Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Kota Biasa di Seberang Pulau


Walau Bai Chengsi belum pernah bertemu dengan orang yang menyelamatkan Nyonya Bai, tapi dari cerita Bai Na Ri dan Nyonya Bai, penyelamat itu bukan orang biasa. Apalagi ia menyembuhkan penyakit yang bahkan tak bisa disembuhkan dokter Asosiasi Dewa Ramuan.


Tapi ... orang itu Ling?


"Na Ri, jangan bercanda. Nama keluarganya Chen, bukan Wei. Lagipula ia dari seberang pulau. Bagaimana mungkin dia punya ramuan tingkat tinggi?" ucap Bai Chengsi.


Bai Na Ri mengerutkan kening. Ia yakin ia tak salah lihat. Namun ia tak bisa memastikan sekarang karena ada Zhuo Xia di sampingnya.


Setidaknya ia bisa melihat orang itu. Namun ia juga takut salah orang karena nama keluarga mereka berbeda. Saat kembali nanti, ia akan menyuruh orang menyelidiki ini.


"Tuan Muda, apa Anda mengenal seseorang dari Keluarga Bai?" tanya Zhuo Ai. Ia memperhatikan sejak tadi Bai Na Ri melihat ke arah Ling.


"Sepertinya begitu," jawab Ling.


Setelah itu, ia memberikan batu level sepuluh ke Zhuo Xia.


Zhuo Ai, Zhuo Nan, dan Zhuo Kira melihat dengan mata berbinar. Mereka kini sangat hormat dengan Ling. Dengan kekuatannya, ia bisa menemukan batu level sepuluh. Selain itu, Cheng Rui tadi meminta barter dengan satu wilayah, tapi Ling menolaknya. Tapi sekarang ia memberi batu itu kepada Zhuo Xia tanpa ragu.


*


Sementara itu, tetua telah tiba di pulau membawa pria berbaju hitam.


"Apa Zhuo Xia benar-benar bersama seorang pria? Darimana asalnya?" tanya Nyonya Tua pada tetua.


"Ia berasal dari Kota Urban, kota biasa di seberang pulau, Nyonya," jawab tetua sambil membungkuk.


Mendengar ini, Nyonya Tua tersenyum tipis. Kini ia bisa memastikan jika orang yang bersama Zhuo Xia adalah orang biasa. Ia berkata dengan santai, "Biar saja dia melakukan apa yang dia inginkan. Jangan pikirkan dia."


"Nyonya Tua, dia ...," tetua ingin bicara lagi.


"Kau sudah bisa pergi. Masalah ini tak perlu dipikirkan lagi," jawab Nyonya Tua. Ia tahu tetua ini netral. Jadi ia tak mungkin dibohongi.


Dulu ia sangat takut dengan Zhuo Xia, tapi sekarang tidak lagi. Jika saja orang yang dekat dengan Zhuo Xia sangat kuat, ia pasti sudah tidak bisa tidur.


"Apa Nona Mei mengatakan ingin menemuiku?" tanya Nyonya Tua tiba-tiba.


"Tidak," jawab tetua itu.


"Baiklah. Aku dengar Nona Mei ini memang susah didekati. Yang penting tetap perlakukan dia dengan baik. Kau bisa keluar," ucap Nyonya Tua.


Tetua menatap Nyonya Tua penuh arti. Setelah itu ia menangkupkan tangan dan membungkuk, kemudian meninggalkan ruangan.


Andai saja Nyonya Tua tahu jika Ling bisa menaklukkan pria berbaju hitam ini dengan satu serangan. Andai saja Nyonya Tua tahu jika Mei Mengyi yang sangat ingin dia temui ternyata sangat patuh dengan Ling.


Jika ia tahu semua ini, apa dia masih mengabaikan Ling?


Penjaga tertegun sejenak, "Tetua, bukankah Anda netral?"


"Netral? Mengapa kita harus tetap netral pada saat seperti ini?" tetua menggeleng. Saat itu ia memang ingin netral dan tak terlibat dalam kekacauan. Namun sekarang berbeda. Ling adalah pemeran penting di sini.


*


Kediaman Keluarga Chen.


"Tuan Gao, Anda bilang Nona Mei mau menemuiku?" tanya Chen Kai dengan mata berbinar.


"Benar. Tiga hari lagi," jawab Gao Feng mengangguk.


"Terimakasih, Tuan Gao," ucap Chen Kai. Jantungnya berdegup kencang.


Dia mengira statusnya akan hancur setelah acara judi batu. Tak akan ada yang menduga jika Mei Mengyi setuju menemuinya.


Namun, ia masih harus melakukan hal lain.


Dia duduk di kursi dan mengepalkan tangan. Bahkan Nyonya Chen takut dengan aura dingin di sekitarnya.


"Kau mau memberi Chen Ling pelajaran?" tanya orang yang muncul di layar komputer. Ia tak mengenal Ling, tapi jika Chen Kai ingin memberinya pelajaran, ia pasti bukan orang biasa.


"Benar. Zhuo Chun, kau tahu? Aku akan bertemu Nona Mei tiga hari lagi. Nyonya Tua pasti akan tertarik untuk bekerjasama dengannya. Jadi kau hanya perlu mengirim seseorang ke sini," jawab Chen Kai.


Zhuo Chun berpikir sejenak. Kerjasama dengan Mei Mengyi sangat penting. Jadi ia akan menyetujuinya. Ia mengangguk, "Baik aku akan mengirim dua ahli tingkat enam."


"Oke. Semoga kerjasama kita berjalan lancar," ucap Chen Kai.


Di sampingnya, Nyonya Chen agak khawatir. Ia bertanya, "Kai, kau baik-baik saja? Chen Ling itu ...."


"Tenang, Bu, percaya padaku. Jika Nona Mei benar-benar mengenal Chen Ling, apa ia masih mau menemuiku?" jawab Chen Kai. Ia telah menerima kabar dari ahli tingkat keenam Zhuo Chun.


Chen Kai hanya tahu Ling hampir mendekati tingkat keenam. Jadi ia meminta dua ahli tingkat keenam untuk jaga-jaga.


Sayangnya ia salah besar.


"Tuan Chen, kami tak bisa menemukan foto Chen Ling itu," ucap pembunuh tingkat enam dari telepon.


Chen Kai tak mempercayainya. Bukankah akademi memiliki fotonya? Ia mencarinya sendiri.


Namun, ia benar-benar tak bisa menemukan foto Ling. Fotonya yang ada di akademi juga disegel.


Ia mencari jalan lain. Ia mencari foto teman-teman Ling. Akhirnya ia menemukan foto Jun Ye Li, Liam, Yuan, dan Su Wen Ai. Ia mengirimkannya kepada pembunuh, "Mereka selalu berlima. Orang lain yang tak ada di foto ini adalah Chen Ling."