Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Hanya Karena Satu Kata


Zhan Yu membelalak. Ia tak menyangka, Bo Minghao yang biasanya tenang dan tegas, ternyata ia sedikit gila jika menyangkut tentang Ling. Kini semua orang tahu Bo Minghao dalam perjalanan pulang.


Tak ada yang menduga hal ini kecuali Ling.


Ling tersenyum dan menuangkan teh ke gelas Guru Cai, "Zhan Yu, antar tamu kita pergi "


"Kau ...," Guru Cai benar-benar tak berdaya.


Ling tersenyum lembut, "Jangan khawatir guru. Jika memang ada orang di belakang Bo Yushen, takutnya dia tak akan keluar."


Guru Cai merasa lega. Ia tahu Ling pasti juga berpikir.


"Baiklah, keputusan ada di tanganmu. Jika kau berubah pikiran dan ingin datang ke kelas farmasi, aku akan menyambutmu kapan saja," ucap Guru Cai. Ia bangkit dan bersiap pergi.


Ling menjawab. Kali ini ia serius, "Guru, setelah tanggung jawabku selesai dan aku masih punya waktu, aku pasti akan datang ke kelas farmasi."


Guru Cai senang karena usahanya tak mengkhianati hasil. Walau ia tak tahu tanggung jawab apa yang dimaksud Ling, tapi perjalanannya kali ini tidak sia-sia.


Ling mengantar Guru Cai di parkiran jet tempur. Ia menunggu sampai Guru Cai benar-benar pulang.


Setelah itu, ia kembali mengambil topi jeraminya dan menyuruh Zhan Yu mengambil ember dan alat pancing. Sedangkan Ling mencari tempat untuk memancing.


Saat mereka akan pergi, tiba-tiba seseorang menghalangi mereka. Itu adalah Bo Yushen yang baru saja kembali. Memang Zhan Yu sudah memberitahu, jika Bo Yushen tak terlihat sejak pagi.


Sekarang ia tiba-tiba muncul, Ling jadi penasaran. Ia menatap acuh ke arah Bo Yushen.


Bo Yushen paling benci melihat Ling seperti ini. Ia menghela napas, "Kita adalah sepupu. Apa kau benar-benar tak akan menyelamatkan ibuku? Dia adalah orang yang menyambutmu saat kau baru datang ke pulau. Kau benar-benar tak mau menyelamatkannya?"


Padahal dia tahu betul tujuan Nyonya Bo mengundang Ling makan.


Namun, Ling hanya tersenyum, "Apa yang kau inginkan?"


Ekspresi Bo Yushen kecewa.


Saat itu, sosok gagah tiba-tiba muncul. Auranya dingin dan menyeramkan. Saat dia semakin dekat, ia semakin terlihat mengangumkan. Bahkan, berdiri di sampingnya saja membuat wajah Zhan Yu pucat.


Saat pria itu muncul, suasana tiba-tiba terasa hening.


Dia melirik Ling dan bertanya dengan nada berbahaya, "Apa kau orang yang tidak ingin menyelamatkan Nyonya Bo?"


Ling memakai topinya dan tersenyum jahat, "Benar, itu aku. Kenapa?"


Sangat angkuh. Zhan Yu memandang Ling kagum.


Pria itu memandang Ling dengan tatapan yang semakin dalam, "Chen Ling, dari Kota Urban, masuk ke Universitas Internasional Kota Bayangan pada usia 19 tahun, diakui sebagai putra Bo Minghao dan kembali ke Keluarga Bo, sekarang berada di Akademi Bintang, mengenal Ahli Bom Mei, dan akrab dengan Bai Xiaoqi, kan?"


Setiap kata yang dia ucapkan membongkar identitas Ling.


Ling tidak masalah dirinya terekspos. Ia hanya tersenyum dan menjawab, "Itu semua benar. Apa ada yang lain? Jika tidak, aku akan pergi memancing."


Mendengar ucapan pria itu, para tetua yang ada di sana saling pandang. Mereka tak mengira masih ada lagi kejutan yang diberikan Ling. Ia mengenal Keluarga Bai dan ahli bom itu? Tak heran dua jet tempur bisa ia kendalikan dengan mudah.


"Tuan Muda Wu, saya tidak menyangka Anda kenal Tuan Muda kami," ucap tetua pertama sambil membungkuk hormat.


"Tuan Muda Chen, jangan kau pikir senjata nuklir itu tak terkalahkan," ucap Tuan Muda Wu menatap Ling acuh. Suaranya yang dalam menggetarkan hati orang-orang di sana.


"Ancaman ini sebenarnya tak berpengaruh. Tuan Muda Wu, kan? Jika tak ada hal lain lagi, aku benar-benar harus pergi," jawab Ling memasukkan tangannya ke saku. Setelah itu ia melangkah pergi.


Di belakangnya, Tuan Muda Wu tersenyum dingin dan menunduk, "Ayo kita selamatkan Nyonya Bo. Padahal itu hanya penyakit biasa. Semakin lama, kualitas ahli ramuan di luar negeri semakin buruk saja."


*


Setelah Ling pulang memancing, ia menyuruh pelayan memasakkan ikan untuknya. Kemudian, seorang pelayan melapor jika Nyonya Bo telah disembuhkan oleh Tuan Muda Wu.


Ling tersenyum dan makan sepotong ikan, "Dia memang sangat kuat."


Ling juga memikirkan siapa sebenarnya Tuan Muda Wu ini sehingga bisa membuat para tetua di Keluarga Bo sangat takut padanya. Apalagi Bo Xue Ning yang menguasai sebagian besar informasi di luar negeri, ia sama sekali tak bisa menemukan informasi tentangnya.


Ponselnya bergetar.


Ada satu pesan dari Zhuo Xia.


[Belum kembali?]


Ling meletakkan sumpitnya. Menurut janjinya, hari ini memang hari ke sepuluh. Ia harus kembali.


Ling membalas pesan itu.


[Aku ingin bertanya. Apa kau kenal Tuan Muda Wu?]


Kali ini Zhuo Xia membalas cukup cepat.


[Kau bertemu dengannya?]


Ling tersenyum. Sepertinya mereka saling mengenal.


[Kau mengenalnya?]


Zhuo Xia masih membalas dengan cepat.


[Aku akan segera ke sana.]


Sebelum Ling membalas pesan Zhuo Xia, bawahan tetua pertama menemuinya, "Tuan Muda, tetua pertama ingin menemui Anda."


"Baik," Ling memasukkan ponselnya.


Zhan Yu mengikuti Ling menuju kantor Dewan Tetua. Ia berkata dengan marah, "Tuan Muda, tetua itu sangat naif! Hanya karena satu kata dari Tuan Muda Wu, ia memberikan Anda hutan belantara di wilayah utara. Jelas sekali ia ingin membuat Anda menjauh dari Keluarga Bo agar tak menjadi pewaris. Selain itu, tak ada yang bagus tentang hutan itu. Hutan itu sama sekali tak berguna. Para tetua ini jelas sekali ingin menyudutkan Anda."


"Hutan belantara di wilayah utara? Bagus sekali," Ling tersenyum memikirkan bar yang pernah dia kunjungi.


"Anda tidak marah?" tanya Zhan Yu dengan wajah memerah.


"Tidak apa-apa, Tuan Muda. Aku dan Luo Qianzhou akan selalu bersama Anda ke mana pun Anda pergi," ucap Zhan Yu bertekad.