Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tak Akan Meninggalkan Jejak


Kata-kata Ling selalu bisa menenangkan orang. Setelah mendengar ucapan Ling, Yuan mulai tenang. Sedangkan Jun Ye Li masih terbaring di tanah. Liam yang mengerti sedikit tentang pengobatan, ia menidurkan Jun Ye Li di posisi yang lebih nyaman.


Jarak mereka dari akademi masih jauh. Jadi, mereka mencari dokter di wilayah ini.


Awalnya, dokter baik-baik saja saat datang. Namun, ketika melihat luka Jun Ye Li, wajahnya berubah, "Maaf, saya tidak akan mengobati lukanya. Jika kalian mencari dokter lain pun jawabannya akan sama."


"Apa kau bilang?!" Yuan dan yang lainnya tidak percaya. Hal ini jelas disengaja. Mereka ingin Jun Ye Li mati.


Gao Yu Xi ingin memukul dokter itu, tapi Liam segera menahannya, "Tenang. Ling akan segera datang. Dia pasti punya solusi."


Gao Yu Xi mulai tenang. Dia menelepon tetua Gao untuk meminta bantuan.


Saat tetua menerima panggilan itu, ia menarik napas dan berkata, "Maaf."


Bukannya dia ingin menolak Gao Yu Xi, tapi paman Gao telah mengingatkan agar tak mengganggu Keluarga Zhuo. Jika sudah begitu, apa dia masih berani ikut campur?


Gao Yu Xi tertegun. Ia tak menyangka akan seperti ini.


Akhirnya, ia memilih menelepon ayahnya. Namun, panggilannya tidak terjawab.


Ia membanting ponselnya.


Saat ini, paman Gao baru saja kembali dari suatu tempat. Ketika ia melihat Gao Yu Xi, ia menggelengkan kepalanya dan menatap sedih ke arah Liam dan yang lainnya, "Yu Xi, tidak ada gunanya menghubungi siapa pun."


Mendengar ini, Liam tahu jika paman Gao terlibat dalam masalah ini. Ia yang merasa emosi segera berjalan ke arah paman Gao dan ingin memukulnya. Untungnya, Gao Yu Xi sigap menahannya.


"Kau tak bisa mengalahkanku, jadi jangan hentikan aku," ucap Liam. Ekspresi tenangnya mirip seperti Ling.


Gao Yu Xi juga marah, tapi dia masih bisa berpikir, "Liam, jangan gegabah. Orang di balik kejadian ini bukan orang sembarangan. Kau bisa tak mempedulikan dirimu, tapi pikirkan Ling. Jika kau gegabah, bakatnya akan sia-sia karena kau."


Mendengar kata-kata Gao Yu Xi, Liam tersadar. Saat ini, ia memang tidak bisa gegabah.


"Kau masih terlalu muda," ucap paman Gao. Ia menggeleng dan ingin segera pergi.


Namun, saat ia berbalik, seseorang berjalan perlahan.


Tubuhnya tinggi dan tegap. Ia masih menggunakan seragam akademi dengan rambut yang disisir ke belakang. Ini membuat wajahnya terlihat cerah.


Dan sepasang matanya yang sedingin es, membuat orang menggigil saat melihatnya.


"Minggir," ucapnya tenang.


Namun, semua orang yang ada di sana tegang. Bahkan, paman Gao juga menepi dan memberi jalan untuk Ling.


"Ling, lihat dia!" Yuan segera berteriak. Ia tak punya banyak teman, jadi saat melihat Jun Ye Li seperti ini, ia merasa terpukul.


Ling membungkuk untuk memeriksa. Kemudian, ia bertanya pada Su Wen Ai, "Apa ada CCTV?"


Dia tahu jika Su Wen Ai yang paling tenang dan bisa memahami situasi.


Su Wen Ai menggeleng, "Tidak ada CCTV, aku sudah mengeceknya. Aku juga telah menanyai petugas dan orang-orang yang lewat. Tidak ada yang mencurigakan. Pihak lain sepertinya sudah sangat berhati-hati."


Gao Yu Xi melirik Su Wen Ai. Ia tak menyangka jika dia telah memahami segala hal, bahkan tanpa disadari.


Melihat wajah Ling membaik, Yuan mulai tenang. Ia bertanya, "Apa yang harus kita lakukan?"


Ling tertawa dingin, "Ayo cari petugas hukum."


Mendengar ucapan Ling, pemilik toko yang tidak jauh dari mereka memandangnya dengan simpati, "Lupakan saja hal ini. Petugas hukum tak akan peduli. Apalagi jika orang di balik ini adalah orang besar. Jadikan saja sebagai pelajaran."


Mereka membawa Jun Ye Li kembali ke asrama. Su Wen Ai dan yang lainnya saling pandang. Setelah itu, mereka berjalan keluar pintu.


"Berhenti," Ling mencabut jarum terakhir dari tubuh Jun Ye Li. Ia menyuruh berhenti seolah ia memiliki mata di belakang kepalanya.


Su Wen Ai dan yang lainnya berhenti. Yuan menggigit bibirnya, "Ling, kami tak akan meninggalkan jejak."


Mereka akan mencari Tuan Muda Zhuo untuk memberinya pelajaran. Namun, mereka akan melakukannya secara diam-diam. Walau tidak ada bukti, mereka tahu jika yang melakukan ini adalah Tuan Muda Zhuo.


"Mengapa kalian melakukan itu? Ayo cari perlindungan dan beritahu Tuan Muda Zhuo mengapa mawar berduri berwarna merah."


Mereka merinding mendengar ucapan Ling.


Ling memasukkan tangannya ke saku dan berjalan keluar pintu.


*


Berita ini dengan cepat menyebar di akademi.


Banyak orang yang memberitahukan Chen Kai tentang ini. Mendengar hal itu, Chen Kai hanya menggelengkan kepalanya, "Mencari petugas hukum? Ide bagus."


Chen Kai terdengar mendukung, padahal dia mengejek.


Karena itu orang di sampingnya tertawa, "Aku pikir dia kuat seperti Bo Shin dari Kota Bayangan. Ternyata, ia hanya menang fisik dan tidak punya otak. Untungnya ia tak ingin bergabung ke keluargaku, jika tidak, kami pasti sial. Dia mencari petugas hukum? Dia sungguh konyol!"


"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Bai Chengsi. Sejak tadi ia berjalan-jalan sambil mencari tahu siapa 'Bos' itu.


"Mereka membicarakan Ling. Seseorang melukai temannya pagi ini, tapi kami tidak tahu siapa yang dia singgung. Namun, dia malah ingin mencari petugas hukum," jelas Chen Kai.


Bai Chengsi tersenyum. Baru saja Bai Xiaoqi menyuruhnya agar tidak menyinggung Ling, tapi ternyata dia menyinggung orang lain. Bai Chengsi geleng-geleng kepala.


Chen Kai teringat sesuatu dan bertanya, "Oh, iya. Apa kau tahu siapa 'Bos' yang dimaksud ketua akademi?"


Chen Kai tak mempedulikan tentang Ling lagi. Ia lebih mempedulikan hal ini.


Namun, Bai Chengsi tetap melaporkan tentang Ling pada Bai Xiaoqi. Kemudian ia menjawab, "Aku tidak tahu. Tapi pastinya ia adalah orang besar di akademi."


Saat Chen Kai memikirkan ini, ayahnya mengirim pesan yang isinya adalah menyuruhnya untuk mencarikan dokter untuk Ling.


Karena merasa kesal, ia menelepon Chen Zhi untuk protes tentang hal ini.


"Chen Ling adalah bagian dari Keluarga Chen. Aku tidak mungkin mengabaikannya," jawab Chen Zhi. Ia tak mungkin memberitahu Chen Kai identitas Ling yang sebenarnya.


"Kekuatan yang dia singgung sangat kuat. Jangan harap aku akan ikut campur dalam masalah ini!" ucap Chen Kai. Wajahnya memerah karena marah.


Semua orang yang melihat ini juga memiliki pemikiran yang sama. Di luar negeri, yang kuat yang dihargai. Jadi, saat Ling mengatakan ia akan mencari petugas hukum, mereka menertawakannya. Petugas hukum di sana hanya formalitas. Mereka juga tahu siapa yang harus dipilih antara orang biasa atau orang besar.


Saat Chen Kai berjalan, kebetulan ia bertemu dengan Ling. Ling sedang berjalan keluar bersama dokter Keluarga Chen. Melihat ini, Chen Kai mencibir, "Ling, aku akan memperingatkanmu karena kau adalah bagian dari Keluarga Chen. Jangan selidiki masalah ini lagi. Bahkan jika ada 10 orang sepertimu, mereka tetap bukan tandinganmu. Karena kau bagian dari Keluarga Chen, aku harap kau tak gegabah."


Ia memperingatkan ini bukan untuk niat baik. Ia tahu anak muda penuh pemberontakan. Semakin banyak yang melarang, maka akan semakin besar keinginan untuk melakukannya.


Bai Chengsi hanya mengamati Ling.


Tanpa diduga, Ling berhenti dan menatap Chen Kai. Matanya terlihat dingin. Ia bicara dengan tenang, "Karena hasil penyelidikannya belum keluar, maka aku tak akan berhenti."


Ini pertama kalinya Bai Chengsi melihat Ling begitu tenang. Namun, apa maksudnya? Apa dia benar-benar berharap pada petugas hukum?


"Kalau begitu terserah padamu. Aku sudah memperingatkanmu," ucap Chen Kai bersiap pergi.