Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Pasti Akan Menangis Darah


Di menara kota yang menjulang tinggi, Chen Lin dan Chen Qi memandangi bangunan-bangunan tinggi di kota. Mereka melihat pemuda yang berjalan menaiki tangga. Wajahnya tampan.


Namun, mereka tetap tidak bisa melupakan keterkejutan yang baru saja mereka alami. Mereka bahkan tidak berkedip melihatnya.


Ketika mereka mendengar penjaga di samping mereka memanggil 'Tuan Muda Chen' barulah saat itu mereka tersadar jika itu adalah Chen Ling, cucu laki-lakinya dan putranya.


"Ling ... tempat ini ...," akhirnya Chen Qi berbicara walau masih sedikit bingung.


"Kakek, Ibu, aku akan pergi besok. Tetap di sini dan jangan keluar. Di luar tempat ini, aku tidak bisa menjamin keselamatan kalian," ucap Ling tersenyum.


Chen Lin dan Chen Qi tersenyum. Mereka tidak bertanya mengapa di luar tidak aman. Sebaliknya, mereka menanyakan hal lain, "Ling, apakah kau sangat akrab dengan pemilik wilayah ini?"


Tempat ini terlihat lebih makmur dan menakutkan daripada Asosiasi Dewa Ramuan. Chen Qi sangat ingin tahu bagaimana cucunya bisa mengenal orang-orang di sini.


"Tidak ...," Ling menjawab ragu, seolah bukan dia yang memiliki tempat ini.


"Tidak apa-apa. Aku tahu itu. Berapa lama kau sudah tinggal di sini? Bagaimana bisa mengenal orang itu?" tanya Chen Qi tersenyum.


"Kakek, ini adalah wilayahku. Jadi, kalian bisa tinggal di sini dengan tenang. Kalian semua adalah keluargaku dan orang-orang di sini adalah partnerku. Jadi, aku bisa yakin dengan keselamatan kalian," di depan Chen Qi, Ling tidak ingin menyembunyikan apapun. Lagipula, tidak ada yang perlu disembunyikan. Di masa depan, mereka akan tahu semua yang seharusnya mereka ketahui.


Apalagi, ia telah melakukan begitu banyak usaha agar mereka semua tidak takut lagi ketika bertemu dengan orang-orang luar negeri. Ia melakukan itu agar mereka tidak mudah ditindas.


Sebelumnya, pertahanannya belum terlalu cukup. Sekarang, senjata nuklir versi E9 telah keluar dan mereka tidak perlu bersembunyi lagi.


Chen Qi menatap Ling seolah-olah dia adalah monster. Chen Qi tak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar kata-kata Ling yang sangat mengejutkannya.


Penjaga Keluarga Chen di belakang mereka juga menatap Ling dengan kagum.


Sepanjang jalan, orang-orang di samping mereka memperkenalkan tempat ini. Di setiap sisi wilayah, dijaga oleh penjaga berlevel lima yang memiliki senjata nuklir E8. Mereka juga mendengar kapten penjaganya merupakan kultivator level keenam akhir dan membawa senjata nuklir E8 ditambah granat.


Mereka belum pernah melihat kekuatan seperti itu di Asosiasi Dewa Ramuan.


Tentu saja mereka syok saat pertama kali tiba. Namun, mereka tidak pernah menduga ini adalah wilayah Ling. Apakah ada yang lebih menakutkan dari ini di dunia?


"Ling, kau bilang ini adalah wilayahmu. Jadi, mereka semua ... orang-orangmu?" Chen Lin juga merasa sangat terkejut. Ia menatap Ling dan terdiam cukup lama. Ia tahu Ling memiliki banyak rahasia. Ia memahami hal ini ketika dia berada di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya.


Namun, putranya sekarang ternyata jauh lebih luar biasa daripada yang dia bayangkan.


"Benar sekali. Beberapa dari mereka adalah mantan bawahanku," jawab Ling.


Ia melihat jet pribadi tidak jauh dari sana. Ia berhenti dan berkata, "Kakek, Ibu, aku akan pergi dulu."


Ia sebenarnya ingin berbicara dengan mereka sejak tadi malam, tapi ada terlalu banyak hal yang harus diurus. Dia tak ingin menyia-nyiakannya lagi.


"Baiklah. Jika kau memang memiliki urusan, silahkan pergi," Chen Lin dan Chen Qi yang masih bingung saling pandang.


Mereka hanya mampu menatap Ling, tetapi tidak tahu bagaimana mendefinisikannya. Mereka memang lega, tetapi hati mereka sedikit tertekan.


Ling di depan mereka masih sama, tetapi ia benar-benar berbeda dari Ling dalam pikiran mereka. Dulu, Ling adalah orang yang sangat tidak berguna. Bahkan Chen Qi sudah merencanakan masa depannya karena ia khawatir Ling akan dipermainkan oleh Wuzhou.


Tanpa diduga, Wuzhou lah yang dipermainkan sampai mati olehnya. Bagaimana ia bisa begitu luar biasa di luar negeri?


Chen Qi tiba-tiba teringat sesuatu dan ingin mengatakannya pada Ling. Namun, sekelompok orang melompat turun dari atas.


"Raja, persiapan sudah selesai. Apakah kita akan pergi ke Keluarga Bo sekarang?" tanya pemimpin kelompok pria berbaju hitam itu yang terlihat gagah.


Raja? Apa maksudnya? Siapa orang ini? Chen Qi bertanya-tanya dalam hatinya.


"Ya, ayo pergi," ucap Ling.


Chen Qi belum sempat bertanya hal yang mengganggu pikirannya. Ling berjalan pergi meninggalkan mereka.


Setelah kelompok itu menghilang, Chen Qi melebarkan matanya dan menatap Chen Lin, "Raja ini ... apakah sebutan untuk Ling kita?"


Chen Lin masih berdiri di menara kota. Ia tertegun ketika mendengar ucapan Chen Qi. Ia menjawab, "Mungkin ...."


Ia telah mendengar banyak orang memanggil Ling 'Raja' di Kota Bayangan, terutama saat dia berada di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Kata yang agung itu sudah cukup untuk membuat seseorang gemetar ketakutan.


Awalnya, ia masih ragu-ragu, tetapi semuanya jelas sekarang. Raja itu adalah putranya.


*


Ling sudah menaiki jet pribadi. Di dalam, ia melihat Yuan, Liam, dan Su Wen Ai sedang bermain kartu.


"Kenapa kalian di sini?" jelas Ling terkejut. Sebenarnya ia ingin menghindari mereka bertiga kali ini.


Mendengar pertanyaan Ling, Yuan melemparkan empat kartu dan melirik ke arah Ling. Dia menatap Ling angkuh, "Ling, kali ini kau salah. Sebelumnya, kami tidak mampu untuk mengikutimu. Sekarang, kami sudah hampir tingkat kedelapan. Kau tidak punya alasan untuk menolak kami lagi, kan?"


"Omong kosong," Ling memijat pelipisnya.


Saat ia ingin berbalik menjauhi mereka, Su Wen Ai menahannya, "Jika kau masih menganggap kami sebagai teman, jangan bicara lagi. Bagaimana kami bisa terus-terusan sembunyi di belakangmu?"


Sebenarnya, dalam hal kecerdasan, bahkan A Shui tidak bisa dibandingkan dengan Su Wen Ai. Jadi, ketika Su Wen Ai mendengar kata-kata Ling tadi malam, ia tahu apa yang akan dilakukan Ling selanjutnya.


Setelah datang ke luar negeri, ia melihat segala sesuatu lebih baik daripada Liam dan Yuan. Ia juga lebih bekerja keras daripada mereka berdua dan sekarang ia yang terkuat di antara mereka bertiga.


"Baiklah. Jika kalian ingin ikut, ikutlah. Lagipula, kalian sudah berkultivasi dengan baik," Ling menatapnya sejenak dan menghela napas.


Su Wen Ai terus bermain kartu, tetapi Yuan masih bingung. Ia menatap Ling dan bertanya, "Ling, sekarang kita sangat kuat, bahkan kita memiliki laboratorium pribadi. Mengapa kau begitu takut? Tidak akan ada yang berani mengganggu kita."


"Kau benar-benar tidak mengerti?" Ling tertawa.


"Aku memang tidak mengerti," Yuan menggelengkan kepalanya.


"Setiap tahun, kita menggunakan begitu banyak sumber daya untuk membuat pasukan kita menjadi lebih kuat. Namun, kita tidak pernah bertempur sama sekali. Mengapa kita tidak pernah menyelamatkan mereka yang membutuhkan kita?" ini adalah pemikiran yang tidak pernah dipahami Yuan.


"Karena jika kau lebih kuat, semua rintangan akan menjadi lebih mudah," Ling berjalan ke jendela dan menatap awan dengan tatapan yang agak dingin.


*


Jet pribadi mereka sudah tiba di Keluarga Bo dengan cepat. Sekelompok orang turun bersama Ling.


Tidak banyak orang yang mengikutinya. Selain Yuan, Liam, dan Su Wen Ai, hanya ada Zhan Yu dan para penjaga yang diutus untuk mengikuti Ling ke wilayah utara.


Saat ini, manajer luar Keluarga Bo juga menerima kabar jika Ling sudah tiba.


"Manajer, apakah kita akan menjemput Tuan Muda Chen?" tanya bawahannya dengan hormat.


Biasanya, manajer luar pasti akan menyambut Ling. Walau Ling memilih wilayah utara, ia tetap keturunan yang sangat berbakat dan merupakan putra Bo Minghao.


Namun, kali ini ia tidak bisa menjemputnya, karena Bo Yushen juga sedang dalam perjalanan ke sini. Jika dia menjemput Ling, dia pasti tidak akan bisa menjemput Bo Yushen.


Mereka berdua adalah jenius paling populer di Keluarga Bo dalam satu tahun terakhir. Namun, karena yang satu memilih pulau yang kaya akan sumber daya dan yang satu lagi memilih wilayah gersang di utara, kini mereka memiliki perbedaan yang mencolok.


Memikirkan ini, manajer luar itu telah mengambil keputusan, "Kalian pergilah menjemput Tuan Muda Chen. Aku akan menjemput Tuan Muda Yushen."


*


Pada saat yang sama, kepala pelayan Keluarga Bo juga menerima kabar bahwa Ling telah tiba di pulau ini.


Ia segera berdiri dengan bersemangat, "Ayo pergi dan jemput Tuan Muda Chen!"


"Dia ada di sini? Dia sudah sampai?" Tuan Tua Bo yang sedang duduk di kursi juga bersemangat ketika mengetahui ini.


"Ayo pergi bersama!" ucap Tuan Tua Bo.


Selama setahun terakhir, ia sering mengirim seseorang untuk menyampaikan banyak pesan kepada Ling. Diam-diam, ia juga sering mengirim barang-barang untuk Ling.


Saat ia datang langsung ke wilayah utara, sepertinya orang-orang di sana tidak menyambut orang-orang dari pulau mereka. Tuan Tua Bo hanya bisa menyerah saat itu.


"Jangan!" ketika kepala pelayan mendengar jika Tuan Tua Bo ingin menjemput Ling secara langsung, ia langsung melarangnya.


"Tuan Tua, tolong jangan lakukan itu. Tuan Muda Yushen juga akan datang hari ini. Lebih baik Anda tetap disini dan tidak menimbulkan masalah bagi Tuan Muda Chen," ucap kepala pelayan Keluarga Bo.


Dengan status Tuan Tua Bo, bahkan leluhur dari empat keluarga besar tidak pantas menyambutnya secara pribadi. Jika dia menjemput Ling, bukankah itu akan menimbulkan keributan besar?


*


"Tuan Muda Chen, silahkan lewat sini," ucapan penjaga yang diutus manajer luar untuk menjemput Ling dan yang lainnya.


Di pintu Keluarga Bo, penjaga itu melihat bosnya menjemput Bo Yushen dan yang lainnya.


Setelah setahun, Bo Yushen dan Ling akhirnya bertemu lagi.


Penjaga itu melirik Bo Yushen, kemudian si codet dan yang lainnya yang berdiri di samping Bo Yushen. Hatinya dipenuhi dengan rasa iri. Pulau Bo Yushen memiliki sumber daya terbaik di Keluarga Bo. Sekarang, bahkan si codet merupakan kultivator tingkat keempat. Andai saja dia bisa mengikuti Bo Yushen.


Saat ini, Bo Yushen memperhatikan Ling.


Dibandingkan setahun yang lalu, aura Ling telah mengalami banyak perubahan. Dia tidak terlalu melihat jelas apa yang berbeda dari Ling. Namun, ia merasa bahwa pemuda itu menjadi lebih tenang dan tidak sedingin sebelumnya.


Si codet yang berada di belakang Bo Yushen, juga memperhatikan Zhan Yu dan yang lainnya. Ia bisa merasakan aura lemah para penjaga itu. Ia menggelengkan kepalanya dan mencibir, "Seperti yang diharapkan, mereka masih berada di level dua. Untungnya, saat itu aku tidak pergi ke wilayah utara. Jika tidak, aku pasti akan menjadi seperti mereka."


"Ternyata ini Tuan Muda Chen," Bo Yushen berhenti untuk berbicara.


"Kenapa kau berjalan kaki? Apakah tidak ada mobil yang datang menjemputmu? Manajer, apakah lupa aturannya?" tanya Bo Yushen.


Sebenarnya, ia sudah tahu alasan di balik ini. Itu karena manajer akan menjemputnya dan dia menyuruh penjaga untuk menjemput Ling.


Namun, Ling bahkan tidak melirik Bo Yushen dari ekor matanya. Dengan tangan yang masih di saku, ia berjalan ke depan seolah-olah tidak ada orang di sekitar.


Tindakannya membuat Bo Yushen berdecak. Namun, ia tidak jadi marah karena melihat kepala pelayan berjalan keluar. Matanya berbinar, "Kepala pelayan."


Walau nada suaranya tenang, ada kegembiraan yang tidak dapat disembunyikan di matanya.


Tahun ini, kepala pelayan Keluarga Bo terlihat terlalu santai terhadapnya. Bo Yushen tahu jika kepala pelayan adalah ajudan terpercaya Tuan Tua Bo. Mendapatkan dukungannya lebih penting daripada mendapatkan dukungan dari seorang tetua.


Dia berpikir bahwa perlu beberapa waktu agar kepala pelayan meliriknya. Namun, ia tidak berharap jika kepala pelayan akan menjemputnya secara pribadi hari ini.


Manajer luar juga tercengang. Ia tak menduga kepala pelayan menjemput Bo Yushen secara pribadi. Daripada terkejut, rasa senangnya lebih besar Karena dia tidak salah memilih Bo Yushen. Ia diam-diam menyeka keringatnya.


Namun, hal yang paling tidak pernah mereka duga adalah kepala pelayan ternyata berjalan lurus melewati Bo Yushen dan menghampiri Ling.


"Tuan Muda Chen, Anda akhirnya tiba. Tuan Tua Bo telah lama menunggu Anda. Mari masuk," ucap kepala pelayan dengan hormat.


"Baik," Ling mengangkat alisnya dan tersenyum.


Setelah Ling berjalan lebih dulu, kepala pelayan sepertinya baru saja menyadari jika disini ada Bo Yushen. Ia menyapanya, "Tuan Muda Yushen, Anda juga sudah tiba?"


"Benar sekali," jawab Bo Yushen. Ia mencoba menahan ekspresi muramnya. Ia tak ingin menunjukkannya dan tetap mencoba tersenyum.


"Pergilah dan temui Nyonya dulu. Aku akan membawa Tuan Muda Chen untuk mengunjungi Tuan Tua," kepala pelayan mengangguk dan mendampingi Ling masuk.


Nadanya saat berbicara dengan Ling sangat hormat, berbeda ketika dia berbicara dengan Bo Yushen. Namun, Ling tidak merasa tersanjung dengan sikap kepala pelayan. Ia tersenyum santai, "Baiklah, ayo bicara di dalam."


Rombongan itu pun berjalan masuk.


Kapten kelima dan yang lainnya juga melihat tatapan mengejek si codet, tetapi mereka tidak marah sama sekali. Sebaliknya, mereka malah tersenyum dan berkata, "Ngomong-ngomong, sepertinya kita harus berterima kasih pada si codet. Jika dia tidak melakukan itu dengan sengaja, pasti kita tidak akan bisa mengikuti Tuan Muda Chen."


Zhan Yu juga menyeringai dan menjawab, "Jika dia tahu apa yang telah dia lepaskan, dia pasti akan menangis darah."


Sekelompok penjaga itu berbisik ketika mengikuti Ling di belakang. Mereka mengabaikan Bo Yushen dan para bawahannya.


Bo Yushen, Tuan Muda ini, ditinggalkan begitu saja di depan pintu. Ia hampir menyerah pada hidupnya.