Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Kau Tidak Buruk


Tim Wuzhou sudah mengelilingi arena pelatihan selama satu jam. Mereka sudah memeriksa bagian depan, setiap ruangan, dan kini mereka akan ke bagian belakang.


Mereka menemukan tim Ling sedang duduk di pohon rindang. Salah satu orang berkomentar, "Apakah mereka sudah pasrah jadi hanya duduk? Hahaha."


Yang lain ikut tertawa. "Mereka sudah takut saat melihat jumlah kita. Hahaha," tambah seseorang di arah belakang.


"Walaupun takut setidaknya mereka harus berusaha. Mereka benar-benar pemalas," tawa mereka semakin kencang.


"Apa kau lupa dia adalah sampah?" ucap Lu Yan menambahkan. Kini bahkan ada yang tertawa sampai jatuh.


Mereka semua menatap tim Ling menghina. Wuzhou yang melihat kejadian ini tersenyum sinis. Ia tadi tak seharusnya takut jika Ling akan merebut Lu Yan darinya.


Kau lihat kan, Kak? Bagaimanapun tetap aku yang akan menjadi bintang, bukan kau, batin Wuzhou tertawa meremehkan.


Setelah satu jam berkeliling tadi, beberapa orang sudah mendapat satu token. Token itu ternyata berbahan emas asli. Dengan dipimpin Wuzhou, mereka dapat menyelesaikan rintangan. Mereka semakin memuja Wuzhou. Mereka juga membagi rata token sesuai siapa yang paling banyak berkontribusi. Tentu saja token pertama untuk Wuzhou.


Dalam tim, mereka membagi kelompok lagi. Ada kelompok yang mencari token dan tim yang lain memecahkan rintangan. Kerjasama mereka masih baik-baik saja hingga sekarang.


"Hey sampah! Kalian pergi dari sini! Kami akan mencari di bagian belakang. Jangan mengganggu kami," ucap Lu Yan kepada tim Ling.


Tiga orang di depannya menatap Lu Yan datar. Setelah beberapa saat, mereka melenggang pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Lihatlah mereka ketakutan sampai tidak bisa bicara. Hahaha," mereka mulai tertawa lagi setelah mendengar perkataan Lu Yan.


*


Ling, Liam, dan Su Qiang pergi tanpa berbicara karena mereka melihat banyak kilauan emas di bagian depan. Mereka bisa melihat itu dari jauh jadi mereka memilih meninggalkan orang yang tidak penting.


Mereka mendatangi token emas pertama. Di sudut token itu terdapat ponsel kecil yang terkait dengan token. Liam mencoba mengambil token itu.


Tit Tit Tit Tit Tit


Ponsel terus berbunyi saat Liam angkat. "Letakkan," ucap Ling.


Liam melihat aneh ponsel kecil itu. "Apakah itu bom?" tanya Liam asal.


Ling berjongkok dan melihat ponsel itu. Ada perintah di sana, yaitu 'Sit-up 100 kali'. Ia juga melihat ada sensor merah yang terus berkedip. Ia segera menangkap maksudnya.


Ia mulai melakukan sit-up 100 kali tepat di depan sensor. Liam dan Su Qiang yang memperhatikan ini kebingungan. Namun mereka memilih menunggu hingga Ling selesai.


Ting!


Sensor merah yang tadi terus berkedip sudah berubah menjadi hijau. Ling segera mengambil token itu tanpa menimbulkan suara seperti di awal.


"Begitukah cara kerjanya? Wow keren," ucap Liam takjub melihat token yang ada di tangan Ling. Ling segera memasukkan itu ke saku dimensi birunya.


"Liam tugasmu ambil semua token emas yang ada di sini. Setelah terkumpul aku dan Su Qiang akan memecahkan rintangan," perintah Ling.


Ia memberi ramuan lagi kepada Liam. "Minumlah ini untuk menambah kecepatanmu."


Liam mulai mengedarkan pandangannya. Ia segera menuju ke arah kilauan emas yang ia lihat. Benar saja. Kecepatannya meningkat drastis. Ia berjalan tapi terlihat seperti berlari.


"Ling, kau sangat hebat. Aku sudah melihat banyak ramuan, tapi aku belum pernah melihat yang seperti itu," ucap Su Qiang memuji Ling. Mereka sedang duduk di kursi dan menunggu Liam.


"Tidak, aku masih banyak kekurangan," ucap Ling merendah. Menurutnya ia memang masih banyak kekurangan.


Su Qiang mengangguk. Ia kembali melihat Liam. Pria tampan itu berjalan cepat mengambil token-token yang juga dilihat Su Qiang. Setelah meminum ramuan itu, Su Qiang pun merasakan hal yang sama, yaitu penglihatannya menjadi tajam.


Setelah 30 menit, Liam kembali dengan setumpuk token di tangannya. Ia meletakkan itu di rumput. Ia pun duduk untuk beristirahat.


"Wah aku tidak merasa lelah sama sekali," ucap Liam sambil menyeka keringatnya.


Ling dan Su Qiang sudah memegang masing-masing token. Mereka mencoba memecahkan rintangan yang ada di ponsel kecil.


Token yang ada pada Ling menuliskan perintah 'Sebutkan 10 jenis tanaman obat'. Ling mulai mendekatkan mulutnya ke sensor merah dan menyebutkan tanaman obat.


Ting!


Sensor itu berubah menjadi hijau, yang berarti Ling sudah berhasil mendapatkan token. Ia memasukkan itu ke saku dimensi.


Sedangkan token yang ada pada Su Qiang menuliskan perintah 'Push-up 100 kali'. Su Qiang tanpa ragu mulai mengambil posisi push-up. Namun Liam yang melihat ini menghentikannya dan berkata, "Biar aku saja."


Su Qiang menggeleng. "Fisikku juga semakin kuat setelah minum ramuan dari Ling. Kau tidak perlu menggantikanku," ucap Su Qiang langsung push-up di depan sensor.


"Lebih baik kau mencari token lagi," ucap Ling masih berkutik dengan token di tangannya.


Tanpa mengeluarkan suara, Liam mulai melesat pergi mencari kilauan emas yang terlihat. Ia mengambil di pot bunga, di dalam rumput, di atas pohon, di dalam ruangan, dan di berbagai tempat di mana dia melihat kilauan emas. Sebelum mengambilnya, ia sudah mematikan bunyi sensor seperti yang diajarkan Ling. Jadi ia tak akan membuat banyak keributan sepanjang perjalanan.


Ling dan Su Qiang sudah berhasil menaklukkan puluhan token. Pertanyaan ataupun perintah yang ada di ponsel kecil sesuai dengan materi mereka 3 hari ini, yaitu ramuan, bisnis, dan kekuatan fisik. Semua token itu sudah masuk ke dalam saku dimensi Ling.


Liam kembali datang yang kesekian kalinya dengan puluhan token di tangannya. "Aku tidak melihat ada token lagi," ucap Liam meletakkan token yang ia dapat di rumput.


Ling mengangkat kepala. Ia mengedarkan pandangannya ke arena pelatihan. "Kau tidak buruk," ucap Ling. Setelah itu ia kembali lagi berkutik dengan ponsel kecil di depannya.


Liam tersenyum lebar. Ia sangat puas dengan dirinya setelah mendapat pujian dari Ling. Setidaknya kerja kerasnya membuahkan hasil yang baik.


Kini mereka bertiga segera menyelesaikan rintangan di puluhan token yang tersisa. Setelah selesai semua, Ling menghitung token-token itu. Ada 90 token di saku dimensinya.


"Ada 90 token di sini. Kita mendapat 30 untuk setiap orang," ucap Ling mulai membagikan.


"Tidak, tidak. Ini untukmu semua. Kami hanya perlu satu," ucap Liam yang diangguki Su Qiang.


"Diam! Kita ini satu tim," ucap Ling yang langsung membuat Liam menutup mulut. Ia menerima begitu saja 30 token pemberian Ling.


Setelah membagi rata, Ling menyimpan 29 token lainnya di saku dimensi. Sedangkan satu token ia gantung di sebelah kanan celananya. Kilau emas itu sangat cerah di bawah terik matahari.