Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Apa Itu Hukum?


Ruangan dingin adalah ruangan untuk interogasi tersangka besar. Ruangan itu sedikit kecil. Baja dingin melapisinya. Hanya ada satu pintu masuk dan tak ada jendela. Dari sela-sela baja, akan diberi uap dingin. Sehingga ruangan itu dinamakan ruangan dingin.


Sebenarnya ruangan ini tak boleh digunakan pada anak dibawah umur. Namun kekuasaan mereka paling tinggi di sini. Jadi mereka bisa berbuat sesuka hati.


Wuzhou mendatangi Ling. Petugas polisi membuka pintu untuknya.


Saat ia masuk, ia melihat seorang pria duduk berlutut sambil menundukkan kepala. Tangannya masih terborgol. Saat ia mengangkat kepala, wajahnya sudah pucat. Padahal ia baru beberapa menit masuk ke sini.


"Kakak, kau jangan berpura-pura kuat. Kau saja masih berada di tingkat kedua. Jika kau mati, aku yang akan mengembalikan jenazahmu," ucap Wuzhou mencoba mengintimidasi Ling. Namun saat menatap matanya, malah dia yang ketakutan.


Awalnya Wuzhou mengira Ling akan ketakutan sehingga memohon padanya untuk dikeluarkan. Namun Ling masih setenang ini. Ia kembali memprovokasi Ling.


"Menurutmu apakah Keluarga Chen masih ada saat kau bisa keluar dari sini? Kau tidak akan bisa menjadi tuan muda lagi! Polisi akan menggeledah rumahmu untuk menemukan bukti!" ucap Wuzhou.


Ling hanya diam. Mata hitamnya menatap lekat Wuzhou. Ia menyeringai tipis.


Wuzhou yang melihatnya merasa kesal. Bagaimanapun ia memprovokasi Ling, tetap saja ia tak terpengaruh. Ia pun memilih keluar dari ruangan dingin.


*


Wuzhou dan sekelompok pasukan polisi mendatangi rumah Keluarga Chen. Di sana, semua orang sudah berkumpul, termasuk orang dari staff Chen Company.


"Dimana putraku?" tanya Chen Lin dingin saat melihat Wuzhou.


Wuzhou sedikit sakit hati saat Chen Lin menyebut kata 'putraku'. Ia menahan emosinya dan menjawab dengan tenang.


"Anda tidak perlu tahu. Kami di sini untuk menggeledah Keluarga Chen," ucap Wuzhou tak kalah dingin.


Wuzhou menyapu pandangannya ke seluruh orang. Dia mencoba memprovokasi, "Kalian bisa pergi dari Keluarga Chen. Jika kalian tetap bertahan, kalian akan ikut hancur bersama mereka."


Wuzhou mengatakan itu sambil melihat Yuan Ming. Ia masih berharap Yuan Ming mau bekerjasama dengan mereka.


Namun apa yang diharapkan Wuzhou tak terjadi. Mereka tak bergerak ataupun berbicara. Bagaimanapun mungkin Wuzhou tidak tahu, orang-orang ini adalah yang bertahan diantara semua orang yang pergi. Tentu saja mereka akan tetap dalam pendirian.


"Baiklah. Kalian jangan menyesal," ucap Wuzhou.


Setelah dia mengatakan itu, para media berdatangan. Reporter langsung memberitakan dan menyorot Keluarga Chen.


Saat melihat ini, Liang Cho mulai beraksi.


"Masuk! Kami sudah menerima surat," ucap Liang Cho. Dia sudah mengangkat sebuah kertas.


Keluarga Chen berbaris. Mereka memblokir jalan pintu masuk.


"Berhenti!" ucap seseorang datang.


Terdengar derap langkah kaki dari luar gerbang. Para media segera menyorot orang itu. Itu adalah Yu Bin dan pasukan militernya.


Dengan satai, Yu Bin berjalan ke arah Liang Cho. Melihat ini, Liang Cho sedikit menahan napas. Ia terpukau dengan kecantikan Yu Bin.


"Jangan harap bisa menyentuh partner-partnerku," ucap Yu Bin. Ia merobek kertas di tangan Liang Cho.


"Turunkan kamera kalian. Apa kalian masih berani merekam kami?" Yu Bin melirik sinis ke arah media.


Para media menurut. Mereka diam dan tak merekam lagi. Bagaimanapun Keluarga Yu bukan keluarga sederhana. Apalagi sekarang Yu Bin membawa pasukan bersenjata.


"Kau melanggar hukum! Itu adalah surat resmi dan kau berani merobeknya? Lagipula keluarga militermu tak berhak ikut campur!" ucap Wuzhou marah. Ia sudah lupa untuk menjaga citranya.


"Melanggar hukum? Apa itu hukum?" ucap Yu Bin tertawa kecil. Ia menjatuhkan robekan kertas tepat di depan wajah Wuzhou.


Wuzhou membeku seketika. Ia mengepalkan tangannya erat. Memang benar Keluarga Yu memegang kendali militer. Namun tak seharusnya sampai seperti ini.


"Jika kau berani menyentuh Keluarga Chen, jangan harap kau memiliki hidup yang tenang," ucap Yu Bin melanjutkan.


"Sepuluh pasukan ikut denganku ke kantor polisi," Yu Bin melangkah pergi diikuti derap langkah pasukannya.


Liang Cho melihat kepergian Yu Bin. Ia tahu Keluarga Yu sangat hebat. Ia sejak tadi hanya diam. Walau Wuzhou keponakannya, ia juga tak ingin mencari masalah untuk dirinya sendiri.


"Ayo kita kembali ke kantor polisi," ucap Liang Cho pada bawahannya.


"Keponakan, lebih baik kau kembali ke rumah. Aku akan mengurus masalah ini," setelah mengatakan itu, Liang Cho dan polisi lainnya pergi.


*


"Dimana?" suara dingin menusuk telinga Yu Bin.


"Aku dalam perjalanan ke kantor polisi bersama tim," jawab Yu Bin sedikit gelisah. Ia takut Zhuo Xia akan mengamuk karena menyentuh orangnya.


"Baik," jawab Zhuo Xia dan mematikan telepon.


Yu Bin merinding di dalam mobilnya. Saat di kediaman Chen tadi, ia tahu Wuzhou ada hubungannya dengan hal ini. Sungguh berani mereka menyentuh Keluarga Chen.


Hal ini juga langsung dilaporkan ke Zhuo Xia.


Di kantor polisi.


"Ketua pemimpin, seseorang ingin menemui Chen Ling," ucap bawahan Liang Cho.


"Jangan izinkan," jawab Liang Cho. Ia memijat pelipisnya. Ia tak menyangka jika Ling memiliki dukungan kuat dari Keluarga Yu.


"Dia berkata jika kita tak mengizinkan maka kantor polisi ini akan dihancurkan," ucap bawahan itu takut.


"Heh, kita lihat saja apa dia berani," jawab Liang Cho meremehkan.


Brak!


Prang!


Pintu di dobrak. Furnitur yang digantung berjatuhan. Seorang wanita berseragam hitam masuk diikuti pasukan bersenjata. Wajahnya sangat cantik. Ia tak memakai make up tapi wajahnya seputih porselen giok. Tatapannya tajam. Diwaktu yang bersamaan, ekspresinya tetap tenang.


"Menghancurkan Kota Urban pun aku berani," ucap wanita itu dingin.


Liang Cho membeku. Antara takut dan terpesona sepertinya dia lebih takut. Wuzhou tak pernah menceritakan tentang orang ini. Harusnya dia orang biasa. Namun Liang Cho malah merasa kehadirannya begitu kuat.


"K-kau siapa? M-Mengapa kau begitu berani?" tanya Liang Cho gugup.


"Aku? Aku adalah pencabut nyawamu," ucap Zhuo Xia tertawa kecil. Tawanya sungguh mengerikan.


"Ini adalah atasanmu?" Zhuo Xia mengeluarkan ponsel. Suara berat terdengar di sana.


"Mengapa kau begitu bodoh? Berani sekali kau menyentuh orang dari Nona Zhuo. Jika kau mencari mati, jangan bawa kami!" suara itu dipenuhi emosi. Setelah itu, Zhuo Xia langsung memutuskan sambungan.


Liang Cho sangat sadar. Itu adalah suara atasannya. Dia juga yang membantunya untuk masuk ke departemen kepolisian.


"Dimana kalian mengurungnya?" tanya Yu Bin yang sudah masuk ke kantor polisi. Ia baru sadar jika Wuzhou licik. Pasti mereka akan mempersulit Ling.


Liang Cho membeku. Ia tadi memasukkan uap 0° ke ruangan Ling. Dia berpikir pasti Ling sudah beku.


Saat itu Zhuo Xia sudah sampai di ruangan dingin. Ia mengamati layar monitor. Di sana seorang pria sedang duduk berlutut dengan borgol di tangannya. Ia melihat layar monitor menunjukkan suhu 0°.


"Siapa yang mengurungnya di sini?" tanya Zhuo Xia. Kilatan tajam muncul di matanya. Setiap orang disekitarnya merasa tertekan. Aura membunuhnya sangat pekat.


Seorang anak di bawah umur dikurung dalam ruangan dengan suhu 0°. Mereka bukan mau menginterogasi, tapi membunuhnya perlahan. Meski begitu, pria itu sepertinya masih hidup.


"Kami hanya mengikuti perintah kepala pemimpin," jawab petugas itu takut-takut.


Ling keluar dari ruangan. Suara borgol beradu saat petugas membuka borgolnya. Wajahnya sangat pucat. Bibirnya sudah membiru.


"Apa aku sudah bebas?" tanya Ling santai. Bibirnya sedikit bergetar karena menggigil.


Zhuo Xia mendatanginya. Ia mengambil jaket yang sejak tadi berada di lengannya. Ia memakaikan jaket itu kepada Ling.


"Kau?" Ling bingung saat melihat Zhuo Xia.


"Mengapa kau menyelamatkanku?" tanya Ling bingung.


"Apa kau suka padaku?" Ling bertanya lagi.


Zhuo Xia sedikit membeku. Ia bingung dengan pertanyaan mendadak Ling. Namun ia segera tenang dan menjawab, "Kau melantur."