
Sekolah Menengah Guxian.
Ujian dilaksanakan hari ini. Pada dasarnya, ujian ini untuk menentukan siswa yang layak menerima undangan universitas. Jadi pihak sekolah bisa langsung membuat data dan menyerahkan pada universitas. Jadi siswa tak perlu lagi melaksanakan ujian masuk.
Para guru sedang berdiskusi.
"Aku yakin Wuzhou ataupun Su Wen Ai yang akan mendapat peringkat pertama tahun ini. Kejeniusan mereka tak ada yang bisa menandingi," ucap seorang guru wanita paruh baya yang menyanggul rambutnya.
"Guru He, apa menurut Anda Su Wen Ai dari kelas Anda bisa mendapat peringkat? Kita masih bersaing dengan Sekolah Menengah Kota Urban. Aku dengar mereka banyak melahirkan siswa jenius," ucap guru wanita lain yang lebih muda.
Ketika itu, Guru He terdiam. Di sadar akan persaingan ini. Meski persaingan ini tak dideklarasikan secara terbuka, tapi setiap orang dapat menilai kualitas sekolah berdasarkan peringkat ujian. Beberapa tahun belakangan ini, Sekolah Menengah Guxian dan Sekolah Menengah Kota Urban kejar-kejaran dalam peringkat satu dan dua tingkat Kota Urban. Jika mereka berada di peringkat satu, tentu banyak siswa baru yang akan mendaftar di sekolah mereka.
Guru He menghela napas. Tak sengaja matanya bertemu dengan seorang pria yang sedang minum jus dan satu tangan di saku. Pria itu tersenyum tipis padanya. Ia melihat orang-orang disekitarnya membeku karena pesona pria itu.
"Jangan mudah menyimpulkan. Kita belum lihat hasil akhirnya. Siapa tahu ada kuda hitam," ucap Guru He. Para guru lainnya menatap heran.
*
Ujian terakhir adalah ujian kewarganegaraan.
Tak butuh waktu lama, Ling sudah menyelesaikannya dalam 30 menit. Kemudian dia membawa tasnya dan mengumpulkan kertasnya. Pengawas ujian terkejut melihatnya. Namun ia hanya mengamati kepergian Ling.
Yuan yang melihat ini segera mengisi kertas ujian. Ia menulis dengan kecepatan penuh dan menjawabnya tanpa berpikir. Setelah semua terisi, ia mengumpulkan dokumen dan mengejar Ling.
Pengawas juga terkejut melihat Yuan. Ia melirik kertas ujian Yuan. Namun setelah itu ia menggeleng kepala. Sangat banyak jawaban yang salah. Sayangnya ia tak melihat kertas ujian Ling yang hampir semua jawabannya benar.
Ling dan Yuan turun ke bawah. Mereka masih tinggal di sekolah untuk menunggu Su Wen Ai. Kini mereka menuju lapangan dan melihat Liam yang sedang bermain futsal.
Liam terlihat bersemangat. Sepertinya ia tak mengikuti ujian kali ini. Lagipula keluarganya tak bisa memaksanya. Sedangkan Yuan sudah disiksa Ling untuk lari memutari lapangan. Sebenarnya Yuan mulai terbiasa lari. Bahkan lari lima putaran hanya mengeluarkan keringat dan tak membuatnya ngos-ngosan.
Saat ia berhenti sejenak, ia melihat bola menuju Ling yang duduk di kursi penonton.
"Ling! Awas!" teriak Liam sekuat mungkin karena ia tahu Ling memakai earphone.
Saat bola semakin mendekat, Ling mengangkat kaki dan menendang bola itu. Bola itu meluncur cepat menuju gawang. Semua mata mengikuti bola yang melayang itu.
Dan gol!
Zhuo Xia yang baru datang tertegun melihat pemandangan ini. Tadinya, ia akan mencari Ling. Ternyata ia sudah menemukannya di sini.
Ling menoleh ke kanan. Ia melihat Zhuo Xia masih melihat ke arah gawang. Begitu juga semua orang. Lapangan terasa sangat senyap.
"Kakek Zhuo, dia sudah menemuiku," ucap Ling di telepon.
Baru saja Kakek Zhuo menelepon dan mengatakan bahwa ia sudah mendapatkan guci. Saat Yu Bin memberitahu Zhuo Xia mengenai ini, ia segera membawa guci dari Kota Bayangan.
Itulah mengapa Zhuo Xia datang.
Yuan masih menunggu Su Wen Ai di lapangan. Sedangkan Liam yang tahu apa yang terjadi, dia segera berhenti bermain futsal dan mengejar Ling.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di kediaman Zhuo. Mereka langsung berjalan ke laboratorium bawah tanah milik Keluarga Zhuo. Di sana sudah ada Yu Bin dan Kakek Zhuo yang menunggu.
Ling melihat guci itu berdiri kokoh di tengah ruangan. Ia menunduk dan tersenyum lega. Akhirnya ia sudah menemukan guci yang paling dia butuhkan.
Ia sudah di tingkat delapan. Satu tingkat lagi maka kekuatannya akan sama seperti dulu. Ia bisa naik tingkat dengan cepat karena ia adalah ahli ramuan. Selain itu, teknik yang ia gunakan juga cocok untuk kultivasinya.
Ketika kekuatannya sudah kembali, saat itu ia akan menyelesaikan semua masalah dan membalaskan dendam. Ia juga akan mulai menyelidiki penyebab kematiannya.
"Terimakasih. Jika kau membutuhkan sesuatu, hubungi saja aku," ucap Ling tulus pada Zhuo Xia. Ia tahu guci ini sangat sulit didapatkan.
Ia pernah melihat satu guci di vila yang dia ledakkan. Ia tahu Zhuo Xia sudah memerintahkan para ilmuwan untuk membawanya, jadi dia tak ragu meledakkannya. Namun ia tak menyangka Zhuo Xia memberi guci itu padanya.
"Aku harus mengurus beberapa masalah. Aku juga akan mengantar Profesor Luohai kembali ke Kota Bayangan. Kau pasti menyadari Kota Urban sudah tidak aman. Aku harap kau dapat membantu Yu Bin di sini," ucap Zhuo Xia. Ia bersandar di pintu masuk.
"Aku adalah penduduk di Kota Urban. Tentu saja aku akan menjaga kota ini tanpa kau peringatkan," jawab Ling.
"Jika begini, ini tidak bisa dibilang aku membantumu. Katakan padaku jika kau membutuhkan bantuan lain," lanjut Ling berbicara.
Zhuo Xia menatapnya lembut dan berkata, "Baiklah."
Ling dan Liam keluar dari laboratorium. Liam mengantar Ling pulang. Begitupun Zhuo Xia dan Yu Bin, mereka kembali ke markas Keluarga Yu.
Di markas, bawahan Zhuo Xia sedang melakukan panggilan video. Di sana ada seorang jenderal yang sedang mengomel marah.
"Kau ingin mengirim anggota Area A? Area A berisi orang-orang berbakat yang dapat mengguncang satu negara dengan kekuatannya. Jika kau mengirim mereka semua, keseimbangan Kota Bayangan akan terganggu. Dan juga segera kembalikan guci itu! Ahli ramuan sudah memarahiku sejak tadi," ucap sang jenderal penuh emosi.
Zhuo Xia segera menyuruh bawahannya menyingkir. Kini ia yang duduk di kursi.
"Jenderal, jika ada masalah, temui aku. Jangan persulit bawahanku," ucap Zhuo Xia dingin. Jenderal itu sekarang gemetaran. Wajah sombongnya seketika menghilang.
"Aku yang meminta Area A untuk datang. Aku juga yang meminta guci itu. Apa ada pertanyaan lain?" Zhuo Xia menopang dagunya.
"Tidak. Tidak. Komandan tertinggi, kapan Anda membutuhkan Area A? Aku akan mengirimnya secepat mungkin. Masalah guci, aku akan mengatakannya sendiri pada ahli ramuan bahwa Anda membutuhkannya," kini jenderal itu menjawab dengan sangat hormat.
Keputusan itu sangat beresiko. Ia juga tak meminta persetujuan pihak lain. Namun, dia adalah Zhuo Xia. Komandan tertinggi di Kota Bayangan. Tidak ada yang berani melawan perintahnya, bahkan panglima tertinggi sekalipun.
Jenderal itu tahu jika Zhuo Xia memiliki bakat yang hebat. Namun ia selalu rendah hati dan tak ingin pergi ke Kota Bayangan.
Namun beberapa bulan lalu, ia bergabung dalam pertempuran dan itu yang membuatnya menjadi terkenal. Tentu saja Kota Bayangan tak akan menyia-nyiakan bakat seperti ini.
"Aku akan kembali ke Kota Bayangan besok. Suruh mereka temui aku di pelabuhan pada pukul dua sore," jawab Zhuo Xia serius.