Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Datang Dalam Satu Menit


Chen Lin, Chen Qi, dan Keluarga Chen yang lain sudah tiba di rumah sakit. Mereka tiba lebih lambat karena jarak rumah mereka jauh dari distrik A-1. Selain itu, mereka tidak punya helikopter pribadi.


"Liam, apa yang terjadi pada Ling?" tanya Chen Lin. Ia merasa terpukul saat melihat Ling tak sadarkan diri.


"Mengapa ia tak sadarkan diri?" tanya Chen Lin lagi. Air matanya sudah tak dapat ditahan. Ia menangis di sebelah tubuh Ling.


"Bibi, aku sudah memeriksa Ling sebelumnya. Aku tidak menemukan adanya luka dalam. Ia juga tak terluka secara fisik," jawab Liam.


"Jika begitu, mengapa ia masih belum bangun!" tanya Chen Lin lagi.


Tadi Liam memang sudah memeriksanya. Ling tak terluka. Nadinya juga baik-baik saja. Ia tak merasakan Ling seperti sakit sesuatu.


Atau memang dia yang salah diagnosa.


Chen Qi di sebelahnya hanya berusaha tegar. Ia tak ingin putrinya semakin terpukul. Ia hanya menenangkan Chen Lin dengan mengelus pundaknya.


Ia dan Chen Lin tak pernah membiarkan Ling terluka. Selama ini mereka selalu melindungi Ling. Saat ini, mereka merasa gagal. Wajar jika mereka sangat terpukul.


Tak beberapa lama, Bo Minghao datang. Tadi ia ditelepon oleh Chen Lin. Padahal Nyonya Tua Bo tadi meneleponnya juga untuk memberitahu keadaan Bo Yunxing, tapi ia mengabaikannya. Namun saat Chen Lin memberitahu bahwa Ling juga mengalami hal yang sama, ia segera bergegas.


Chen Lin sudah menenangkan diri. Ia menghapus air matanya. Ia menghela napas dalam saat melihat Bo Minghao.


"Di mana dokter? Mengapa tidak ada yang merawat Ling?" tanya Bo Minghao yang juga merasa tertekan saat melihat Ling terbaring.


Ia tak tahu mengapa hatinya hancur melihat Ling seperti ini. Hatinya lebih hancur lagi saat melihat Chen Lin begitu rapuh.


"Bukankah para dokter sibuk menangani Tuan Muda Bo?" tanya Chen Lin sinis.


"Ayo kita pindah rumah sakit. Rumah sakit ini tak memberi pelayanan yang baik," ucap Chen Lin. Ia segera bangkit dan mengambil tas kecilnya.


"Tunggu. Ini adalah rumah sakit terbaik di sini. Aku akan memanggil dokter," ucap Bo Minghao menahan Chen Lin.


Kemudian ia mengeluarkan ponsel. Ia berkata pada direktur rumah sakit, "Aku ingin dokter merawat pasien di sini. Jika tidak datang dalam satu menit, aku akan memecat kalian semua."


Rumah sakit ini berada di bawah kendali Keluarga Bo. Jadi wajar saja jika mereka lebih memilih Bo Yunxing. Lagipula mereka tahu jika Ling bukan berasal dari keluarga besar.


Namun saat Bo Minghao menelepon, para dokter pun segera datang merawat Ling. Tentu saja mereka tahu jika kedudukan Bo Minghao lebih tinggi dari Nyonya Tua Bo. Mereka sudah mengabaikan teriakan Nyonya Tua Bo.


Chen Lin duduk di kursi panjang yang ada di rumah sakit. Chen Qi di sebelahnya tak henti-hentinya menenangkannya. Mereka menunggu dokter selesai menyembuhkan Ling.


Namun waktu terasa begitu lama.


Tadi Liam sudah menelepon Yuan Ming untuk memberitahu tentang keadaan Ling. Ia tahu Ling memiliki relasi hebat. Ling juga tak pernah menyembunyikan apapun dari mereka. Namun Liam tak tahu bagaimana cara menghubungi orang-orang hebat itu. Jadi ia hanya menghubungi Yuan Ming.


Setelah beberapa waktu, dokter keluar ruangan. Ia menghela napas berat dan wajahnya begitu muram. Chen Lin menyadari bahwa ekspresi dokter ini begitu aneh. Pasti ada yang tidak beres.


"Apa yang terjadi? Bagaimana keadaan putraku?" tanya Chen Lin yang sudah bangkit.


"Kami menemukan bahwa darahnya membeku. Hal itu mempengaruhi otaknya," jawab dokter dengan ekspresi murung.


Bagai petir di siang bolong. Mereka terkejut bukan main. Tidak hanya Keluarga Chen, Bo Minghao juga merasakan seperti waktu berhenti.


Keadaan saat ini sangat hening.


Terlihat seorang wanita cantik menggunakan pakaian training. Wajahnya putih bersih. Rambut hitamnya diikat ekor kuda. Di tangan kanannya, ia membawa senjata.


Bo Minghao sangat terkejut melihatnya. Ia pernah menyelidiki informasi tentang wanita ini. Walau hanya berhasil mendapat sedikit informasi, tapi ia mengenalinya dalam sekali pandang.


Wanita itu adalah Ahli Bom Mei.


Walau Bo Minghao tahu Ling memiliki hubungan dengan Ahli Bom Mei, ia tak menyangka jika Ahli Bom Mei akan datang di saat seperti ini hanya untuk Ling.


Padahal ia selalu bersembunyi untuk menghindari departemen kepolisian di Kota Bayangan. Namun sekarang ia menunjukkan dirinya secara terang-terangan.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Mei Mengyi yang langsung menuju ke arah Yuan Ming. Ia tak mempedulikan tatapan heran Bo Minghao.


Yuan Ming sedikit terpaku. Ia tak tahu siapa wanita di depannya. Ia tak pernah melihat ada orang besar seperti ini di Kota Bayangan. Namun melihat dari ekspresi Bo Minghao, ia tahu wanita di depannya tidak sederhana.


Setelah menekan keterkejutannya, Yuan Ming menjelaskan semua yang dikatakan oleh dokter. Ia juga menjelaskan tentang awal mulai kejadian.


"Cepat selamatkan dia. Jika tidak, kalian akan merasakan hal yang lebih sakit dari kematian," ucap Mei Mengyi. Ia mengelus lembut senjatanya.


Para dokter menatapnya ngeri. Mereka seperti melihat malaikat kematian mereka.


Setelah itu, Mei Mengyi menjauh dari mereka. Ia menelepon A Shui.


"Apa kau sudah menemukannya?" tanya Mei Mengyi.


A Shui masih berada di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Ia berada di depan komputernya. Jarinya yang cantik dan ramping mengetik dengan lihai. Semua orang yang melihat ini tahu, jika A Shui berada dalam mode paling serius.


"Ada yang menghancurkan rekaman CCTV nya," ucap A Shui. Wajahnya menyeringai dingin.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Mei Mengyi lagi.


"Sepertinya aku harus melakukan hal ini lagi setelah sekian lama," ucap A Shui. Wajahnya sangat dingin sekarang.


Klik!


Rekaman yang dihapus kembali dipulihkan. Ia membuka rekaman itu dan menemukan siapa pelakunya. Ia segera menyalin file dan mengirimkannya ke Mei Mengyi.


"Ternyata memang dia," ucap Mei Mengyi setelah melihat rekaman.


Setelah selesai menelepon A Shui, ia kembali mendatangi mereka.


"Jika dia tidak selamat, mayat Tuan Muda Bo akan berada di sampingnya," ucap Mei Mengyi dingin.


Ia kembali menjauhi ruangan tempat Ling di rawat. Para dokter yang mendengar ini sangat terkejut. Bahkan Bo Minghao tak dapat berkata apapun lagi. Ia tak bisa melawan Mei Mengyi. Yang bisa ia lakukan hanya mencarikan dokter terbaik untuk Ling.


"Apa lagi yang kalian tunggu? Cepat selamatkan Ling," ucap Bo Minghao. Ia tak bisa tenang sekarang.


Direktur rumah sakit sudah tiba. Ia melihat wajah Bo Minghao begitu tidak bersahabat.


"Tuan Besar Bo, aku akan menelepon dokter terbaik untuk datang," ucap direktur untuk menghindari kemarahan Bo Minghao.