
Han Shuangfu merenung sejenak sebelum memutuskan untuk memberi tahu Ling bahwa dia akan kembali ke Kota Bayangan.
“Kau akan kembali ke Kota Bayangan?” Ling sedang mengetik di keyboard ketika dia mendengar kata-katanya.
Dia menutup laptop dan melirik ke samping, “Apa yang terjadi?”
Dia tahu bahwa Han Shuangfu dan Bai Xiaoqi datang ke sini sebagian untuk menonton pertunjukan dan sebagian untuk melindunginya. Sekarang Han Shuangfu hendak pergi, Ling agak ragu.
"Ada beberapa masalah keluarga. Aku akan kembali sekitar dua hari lagi," jawab Han Shuangfu sambil tersenyum. Ia tak ingin Ling khawatir.
“Hmm,” Ling mengangguk dan membuka laptopnya lagi.
Dia tiba-tiba memikirkan sesuatu, “Apakah botol air yang kuberikan padamu masih ada?”
Ketika Han Shuangfu melihat baris kode di komputer, dia segera menoleh, “Ada di saku dimensiku.”
Kemudian, ia melambaikan tangan kepada Ling sebelum pergi.
*
Di lantai bawah, Lin Guxi masih berdiri di sana. Saat dia melihat Han Shuangfu turun, ia memutar matanya ke atas.
"Apa yang terjadi padamu hari ini?" Bai Xiaoqi tidak pergi dengan Han Shuangfu karena ia merasa bahaya jika Lin Guxi ada di sini. Ia tetap tinggal karena ia mengkhawatirkan Ling.
Ling Jun melirik Bai Xiaoqi, "Kecemburuan mengubahku."
Han Shuangfu dan Lin Guxi terlihat buru-buru pergi. Sedangkan Bai Xiaoqi duduk di aula sambil bertopang dagu. Tuan Tua Yu, Xie Jin, dan yang lainnya berdiri tidak jauh dari situ, terlihat agak ketakutan.
*
Di luar, kendaraan Lin Guxi sudah menunggunya.
Lin Guxi duduk di dalam mobil dan menelepon ke luar negeri dengan ekspresi serius.
“Kakek, Anda harus diam-diam mengirimkan semua ramuan yang aku inginkan ke Kota Urban. Ingat, ketika Anda tiba di Kota Bayangan, mintalah izin dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Jika tidak, masalahnya akan sangat panjang," ucap Lin Guxi.
"Kota Urban? Aku baru saja menghubungi Asosiasi Dewa Ramuan," ucap Lin Tian agak terkejut.
"Asosiasi Dewa Ramuan? Kakek, kita tidak membutuhkan mereka. Ingat dengan pembuat ramuan misterius yang kuceritakan? Aku berhasil bekerjasama dengannya melalui Tuan Muda Chen. Orang itu bisa membuatkan kita ramuan dengan kemurnian di atas 90%. Kakek, apakah Zhuo Shiaonian bisa melakukannya? Tentu tidak," jelas Lin Guxi.
"Kau yakin? Bukankah sebelumnya kau menyinggung Tuan Muda Chen?" tanya Lin Tian sambil mengerutkan keningnya.
"Kakek tenang saja. Melihat karakter Tuan Muda Chen, dia bukan orang yang mengingkari janji. Aku percaya padanya," jawab Lin Guxi.
Namun Lin Tian masih ragu.
Akhirnya, Lin Guxi mengeluarkan senjata terakhirnya, "Kakek, dia memberi Han Shuangfu sebotol ramuan tingkat tinggi."
"Ramuan tingkat tinggi dalam botol air?" Lin Tian semakin tidak percaya.
"Ya, aku melihatnya sendiri," jawab Lin Guxi.
Di sana, Lin Tian mondar-mandir. Ia berkata, "Ramuan tingkat tinggi dalam sebuah botol besar? Aku belum pernah melihatnya. Di mana-mana orang menggunakan botol kecil untuk ramuan. Bahkan banyak juga yang mencampur ramuan dengan air. Aku dengar Asosiasi Dewa Ramuan tidak menerima Keluarga Han. Jika mereka tahu ada ramuan ini, seharusnya mereka tidak perlu khawatir lagi."
"Kakek, kemurniannya di atas 90%. Pikirkanlah hal ini lagi.
Lin Tian terdiam sejenak.
"Kakek, hasilnya tidak akan mengecewakan," ucap Lin Guxi semakin meyakinkan.
"Baik, aku akan menyuruh orang mengirim ramuan," jawab Lin Tian setelah diam cukup lama.
*
Keluarga Yu.
Liam dan dua lainnya sudah kembali.
"Apa yang kalian lakukan bertiga?" tanya Bai Xiaoqi yang duduk di sofa dan mengobrol dengan Tuan Tua Yu. Ketika dia melihat mereka bertiga kembali dengan tas, dia menaikkan alisnya.
"Aku membeli beberapa barang," Liam tersenyum dan menyerahkan barang-barang itu pada Yuan. Dia menyuruhnya naik ke atas untuk memberikannya kepada Ling, sementara dia menghampiri Bai Xiaoqi.
“Apakah hanya kau yang ada di sini? Dimana Lin Guxi dan yang lainnya?" tanya Liam heran.
“Han Shuangfu telah kembali ke Kota Bayangan. Lin Guxi … aku tidak tahu apa yang dia lakukan," Bai Xiaoqi menggelengkan kepalanya. Dia menyingkir dan memberi jalan bagi Su Wen Ai dan Liam.
Di sisi lain, Xie Jin, wakil kepala Han dan kelompok pemuda lainnya juga sangat terkejut.
“Nona Xie, siapakah empat orang ini?” Wakil kepala Han memelototinya. Bahkan Komandan Xie tidak berani berbicara dengan keras kepada Bai Xiaoqi. Bagaimana mungkin Liam dan yang lainnya, berani menepuk bahu Bai Xiaoqi?
“Aku akan kembali ke kamarku dulu,” Xie Jin tak menjawab dan berjalan ke kamar yang telah disiapkan Tuan Tua Yu.
*
Xue Jun dan Walikota Xue memasuki pintu masuk utama Keluarga Yu dan melihat sekelompok pria muda duduk di sudut dan berdiskusi.
"Apa yang kalian bicarakan? Di mana Komandan Xie?" tanya Xue Jun.
Xue Jun mengamati sekeliling, tetapi dia tidak melihat Komandan Xie dan yang lainnya.
Setelah mendengar suara Xue Jun, perhatian semua orang akhirnya tertuju padanya, “Tuan Muda Xue, kamu kembali.”
“Apa ada masalah?” Xue Jun melihat anak laki-laki itu gelisah.
"Aku baru saja melihat Tuan Muda Chen!” anak laki-laki itu menarik napas dalam.
“Bukan itu ...," anak laki-laki itu segera menggeleng.
Namun saat ia ingin mengatakan sesuatu, Wakil kepala Han menyela, "Anda baru saja menemui Ketua. Apa aku bisa bertemu dengannya juga?"
"Ketua bukan orang yang bisa Anda temui karna ingin," jawab Xue Jun sombong.
“Ia berada di pangkalan militer dan sangat sibuk," ucap Xue Jun melanjutkan.
Wakil kepala Han tidak berbicara kali ini dan hanya mengerutkan kening.
Anak laki-laki yang baru saja berbicara dengan Xue Jun berkata dengan semangat, “Tidak, Tuan Muda Xue, kami baru saja melihat ketua itu! Bukan hanya ketua itu, tapi tiga orang yang bahkan lebih mengesankan dari ketua itu juga datang! Apalagi ketiga orang itu sangat akrab dengan Tuan Muda Chen itu. Tidak hanya itu, tapi ketiga orang itu berlomba menyerahkan kursi untuk Tuan Muda Chen!"
Mendengar kata-kata anak laki-laki ini wajah acuh tak acuh Xue Jun akhirnya berubah. Dia mendongak kaget, “Apa?!”
“Itu benar. Aku mendengar Tuan Muda Chen memanggil ketua itu ‘Ketua Dai'. Sepertinya ia berhubungan baik dengan peretas hebat. Tuan Muda Chen itu sangat kuat. Dia bahkan dapat menghubungi ketua dan tiga orang lainnya. Menurutmu siapa dia?" ucap seorang gadis di samping anak laki-laki.
Xue Jun merasa lemas dan terduduk di kursi.
*
Pada saat yang sama, Han Shuangfu telah sampai di Kota Bayangan. Para tetua telah menunggunya dan mereka langsung pergi ke kediaman Zhuo Shiaonian.
"Ceritakan apa yang terjadi," ucap tetua.
"Zhuo Shiaonian itu licik," jawab Han Shuangfu singkat.
Tetua tak bertanya lebih jauh. Kini mereka telah sampai di kediaman Zhuo Shiaonian.
Penjaga yang melihat Han Shuangfu langsung melaporkan pada Zhuo Shiaonian. Saat mendengar nama Han Shuangfu, Zhuo Shiaonian tersenyum tipis.
Ia menyeruput tehnya dan berkata, "Han Shuangfu? Karena mereka yang butuh, biarkan mereka yang menunggu."
Dia tidak percaya bahwa Han Shuangfu dan yang lainnya akan pergi. Tidak ada yang bisa menggoyahkan posisi Asosiasi Dewa Ramuan di luar negeri. Jadi ia merasa sangat percaya diri.
Saat itu, penjaga keluar dan mengatakan jika Zhuo Shiaonian memiliki urusan dan akan keluar dalam satu jam.
Wajah Han Shuangfu memerah. Ia menggeram, "Zhuo Shiaonian ...."
"Nona, mohon tenang. Ini adalah wilayah Asosiasi Dewa Ramuan. Tidak ada gunanya marah-marah sekarang," ucap tetua yang tahu karakter Han Shuangfu.
"Aku paham," jawab Han Shuangfu menekan rasa marahnya.
Ia duduk dan mengambil minum.
Tetua itu tercengang, “Tunggu, biarkan aku melihatnya!”
"Melihat apa?" tanya Han Shuangfu bingung.
"Tunjukkan botol air itu," jawab tetua.
Han Shuangfu melihat botol air di tangannya. Ternyata ia mengambil botol air Ling. Kemudian ia tersenyum dan menjawab, "Ambillah. Ini hadiah dari Kakak Ipar."
Dia juga merasa Ling tidak akan memberinya sebotol air tanpa alasan. Seharusnya bukan sesuatu yang sederhana.
Tetua mengambilnya dan belum sempat menelitinya.
Saat itu, penjaga keluar. Ia berkata, "Kembalilah besok jam sepuluh. Nona sangat sibuk!"
Bang!
Han Shuangfu memecahkan cangkir.
Penjaga itu gemetar ketakutan. Dia telah mendengar bahwa Han Shuangfu sangat menyeramkan saat marah.
“Han Shuangfu!” tetua menyimpan botol air dan menahan Han Shuangfu.
Kemudian, ia berbalik melihat penjaga itu sambil tersenyum, "Baik, kami akan kembali besok."
Setelah itu, tetua menyeret Han Shuangfu pergi.
*
Di rumah, mereka bertemu dengan Zhuo Xia.
"Nona Zhuo," ucap tetua sambil membungkuk. Sedangkan Han Shuangfu dengan santai duduk di sebelah Zhuo Xia.
"Kau mencari Zhuo Shiaonian?" tanya Zhuo Xia sambil meminum tehnya.
"Orang-orang dari Asosiasi Dewa Ramuan sangat sombong. Kau tidak tahu betapa mahalnya ramuan itu sekarang. Zhuo Shiaonian sengaja mempersulit kami," ucap Han Shuangfu meluapkan kekesalannya.
Zhuo Xia tetap tenang. Ekor matanya melihat botol air di tangan tetua.
"Mereka berlebihan, kan? Jika bukan karena mereka satu-satunya, aku tidak akan memohon seperti ini pada mereka," Han Shuangfu kembali berbicara. Padahal ia tak berbicara saat dengan tetua, tapi saat dengan Zhuo Xia, ia mengeluarkan semuanya.
"Mereka tidak sehebat itu," ucap Zhuo Xia santai.
Kemudian ia berdiri dan mengambil botol air di tangan tetua. Ia tersenyum lembut dan berkata, "Tahukah kau apa yang diberikan kakak iparmu ini?"
"Pasti hal yang luar biasa," jawab Han Shuangfu sambil meminum tehnya.
Zhuo Xia meliriknya dan berkata dengan tenang, "Sebotol besar ramuan tingkat tinggi? Apakah tidak tertarik?"