
Tujuh hari kemudian, Bo Shin keluar dari tempat kultivasi. Ia keluar dengan beberapa orang lainnya. Semua yang baru saja keluar memiliki aura yang berbeda. Mereka terlihat lebih kuat dari sebelumnya.
Di luar, Bo Shin langsung disambut oleh pimpinan tetua.
"Nona, kau sudah keluar," ucap pimpinan tetua yang terlihat sangat senang.
"Benar. Dimana Tuan Muda? Dia sangat berbakat. Dia pasti keluar lebih dulu dari aku," ucap Bo Shin yang mengedarkan pandangannya untuk mencari Ling.
Pimpinan tetua hanya tersenyum. Ia menjawab, "Waktu terakhir adalah jam 12. Mari kita tunggu sebentar lagi."
Tidak hanya mereka yang menunggu Ling. Sejak tes darah, semua memperhatikannya. Kini banyak keluarga besar yang menunggu di luar gerbang. Mereka menunggu Ling dan Zhuo Xia.
Beberapa jam mereka menunggu, sekarang hampir jam 12. Namun tidak ada tanda-tanda Ling dan Zhuo Xia akan keluar. Mereka menatap cemas ke arah pintu.
"Apa yang terjadi?" tanya pimpinan tetua khawatir. Ia merasa ada yang tidak benar dengan ini.
"Aku tidak tahu. Ini pertama kalinya terjadi hal seperti ini," jawab tetua yang bertanggung jawab dengan acara ini.
"Mari kita tunggu tujuh hari lagi," ucap tetua yang bertanggung jawab itu melanjutkan.
*
Zhuo Yang telah mengerjakan perintah dari Ling. Ia telah menyebarkan brosur pengumuman tentang akademi ramuannya. Ia menyebarkan di seluruh distrik A-1.
Hari kedua setelah brosur itu tersebar, banyak murid dari para keluarga besar yang datang. Saat ini, akademi sangat ramai.
Seolah sudah tahu akan terjadi hal ini, Ling sudah siap dan mengirimkan penjaga dari Keluarga Chen untuk menjaga keramaian.
Sekarang, Zhuo Yang tidak panik lagi. Ia tak pernah berpikir sampai ke sini. Namun ia tak menyangka Ling sudah memikirkan hal ini lebih dulu. Ling memang percaya diri jika akan ramai seperti ini.
Zhuo Yang juga tidak terlalu santai. Ia memang sudah menyiapkan beberapa bantuan dari relasinya. Menurut apa yang dikatakan Ling, tidak ada persyaratan untuk masuk ke akademi ini.
Namun jika mereka tidak bersungguh-sungguh dan tidak bisa membuat ramuan tingkat menengah dalam satu bulan, mereka akan dikeluarkan dan tidak lagi mendapat jatah ramuan.
Karena sumberdaya diberikan secara maksimal, jika mereka tidak bisa lolos dalam hal itu, artinya mereka malas, bukan tidak berbakat.
Akademi tidak hanya menerima murid yang memang keturunan ahli ramuan. Mereka juga menerima kultivator dan orang biasa. Mereka tidak membeda-bedakan setiap orang.
"Tolong bagikan ini pada setiap pendaftar," ucap Zhuo Yang pada salah satu penjaga Keluarga Chen. Sedangkan dia akan membagikan kertas formulir pendaftaran.
"Warna biru sebelah kanan, warna merah bagian tengah, dan warna putih sebelah kiri," ucap Zhuo Yang dengan mikrofon. Ia berdiri di atas panggung kecil agar semua orang dapat melihatnya.
Penjaga yang dikirim Ling sangat cekatan. Mereka segera membuat barisan untuk memisahkan bagian setiap warna. Jadi, setiap warna tidak akan bergabung dan tidak akan berantakan.
Selain itu, mereka juga ahli dalam mengatur orang-orang. Mereka sangat cocok menjadi pemimpin.
"Setiap pendaftar harus memberikan identitas asli. Setiap pendaftar harus menulis alamat dengan benar," ucap Zhuo Yang di depan panggung.
Selain menyiapkan penjaga, semua barang dan fasilitas yang dibeli Ling sangat lengkap. Mulai dari pembangunan kamar, pembangunan kamar mandi, pembangunan kantin umum, tempat tidur, lemari, dan hal lainnya.
Para murid yang mendaftar benar-benar diperlakukan dengan sangat baik. Padahal pendaftaran ini gratis. Selain mendapat ramuan, mereka juga disediakan tempat tinggal dan makanan gratis.
Zhuo Yang juga melakukan perekrutan guru-guru. Sepertinya guru yang ia dapat akan kurang untuk murid sebanyak ini.
Untuk para guru, ia menawarkan seperti yang dikatakan Ling. Mereka akan mendapatkan ramuan tingkat menengah.
Semua yang mereka dapat memang sangat menggiurkan. Namun, konsekuensi yang didapat jika mereka gagal adalah dikeluarkan dan diblacklist. Mereka tidak akan pernah lagi menyentuh akademi milik Ling.
Pendaftaran ini tetap berlanjut sampai sore hari.
Sebagian pendaftar sudah selesai. Mereka yang sudah mengisi formulir bisa langsung masuk ke akademi. Mereka dipandu oleh penjaga untuk mencari kamar mereka.
Mereka yang sudah selesai mendaftar langsung dianggap sebagai murid di akademi.
Ramuan yang disiapkan Ling sudah dikirim oleh Paman Qian. Selain itu, ramuan itu sudah disiapkan semua di dalam botol. Mulai dari ramuan tingkat rendah hingga ramuan tingkat menengah.
Hadiah ramuan yang mereka dapat akan diberikan mulai minggu depan. Para guru juga sama, mereka akan mendapatkan ramuan minggu depan.
Jika slot untuk murid tidak terbatas, lain halnya dengan guru. Guru akan diseleksi lagi untuk menjadi yang terbaik. Karena, akademi ini memang benar-benar mau dikembangkan menjadi yang terbaik di sini.
Di ujung gerbang, ada dua orang yang sedang memperhatikan kerumunan ini.
"Sialan!" gumam salah satu pria yang memakai topi. Wajahnya tidak terlihat karena tertutup topi.
"Mereka licik sekali. Keuntungan begitu banyak, darimana asal mereka sebenarnya?" tanya salah satu pria lagi yang tidak memakai topi.
"Bukankah dulunya itu milik Keluarga Bo? Aku dengar sekarang akademi ini diwariskan untuk anak haramnya. Sepertinya anak haram itu yang mengelola akademi ini," jelas pria bertopi.
"Berdasarkan berita yang beredar, dia adalah anak haram yang berasal dari kota kecil. Namun ia sangat beruntung bisa menjadi bagian dari Keluarga Bo. Menurut mata-mata yang kukirim ke Universitas Internasional Kota Bayangan, ia memiliki warna darah ungu," ucap pria bertopi melanjutkan.
"Warna darah ungu?" pria tidak bertopi benar-benar terkejut.
"Jika begitu, dia benar-benar hebat," ucap pria bertopi itu. Pikirannya melayang kemana-mana.
"Walaupun warna darah ungu, tapi ia tidak pernah berlatih selama belasan tahun. Sampah tetaplah sampah. Namun sudah tahu begitu, dia masih saja percaya diri untuk masuk ke wilayah kultivasi. Kau tahu apa akibatnya? Sudah lebih dari tujuh hari ia tidak keluar. Sepertinya dia sudah mati di sana," jawab pria bertopi. Ia menyeringai tipis.
"Bukankah berbahaya untuknya? Ah biarkan dia mati jika begitu," pria tidak bertopi ikut meremehkan Ling.
"Tunggu! Bukankah komandan tertinggi wanita itu juga belum keluar dari sana?" tanya pria tidak bertopi yang mengetahui hal ini.
"Jika mereka mati berdua, mereka akan sangat serasi," jawab pria bertopi itu sambil tertawa kecil.
"Ayo laporkan ini pada pemilik akademi kita. Akademi Bo ini harus mendapat pelajaran," ucap pria bertopi. Dengan segera, mereka menghilang dari keramaian.