
"Batu loncatan? Kakak, tidak mungkin ada hal seperti itu. Jangan membuat masalah di sini," ucap Han Sese. Ia tak ingin usahanya memanggil Zhuo Shiaonian akan hancur karena Han Shuangfu.
Han Shuangfu berjalan ke depan Kepala Keluarga Han, "Ayah, mengapa tidak tanyakan saja pada Jenderal Qiu siapa yang memenangkan kompetisi itu?"
"Apa terjadi masalah?" tanya Tuan Han.
"Walau Nona Zhuo Shiaonian mendapat 200 poin dan dianggap sebagai hasil yang luar biasa di luar negeri, tapi poinnua masih kalah jauh dengan posisi pertama," jawab Han Shuangfu melirik Zhuo Shiaonian.
"Lalu siapa yang mendapat posisi pertama?" tanya Tuan Han.
"Chen Ling yang pernah ku ceritakan padamu. Sese, seharusnya kau pernah bertemu dengannya di Keluarga Bo, kan?" ucap Han Shuangfu.
Han Sese membeku, begitu pula dengan Tuan Han.
Saat Han Shuangfu mengungkapkan semua fakta, Zhuo Shiaonian pergi karena malu.
"Baiklah, aku akan mencari Bos Zhuo dulu," ucap Han Shuangfu. Ia tak berniat berurusan dengan masalah ini lagi.
Han Sese juga tak menahan kepergian Zhuo Shiaonian setelah mendengar ucapan Han Shuangfu. Namun, baru sekarang ia berani bicara, "Ayah, bagaimana dengan ramuan kita?"
"Ramuan? Bukankah aku sudah memberitahumu jika kakakmu memberiku sebotol besar ramuan tingkat tinggi saat dia pulang?" Tuan Han langsung tersadar.
Han Sese kembali tertegun.
*
Asosiasi Dewa Ramuan.
Wu Shao dan para petinggi Asosiasi Dewa Ramuan berkumpul di sana. Saat Tabib Agung mendengar hasil hari ini, ia tak mempercayai penjaga yang memberi laporan padanya. Ia sampai harus mengecek berkali-kali untuk memastikan kebenaran ini.
Akhirnya, ia tahu jika Ling benar-benar mendapat posisi pertama.
"Tuan Muda Wu, kami telah mendapatkan informasinya. Sembilan ramuan yang dibuat Chen Ling semuanya adalah ramuan tingkat menengah," lapor seseorang dengan hormat.
"Ramuan tingkat menengah? Zhuo Shiaonian membuat ramuan tingkat tinggi, kan?" ucap Tabib Agung. Ia bisa menghela napas lega sekarang, termasuk Wu Shao.
Namun, tetap saja Ling tak bisa dikalahkan. Walau hanya ramuan tingkat menengah, tapi ia memiliki teknik hebat untuk mencampurkan bahan-bahan yang saling bertentangan.
Zhuo Shiaonian hanya terduduk diam.
"Aku dengar Ling masih memiliki hubungan dengan Asosiasi Dewa Ramuan? Mengapa Anda tak menariknya kembali?" tanya Wu Shao.
"Mengapa?" tanya Wu Shao.
Tabib Agung menggeleng dan tersenyum pahit. Ia selalu menganggap Ling tak memiliki bakat dalam membuat ramuan. Selain itu, sejak Ling tiba di luar negeri, mereka juga selalu berselisih.
Kini, ia menyesali semua perbuatannya. Bahkan, Tuan Shangxuan belum tentu bisa membuat sembilan ramuan itu. Seberapa berbakat Ling?
"Baik. Sudah seperti ini, bukan berarti tidak ada cara. Aku punya caraku sendiri," ucap Wu Shao. Mustahil jika ia tidak menyesal.
Ia menatap Tabib Agung, kemudian pergi. Dari awal hingga akhir, ia tak pernah menatap Zhuo Shiaonian.
"Shiaonian, kau sudah tahu situasi sekarang, kan? Jika kau ingin mendapatkan kembali popularitasmu, kau harus berusaha lebih keras lagi. Tuan Muda Wu yang memberimu plakat Dewa Tabib itu. Ia juga bisa mengambil kembali plakat itu," ucap Tabib Agung. Ia pergi mengantar Wu Shao tanpa menunggu jawaban Zhuo Shiaonian.
*
Ling tidak tahu apa yang terjadi di Asosiasi Dewa Ramuan. Namun, jika dia tahu pun, dia takkan peduli. Saat ini, ia berada di wilayah utara.
"Kami telah menyelidiki siang dan malam. Orang-orang itu sepertinya tidak akan bergerak," ucap A Shui. Saat ini, panggilan videonya terlihat gelap.
"Baik. Terimakasih atas kerja kerasmu. Mari kita bicarakan lagi nanti. Aku masih ada urusan," jawab Ling. Saat ia melihat Bo Jie di luar, ia mematikan panggilan video.
"Tuan Muda, seseorang dari keluarga utama ada di sini," ucap Bo Jie.
"Biarkan dia masuk," jawab Ling.
Kepala Pelayan dari Keluarga Bo datang.
Tanah kosong di wilayah utara sedang dalam pembangunan. Hanya beberapa rumah saja yang sudah selesai dibangun. Kebanyakan orang berada di pantai sekarang untuk melihat pembuatan jembatan besar.
Jadi, saat kepala pelayan tiba, tak banyak yang mengetahuinya.
"Tuan Muda," sapa kepala pelayan dengan sangat hormat.
"Tuan Tua sudah bangun. Ia benar-benar marah saat mengetahui tetua pertama memberikan wilayah utara ini kepada Anda. Ia ingin membawa Anda kembali ke Keluarga Bo secara pribadi. Namun, karena tubuhnya belum pulih, ia mengirimku ke sini. Jet pribadi ada di luar. Tuan Muda hanya perlu bersiap sedikit dan bisa kembali," ucap kepala pelayan menjelaskan tujuannya.
"Kembali?" Ling mengangkat alisnya sambil membolak-balik dokumen.
***
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan🤗🥰