Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tiga Orang yang Paling Menderita


Chen Kai tidak bicara, begitupula dengan Tuan Zhuo dan yang lainnya. Mereka tak bisa menerima kenyataan. Mereka merasa dunia ini penuh lelucon.


Sejak awal Chen Kai tak pernah memperhitungkan Ling. Bahkan ia mengatakan bisa membunuh Ling dengan satu jari.


Sampai sekarang Ling mengungkapkan identitasnya dengan tenang ... dan dua orang yang awalnya ia pikir bisa membantunya ... ternyata adalah bawahan Ling.


Tamparan yang diberikan Ling terlalu keras!


Awalnya ia merasa Ling menargetkan Keluarga Chen dan kekuasaan. Melihatnya sekarang, apa Mei Mengyi dan bawahannya yang lainnya bisa dibandingkan dengan kekuasaan Keluarga Chen? Tidak heran ia terus mengatakan tak ingin kembali ke Keluarga Chen, karena inilah kenyataannya! Bahkan, jika mungkin saja Chen Zhi memberinya seluruh Keluarga Chen, ia tetap tidak akan tertarik.


Chen Kai merasa ia benar-benar bodoh!


"Karena Paman Chen, aku tak pernah berniat untuk menyentuhmu. Tapi, apa kau tahu apa yang sudah kau lakukan?" ucap Ling sambil terus tersenyum.


Chen Kai tak tahu apa yang dia lakukan hingga membuat Ling bergerak.


"Apa kau masih ingat guru ramuan? Sebenarnya itu karena kau sial. Jika saja orang yang kau temui hari itu adalah aku, maka kau tak akan berakhir seperti ini. Sayang sekali, kau menyentuh Yang Yi," jelas Ling tersenyum. Ia berdiri.


Setelah mengatakan itu, ia mengabaikan Chen Kai dan bicara pada Bo Xue Ning, "Lakukan apa yang kukatakan. Beritahu orang-orang luar negeri, siapa pun yang membayar paling banyak, maka akan mendapatkannya."


Bo Xue Ning mengerti maksud Ling. Ia dan Mei Mengyi bangkit. Sebelum pergi, Bo Xue Ning menatap Chen Kai dan berkata, "Sebenarnya banyak orang di luar negeri yang telah menyinggungnya, tapi hanya tiga orang yang paling menderita. Keluarga Zhuo, Keluarga Tang, dan kau."


Keluarga Zhuo menyentuh Jun Ye Li.


Keluarga Tang menyentuh Chen Wan Yi dan adiknya.


Dan Chen Kai meminta seseorang untuk menyakiti Yang Yi. Meski dia diselamatkan oleh guru ramuan, Ling tetap tak bisa mentolerir hal ini.


*


Masalah yang tersisa diserahkan pada Bo Xue Ning. Ling berjalan santai menuju akademi untuk menemui Bo Shin yang telah menunggunya.


"Tuan Muda," sapa Bo Shin hormat.


Ling menghela napas, "Aku sudah bilang ... ini akademi. Jadi jangan terlalu formal."


"Iya," jawab Bo Shin ragu-ragu.


"Kapan Tuan Muda kembali ke pulau?" tanya Bo Shin.


Ling menunduk dan membaca pesan A Shui. Ekspresinya muram. Ia menjawab sambil berjalan, "Beberapa hari lagi. Akademi belum libur."


Setelah ucapannya selesai, guru ramuan dan guru lain sedang berjalan. Saat melihat Ling, mereka segera bergegas.


Ling berhenti, kemudian berbalik menatap Bo Shin dengan ekspresi serius, "Aku telah memikirkannya. Kita harus kembali sore ini. Aku akan berkemas dulu. Bantu aku beritahu Liam, Yuan, dan Su Wen Ai."


Setelah itu, ia pergi.


"Anak ini! Dia benar-benar kabur lagi!" guru ramuan tak bisa menahan diri lagi.


"Guru, mengapa Anda begitu keukeh ingin menemuinya?" tanya Bo Shin penasaran.


Karena merasa tak bisa mengejar Ling, guru ramuan berhenti dan menjawab Bo Shin, "Jika dia tetap di akademi, aku tak akan seheboh ini. Tapi apa kau tahu? Ia tidak masuk ruang latihan selama tiga hari dan hanya bermain game. Apa aku bisa mentolerirnya lagi?"


"Ah, apa kau tahu ke mana dia pergi?" tanya guru ramuan.


Bo Shin berpikir jika kepergian Ling ke Keluarga Bo bukan rahasia lagi. Jadi dia menjawab, "Apa guru ingin ikut ke Keluarga Bo bersamaku?"


"Keluarga Bo? Aku paham. Terimakasih," ucap guru ramuan serius. Ia menepuk bahu Bo Shin dan pergi.


*


Sambil memikirkannya, ia mengemas barang yang sering ia gunakan.


"Kembali ke Keluarga Bo sekarang?" tanya Zhuo Xia bersandar di pintu.


"Kita sudah sepakat, kan? Aku akan kembali ke Keluarga Bo," ucap Ling memasukkan barang terakhir. Ia berjalan menuju pintu.


Ekspresi Zhuo Xia tak berubah. Ia tetap sedingin biasanya.


Ling menepuk dahinya.


Baiklah ini memang salahnya. Awalnya ia mengatakan pada Zhuo Xia jika ia tak buru-buru, jadi ia telah merencanakan sesuatu. Namun, tiba-tiba Ling berkata ingin kembali.


Ling maju selangkah dan memeluknya. Ekspresi dingin Zhuo Xia melembut. Ia terkekeh, "Baiklah. Berapa lama kau akan bermain?"


Ling membelai rambutnya dan menjawab, "Tergantung."


"Baik, aku akan mengantarmu ke dermaga," ucap Zhuo Xia.


*


Di dermaga.


Bo Shin menunggu Ling di sana. Di sampingnya terparkir jet pribadi Keluarga Bo. Saat ia melihat Zhuo Xia dan Ling mendekat, ia menyapa mereka dengan hormat, "Tuan Muda, Nona Zhuo."


Zhuo Xia mengangguk. Kemudian ia agak berjinjit dan membisikkan sesuatu kepada Ling sebelum ia naik ke jet.


Setelah itu, Ling naik ke jet itu.


Ling telah menyuruh Mei Mengyi untuk mengirim banyak jet tempur ke Keluarga Bai, Keluarga Han, dan Zhuo Xia, tapi Keluarga Bo tak mendapat jet tempur baru. Jadi, jet tempur yang sedang dia naiki sekarang adalah model lama. Dari bentuk dan fungsinya, jet ini agak ketinggalan jaman.


Ling duduk di dekat jendela. Menyadari lambatnya jet ini, ia tahu masih banyak waktu yang tersisa. Ia memilih untuk bermain game bersama Liam dan yang lainnya untuk mengisi waktu kosong.


Namun, ia baru sadar tak ada sinyal di sini.


Ia melirik Bo Shin di sampingnya, "Tak ada jaringan nirkabel di sini?"


Bo Shin tahu identitas Ling. Ia memakluminya dan menggeleng sebagai jawaban.


Kemudian, tetua yang ikut menjemput Ling, ia melirik Ling, "Mungkin ini pertama kalinya Tuan Muda naik jet tempur. Memakai internet akan mempengaruhi penerbangan jet tempur tersebut."


Walau ia menggunakan embel-embel 'Tuan Muda', tak ada rasa hormat sama sekali dalam tindakan ataupun nada bicaranya.


Sebelum tetua itu bicara, sebenarnya Ling ingin turun dari jet tempur itu dan menghubungi Mei Mengyi. Namun, sepertinya itu tidak perlu. Ia memilih tidur siang.


Setengah jam kemudian, jet tempur mendarat di sebuah pulau.


"Keluarga Bo kami memiliki aturan yang sangat ketat. Tuan Muda, tolong tunggu di sini. Saya akan masuk dan melapor ke tetua ketujuh," ucap tetua itu. Kemudian ia pergi tanpa menunggu jawaban Ling.


Bo Shin hendak mengejar tetua itu dan mengatakan sesuatu, tapi Ling menahannya, "Tunggu saja."


Ling tidak marah. Karena itu adalah aturan Keluarga Bo, ia harus mematuhinya


Ia mengamati pulau Keluarga Bo dan tenggelam dalam pikirannya.


*


Di tengah pulau.


Tetua yang mengantar Ling melapor dengan hormat, "Melihat sikap Bo Shin, sepertinya itu adalah putra Tuan Muda Bo Minghao. Aku dengar marganya adalah Chen. Aku tak mengetahui hal lain, tapi sepertinya ia tak melakukan hal baik di luar negeri. Selain itu, tadi ia meminta jaringan nirkabel saat di dalam jet. Mungkin ini pertama kalinya ia naik jet tempur."