
Paman cai Hao masih memegang dokumen yang baru saja ditandatangani oleh Cai Hao. Awalnya ia sangat senang saat menerima ini. Namun sekarang ini terlihat seperti kontrak kematiannya sendiri.
Dia tidak pernah menyangka jika Ling dihormati oleh panglima tertinggi. Darimana Cai Hao mengenalnya? Paman Cai Hao merasa dia akan gila saat ini.
Tak lama, sekelompok orang masuk. Paman Cai Hao semakin gemetar saat melihat siapa pemimpin kelompok itu. Kini wajahnya sangat pucat.
"Mengapa mereka melihatku seperti melihat hantu?" tanya Yuan Ming bingung. Ia berjalan dengan santai ke arah Ling. Wajahnya terlihat biasa saja, ia tidak tertekan seperti yang dibayangkan orang-orang. Malah auranya lebih bersinar.
"Biar aku yang memperkenalkan kepada semua orang. Ini adalah Tuan Muda Chen, Tuan Muda dari Chen Company. Ia berada di sini untuk mengumumkan kebangkitan kembali Chen Company," ucap Yuan Ming yang berada di sebelah Ling.
Pernyataan ini seperti ledakan bom. Semua orang sangat terkejut.
Mereka semua tahu jika Chen Company tidak terlalu berpengalaman. Mereka juga berasal dari Kota Urban. Bahkan, mereka melesat ke distrik A-1 dalam waktu singkat. Karena hal itu tidak ada yang ragu lagi dengan kekuatan Chen Company. Karena itu pula banyak perusahaan yang mengejar-ngejar mereka untuk bekerjasama.
Yuan Ming mengedarkan pandangan dan melihat ke arah semua orang. Ia lanjut bicara, "Sekarang, semua orang yang masih memiliki kontrak kerjasama dengan Chen Company, maka kontrak itu bisa berlanjut."
Paman Cai Hao seperti disambar petir. Ia merasa kontrak di tangannya tidak lagi berguna. Kini, semua pengusaha juga merasa canggung.
Distrik A-1!
Panglima!
Itu adalah hal yang tidak akan mereka dapatkan bahkan jika mereka adalah perusahaan terbaik di distrik A-1.
"Tuan Qi, apa yang terjadi padamu? Bukankah Anda bilang bahwa Chen Company sudah hancur? Apa yang sekarang terjadi? Kau rugi karena Anda," ucap salah satu orang. Awalnya mereka mengira jika mereka masih memiliki kesempatan untuk bekerjasama, tapi setelah kejadian ini mereka jadi malu sendiri.
Mereka pikir karena gedung Chen Company sudah diledakkan, maka Chen Company sudah hancur. Selain itu, mereka juga tidak melihat masih ada yang hidup setelah ledakan itu.
Mereka ingat bagaimana mereka memutuskan kontrak. Mereka juga ingat saat mereka malah ikut menjatuhkan Chen Company. Jika mereka dapat memutar waktu, mungkin mereka akan menghukum diri sendiri.
Saat melihat mereka akan kembali bangkit, tentu saja mereka sangat terkejut. Tidak hanya dukungan kuat, bahkan sekarang panglima tertinggi juga mendukung mereka. Jika dibandingkan, orang yang bertemu dengan panglima hanya beberapa dan dapat dihitung jari. Namun sekarang malah panglima menghormati Ling.
"Tuan Jansen, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Paman Cai Hao yang masih bersembunyi di belakang Jansen. Jika bukan karena kehadiran Jansen, ia sudah pingsan sejak tadi.
Sekarang, ia hanya bisa mengandalkan Jansen.
"Tuan, itu adalah Tuan Muda yang dikatakan oleh Keluarga Lu," ucap salah satu pengawal Jansen.
Setelah mendengar ini, pandangan menghina Jansen berubah. Ia menjadi sedikit takut. Bagaimana tidak? Sebelumnya ia sudah diperingatkan oleh Tuan Besar Lu. Bahkan ia memberikan foto Ling. Menurut Tuan Besar Lu, ia lebih suka berurusan dengan Zhuo Xia daripada Ling. Jika sampai Tuan Besar Lu sendiri yang memperingatkan, artinya orang ini benar-benar tidak bisa ia singgung.
Mata biru cerah Jansen terlihat takut. Ia sudah tahu dan bertemu Ling. Kesombongannya sudah hancur sekarang.
"Tuan Jansen, Anda pasti mempunyai solusi, kan? Anda saja tidak takut pada panglima, apalagi pada dia," ucap Paman Cai Hao dari arah belakang.
Kemudian, Jansen berjalan ke arah Lin. Saat ini Paman Cai Hao dan pebisnis lainnya menghela napas lega. Paman Cai Hao kini melancarkan hinaannya kembali.
Namun ekspresi Cai Hao tidak berubah. Ia hanya tersenyum dan menjawab, "Paman, coba lihat ke sana."
Paman Cai Hao melihat dengan malas. Namun ketika ia jelas dengan apa yang dia lihat, dia hampir saja jatuh jika tidak ada yang menopangnya.
"Tuan Muda Chen, saya tidak tahu jika distrik B-1 adalah wilayah Anda. Saya sangat menyesal. Sekarang saya akan pergi dari Kota Bayangan," ucap Jansen. Mata birunya memancarkan aura kesungguhan. Sekarang ia sendiri paham mengapa pria di depannya ini memberi rasa bahaya padanya.
"Cih, kau terdengar sedikit tulus. Namun, sebelum kau datang ke Kota Bayangan, bukankah kau sudah memasukkan asetmu ke pasar saham kami?" tanya Ling sambil tersenyum tipis.
Saat mendengar ini, Jansen benar-benar terkejut. Ia pikir rencananya sempurna. Bahkan keluarga atau temannya tidak ada yang tahu hal ini. Namun Ling bisa mengetahuinya.
Ling sudah bisa menebak dari ekspresinya. Ia berkata, "Kau ingin menguasai perusahaan kimia di Kota Bayangan. Kau ingin membuat senjata untukmu sendiri. Apa kau pikir Kota Bayangan begitu bodoh? Apa kau pikir trik kecil seperti ini dapat mengelabui kami?"
Jansen membeku.
Ling pun melanjutkan, "Siapapun yang berani menyentuh Kota Bayangan maka akan mati. Namun tahukah kau apa konsekuensi jika menyentuh perekonomian Kota Bayangan?"
Jansen melihat apa yang ditunjukkan Ling di ponselnya. Ketika itu, wajahnya benar-benar pucat. Di ponsel Ling menunjukkan jika semua aset yang dia buat, telah dibeli oleh Ling.
Jansen masih diam dan pucat. Kali ini, ia tak bisa mengandalkan diri sendiri. Ia pun meminta bantuan dari tetua keluarganya.
Saat tetua keluarganya mendengar hal ini, ia hanya tersenyum, "Jansen, bukankah sudah kubilang jangan menyentuh Kota Bayangan? Dan kau ingin menyentuh pasar saham mereka? Jansen, apa kau tahu jika Kota Bayangan memiliki Ling X seorang Raja Legendaris? Dia adalah orang yang hampir menghancurkan sebuah negara karena permainan sahamnya. Kau malah berani bermain dengannya? Bukankah sama saja kau mencari kematian?"
Bahkan tetua keluarganya juga tidak bisa membantu. Namun Jansen sedikit bingung. Bukankah yang di depannya adalah Chen Ling? Ling X? Bagaimana mungkin ia menjadi seorang Raja Legendaris.
Namun pikiran Jansen tidak hanya itu. Yang ia pikirkan, sekarang ia pasti akan hancur.
Paman Cai Hao juga jatuh dari kursinya. Ia baru saja mendapat kabar jika Bronze Company dan perusahaan luar negeri, karena kerjasama mereka, banyak penyuapan yang terjadi di Kota Bayangan. Oleh karena itu, mereka semua ditangkap.
"Tuan Muda Cai, Anda adalah pemuda yang berbakat," ucap orang-orang yang awalnya menghina Cai Hao. Setelah melihat kejadian ini, mereka memuji-muji Cai Hao.
Mereka tahu jika Cai Hao memiliki relasi kuat saat ini. Meskipun tidak dengan Bronze Company dan kerjasamanya dengan orang luar negeri, Cai Hao tetap akan menjadi sukses jika ia bekerjasama dengan Chen Company.
"Cai Hao, kau ...," ucapan Paman Cai Hao yang emosi terpotong.
"Cukup!" direktur dari Bronze Company memotong ucapan Paman Cai Hao.
"Kenapa kau masih begitu arogan sekarang? Cai Hao? Ia memiliki relasi yang bagus dengan Chen Company. Tuan Muda Chen itu berasal dari Keluarga Bo. Apa kau tidak tahu Keluarga Bo? Kita memiliki kesempatan lagi untuk masuk ke distrik B-1. Namun kau baru saja mengacaukan semuanya!" ucap direktur Bronze Company melanjutkan. Ia menggelengkan kepalanya melihat sifat Paman Cai Hao.
Karena dia sangat marah, ia memuntahkan seteguk darah. Ia juga pingsan di tempat.
Namun, tidak ada yang peduli dengannya.
Ling akan keluar dari restoran. Namun, ia berhenti sejenak karena melihat kejadian ini. Saat ini ekspresi Ling hanya tenang. Ia tahu, dalam bisnis hanya ada keuntungan abadi, tidak ada yang namanya teman atau sahabat sejati.