Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tidak Ada yang Lucu


"Apa benar begitu?" tanya Zhuo Shiaonian kepada pengawal di belakangnya. Sebenarnya ia mempercayai perkataan Zhuo Xia. Namun ia belum pernah mendengar jika ada orang yang mampu membuat perjanjian seperti itu untuk luar negeri.


Wajah sombong Zhuo Shiaonian hilang. Kini wajahnya muram dan dia ketakutan. Jika ia pergi dari sini sekarang, maka ia harus menyerahkan seluruh miliknya karena melanggar peraturan.


Di bawah tatapan Zhuo Xia, pengawal itu bergetar. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi orang di luar negeri. Saat panggilan itu terhubung, ia memberikan ponsel pada Zhuo Shiaonian.


"Nona Zhuo Shiaonian, orang-orang dari luar negeri tidak diizinkan masuk ke perbatasan. Aturan macam apa ini? Aku belum pernah mendengarnya," ucap seseorang di panggilan itu. Ia adalah prajurit yang bertanggungjawab dengan atas pasukan luar negeri. Saat ia tahu jika yang menghubunginya adalah orang dari Asosiasi Dewa Ramuan, Zhuo Shiaonian, ia bergetar karena senang.


Seorang atasan dari prajurit itu merebut ponsel. Ia mengatakan, "Nona Zhuo Shiaonian, jika Anda pergi dua bulan lalu, aku pasti tidak akan mengatakan apa pun. Namun, aku benar-benar tidak bisa datang ke sana sekarang. Orang-orang di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya memang memiliki aturan itu. Itu terjadi lima tahun lalu. Anda harus tahu tentang perang lima tahun lalu itu. Bahkan sekarang mereka memiliki banyak senjata nuklir dan bom besar 1. Belum lagi Raja Legendaris yang misterius dan Tuan Muda dari Keluarga Bo yang akhir-akhir ini terkenal. Apa Anda pernah mendengar tentang keduanya? Untuk melawan Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya sekarang adalah hal yang sulit. Nona Zhuo Shiaonian, jangan mengatakan jika aku tidak adil. Namun lebih baik laporkan saja hal ini kepada orang yang ada di Asosiasi Dewa Ramuan. Jika tidak, orang-orang dari pulau itu akan membunuhmu. Saat itu terjadi, tidak ada yang bisa kita lakukan.


Setelah panjang lebar menjelaskan, atasan prajurit itu mematikan panggilan.


Sedangkan prajurit itu masih linglung. Ia bertanya dengan heran, "Pak, apa kita masih perlu takut dengan mereka?"


"Kau masih bertanya mengapa kita perlu takut dengan mereka? Kau tidak lihat buku apa yang selalu kupegang selama ini? Apa kau pikir karena kau berasal dari luar negeri maka kau begitu hebat? Apa aku belum pernah menunjukkan jika orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya itu semuanya gila? Aku tidak tahu jika tetua dari Pulau Bintang bahkan tidak berani bersuara di depan mereka. Kota Bayangan sudah kembali berubah. Pemimpin pulau itu sudah kembali. Pergi kau!" jawab atasan itu dengan emosi yang memuncak.


Pasukan luar negeri itu tidak dapat melakukan apa pun. Mereka tidak berani menyinggung Asosiasi Dewa Ramuan. Namun apa mereka berani menyentuh Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya?


Menurut kabar, Kota Bayangan memiliki banyak ramuan yang mampu mematikan banyak orang dalam sekejap. Belum lagi dengan kehadiran dan kekuatan Zhuo Xia. Mereka sama sekali tak berani bergerak.


Mereka juga tahu jika Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya menjaga seluruh perbatasan di Kota Bayangan. Senjata mereka hebat dan canggih. Untuk menyentuh Kota Bayangan, mereka harus berpikir ribuan kali.


Banyak berita beredar jika Raja Legendaris yang menjaga pulau itu sudah meninggal. Mendengar ini, banyak orang yang ingin menguasai pulau itu. Namun akhir-akhir ini terdengar lagi kabar jika ternyata Raja Legendaris masih hidup. Tentu saja kali ini mereka terpukul mundur.


Ini juga pertama kalinya pasukan luar negeri menolak untuk membantu. Ekspresi Zhuo Shiaonian muram. Ia bergumam, tubuhnya bergetar, "Pasukan luar negeri itu ...."


Zhuo Xia dan Han Shuangfu memiliki pendengaran yang tajam. Mereka bisa mendengar panggilan Zhuo Shiaonian tadi. Han Shuangfu tak bisa menahan tawanya.


Melihat Han Shuangfu tertawa, Zhuo Shiaonian berkata dengan ketus, "Apa yang kau tertawakan? Han Shuangfu, apa kau pikir kau bisa tinggal di sini? Kau juga orang luar negeri."


"Nona Zhuo Shiaonian, apa Anda benar-benar akan pergi?" tanya Su Qiu. Ia dan warga lainnya menatap Zhuo Shiaonian dengan tatapan memelas. Mereka merasa sangat beruntung dengan kehadiran Zhuo Shiaonian. Selama dia berada di suku itu, ia banyak membuat ramuan. Dengan itu, banyak warga yang berpihak padanya.


"Jangan dengarkan mereka, Nona. Kami tidak pernah mendengar tentang Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Pulau apa itu? Jika ada yang berani untuk melarang Anda tinggal di sini, kami akan menjadi orang pertama yang akan memerangi orang itu," ucap warga lainnya yang tidak setuju saat tahu Zhuo Shiaonian akan pergi.


"Pfft," Liam menahan tawanya dan melempar kartu.


"Siapa itu yang tertawa? Tidak ada yang lucu," ucap Su Qiu. Namun saat ia melihat jika Liam yang tertawa, ia tertegun dan tidak jadi marah. Ingatan tentang Liam yang menendangnya masih jelas di otaknya.


"Tidak lucu? Dia menertawakan kebodohan kalian. Kalian tidak tahu Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya? Jika kalian ingin tahu, tanyakan pada otak kalian. Tidak kah kau lihat jika Nona Zhuo Shiaonian saja takut? Jika Nona Zhuo Shiaonian saja takut, darimana kepercayaan dirimu itu yang melarangnya untuk pergi?" Liam tidak menanggapi Su Qiu. Kali ini Yuan yang menyahut.


Su Qiu terdiam. Awalnya ia tidak memperhatikan karena Yuan yang berbicara. Namun saat melihat jika ekspresi Zhuo Shiaonian berubah, ia tak berani bicara lagi.


Zhuo Shiaonian tak mempedulikan perdebatan ini. Ia melihat Han Shuangfu dan Bai Xiaoqi.


"Kalian kembali juga, kan?" tanya Zhuo Shiaonian.


"Benar. Jika kalian mampu, dapatkanlah izin dari pulau itu. Jika tidak, maka kalian semua harus meninggalkan desa," ucap Su Qiu ikut campur.


"Kakak Xia, apa Raja Legendaris itu benar-benar menakutkan?" tanya Bai Xiaoqi pada Zhuo Xia. Ia pernah mendengar tentang Raja Legendaris di luar negeri. Namun, ia tak pernah tahu seberapa hebat Raja Legendaris itu.


"Kau tidak melihat saat kekacauan di pertempuran itu, jadi kau tidak tahu. Aku juga hanya tahu sedikit. Namun melihat reaksi Zhuo Shiaonian dan kata-kata atasan pasukan luar negeri tadi, seharusnya kita sudah bisa mengukur seberapa hebat mereka. Apalagi mereka mempunyai senjata nuklir dan bom besar," Han Shuangfu menanggapi pertanyaan Bai Xiaoqi.


Bai Xiaoqi menjadi muram.


"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan? Kita tidak punya akses itu," ucap Bai Xiaoqi sambil menghela napas.


"Tenang saja. Kakak Xia akan mengurusnya," jawab Han Shuangfu.


"Karena kalian juga tak memiliki akses, maka kalian juga harus pergi bersamaku," ucap Zhuo Shiaonian dengan senyum penuh kemenangan. Ia tahu jika mereka tidak mungkin mendapat akses secepat itu.


Bai Xiaoqi masih menatap Zhuo Xia dan berharap mendengar apa yang dia inginkan. Sedangkan Han Shuangfu menghampiri Ling.


"Kakak Ipar, apa kau tahu aturan di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya itu? Kami benar-benar tidak tahu tentang itu. Dan juga, apa kau benar-benar menyembuhkan Tuan Su?" tanya Han Shuangfu pada Ling yang masih memainkan ponsel. Ia mengirim pesan kepada seseorang.


Su Qiu dan yang lainnya masih berteriak memprovokasi.


"Cepat pergi! Kalian tidak punya kartu akses!" teriak mereka.


Mendengar ini, Ling mengangkat kepalanya. Ia selesai mengirim pesan. Kemudian, ia berkata pada Han Shuangfu, "Ponselmu berdering."


"Ponselmu berdering?" tanya Han Shuangfu bingung. Ia mengambil ponselnya. Namun ponselnya sama sekali tidak berdering.


Namun saat ia ingin mengembalikan ke saku, ponselnya berdering. Bukan pesan, bukan panggilan, tapi layar ponselnya berubah menjadi putih. Ada beberapa kata dan cap yang tidak asing di sana.


Han Shuangfu terbata, "Bai ... Xiaoqi ... aku ... aku ... mendapat akses dari pulau ...."


"Apa?" tanya Bai Xiaoqi kaget. Ia juga mengecek ponselnya dan mendapat hal yang sama.


Melihat ini, Su Qiu dan yang lainnya berhenti berteriak. Awalnya mereka masih percaya diri, tapi sekarang mereka kalah telak.


Sedangkan Zhuo Shiaonian berjalan menghampiri Han Shuangfu. Ia merebut paksa ponselnya dan melihat itu.


Jantungnya hampir berhenti.


"Bagaimana ... mungkin?" gumam Zhuo Shiaonian dengan pasrah.


***


Hallo, readers🥰


Sorry and stay healthy ya❤️