Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Kerjasama Ini Pasti Akan Sukses


Zhuo Chun yang paling tertekan. Saat mendengar nama Ling, ia langsung tersadar. Padahal sebelumnya ia sangat percaya diri memutus kontrak dengan tetua Zhuo.


Ia tak pernah tahu jika Ling memiliki hubungan dengan Mei Mengyi. Selain itu, ia juga menjadi kultivator level enam dalam waktu dua tahun.


Zhuo Chun merasa rugi besar. Ia menatap Chen Kai sebelum pergi.


Tetua Han dan Tuan Bai saling memandang kaget.


"Aku pikir ia level enam pada usia dua puluh tahun. Ternyata hanya butuh dua tahun baginya," gumam Tuan Bai.


Yang lain memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Sedangkan Chen Kai pergi setelah beberapa saat.


Mei Mengyi tersenyum dan merangkul Chen Wan Yi di sampingnya, "Ini adalah teman baikku. Selain Jenderal Qiu, aku hanya akan bekerjasama dengannya dalam kolaborasi gelombang pertama. Wan Yi, sapa mereka semua."


"Chen Wan Yi?" Tuan Song merasa nama ini tidak asing.


"Tuan, Chen Wan Yi adalah orang yang disinggung Tang Xiao," ucap tetua Song.


"Bagaimana ia bisa akrab dengan Jenderal Qiu? Kelihatannya ia hanya orang biasa," ucap Tuan Song.


"Dia mengenal Chen Ling," jawab tetua.


"Begitu, pantas saja," ucap Tuan Song.


Setelah itu, ia berjalan ke arah Mei Mengyi dan tersenyum, "Nona Chen, Anda terlihat sangat menjanjikan. Kerjasama ini pasti akan sukses."


Tuan Bai tahu jika Tuan Song menjilat. Namun, memikirkan ini, ia juga ikut menyapa Chen Wan Yi, "Nona Chen, Anda masih sangat muda. Dengan kekuatan Anda, kerjasama ini pasti akan berjalan lancar."


Chen Wan Yi memang hanya orang biasa, tapi ia berteman dengan monster. Oleh karena itu, orang-orang di sini dengan senang hati memujinya.


*


Saat ini, Ling sedang duduk di ruang latihan sambil bermain game. Saat itu, Guru Sheng mendatanginya. Ketika melihatnya tidak latihan, Guru Sheng hampir melampiaskan seluruh amarahnya.


Namun, karena Ling melakukan hal-hal baik sebelumnya, ia menahan amarahnya.


"Guru, apa Anda ingin bermain juga?" tanya Liam sambil mengangkat ponselnya.


"Game hanya akan merusak masa depanmu!" jawab Guru Sheng. Ia pun pergi.


"Kenapa guru sangat marah?" tanya Yuan bingung.


"Dia sudah mengatakan jangan bermain lagi. Apa kalian membuatnya marah?" tanya Ling melirik mereka bertiga.


"Sebenarnya aku juga ingin berhenti, tapi skill kami akhir-akhir ini macet. Lagipula kau bilang game ini bisa melatih refleks dan kecerdasan," ucap Su Wen Ai mengalihkan pandangannya dari ponsel.


Ling tak menjawab. Ada satu pesan di ponselnya. Itu dari Shi Weiheng dan Shi Wenhua. Si kembar yang sudah lama tidak berjumpa dengan mereka.


"Weiheng bilang ia akan pindah bersama Wenhua. Yuan, apa kita belum memberitahu mereka sebelum kita pergi?" ucap Ling.


"Ya ... bukankah mereka masih di Universitas Internasional Kota Bayangan? Ke mana mereka akan pindah?" tanya Yuan.


Ling menepuk pakaiannya setelah membaca pesan lain, "Zhuo Xia mencariku. Aku akan pergi dulu."


*


Saat Guru Sheng keluar dari ruang pelatihan, ia bertemu guru ramuan.


"Guru ramuan, kau sudah sembuh?" tanya Guru Sheng. Ia agak heran melihat guru ramuan berlari. Bukankah lukanya parah?


"Ya, aku baru saja pulih kemarin," jawab guru ramuan.


"Guru Sheng, pindahkan Chen Ling ke kelas farmasi. Aku akan memberikanmu dua botol ramuan tingkat menengah. Gratis," lanjut guru ramuan berbicara.


Guru Sheng merasa ia berhalusinasi, "Apa? Coba katakan lagi. Aku tak terlalu mendengarnya."


Guru ramuan menarik napas, "Jangan buang-buang bakat Chen Ling di kelasmu. Karena dia adalah ahli ramuan. Jika kau melepaskannya, aku akan memberimu dua ramuan tingkat menengah ... tidak ... aku akan membuatkan dua botol ramuan untukmu setiap dua tahun."


"Ia ahli ramuan? Guru, aku malah merasa bakatnya akan terbuang jika masuk ke kelasmu. Sudah, jangan bicarakan hal ini lagi. Aku tak akan setuju," jawab Guru Sheng. Setelah itu ia pergi.


Guru ramuan menghela napas dan kembali ke laboratorium ramuan.


Saat ia tiba, Yang Yi masih ada di sana. Ia mengeluh padanya, "Apa menurutmu Guru Sheng ini licik? Kau tahu kan seberapa berbakat Chen Ling dalam ramuan? Ia bibit yang unggul tapi disia-siakan."


"Guru, Kakak Chen adalah kultivator level enam yang berusia dua puluh tahun," jawab Yang Yi.


"Aku tahu ini. Namun, status ahli ramuan tingkat tinggi bahkan lebih hebat daripada kultivator level sembilan. Contoh nyatanya adalah Tabib Agung," ucap guru ramuan.


"Tapi, apa guru tahu jika dia mencapai level itu dalam dua tahun? Coba Anda pikirkan, bakatnya yang seperti itu tak kalah dengan bakatnya dalam ramuan, kan? Bagaimana bisa Guru Sheng melepaskannya?" Yang Yi memberi pencerahan.


"Dua tahun?" guru ramuan terkejut.


"Benar sekali. Aku mendengarnya dari kepala akademi saat bicara dengan Kepala Keluarga Bai. Jika guru tak mempercayaiku, guru bisa bertanya langsung pada kepala akademi," ucap Yang Yi.


"Jika benar begitu ... artinya aku telah meremehkannya," jawab guru ramuan.


*


Chen Zhi, Nyonya Chen, dan para tetua berkumpul di aula.


"Kau ingin membawa Chen Wan Yi dan adiknya pulang? Aku tidak setuju! Jika kau berani, Aku dan Kai akan meninggalkan Keluarga Chen!" ucap Nyonya Chen menggebrak meja.


"Kau yang mengusir mereka?" tanya Chen Zhi menatapnya dingin.


"Jangan pikir aku tak tahu kau membawa mereka karena keinginan Chen Ling. Jika kau ingin mendapatkan senjata nuklir, jangan bawa mereka!" setelah mengatakan itu, Nyonya Chen merasa lebih tenang.


"Tuan, kita dengarkan saja Nyonya," ucap yang lain membujuk Chen Zhi.


Chen Zhi menatap mereka, "Aku adalah kepala keluarga. Jika kalian ingin mendukung Nyonya, kalian bisa pergi malam ini."


Hanya sedikit yang pergi ke sisi Nyonya Chen. Sementara yang lain bersikap netral dan sisanya mendukung Chen Zhi.


Tetua yang saat itu menerima senjata nuklir dan mendukung Chen Zhi, ia ditelepon oleh Ling.


"Tuan Muda Chen," sapa tetua.


"Ucapkan terimakasihku pada Kepala Keluarga Chen karena mau membawa Chen Wan Yi kembali. Sekarang, Nyonya Chen dan Tuan Muda Anda sudah meledak, kan?" ucap Ling.


Tetua terkejut. Darimana Ling bisa tahu?


Sebelum ia sempat bertanya, Ling melanjutkan, "Jangan khawatir, aku tak akan mengecewakan Keluarga Chen. Membawa Chen Wan Yi kembali adalah pilihan terbaik yang kalian buat selama bertahun-tahun."


Jantung tetua itu berdetak kencang, "Tuan Muda, jangan gegabah."


"Kau yang jangan gegabah. Aku akan menutup telepon. Aku akan menyuruh Chen Wan Yi untuk memberitahumu sesuatu," ucap Ling.


Tetua dan tetua aula senjata saling pandang.


Saat itu, Chen Kai kembali.


Nyonya Chen meletakkan gelasnya dan menyambutnya dengan senang hati, "Kai, bagaimana hasilnya? Apa saja yang dikatakan Nona Mei padamu? Berapa banyak senjata yang akan ia berikan? Oh, ya, di mana Zhuo Chun? Kalian tidak pulang bersama?"


Dia menatap Chen Kai dan kembali berkata, "Putraku, ayahmu dan tetua membawa Chen Wan Yi dan adiknya kembali saat kau pergi. Bahkan ia tak memikirkan perasaanmu. Beritahu Nona Mei dan Zhuo Chun agar tak bekerjasama dengan mereka."


Mendengar ucapan Nyonya Chen, tetua yang mendukung Chen Zhi tak bisa menahan diri, "Nyonya ... Anda ...."


"Kenapa? Kalau kau punya kemampuan, temui Nona Mei," ucap Nyonya Chen.


Namun, Chen Kai tetap diam.


"Kai, ada apa?" Nyonya Chen agak bingung.


"Tidak ada apa-apa. Aku akan kembali dan istirahat. Besok aku masih ada kelas," jawab Chen Kai. Ia pergi dan mengabaikan semua orang.


Semua orang di aula saling pandang.


"Nyonya, apa yang terjadi dengan Tuan Muda?" tanya salah satu pendukung Nyonya Chen.


"Kau yang pergi dengan Tuan Muda, kan? Ceritakan apa yang terjadi!" ucap Nyonya Chen pada penjaga di belakang Chen Kai.


Penjaga itu menjawab, "Kami memang menemui Nona Mei, tapi bukan Tuan Muda yang dicari olehnya, melainkan Chen Ling. Nona Mei berkata, Chen Ling naik ke level enam dalam dua tahun. Bahkan Kepala Keluarga Bai juga merendah di depannya. Oh, selain itu, Nona Mei juga mengatakan jika ia bekerjasama dengan Nona Chen Wan Yi. Sedangkan Tuan Muda Zhuo Chun telah pergi."


Kesombongan Nyonya Chen langsung runtuh. Bahkan Chen Zhi dan yang lainnya juga terkejut.


"Nyonya, bukankah Nona Mei ingin menemui Tuan Muda? Lalu apa yang terjadi sekarang? Nona Mei malah bekerjasama dengan Chen Wan Yi," ucap salah satu pendukung Nyonya Chen.


Sedangkan tetua diam. Ia teringat ucapan Ling di telepon tadi.


*


Ling baru saja menerima pesan dari penjaga rahasia Bo Minghao.


"Aku akan menemui mereka," ucap Ling. Ia meletakkan sumpitnya dan menatap Zhuo Xia, Han Shuangfu, Zhuo Ai, dan yang lainnya.


Karena Zhuo Ai dan dua lainnya baru saja menyelesaikan misi, bahkan belum mandi, mereka tak terlalu peduli. Mereka hanya mengangguk malas.


Zhuo Xia melihat ke luar jendela. Setelah itu, ia sedikit mengangguk.


"Tetua, aku dengar Tuan Muda Zhuo Chun ada di sini. Apa yang dia lakukan? Apa dia mengejekmu? Kudengar dia tahu sesuatu. Sepertinya misi kami selanjutnya akan lebih merepotkan," ucap Han Shuangfu pada tetua. Ia tak berani mengatakan ini pada Zhuo Xia.


Tetua melirik Han Shuangfu, "Nona, seharusnya Anda mengkhawatirkan Keluarga Han."


"Apa yang harus ku khawatirkan?" Han Shuangfu mengangkat alisnya.


"Apa Anda lupa jika sedang berselisih dengan Asosiasi Dewa Ramuan dan tak akan mendapat stok ramuan? Cepat minta maaf pada Nona Zhuo Shiaonian. Nona kami tak dapat membantu kali ini," ucap Zhuo Kira.


Han Shuangfu tertawa, "Jangan khawatir. Kau tahu ramuan tingkat tinggi, kan? Keluarga kami punya satu botol besar penuh."


Mereka bertiga saling pandang. Apakah dia sedang bermimpi? Darimana dia mendapatkannya jika sedang berselisih dengan Asosiasi Dewa Ramuan? Siapa lagi yang bisa membuat ramuan selain mereka? Bahkan Asosiasi Dewa Ramuan hanya memiliki sebotol dalam setahun.