Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Mengantarkan Nyawa


Mei Mengyi dan Lingxi sudah berkumpul. Mereka melihat Ling memakai pakai khas Ling X nya. Mereka memberi hormat.


"Salam, Raja," ucap mereka bergetar. Perasaan tak asing ini begitu membahagiakan. Walau mereka tak pernah bertemu Ling sebelumnya, tapi perasaan tak pernah bohong. Ketiga wanita itu dapat merasakan jelas aura Raja Legendaris.


"Di mana Wei Lang?" tanya Ling setelah mengangguk.


"Dia akan menyusul di lokasi," jawab Mei Mengyi. Ia sempat bertukar pesan dengan Wi Lang tadi.


"Baiklah. Ayo kita pergi," ucap Ling sambil tersenyum dalam topengnya. Senyumnya sangat dingin.


Sejak ia bangun, ini pertama kalinya ia kembali menjalankan misi. Lagi-lagi ia melawan Pegasus yang tak pernah musnah. Ia ingin tahu siapa pemimpin Pegasus itu.


Saat ini kekuatan Organisasi Tempur masih lemah. Ia hanya membawa A Shui dan meminta bantuan pada Mei Mengyi, Lingxi, dan Wei Lang.


Namun tidak masalah.


Ling menaiki jet tempur bersama Mei Mengyi dan Lingxi. Matanya terlihat tajam. Ia menunduk dan menyeringai.


Ia sebenarnya tak ingin ikut campur lagi dalam urusan Kota Bayangan. Namun ternyata ada hal yang melekat di dirinya yang tak bisa ditinggalkan. Lagipula Kota Bayangan sudah kacau. Jadi tak masalah jika ia mengacaukannya sedikit lagi.


A Shui tetap tinggal di rumah. Ia mengetik serangkaian angka dan mengambil alih siaran langsung. Kemudian ia mengambil alih seluruh kamera pengawas yang ada di Keluarga Zhao.


Ling memakai alat komunikasi di telinganya. Ia tetap terhubung dengan A Shui saat ini.


"Sebuah radar menyadari keberadaan Mei Mengyi. Ia sedang diincar. Beberapa orang luar negeri akan datang," info A Shui.


"Tetap tenang. Aku akan menangani masalah ini segera," ucap Ling pada Mei Mengyi.


Ling berdiri di ambang pintu. Ia melihat ke bawah dengan mata tajamnya. Saat melihat keberadaan Zhao Ran dan Keluarga Zhao lain yang sudah sekarat, tanpa basa-basi, ia langsung melompat dari ketinggian.


Hap!


Tangannya mendarat tepat di tanah. Di balik topengnya, ia menatap tanpa ekspresi. Ia ingat jika Zhao Du adalah orang yang direkomendasikan saat akan ke luar negeri. Ternyata dia adalah penghianat.


"Raja, anggota Pegasus lain masih bersembunyi. Mereka berjarak satu kilometer dari tempatmu berdiri," ucap A Shui.


"Aku mengerti," jawab Ling.


Ling menjentikkan jari.


Bom!


Sedetik kemudian terdengar suara ledakan besar tak jauh dari sana. Api membara mengelilingi kediaman Keluarga Zhao. Dalam bayangan api itu, sosok hitam berjalan santai.


Kamera yang merekam langsung menyorot sosok ini. Sekarang semua orang dapat melihat betapa gagahnya pria ini. Caranya berjalan sangat mengesankan.


Ia memakai topeng dan jubah hitam.


A Shui sudah membagikan siaran langsung itu ke seluruh media. Baik televisi, ponsel, bahkan radio. Jadi semua orang dapat menyaksikan kejadian itu.


Para penonton langsung ramai berkomentar tentang pria itu. Mereka menganggapnya gagah dan berani. Walau wajahnya bertopeng, mereka tahu dia adalah pria tampan dari bentuk tubuhnya.


Para anggota Pegasus yang awalnya bersembunyi segera keluar. Mereka mengarahkan senjata ke arah Ling. Kemudian kendaraan tempur mereka juga keluar dari kegelapan. Sekarang semua mengarah ke arah Ling.


"Apa kau sedang mengantarkan nyawamu?" tanya ketua yang memimpin anggota ini. Ling mengenalinya. Itu adalah Zhao Nuan. Sebelumnya, ia adalah murid berbakat yang terjerumus ke dalam aliran hitam. Ternyata sekarang ia sudah bergabung dengan Pegasus. Bahkan ia bisa memimpin sebuah misi. Itu berarti kedudukannya tidak rendah.


Secara naluriah, Zhao Du mundur. Ia tahu orang di depannya sangat kuat. Jangan bicarakan kekuatan, auranya saja sangat menekan Zhao Du.


Ling membuka ikatan Zhao Ran.


Pada saat bersamaan, Zhao Nuan menarik pelatuk.


Dor!


Namun dengan gesit, Ling menarik Zhao Ran dan menghindari peluru itu. Ia menopang dengan satu tangan dan meletakkan Zhao Ran yang sudah sekarat di tanah. Ia langsung memasukkan satu pil ke dalam mulut Zhao Ran.


"Kau pikir kau bisa kabur?" ucap Zhao Nuan. Dia kembali mengangkat senjata dan membidik Ling.


Ling menatap mata Zhao Nuan. Ia merasakan sedikit keanehan dari tatapannya. Namun Ling sejenak mengabaikan itu.


Ia mengeluarkan pisau-pisau kecil dari saku dimensinya. Dengan gerakan cepat, ia menancapkan pisau itu tepat di jantung setiap orang. Kecuali Zhao Nuan.


Tidak ada yang melihat pasti gerakannya.


Yang terlihat sekarang hanyalah puluhan mayat dengan pisau kecil di dada mereka.


Ling berlari dengan cepat dan membawa pergi semua anggota Keluarga Zhao ke dalam mobil. Ia menatap ke arah Zhao Nuan yang sudah menjatuhkan senjata.


Seolah mengerti tatapan Ling, Zhao Nuan segera berlari ke keluarganya. Sebelum itu, ia membanting Zhao Du dengan keras. Ia meluapkan semua emosinya.


"Bawa mereka ke tempat aman," ucap Ling pada Zhao Nuan.


Dengan patuh, Keluarga Zhao diamankan.


"Akhiri ini semua," gumam Ling.


Ia melompat dan pergi meninggalkan area.


Sedetik kemudian, semua kendaraan tempur meledak. Api membara sampai ke langit. Yang terbakar dalam ledakan itu adalah mayat anggota Pegasus serta anggota kubu musuh Keluarga Zhao .


Semua penonton tercengang melihat ini. Mereka benar-benar terbawa situasi. Kejadian-kejadian seperti ini di luar ekspektasi mereka. Tak pernah terbayangkan dalam pikiran mereka melihat hal menakjubkan sekaligus mengerikan seperti ini.


Bahkan pria bertopeng itu tak balik badan.


Padahal awal siaran langsung ini membahagiakan. Keluarga Zhao mengumumkan pewaris baru dan mulai membagi kekuasaan.


Hari bahagia malah menjadi kehancuran Keluarga Zhao.


Ling sudah berada di atas jet tempur. Saat itu muncul jet tempur lainnya. Ini adalah jet tempur luar negeri dan dalam negeri yang mengincar Mei Mengyi. Mereka berusaha merekrut Mei Mengyi menjadi aliansi ataupun ingin menangkap Mei Mengyi karena tindakan ilegalnya.


Ling berdiri di ambang pintu jet. Ia menatap tajam ke arah orang-orang yang ada di atas. Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke kamera. Ia menyeringai tipis dalam topengnya.


"Apakah kalian datang untuk menangkap Ahli Bom Mei? Atau kalian datang untuk merebut senjatanya? Atau mungkin kalian datang untuk menangkapnya?" tanya Ling dengan suara meremehkan.


Ling melihat ke arah kobaran api di bawah. Matanya berkilat memantulkan cahaya api. Sosoknya sangat keren dan memesona.


"Yang kuat memangsa yang lemah. Yang lemah harus tereliminasi dari dunia. Tanpa bom dan senjata, apa kalian bisa hidup damai? Apa kalian bisa menjaga kestabilan di dunia ini?" Ling masih saja melontarkan pertanyaan.


"Setiap tahun, Ahli Bom Mei akan melawan semua penjahat kriminal. Ia telah melewati keadaan hidup mati berkali-kali. Namun apakah ia pernah mengatakan hal ini? Ia hanya menyimpannya sendiri. Jadi apa hak kalian ingin menangkap dan merebut senjatanya? Kalian hanya bisa menikmati kedamaian tanpa berbuat apapun," ucap Ling telak.