Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Sudah Lama Menunggu


Ling benar-benar tidak bisa mengingat wanita di depannya itu. Namun, rasa tidak asing yang samar-samar itu tidak bisa membodohinya.


"Zhuo Xia, aku Zhuo Xia. Apa kau ingat?" tanya Zhuo Xia dengan serius.


"Maaf ... tapi, sepertinya kau tidak terkejut karena aku tidak mengingatmu?" tanya Ling bingung. Ia kebingungan sejak awal karena wanita didepannya tidak pernah menjelaskan situasinya kepadanya.


Namun, mengapa ia merasa begitu mengenalnya?


Zhuo Xia menyalakan mobil dan mencibir, "Ling, kau selalu seperti ini. Bagaimana mungkin aku tidak terbiasa?"


"Benarkah?" tanya Ling ragu.


"Bagaimana menurutmu?" Zhuo Xia kembali meliriknya dan Ling hanya bisa terdiam.


*


Mobil hitam itu berhenti di sebuah hotel. Mereka naik ke lantai paling atas.


"Aku baru saja datang ke sini. A Shui sudah memesan hotel untukku. Kau mungkin belum terbiasa. Aku akan membawamu ke Keluarga Zhao nanti," sambil berbicara, Zhuo Xia menyalakan komputer.


Sebuah panggilan video muncul.


Saat itu, Zhuo Xia membungkuk. Wajahnya tepat di depan Ling. Barulah saat itu dia menyadari jika wajah Zhuo Xia terlihat begitu sempurna.


Ling mendengar ia berkata dengan lembut, "Lihatlah. Mereka adalah temanmu. Mereka sudah lama menunggumu."


Ling melirik layar komputer itu. Terdengar suara keras dan muncul wajah muda yang tampan. Ada sedikit noda darah di wajahnya.


Melihat wajah Ling, orang itu terkejut dan berseru, "Nona ... Nona Zhuo ... apakah itu Ling?"


"Benar. Aku tidak mungkin salah," jawab Zhuo Xia menatap Ling hangat.


Tentu saja, Liam tahu jika siapapun bisa tidak mengenali Ling, kecuali Zhuo Xia.


"Ling ... jangan salahkan aku! Aku terlalu gugup!" ucap Liam menatapnya.


Tentu saja Ling tidak akan menyalahkannya. Ia hanya menyipitkan mata dan bertanya ragu-ragu, "Kau?"


"Tunggu," Liam tertegun sejenak. Ia menggulung lengan bajunya dan menyeka noda darah di wajahnya.


"Pasti karena penampilanku sangat kacau tadi. Bagaimana sekarang? Apa kau mengenaliku?" tanya Liam lagi. Betapa menyedihkannya dia jika Ling tidak bisa mengenalinya.


"Tuan Shangxuan mengatakan jika situasi saat ini sangat rumit. Ia telah melupakan sebagian besar dari apa yang terjadi sebelumnya. Jangan ganggu dia. Beri dia waktu untuk mengingat secara perlahan," ucap Zhuo Xia dengan lembut sambil menatap Ling.


"Ternyata begitu. Tidak apa-apa, tidak apa-apa," Liam akhirnya merasa lega setelah mendengar ini.


"Ling, cobalah mengingat saat kau punya waktu luang. Kami tidak akan terburu-buru. Tunggu sebentar. Aku akan membawa Su Wen Ai dan Yuan menemuimu di sana. Kami akan sampai paling lambat besok pagi!" ucap Liam.


Saat itu, banyak panggilan video lainnya yang masuk. Ada dari Mei Mengyi dan sekelompok orang lainnya. Namun, Zhuo Xia menolak semuanya, selain Liam.


Ling melihat satu tokoh yang ramai diberita akhir-akhir ini. Ia bertanya, "Bukankah itu panglima yang ada di berita? Kau punya nomor kontaknya?"


Mendengar pertanyaannya, Zhuo Xia menghela napas, "Lihat ini. Ini akun siapa? Mengapa orang-orang itu bisa melakukan panggilan video?"


Ling bingung. Namun, wanita di sampingnya kembali menjelaskan, "Ini akunmu. Ini adalah web khusus yang dikembangkan oleh A Shui. Ling X. Apakah username ini terdengar akrab?"


Ling terus menatap avatar bergerak itu. Untuk beberapa alasan, ia merasa familiar, "Hm, terlihat sedikit samar."


"Tidak apa-apa. Aku akan menyuruh seseorang untuk membawakan makanan untukmu. Setelah selesai makan, kita akan keluar," ucap Zhuo Xia. Bisa menemukannya saja dia sudah merasa sangat bersyukur. Ia tak akan memaksanya untuk mengingat.


Ling tak bertanya ke mana dia akan pergi. Namun, saat makanannya datang, Ling menyadari jika itu semua dalam makanan favoritnya. Bahkan, ada secangkir teh susu di sampingnya.


*


Setelah ia selesai makan, Zhuo Xia kembali mengemudikan mobil dan membawa Ling pergi. Zhuo Xia tak membiarkannya mengemudi karena Ling tidak terbiasa dengan jalanan di sini.


Mereka tiba di sebuah tempat.


Bagi orang biasa, mungkin tempat itu terlihat dijaga ketat. Namun, bagi Ling, terdapat banyak celah di tempat itu.


Ada seorang pria yang mengenakan pakaian militer hijau. Saat ia melihat Zhuo Xia, ia menatap dengan penuh semangat. Namun, saat ia melihat wajah Ling, walau ia sedikit terkejut saat melihatnya, ia kembali bereaksi di detik berikutnya, "Tuan Muda Chen, Anda akhirnya kembali!"


Ling tidak terkejut lagi setelah melihat Liam juga melakukan hal yang sama. Ia hanya berkata dengan lembut, "Kau ...."


"Aku adalah Ketua Dai. Tuan Muda Chen, apakah Anda ingat nama istimewa ini?" jawab Ketua Dai sambil menyeringai.


Ling hanya menatapnya dan menggeleng.


Ketua Dai meliriknya dan berkata, "Apakah Anda ingat tempat ini? Dulu Anda tinggal di sini."


"Aku tidak mungkin tinggal di sini," jawab Ling sambil mengerutkan keningnya.


"Di sini penuh dengan celah. Tidak mungkin ini tempat tinggalku," jawab Ling. Ia kembali melihat tempat itu dan benar-benar banyak celah diantaranya.


Ketua Dai tertegun. Walau Ling tidak bisa mengingatnya, ia tetap saja mengerikan seperti sebelumnya.


Tak lama, seorang pria muncul. Ia tersenyum pada Zhuo Xia, "Nona Zhuo, Anda kembali?"


Ketua Dai mundur selangkah, "Tuan Muda Zhao."


Zhao Ran mengangguk.


Ketika ia melihat Zhuo Xia lagi, ia terkejut melihat seorang pria di sampingnya. Mereka berdua terlihat akrab. Zhao Ran mengerutkan kening dan bertanya, "Nona Zhuo, ini ... Kakak Chen?"


Zhuo Xia memang sudah mengatakan akan membawa seseorang yang penting. Jadi, ia sudah mempersiapkan segalanya dengan maksimal. Namun, apakah orang di depannya itu benar-benar Kakak Chen nya?


"Tuan Muda Zhao, apakah kita bisa berdiskusi di samping?" Ketua Dai mencoba menarik Zhao Ran. Ia tak ingin Zhao Ran bermasalah dengan Zhuo Xia.


*


Ling dan Zhuo Xia tiba di dalam rumah.


Liam, Yuan, dan Su Wen Ai adalah yang pertama tiba. Saat mereka masuk, mereka melihat Ling duduk di atas meja batu, tapi tidak ada Zhuo Xia di sana. Liam belum mengganti pakaiannya. Masih terlihat noda darah di kerahnya.


Tidak seperti dugaan Ling, Liam bukannya menyambutnya, tapi malah menyerangnya. Ia dengan cepat meraih leher Ling.


Namun, meskipun sedikit terkejut, refleks Ling tetap cepat. Dengan segera, ia sudah meraih tangan Liam.


Liam tak mengharapkan ini. Awalnya, ia hanya ingin menguji Ling. Sekarang, wajahnya ditekan ke meja batu itu.


"Kau mau melawanku?" tanya Ling sambil tersenyum dan menatapnya dingin. Namun, ia tak mengurangi kekuatan tangannya.


"Kau ... apakah kau Chen Ling?" tanya Liam pucat.


"Aku memang Chen Ling. Tapi aku tidak tahu Chen Ling siapa yang kalian cari," jawab Ling. Ia tak melihat niat membunuh diri Liam.


Pelayan dan para penjaga Keluarga Zhao hanya bisa diam. Ling adalah orang yang dibawa Zhuo Xia. Sedangkan Liam, pangkatnya tertera jelas di bahunya.


"Apa yang sedang terjadi?" tanya seorang pria tiba-tiba muncul.


Di tengah kekacauan, Ling melepaskan tangannya sebelum masuk ke rumah. Ia terlihat sangat tenang.


Liam berdiri dengan penuh semangat dan ingin menepuk bahu Ling, "Ling, tunggu aku!"


Namun, Ling mengelak dan tersenyum, "Kau masih mau melawanku? Kau mau mati?"


Sekarang, tidak hanya Liam, tetapi Yuan dan Su Wen Ai yang selama ini lebih banyak diam juga memikirkan hal yang sama. Dengan nada dan sikap ini, jika dia bukan Ling, pasti mereka akan menghabisinya.


Ketika Ling berbalik, pria yang tadi berbicara melihat wajah Ling dan langsung pucat, "Itu kau?"


Ling menatapnya dan mengenali itu adalah Zhao Jing yang ia temui di rumah sakit. Saat masuk tadi, Ling mengetahui ini adalah kediaman Keluarga Zhao. Ling berpikir Zhao Jing berasal dari sini. Zhao Jing sepertinya sedikit tidak menyukainya. Namun, kelihatannya hubungan Zhuo Xia dan Keluarga Zhao tidak biasa. Profesor Yang dan Zhao Jing juga terlihat dekat. Karena Ling tidak ingin menimbulkan masalah, ia hanya mengganggu sedikit sebagai bentuk salam, kemudian masuk.


Liam, Yuan, dan Su Wen Ai segera mengikuti Ling masuk dan mengabaikan Zhao Jing yang menyapa mereka.


Zhao Jing terpaku di sana untuk beberapa saat. Ia bertanya pada seseorang, "Bukankah sepupu menyuruh kita untuk segera kembali karena ada orang penting yang akan datang? Di mana dia? Dan siapa pria itu dan orang-orang di belakangnya tadi? Mengapa mereka ada di rumah kita?"


"Itu adalah tamu yang dibawa Nona Zhuo. Tuan Muda sudah mengatakan untuk tidak memprovokasinya. Tuan Muda Zhao Jing, sebaiknya Anda jangan menimbulkan masalah," jawab orang yang ditanyai.


"Aku mengerti," Zhao Jing mengangguk dan merasa sedikit kesal.


*


Di dalam rumah.


Ling tidak mengingat banyak hal, tapi ia juga tidak merasa asing dengan Liam dan yang lainnya. Walaupun ia menyerangnya saat pertama kali mereka bertemu.


Mereka berkumpul dan bermain game seperti biasa.


Salah satu pelayan Keluarga Zhao menonton adegan ini. Ia adalah orang yang biasa mengurus kehidupan sehari-hari Ling. Jadi, hubungan mereka sangat baik. Namun, pelayan itu merasa terkejut ketika melihat Ling bermain game dengan sangat hebat.


"Tuan Muda Chen, bukankah Anda mengatakan jika Anda tidak bisa bermain game?" tanya pelayan itu.


"Mungkin ... aku berbakat," jawab Ling.


Mendengar ini, Liam dan yang lainnya meletakkan ponsel mereka. Yuan menghela napas dan berkata, "Ling, kapan kau akan ingat? Masih banyak orang di luar sana yang menunggumu. Namun, kau bisa kembali saja sudah sebuah keajaiban. Kau tidak tahu betapa menakutkannya Nona Zhuo pada saat itu."


"Ling, bagaimana dengan pemulihanmu? Apakah Tuan Shangxuan ada mengatakan kapan kau bisa sembuh?" tanya Liam menyela Yuan.


Ling tidak mengatakan apa-apa. Ia melihat Zhuo Xia yang baru saja masuk dari luar. Ling tiba-tiba berkata, "Aku ... aku baru ingat!"