
Sebenarnya Ling tak peduli dengan Bai Chengsi. Namun, ia tak mengerti mengapa Bai Chengsi selalu mengincarnya. Oleh karena itu, ia kembali berpura-pura lemah. Ia menunduk dan menggigit bibir. Ia terlihat seolah ketakutan.
Bai Chengsi merasa tak ada gunanya lagi berbicara dengan Ling. Ia berbicara terakhir kali sebelum pergi, "Lain kali hati-hati dalam bertindak."
Setelah Bai Chengsi pergi, wajah ketakutan Ling langsung berubah. Ia memasukkan tangan ke saku dan berjalan dengan malas. Matanya yang hitam kembali cerah.
Liam dan yang lainnya telah melihat akting Ling berkali-kali, jadi mereka tak terkejut. Namun, Gao Yu Xi belum pernah melihatnya. Matanya membelalak melihat perubahan drastis ekspresi Ling.
Saat Gao Yu Xi ingin bertanya, tiba-tiba kepala pelayan keluarganya datang, "Tuan Muda, mengapa Anda di sini?"
Gao Yu Xi melirik ke arah Ling. Namun, sebelum ia sempat bicara, Ling sudah masuk ke toko. Kepala pelayan mengikuti arah pandang Gao Yu Xi dan melihat Ling. Ia berpikir Ling tampak asing dan seperti orang biasa.
Saat ini, Ling masuk ke sebuah toko kecil. Di sini terdiri dari berbagai toko mulai dari yang kecil dan yang besar. Tentu saja orang seperti Chen Kai dan Zhuo Shiaonian akan langsung menuju toko besar, seperti toko Keluarga Cheng. Namun, setiap toko sama-sama menjual batu mentahan.
Sebenarnya Ling tak terlalu tahu tentang judi batu.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pemilik toko.
Ling tak menjawab dan hanya mengambil batu dengan asal.
"Apa itu batu bagus?" tanya Yuan. Ia selalu berpikir Ling luar biasa. Jadi, saat Ling memegang sebuah batu, ia langsung menghampirinya.
"Tidak tahu," jawab Ling sambil menggeleng.
Yuan mengangguk. Ia juga mulai mencari batu asal. Ia bertanya pada Gao Yu Xi, "Jika batu-batu ini berharga, mengapa Keluarga Cheng mau menjualnya?"
Gao Yu Xi pun menjelaskan sambil tersenyum, "Menambang batu tidak mudah. Keluarga Cheng menghabiskan banyak sumberdaya untuk mendapatkan batu-batu ini. Lagipula tidak ada yang tahu isi batu ini."
Ling meletakkan batu yang dia pegang dan mencari batu lain. Namun, kali ini liontin giok di lehernya tiba-tiba menghangat. Dia tercengang.
Apa ada sesuatu dalam batu itu?
Ia menatap batu itu sebelum akhirnya bicara, "Tolong potong batu ini."
Pemilik toko melihat batu di tangan Ling. Ia langsung tahu jika batu itu hanya batu biasa. Ia adalah pemilik toko kecil dan tak ingin menipu. Karena itu ia memperingatkan, "Tuan Muda, apa Anda tak ingin batu lain saja?"
Gao Yu Xi juga telah memilih batu. Melihat batu Ling yang biasa saja, ia segera memberi batu miliknya pada Ling.
"Tuan Muda! Itu adalah batu terbaik Anda, mengapa diberikan pada orang lain?" kepala pelayan terkejut.
Gao Yu Xi mengabaikannya dan menatap Ling. Ling menggeleng dan tersenyum. Ia berkata, "Tetap potong yang ini."
Ia mengeluarkan kartu untuk membayar. Mereka yang melihat kartu itu langsung tertegun. Sedangkan pemilik toko langsung bersikap hormat.
Ini pertama kalinya ia melihat kartu ini.
Ling memberinya kartu emas.
Kartu-kartu transaksi yang digunakan di luar negeri diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Mulai dari hijau, biru, emas, dan hitam. Isinya juga bervariasi. Hijau berisi 0 - 10 ribu koin, biru berisi 10 ribu - 1 juta koin, emas berisi 1 juta - 10 juta koin. Dan warna hitam hanya ada 3 di luar negeri.
Pemilik toko segera menggesek kartu itu karena takut Ling berubah pikiran. Namun, ia bertanya lagi pada Ling, "Tuan Muda, apa Anda benar-benar tak ingin mengganti batu?"
"Tidak. Potong saja," jawab Ling menerima kembali kartunya.
Pemilik toko segera memotong batu. Karena itu batu biasa, ia langsung membagi dua batu itu. Tidak ada warna yang terlihat.
Yang lain terlihat kecewa.
Ling melihat potongan batu itu. Ia menunjuk salah satu dari dua bagian itu, "Potong yang ini."
Pemilik toko menghela napas melihat wajah Ling yang sangat berharap. Ia tetap memotong dan bicara, "Tuan Muda, bahkan seorang ahli tahu jika tak ada apapun dalam batu ini. Jadi ...."
Saat ia bicara, suasana menjadi sunyi. Gao Yu Xi dan kepala pelayan terlihat terkejut. Pemilik toko yang bingung pun melihat batu yang ia potong.
Ternyata dari batu itu terlihat sedikit warna hijau.
"Hijau!" orang-orang yang ada di sana berseru. Ini adalah giok tingkat tinggi dan langka. Hal inilah yang membuat Gao Yu Xi dan kepala pelayan terkejut.
Pemilik toko pun memotong batu itu dengan hati-hati.
"Nona, ini batu giokmu. Energi kultivasi di dalamnya seharusnya level tujuh," ucap pemilik toko. Ia menyerahkan batu itu dengan hati-hati.
"Tuan, apa kau akan menjual batu itu? Aku akan membayar 5 ribu koin," ucap seseorang.
"Hanya 5 ribu? Tuan, aku akan membayar 10 ribu," ucap orang lainnya.
Ling menerima batu itu. Ia menggeleng dan memberi batu itu pada Jun Ye Li, "Maaf, batu ini untuk temanku."
Orang-orang itu langsung memaklumi hal ini. Lagipula Ling memiliki kartu emas. Ia pasti tak memerlukan koin lagi.
Sedangkan toko kecil itu menjadi populer. Dengan adanya batu giok level tujuh, orang mulai beralih ke toko itu berharap ada batu giok tujuh kedua. Kini pemilik toko pun mendapat banyak keuntungan.
*
Chen Kai sedang memilih batu di toko besar. Bai Chengsi mengikuti di sebelahnya. Para ahli yang diutus juga berada di sini semua.
Saat rombongan Chen Kai masuk, mereka bertemu dengan rombongan Zhuo Shiaonian. Suasana menjadi agak dingin.
Namun, perhatian mereka teralihkan saat penanggung jawab dari Keluarga Cheng melapor, "Nona Muda dan Nyonya, baru saja ada berita dari luar. Sebuah toko kecil berhasil menghasilkan batu giok tingkat tujuh. Saya yakin kualitas batu tahun ini tidak buruk. Saya harap kalian semua dapat menemukan batu yang bagus."
Mendengar ucapan bawahannya, Cheng Rui terkejut, "Tingkat tujuh? Master mana yang berhasil menemukannya?"
Yang lain juga penasaran. Mereka semua tahu jika Chen Kai adalah master di luar negeri. Namun, sejak tadi batu yang dipotong paling tinggi adalah tingkat tiga.
Jadi, siapakah master itu? Tingkat tujuh sangat langka!
Bai Chengsi memandang penanggungjawab itu. Sama seperti Cheng Rui, ia juga ingin tahu siapa master itu.