
Pimpinan tetua merasa sangat marah dengan keputusan Bo Minghao. Ia tak habis pikir dengan hal ini. Ia telah memberikan seluruh hartanya untuk Ling. Apalagi yang kurang?
Namun ia malah kembali memberikan Ling ramuan tingkat tinggi. Bahkan satu botol penuh, bukan setengah, apalagi setetes.
"Kakak Pertama terlalu dimanjakan," ucap Bo Hongyun. Dia sama kesalnya seperti pimpinan tetua.
Dulu ia adalah bintang di keluarga ini. Ia selalu mendapat dukungan dan sanjungan. Ia bisa dibandingkan dengan Bo Shin.
Namun sejak kekalahannya dengan Ling, pamornya merosot. Selain itu, tubuhnya juga rusak. Ia tak bisa berkultivasi lagi.
Kini cahaya bintangnya meredup.
Ia menjadi sampah di Keluarga Bo.
"Kau harus merebut kembali tempatmu," ucap pimpinan tetua. Sampai saat ini ia tetap menyatakan perang pada Ling, walau hanya mampu dari belakang.
"Tenang, saja tetua. Di penjara, aku menemukan seorang ahli ramuan. Aku sudah memintanya untuk menjadi guruku. Walau ia sangat licik dengan menghancurkan kultivasiku, setidaknya aku masih bisa belajar ramuan. Bukankah ahli ramuan sangat hebat?" ucap Bo Hongyun dengan percaya diri.
Seharusnya ia berada lebih lama di penjara. Namun karena pimpinan tetua terus menerus memohon pada Bo Minghao, dengan persetujuan Ling, ia mencabut gugatan Bo Hongyun.
Bo Minghao berharap ia berubah. Namun nyatanya masih sama saja.
"Mengapa ia bisa berada di penjara?" tanya pimpinan tetua heran. Jika memang dia seorang ahli ramuan, ia pasti sudah direkrut oleh keluarga besar. Namun bukannya berada di rumah keluarga besar, ia malah berada di penjara.
Meski penjara yang ditempati tidak buruk, tetapi sifat seperti itu sangat tidak menghormati ahli ramuan.
"Dia melakukan eksperimen mengerikan. Ia mampu membuat ramuan dengan kemurnian tinggi. Untuk menyembunyikannya, ia dimasukkan ke dalam penjara oleh Keluarga Shi," jelas Bo Hongyun yang mendapat cerita langsung dari ahli ramuan itu. Karena hubungan mereka adalah guru dan murid, jadi ia tak ragu untuk menceritakannya.
"Keluarga Shi? Keluarga Shi memiliki ahli ramuan yang begitu hebat? Tidak hanya mendominasi senjata perang, mereka juga menyembunyikan ahli ramuan senior?" tanya pimpinan tetua yang terlihat sangat terkejut.
Ia sangat tahu bagaimana keadaan Keluarga Shi. Walau mereka menyembunyikan kekuatan dan kekuasaan, tapi mereka tak mudah dijatuhkan. Puncaknya, seorang wartawan berhasil menyebarkan berita jika mereka adalah pemasok senjata perang.
Walau berita itu hanya muncul beberapa menit, tapi mampu menggoncang Kota Bayangan.
Dan saat ini mereka menyembunyikan ahli ramuan?
Sepertinya mereka sebanding dengan Keluarga Zhuo.
"Itulah mengapa mereka memiliki banyak uang. Itulah mengapa mereka dapat membeli ramuan biru langit di pelelangan. Selama ini mereka juga telah melakukan bisnis ramuan," jelas Bo Hongyun lagi.
"Mereka tidak bisa diremehkan. Cepat temui gurumu," ucap pimpinan tetua. Ia ingin buru-buru membuat Bo Hongyun menjadi lebih kuat lagi. Jika Bo Hongyun kuat, maka ia juga akan menjadi sangat terhormat di rumah ini.
Tidak ada Ling dan Chen Lin yang menghalangi.
"Baik pimpinan tetua. Namun aku perlu beberapa uang. Meski hukumanku di penjara sudah dicabut, tapi semua kartuku diblokir," ucap Bo Hongyun kesal. Selain kultivasinya sudah hancur, ia juga miskin.
"Aku akan memberimu kartu lain. Namun gunakan dengan baik," ucap pimpinan tetua. Bo Hongyun sendiri tersenyum puas.
Rumah untuk Keluarga Zhao sudah siap. Rumah itu dibangun di tengah kota di distrik A-1. Selain untuk memberi kenyamanan, itu juga untuk membantu Keluarga Zhao membangun kembali keluarganya.
"Kakak Chen, ini sangat luar biasa," ucap Zhao Ran. Ia menatap rumah yang begitu mewah ini.
"Tinggallah dengan nyaman. Jaga Kakek dan Bibi," ucap Ling menasehati.
Ling mengeluarkan beberapa botol ramuan dan sebuah kertas. Ia berkata, "Ini adalah ramuan untuk Kakek dan Bibi. Sedangkan kertas ini adalah resep ramuan mereka. Jika ramuan ini sudah habis, kau dapat membuat sendiri."
Zhao Ran sangat terkejut. Bukan karena ramuan, tapi resep ramuan yang diserahkan Ling.
"Kakak Chen, resep ini sangat berharga. Jangan menyebarluaskan hal ini," ucap Zhao Ran yang merasa Ling sangat berlebihan. Walau ia sendiri tahu jika Ling berasal dari Akademi Ramuan milik keluarga mereka, tapi tetap saja resep ramuan adalah hal yang sangat langka.
"Jangan sungkan," jawab Ling santai. Baginya resep ramuan itu biasa saja. Lagipula hal itu untuk kepentingan orang terdekatnya.
Setelah kembali dan mengatur segala keperluan untuk Keluarga Zhao, Ling datang ke akademi ramuan untuk mengecek.
Ia menemui guru yang ada di sana. Namanya Zhuo Yang.
"Tuan, Zhuo, bagaimana perkembangan murid di sini?" tanya Ling. Saat ini mereka berada di ruangan utama.
"Aku merasa beruntung bisa mengajar di sini. Semua murid sangat cepat perkembangannya. Setidaknya sekarang mereka bisa membuat ramuan tingkat rendah," jelas Zhuo Yang.
"Masih tingkat rendah?" tanya Ling yang sedikit terkejut. Jika memang perkembangan murid sangat cepat, seharusnya mereka sudah bisa membuat ramuan tingkat menengah.
"Be-benar Tuan Muda," jawab Zhuo Yang gugup.
"Kebanyakan dari mereka adalah orang biasa yang ada di distrik A-1. Karena kebanyakan distrik A-1 adalah orang kaya, mereka tak ingin memasuki akademi ini. Mereka memilih masuk ke akademi lain yang lebih bagus," jawab Zhuo Yang sedikit takut meski ia mengatakan hal sebenarnya.
Ling juga memikirkan hal ini. Karena itu ia datang untuk mengecek.
"Kembali lakukan perekrutan. Katakan pada mereka jika setiap murid akan mendapat ramuan tingkat rendah setiap minggu," ucap Ling memberi perintah.
"A-apa? Ramuan tingkat rendah setiap minggu? Tu-Tuan Muda, hal ini sepertinya berlebihan," ucap Zhao Yang yang merasa merinding. Ling mengatakan hal itu dengan sangat ringan.
Meski hanya ramuan tingkat rendah, tapi itu juga sesuatu yang berharga. Apalagi jika mereka mendapatkannya setiap minggu. Mereka akan menjadi mengerikan jika sering minum ramuan.
"Tenang saja. Aku akan menyiapkan ramuan ini. Kalian hanya perlu merekrut dan mengajar. Oh jangan lupa juga untuk merekrut guru jika jumlah murid meledak. Katakan pada mereka jika guru akan mendapat ramuan tingkat menengah setiap minggu," ucap Ling melanjutkan.
"Ra-ramuan tingkat menengah? Se-setiap minggu?" Zhuo Yang sungguh sangat terkejut. Itu adalah barang yang sangat berharga. Bagaimana Ling bisa mendapatkannya? Bagaimana juga ia dengan santai membagikan hal itu semua?
"Benar. Aku akan membagi jumlah ramuan sesuai akumulasi hari dari murid dan guru yang masuk ke sini. Aku ingin data masuk murid dan guru. Aku akan membagi ramuan itu besok," ucap Ling lagi. Ia masih menatap Zhuo Yang yang seperti orang bingung.
"Aku ingin data murid dan guru," ucap Ling lagi untuk menyadarkan Zhuo Yang.
"Ba-baik Tuan Muda," jawab Zhuo Yang dengan sangat gugup. Ia segera pergi dan mengambil kumpulan data itu.