Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Jebakan


Saat Ling tiba dengan dua cangkir teh susu, pria tua itu sudah pergi. Ling tak bertanya pada Zhuo Xia karena tahu dia punya alasannya sendiri.


Ia melihat orang-orang di sekitarnya, "Ada yang tidak beres di sini?"


"Benar sekali. Ada dua masalah akhir-akhir ini. Tiba-tiba, dua kultivator berubah menjadi mutan," jawab Zhuo Xia tidak menyembunyikannya dari Ling.


Ekspresi Ling langsung berubah. Ia tak menyembunyikan rasa jijik di wajahnya, "Apa kau menemukan sesuatu?"


"Ya, aku sedang bersiap untuk melakukannya," jawab Zhuo Xia dengan kilatan tajam di matanya.


"Butuh waktu berapa lama?" tanya Ling agak terkejut.


"Setengah bulan," jawab Zhuo Xia.


"Kau ...," Ling menatapnya.


"Tidak apa-apa. Tuan Shangxuan memberiku sebotol ramuan," jawab Zhuo Xia seolah tahu apa yang ingin dia tanyakan.


"Baguslah. Kapan kau pergi?" tanya Ling. Ia meraih tangan Zhuo Xia dan membawanya berjalan ke kerumunan.


"Lusa," jawab Zhuo Xia meliriknya.


Ling tersenyum, "Baik, aku akan mengantarmu."


Menurut Zhuo Xia jawabannya cukup aneh. Zhuo Xia menatapnya berharap bisa mengetahui sesuatu. Namun, kemampuan akting Ling berhak mendapat penghargaan. Tidak mungkin Zhuo Xia mengetahui sesuatu.


*


Setelah mengetahui Zhuo Xia juga akan pergi, Ling lebih serius lagi dalam memikirkan wilayah utara. Tersisa sepuluh hari lagi sesuai kesepakatannya dengan Tuan Shangxuan. Dia memanfaatkan sepuluh hari ini untuk mengatur hal-hal di wilayah utara untuk tahun depan.


Tembok dan benteng kota belum terbangun, serta rumah-rumah juga belum selesai. Sebenarnya, Ling tahu tidak seharusnya ia pergi disaat seperti ini, tapi dia tidak punya pilihan lain.


Dia mengambil napas dalam-dalam dan terus mendalami dokumen itu. Di hari Zhuo Xia akan menjalankan misi, sebenarnya Ling tidak tidur sepanjang malam. Ada yang tidak beres dengan pembangunan jembatan.


Tanah lumpur di dasar laut terlalu dalam dan jembatan yang akan mereka tempatkan tidak cukup stabil. Beton-beton yang ditanamkan tenggelam begitu saja ke dalam lumpur.


Ling mulai mendesain lagi. Ia menggambar sebuah silinder besar. Memang silinder itu berlubang, tapi sangat berat. Walau itu juga tenggelam ke dalam air, tapi tidak masuk ke dalam lumpur. Sebaliknya, silinder itu mendarat di dasar laut. Barulah saat itu, ia menyuruh para pekerja mengisi lubang di silinder itu.


Para arsitek yang melihat ini tercengang. Mereka tak menyangka Ling akan memiliki ide seperti itu. Mereka menatapnya seolah melihat monster.


Ling memijat pelipisnya dan membuka ponsel untuk melihat jam.


Yuan yang ada di belakangnya berkata, "Ling, jika kau punya urusan, serahkan dulu ini padaku."


Ling tidak menolak dan bergegas pergi menaiki jet pribadi.


*


Di sisi lain, Zhuo Nan dan yang lainnya menatap Zhuo Xia yang masih berdiri di dermaga. Mereka saling pandang dan tidak mengatakan apapun.


Akhirnya, mereka memutuskan untuk mendorong salah satu diantara mereka maju. Zhuo Nan yang terdorong ke depan memberanikan dirinya, "Nona, kita harus pergi sekarang."


Tak ada respon. Zhuo Xia Bahkan tak menatapnya.


Zhuo Nan dan yang lainnya hanya bisa diam kembali.


Saat Ling tiba, ia melihat Zhuo Xia masih berdiri di sana. Ia bersandar di bagian depan mobil. Kepalanya menunduk dan tangannya memutar-mutar ponselnya. Sikapnya sangat santai, tapi aura dingin keluar dari tubuhnya.


Zhuo Xia tiba-tiba mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Ling. Matanya secerah matahari.


Saat melihat Ling muncul, Zhuo Nan dan yang lainnya akhirnya tahu mengapa Zhuo Xia tidak ingin pergi sekarang.


Mereka pun pergi lebih dulu.


Hanya mereka berdua yang tersisa di sini sekarang.


"Kau terlambat," ucap Zhuo Xia memasukkan ponselnya. "Tiga menit."


Ling maju beberapa langkah dan menjawab, "Ada beberapa masalah dengan proyek tadi."


Ling menyentuh dagunya dan mengangkatnya. Ia sedikit menunduk dan mendekatkan wajahnya. Itu terasa sedikit dingin. Akhirnya, ia menggigit bibirnya.


Zhuo Xia menatap wajahnya yang terlihat sempurna. Ling menarik dirinya, tapi Zhuo Xia menariknya kembali. Tangannya mengelus pipi Ling yang halus. Matanya meneliti setiap sudut wajahnya. Ia berbisik, "Aneh sekali. Ling, sejujurnya kau melakukan kesalahan apa padaku?"


Saat Zhuo Xia pergi, ia tetap menatapnya cemas. Namun, ia tak bisa menghadapi kemampuan akting Ling. Ia tetap tidak tahu apa yang disembunyikan Ling.


Ketika melihat mereka benar-benar sudah pergi, Ling menghela napas. Ia memijat pelipisnya dan bergumam, "Saat dia kembali, dia pasti akan mengamuk."


Seorang penjaga menghampirinya, "Tuan Muda, Jenderal Qiu masih menunggu Anda."


"Hm, kau bisa kembali dulu," ucap Ling melambaikan tangannya santai.


Penjaga itu tak mengatakan apa pun. Bagaimana ia bisa memaksa Ling? Ia hanya membungkuk hormat sebelum pergi.


Tak banyak orang di sini. Ling berjalan sendiri. Setiap langkahnya begitu santai, tapi terlihat agak menyeramkan. Seluruh tubuhnya dilapisi cahaya matahari. Pada pandangan pertama, ia terlihat mempesona.


"Tuan Muda Chen, Anda berasal dari Kota Bayangan dan sangat akrab dengan Nona Mei. Apakah Anda pernah mendengar tentang Raja Legendaris?" tanya Jenderal Qiu sambil mengetuk meja dan berpikir.


Ling hanya menyeringai dan tidak menjawab.


Melihat ekspresinya, Jenderal Qiu tak bertanya lagi. Ia bertanya tentang hal lain, "Anda akan pergi?"


"Ya, setahun," jawab Ling dengan tatapan dalam.


Jenderal Qiu mengernyit, "Luar negeri sedang kacau sekarang. Jika Anda pergi, takutnya ...."


Jenderal Qiu tak menyelesaikan kalimatnya. Ia hanya takut situasinya tidak stabil. Dengan adanya Raja Legendaris dan Tuan Muda Wu itu, akan ada pertempuran sengit di luar negeri. Di saat yang begitu penting seperti ini, tidak ada Ling di sini yang bisa mengendalikan situasi. Itu membuat Jenderal Qiu agak khawatir.


"Aku harus pergi, tapi tenang saja karena semuanya sudah diatur. Jangan khawatir tentang ramuanmu. Seseorang akan mengantarkannya padamu tepat waktu," jawab Ling santai.


Jenderal Qiu bisa sedikit lega sekarang.


Namun, sebelum dia bisa mengatakan sesuatu lagi, ponsel Ling berdering. Itu adalah panggilan dari Bo Xue Ning. Ling segera mengangkatnya.


Suara Bo Xue Ning terdengar sangat cemas, "Raja, segeralah pergi bersama Jenderal Qiu. Seseorang telah memasang jebakan untuk menahanmu di sana."


Ling mendengarkan dengan tenang tanpa perubahan ekspresi sedikitpun. Ia menutup telepon dengan santai.


Jenderal Qiu tidak terlalu mendengar dengan jelas, tapi samar-samar dia mendengar kata jebakan. Ia pun menatap Ling dan bertanya, "Apa yang terjadi?"


Ling tersenyum pada Jenderal Qiu, "Tidak ada apa-apa Jenderal Qiu. Aku lupa jika ramuan yang aku dan Liam sedang teliti ternyata sudah selesai. Kami telah sepakat untuk mengirimkannya jam 11 pagi."


"Ramuan baru?" mata Jenderal Qiu berbinar. Ia melihat jam tangannya dan menyadari sekarang sudah pukul 10.40.


"Lalu, Tuan Muda Chen ...." ucap Jenderal Qiu.


"Jenderal Qiu, pergilah lebih dulu. Aku pikir pemandangan di sini cukup bagus. Aku ingin melihat-lihat," ucap Ling. Ia melihat keluar jendela dan tersenyum lembut.


Walau Jenderal Qiu tidak tahu sejak kapan Ling memiliki hobi melihat pemandangan indah, Jenderal Qiu tak mengatakan apapun lagi dan pergi dengan tergesa-gesa.


*


Lima menit kemudian.


Sekelompok pria berpakaian hitam datang ke halaman kecil itu. Melihat tak ada seorangpun di sana, pemimpin kelompok itu berdecak sebal, "Dia melarikan diri!"


"Sial! Dia cukup beruntung kali ini. Ayo kita kembali dulu. Lain ...," ucap orang lainnya.


"Kalian sudah di sini, mengapa ingin kembali?" suara yang terdengar jelas dan merdu datang entah dari mana. Nada dingin suara itu hampir menusuk tulang setiap orang.


Sekelompok pria berbaju hitam itu masih mencari sumber suara. Mereka melihat jika jendela di lantai dua terbuka. Seorang pemuda duduk di dekat jendela itu dan menatap mereka dengan mata hitam pekatnya.


Ling membuka kancing jaketnya dan melemparkannya ke pohon tidak jauh dari sana. Kemudian dengan santai ia menuruni tangga dan terkekeh pada sekelompok pria berbaju hitam itu, "Apakah menurut kalian tempat ini indah?"


"Ya, tempat ini memang indah! Sayangnya ini terakhir kalinya kau akan melihat tempat ini!" jawab pemimpin kelompok itu.


Mereka tahu kemampuan Ling, jadi mereka membawa banyak anggota. Hampir semuanya berada di level empat atau lima. Bagi mereka sekarang, menghadapi ahli tingkat ketujuh juga bisa, apalagi hanya Ling yang dikabarkan berada di tingkat keenam. Mereka merasa sepele saat berurusan dengan Ling. Mungkin Ling memang berbakat, tapi ia masih sangat muda. Kemampuan bertarungnya masih terlalu sedikit.


Namun, saat Ling bisa menghindari semua serangan mereka, mereka mulai sedikit waspada.


Ling melilit rantai yang sudah ditajamkan pinggirannya. Ini adalah teknik mematikan yang belum pernah digunakan di luar negeri sebelumnya. Saat rantai itu melilit leher seseorang, ia menurunkan pandangannya dan bertanya dengan lembut, "Orang-orang Zhuo Chun?"


Wajah orang itu pucat. Saat ia ingin membuka mulutnya dan menjawab, Ling menghempaskannya.


Semua orang, termasuk pemimpin mereka berkeringat dingin. Mereka belum pernah melihat betapa menakutkannya Ling. Mereka hanya tahu Ling dari informasi yang diberikan.


Dari informasi yang mereka baca, Ling berasal dari Kota Urban yang merupakan wilayah orang biasa. Walau ia memiliki reputasi yang luar biasa, sebagian besar keluarga bangsawan memandang rendah dirinya.


Namun, pemuda di depan mereka bukanlah Ling yang mereka anggap biasa itu. Sebaliknya, ia adalah Raja Legendaris yang telah melakukan perang tak terhitung jumlahnya.


Ling melihat orang terakhir yang mati. Sekarang, tanah ini dipenuhi dengan mayat. Setelah beberapa saat, ia menurunkan pandangannya dan bergumam dengan nada menyesal, "Sayang sekali, aku tak bisa menyembunyikan identitas terakhirku."


Pemimpin yang masih mencoba menahan napas terakhirnya, membelalakkan mata saat mendengar perkataan Ling.


Ling membersihkan rantai tajamnya perlahan-lahan, hingga tidak ada bekas darah lagi. Kemudian, ia tersenyum dan sedikit membungkuk. Lalu, ia berkata dengan lembut kepada pemimpin itu, "Bukankah kalian sedang menyelidiki Raja Legendaris? Apakah kalian tidak tahu jika Raja Legendaris memiliki emosi yang buruk? Raja Legendaris sebenarnya tak ingin ada adegan berdarah lagi, tapi aku benar-benar minta maaf. Kalian berhasil membuatnya marah."


Pemimpin itu membuka mulutnya dan ingin menjawab, "Kau ... kau ...."


Sebelum ia selesai bicara, napasnya berhenti.


***


Inilah alasan Ling jarang beraksi lagi, karena dia mau menyembunyikan identitasnya😁


Update slow biar gak tamat cepat, tapi gimana ya😁


Stay safe, stay healthy❤️