Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Untuk Menangkap Seseorang


Di sebuah apartemen, di Kota Urban.


"Tuan Muda Chen bilang dia masih ada yang harus diselesaikan. Bagaimana ini?" tanya Yu Bin frustasi.


"Nona Yu, sepertinya aku tahu alasannya. Ini pasti karena Keluarga Lu dan Keluarga Luo," ucap seorang petugas wanita yang ada di sana. Ia mengetik sesuatu dan membuka video di internet. Itu menunjukkan video Ling dan Wuzhou di sekolah.


Ini adalah video yang direkam sembunyi-sembunyi. Meski begitu mereka masih dapat melihat jelas wajah tampan Ling. Zhuo Xia tak mungkin salah mengenali. Ini memang Ling.


Dari cara bicara dan senyumnya yang malas, ini khas Ling.


Cuplikan video ini adalah yang paling banyak menarik perhatian publik.


"Aku malah senang saat tahu Luo Feng bukan ayahku. Dan aku bisa mengatakan ini dengan jelas sekarang. Jika kalian masih berani menyentuh keluargaku, aku tak akan segan membantai kalian," ucap Ling dingin. Ia menatap Wuzhou dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Hidupku adalah pilihanku. Aku mendapat nilai atau tidak, itu tidak ada hubungannya denganmu," lanjut Ling bicara.


Kini ia menyentuh dagu Wuzhou dengan satu jari. Ia berkata sambil menyeringai, "Mari kita lihat hasilnya di ujian untuk mendapat undangan universitas."


Saat Ling pergi, para siswa yang mengelilingi mereka segera bubar. Itu adalah adegan yang sangat menegangkan.


Zhuo Xia duduk di kursi kerjanya. Ia menatap dengan serius video itu.


"Nona Zhuo, Chen Sin berkata orang dari Kota Bayangan sudah sampai di Kota Urban," ucap Yu Bin setelah memeriksa ponselnya.


"Siapa?" tanya Zhuo Xia santai.


"Mo Xiayi," jawab Yu Bin. Ia juga terkejut saat membaca nama ini.


"Dia ada di laboratorium di vila. Sepertinya dia mencari jejak bom itu," ucap Yu Bin melanjutkan.


Zhuo Xia masih menunjukkan sikap tenang. Kemarin saat Yu Bin berkata ada seseorang yang mengambil mayat manusia titan, yang diperkirakan adalah Pegusa, ia masih bisa berpikir seperti itu. Namun sekarang ia berpikir bahwa Mo Xiayilah yang mengirim orang itu.


Zhuo Xia membuka komputer di depannya. Ia membuat panggilan video dengan Chen Sin.


"Apa yang dilakukan Mo Xiayi di Kota Urban?" tanya Zhuo Xia dingin. Nadanya sangat tak bersahabat sekarang.


"Aku dengar dari Ketua Dai, dia tertarik pada pemenang kompetisi ramuan," jawab Chen Sin. Ia tak tahu jika Mo Xiayi sedang mencari jejak ledakan.


"Berikan aku kontaknya," ucap Zhuo Xia lagi. Setelah Chen Sin memberikannya, ia memutus panggilan video.


Setelah itu ia menelepon pimpinan penjaga yang dia tempatkan di vila.


"Apakah tim kalian masih di sana?" tanya Zhuo Xia.


"Ya, Nona," jawab pimpinan itu sopan.


"Baiklah. Jaga vila dengan baik. Jangan biarkan orang asing masuk. Aku akan segera ke sana," ucap Zhuo Xia.


"Baik, Nona. Untuk apa Anda ke sini?" tanya pimpinan itu penasaran.


"Untuk menangkap seseorang," jawab Zhuo Xia dingin.


"Ayo pergi ke sana," ucap Zhuo Xia pada Yu Bin setelah sambungan telepon terputus.


Yu Bin segera patuh. Sepanjang perjalanan ia sangat memikirkan hal ini. Setiap ahli bom akan memiliki gaya sendiri. Dan orang di Kota Bayangan bisa melacaknya. Ia khawatir mereka tahu itu adalah Ling.


"Nona, Anda harus keluar dari pintu masuk. Nona Zhuo memerintahkan ini secara langsung," ucap seorang petugas.


"Atas hak apa kalian melarangku? Apakah kalian tidak tahu aturan? Jika kalian menggunakan bom dalam jumlah besar maka kalian melanggar hukum," ucap Mo Xiayi sambil membersihkan pakaiannya.


Zhuo Xia mendatanginya. Ia berkata dengan sinis, "Apakah kau juga tidak tahu? Di wilayahku, aturan itu dibuat untuk dilanggar."


Saat mendengar ini, Mo Xiayi merasakan dingin di sekujur tubuhnya. Zhuo Xia benar-benar mampu membuatnya bergetar.


"Aku tidak tahu ada orang hebat sepertimu di sini," ucap Mo Xiayi terus terang.


Zhuo Xia mengabaikan ucapannya. Ia hanya berkata, "Aku tidak tahu apa tujuanmu di Kota Urban. Yang aku tahu kau mengenal Chen Sin dari Kota Bayangan. Jangan pikir jika kau dari Kota Bayangan maka kau akan kulepaskan jika membuat masalah di sini."


Zhuo Xia dan Yu Bin meninggalkannya.


Setelah kepergian mereka, petugas yang tadi melarang Mo Xiayi segera bicara, "Kau mungkin orang yang hebat. Namun kau berada di Kota Urban sekarang. Maka jangan pernah berulah dengan komandan tertinggi kami."


Mo Xiayi sedikit terkejut. Ia bertanya, "Apa dia wanita berdarah dingin yang berperang beberapa bulan lalu?"


Komandan tertinggi menjadi terkenal setelah satu pertempuran beberapa bulan lalu. Tentu saja Mo Xiayi mengetahui hal ini. Ia berpikir itu adalah seorang pria. Ternyata dia wanita.


Mo Xiayi segera mengambil ponsel dan menelepon seseorang.


"Manajer, aku akan tinggal beberapa bulan di Kota Urban," ucap Mo Xiayi.


*


Sudah beberapa hari ini Ling meminta Su Wen Ai untuk menjadi tutornya. Ia juga membayar Su Wen Ai dengan alasan untuk membantu Su Qiang. Maka Su Wen Ai menyetujuinya.


Ling sedang mengerjakan laporannya dengan rajin. Ini adalah tugas kesekian kalinya yang diberikan oleh Su Wen Ai.


Sebenarnya, Su Wen Ai tahu. Jika Ling ingin, maka ia bisa mendapat peringkat pertama di sekolah.


"Aku sudah selesai. Periksa ini," ucap Ling. Dia menyerahkannya laporannya pada Su Wen Ai.


Ketika Su Wen Ai membaca, ia menjadi kagum. Laporan ini benar-benar sempurna. Ia bertanya pada Ling, "Apa kau yakin tetap ingin belajar denganku?"


"Aku sudah lama tidak belajar. Akan memalukan jika aku ikut ujian tanpa tahu apa pun," jawab Ling.


Dia yang paling tahu diri sendiri. Meski dulu dia bisa mendapat nilai penuh, tapi itu berbeda sekarang. Ada beberapa pelajaran yang dilupakannya.


Su Wen Ai hanya mengangguk. Kemudian saat ia menunduk ia melihat hewan berbulu oranye sedang menatapnya seolah menatap mangsa. Su Wen Ai bergidik ngeri melihat ini. Begitupula dengan Liam dan Yuan.


"Baiklah aku akan mandi dulu. Jika ingin pulang cari saja sopir. Jika ingin menginap cari Paman Qian," ucap Ling. Ia mengambil Chester di bawah.


"Ingat Chester, jangan sentuh teman-temanku," ucap Ling dingin. Hal ini membuat bulu Chester sedikit menegang. Ia menggeliat manja di lengan Ling.


"Jangan pura-pura. Aku tidak akan tertipu olehmu," ucap Ling ketus. Ia membawa Chester ke kamarnya.


Ia langsung mandi menggunakan rendaman ramuan. Saat ini ia masih di tingkat delapan. Ia belum bisa muncul ke permukaan. Ia akan menggunakan ramuan yang dibuat di guci langka untuk meningkatkan kemampuannya. Setelah itu ia baru bisa menyelidiki lebih jauh tentang penyebab kematiannya.


Ia juga harus mempersiapkan diri untuk ujian besok.