liam penasaran.
Yu Bin diam. Ia melihat Zhuo Xia untuk meminta pendapat. Namun ekspresi orang itu tetap tenang. Yu Bin tak mengerti harus apa.
Namun ia merasa hal ini sedikit aneh. Zhuo Xia selalu menjadi pemimpin mereka saat menjalankan misi. Namun kali ini ia menyerahkan komando pada A Shui. Yu Bin yakin, tanpa A Shui pun, Zhuo Xia saja sudah cukup.
Yu Bin benar-benar tak bisa memahami Zhuo Xia.
A Shui terus memberi petunjuk. Nada bicaranya tegas dan penuh keseriusan. Yu Bin tak menyangka jika A Shui juga pandai memimpin. Ia curiga A Shui memiliki identitas lain. Sekarang dia yakin bahwa A Shui adalah anggota dari Organisasi Tempur.
Ada yang bilang, orang yang terpilih di Organisasi Tempur dapat menguasai segalanya. Mereka akan tetap memiliki kualitas tinggi walau tidak berada di Kota Bayangan.
Ling mengamati vila. Ia tak menyangka ia masih mengenali suara A Shui. Ia juga masih bisa mengikuti perintahnya setelah identitasnya berubah.
"Kalian memiliki sepuluh menit untuk keluar," suara A Shui terdengar lagi di earphone.
Liam, Yuan, dan Su Wen Ai berjalan dengan hati-hati. Mereka tak ingin merepotkan Yu Bin jika terjadi masalah. Sebisa mungkin mereka mengendalikan diri.
"Kanan! Sudut 45°!" seru A Shui.
Ling secara naluriah merentangkan tangan dan menggeser mereka semua ke arah kanan. Dia mengamati vila dengan serius.
"Ada seseorang di sudut 45°," ucap Ling di jam tangan.
Setelah itu muncul sebuah robot yang berjalan kaku. Ia berjalan ke sana kemari dengan beberapa lampu sorot. Diikuti oleh robot lain yang terus bermunculan. Yang lain bingung melihat ini.
Zhuo Xia yang paling tenang. Ia meraih bagian belakang robot yang pertama muncul itu dan menahannya. Kemudian, ia membuka pengendali robot di bagian belakang. Ia mengeluarkan sebuah timer yang terus berbunyi.
Sepuluh, sembilan, ...
Timer berjalan, Zhuo Xia dengan santai mengotak-atik robot itu hingga tubuhnya tak berbentuk lagi.
Timer menjadi merah.
Tiga.
Dua.
Satu.
Tak terjadi apa pun. Tak terdengar ledakan seperti yang mereka pikirkan. Zhuo Xia telah menjinakkan bom di robot itu.
"Kau berani menggunakan bom di hadapanku?" ucap Ling. Mereka kini melihat Ling sedang memegang kerah seorang pria gemuk dan pendek.
Pria itu bergetar ketakutan saat Ling menemukannya. Ia bersembunyi di antara robot lain. Namun penglihatan Ling tajam. Ia bisa menemukan pria itu.
"Siapa yang baru saja berbicara?" tanya A Shui.
Ia tadi tak sengaja menggunakan kode rahasia yang hanya diketahui anggota Organisasi Tempur, yaitu 'Kanan! Sudut 45°!'. Namun Ling dengan cekatan merentangkan tangannya untuk mendorong yang lain.
Kini ia tak asing dengan nada bicara itu.
Yu Bin tak menjawab. Ia hanya memikirkan masalah ini. Sepertinya ini semakin rumit. Meski A Shui tak bertanya, ia sadar Ling tahu setiap pikiran A Shui. Padahal mereka terpisah oleh ponsel mini. Yang lebih mengejutkan lagi, ia juga bisa bekerjasama dengan Zhuo Xia dan bisa mengerti pikirannya.
Jika disadari, sangat sedikit orang yang bisa memahami mereka berdua. Namun Ling menaklukkan keduanya.
"Hanya seorang Tuan Muda. Mengapa?" tanya Yu Bin akhirnya membuka suara.
"Tidak apa. Hanya saja, orang asing yang dapat bekerjasama dengan baik denganku, pasti dia ahli dalam memimpin," jawab A Shui.
Ia sangat sadar hal ini. Nada persis ini, kekuatan yang dimunculkannya, ia langsung terpikir ke orang itu.
"Baik, lanjut berjalan lurus ke depan. Ruangan Profesor Luohai ada di sana," ucap A Shui melanjutkan perintah.
Yu Bin tak bisa tak memikirkan ini. Yang lain tak paham masalah ini. Namun ia sejak lahir sudah dilatih militer. Jadi hal ini cukup menambah bebannya.
Di medan perang, seorang komandan harus memiliki sikap refleks tiga kali lebih cepat dari orang biasa. Maka dari itu hanya ada satu dari 10 ribu orang yang bisa menjadi komandan. Dan untuk menjadi satu komandan tertinggi, perlu refleks sepuluh kali lebih cepat dari seratus komandan.
Dan Zhuo Xia adalah komandan wanita tertinggi.