Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Sudah Biasa Mendapat Pujian


Upacara penerimaan murid baru telah dimulai.


Chen Kai dan yang lainnya berdiri di depan seolah mereka adalah bintang. Tidak hanya murid, bahkan guru juga menyambut Chen Kai dengan hormat. Mereka juga bersikap sopan.


"Tuan Muda Chen, selamat Anda berhasil menempati tahun ke 3 dalam usia 22 tahun. Masa depan Anda terjamin dengan bakat seperti itu. Aku dengar, Nona Zhuo akan ada di sini. Kami harap Tuan Muda Chen bisa memperkenalkannya pada kami," ucap salah satu orang.


Chen Kai hanya tertawa kecil. Ia sudah biasa mendapat pujian seperti ini. Namun, sebenarnya ia tak terlalu peduli dengan omongan orang itu. Ia hanya melihat ke arah pintu seolah menunggu seseorang datang.


*


Murid baru di Akademi Bintang sudah mulai masuk. Ini bukanlah masalah kecil di luar negeri. Ini sama saja kesempatan emas bagi beberapa keluarga untuk merekrut anak berbakat.


"Kalian juga murid baru tahun ini, kan?" tanya seseorang kepada Ling dan yang lainnya yang berada di kerumunan.


"Akhirnya aku bisa masuk ke Akademi Bintang tahun lalu. Aku harap dalam tiga tahun aku berhasil masuk peringkat bintang akademi," lanjut orang itu bicara.


Ling juga pernah mendengar tentang peringkat bintang akademi ini. Peringkat ini masih didominasi oleh Bai Xiaoqi, orang yang tidak bisa mereka singgung.


Liam tersenyum padanya, "Kau pasti bisa melakukannya."


Wanita itu juga ikut tersenyum. Ia kembali berkata, "Kalian juga bisa. Aku sedang bersiap untuk mencari keluarga kaya agar aku bergabung. Dengan sumberdaya mereka, akan mudah untuk berkembang."


"Mencari keluarga kaya?" tanya Liam. Ia menatap wanita itu penuh semangat. Ling dan yang lainnya juga terlihat berminat mendengarnya.


"Apa belum ada yang merekrut kalian?" tanya wanita itu bingung.


"Jangan khawatir. Mungkin saja ini karena banyak murid baru lainnya. Namun, jika kalian berbakat, para keluarga kaya itu pasti akan memperhatikan kalian," jelas wanita itu.


*


Di saat yang sama, upacara penerimaan murid baru dan kenaikan kelas para senior sudah dimulai. Ketua akademi menunggu dengan cemas.


Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh di langit.


Jet tempur itu segera mendarat dan langsung dikelilingi oleh banyak penjaga. Kemudian, ketua dan sekelompok guru menghampiri mereka dan bersikap hormat.


Karena keributan ini, seketika banyak orang menonton.


Pintu jet terbuka. Dua baris penjaga melompat dan berbaris dengan rapi di bagian kanan dan kiri. Kemudian, sosok wanita dingin turun dari atas.


Ia memakai gaun hitam selutut, wajahnya tanpa ekspresi dan dingin. Matahari yang menyinari wajahnya malah membuat aura dinginnya semakin kontras.


Orang-orang yang menonton sangat terkejut. Mereka mulai saling berbisik, "Siapa itu? Dia sampai bisa membuat ketua dan para guru sangat hormat."


"Aku belum pernah melihat orang ini sebelumnya. Tapi ... lihatlah betapa hormatnya ketua," ucap orang lainnya.


"Tunggu ... dia ...," salah satu senior menyambung. Mungkin murid baru tidak menyadari hal ini, tapi senior itu memandang ke arah Chen Kai.


Chen Kai juga tertegun. Ini kali kedua dia melihat wanita ini. Namun, seperti orang lainnya. Tidak akan ada yang pernah melupakan wajah orang ini jika telah melihatnya sekali.


"Dia sudah di sini. Apa kau akan menemuinya?" tanya Bai Chengsi. Meski sudah bukan rahasia lagi jika Bai Chengsi menyukai Chen Kai, tapi karena Zhuo Xia adalah idolanya, maka ia membiarkannya kali ini.


Orang di samping Chen Kai juga menatapnya, "Benar, Tuan Muda Chen. Dia pasti datang untuk mencarimu. Lihatlah, dia tak pernah datang saat upacara kenaikan kelas beberapa tahun terakhir, tapi saat upacara kenaikan kelasmu tahun ini dia datang."


Chen Kai tersadar setelah mendengar ucapan orang di sebelahnya. Ia tersenyum dan menatap Zhuo Xia.


Orang-orang yang ada di sana juga menjadi iri saat mendengar ini.


Di sisi lain, Liam dan yang lainnya juga melihat Zhuo Xia. Mata Yuan membelalak. Sedangkan Jun Ye Li segera menarik Ling ketika ia melihat Zhuo Xia, "Aku tidak tahu siapa orang ini, tapi dia terlihat sangat kuat. Aku dengar orang di sebelahnya adalah ketua akademi."


Zhuo Xia juga melihat ke arah mereka. Saat ia melihat Ling, matanya menyipit.


Sedangkan Ling terbatuk dan membuang wajah.


Ketika Jun Ye Li melihat ini, ia bertanya, "Jangan bilang kalian mengenalnya?"


Ling menyentuh dagunya, "Mungkin."


Jun Ye Li diam. Ia berpikir Ling hanya bercanda.


Namun, semua percakapan mereka tak didengar oleh orang-orang di sekeliling karena mereka semua fokus dengan Zhuo Xia.


Saat ini, Chen Kai mengepalkan tangannya. Ia terlihat sedikit gelisah. Ketika Zhuo Xia berjalan ke arahnya, barulah ia bicara, "Kamu ...."


Tanpa diduga, Zhuo Xia berjalan melewatinya dan langsung ke tengah aula. Matanya hitam dan dingin. Bahkan ketua akademi yang berjarak beberapa meter darinya merasakan aura dingin ini.


Diperlakukan seperti ini, Chen Kai merasa canggung, wajahnya membeku. Ia tak tahu mengapa ini bisa terjadi. Bahkan Bai Chengsi juga masih diam. Ia memikirkan perkataan Bai Xiaoqi dua tahun lalu agar tidak menyinggung Chen Kai. Namun ... apa yang dilakukan Zhuo Xia barusan? Apa dia di sini bukan untuk Chen Kai? Jadi untuk apa dia datang?


Tidak hanya Bai Chengsi yang bingung, para senior juga ikut terkejut. Setelah mendengar beberapa berita angin tentang Chen Kai, baru kali ini mereka melihatnya langsung. Namun, apa yang mereka pikirkan berbeda dengan yang baru saja terjadi.


"Xia ...," ketua akademi segera berjalan cepat dan menyusul Zhuo Xia.


Ia lanjut bicara dengan suara pelan, "Apa kau memiliki kesalahpahaman dengan Tuan Muda Chen?"


"Aku dan dia?" tanya Zhuo Xia dengan nada tak suka.


Mendengar ini, nada ketua akademi agak aneh, "Kalau begitu ... aku akan membiarkan kalian ...."


Zhuo Xia berhenti dan melirik ketua akademi ini, "Ketua, Tuan Muda Chen itu, bukan Tuan Muda Chen yang sama."


Ketua itu ikut berhenti. Ia tak tahu apa yang terjadi.


Namun, Zhuo Xia tak menjelaskan lebih jauh. Ia berdiri di podium yang tinggi dan menatap dingin kerumunan itu. Kemudian ia berbicara, "Baik itu penerimaan murid baru ataupun kenaikan kelas, aku harap semua orang akan melakukan yang terbaik. Kali ini, saya akan memilih lima orang untuk berpartisipasi dalam kompetisi sumber kultivasi."


Kerumunan itu meledak.


"Kompetisi sumber kultivasi? Bukankah hanya bisa diikuti oleh keluarga besar dan tidak bisa diikuti murid?"


"Ini penipuan, kan?"


"Tidak mungkin!"


Zhuo Xia mengabaikan kerumunan itu. Ia baru saja berdiskusi dengan kepala akademi. Jika bukan karena dia ingin tinggal di sini selama beberapa hari lagi, dia tak akan memberikan lima slot kepada orang-orang ini.


Dia pun turun dan berjalan keluar.


Saat ia melewati kerumunan, otomatis kerumunan itu memecah membentuk jalan. Zhuo Xia pun berjalan menuju Ling dan yang lainnya.


Ia berhenti.


Ling masih memegang ponsel dan ia belum menutup room chat dengan Bai Xiaoqi. Saat ia mendongak, ia bertemu dengan sepasang mata yang dalam dan dingin. Mungkin karena aura Zhuo Xia lebih dingin dari sebelumnya, jadi Ling sedikit bingung. Ling bingung apakah Zhuo Xia sedang marah atau karena hal lain.


Liam dan yang lainnya mundur selangkah. Hanya Jun Ye Li yang masih menatap Zhuo Xia dengan kaget. Ia tak pernah berharap sosok hebat seperti Zhuo Xia akan muncul di hadapannya.


Zhuo Xia menepuk bahu Ling, "Murid baru? Bakatmu tidak buruk. Semoga berhasil. Aku akan menunggumu di kompetisi sumber kultivasi."


Ling memasukkan satu tangan ke saku, "Anda terlalu memujiku."


Zhuo Xia menatap Ling untuk terakhir kalinya sebelum pergi.


Jun Ye Li tak bisa lagi berkata-kata.


Sedangkan Ketua akademi menunjuk Ling dan berkata pada guru di sampingnya, "Siapa dia? Segera cari informasi tentangnya."


Bai Chengsi dan Chen Kai melihat kepergian Zhuo Xia. Setelah itu, mereka melihat ke arah Ling. Namun, Ling mengabaikan mereka dan pergi begitu saja.


*


Orang-orang dari keluarga besar datang ke sini untuk merekrut para murid berbakat. Kepala Keluarga Chen, Chen Du Xian menatap wajah Ling dengan bingung. Ia berkata pada penjaga di sampingnya dengan ekspresi serius, "Aku perlu informasi dan latar belakang orang itu."


Penjaga itu agak kaget karena ini pertama kalinya ia melihat kepala keluarga begitu serius. Ia pun segera menjalankan tugasnya.


Melihat Ling dan yang lainnya pergi, Guru Sheng segera membawa mereka ke kantor ketua akademi. Namun tidak ada ketua akademi di sana. Yang ada hanya orang lain.


Melihat Guru Sheng, dia berdiri dan menyapa tanpa ekspresi.


"Gao Yu Xi, aku akan memperkenalkan mereka padamu. Lima murid ini adalah murid saya tahun ini," ucap Guru Sheng.


"Terutama dia. Setelah masuk, mungkin ia akan langsung ke kelas ketiga. Sedangkan tiga lainnya akan berada di kelas kedua sepertimu," ucap Guru Sheng sambil menunjuk Ling.


Mendengar kata-kata Guru Sheng, Gao Yu Xi menatap Ling kaget. Ia bertanya dengan lebih sopan, "Guru Sheng, bolehkah saya tahu darimana mereka berasal?"


Liam segera menggelengkan kepala, "Anda terlalu sungkan. Kami hanya sekelompok orang dari wilayah kecil yang belum pernah melihat dunia luar."


Gao Yu Xi tak melihat raut berbohong Liam. Ia pun segera memiliki rencana untuk memberitahu ketua keluarganya untuk merekrut Ling dan yang lainnya. Lagipula di mana lagi bisa menemukan orang yang awal masuk langsung ke kelas 3.


Guru Sheng melihat mengedarkan pandangannya ke beberapa murid. Kemudian, ia berbicara, "Kalian pasti tahu tentang peringkat bintang akademi. Jika kalian ingin sumber kultivasi yang lebih baik, kalian harus mendapat peringkat tersebut. Setiap tahun, murid baru akan diuji mental dan fisiknya. Untuk kompetisi individu peluangnya sangat kecil, tapi kuharap kalian bisa mendapat hasil yang bagus di kompetisi tim."


Mereka pun pergi sambil memikirkan hal ini.


*


Liam dan yang lainnya pergi ke kafetaria. Sedangkan Ling pergi melihat-lihat luar akademi. Tapi, belum sempat dia keluar, dia bertemu wajah yang tidak asing.


"Namamu Chen Ling, kan?" tanya Chen Kai. Ia dikelilingi banyak orang seperti biasanya.


Mendengar ada yang memanggil namanya, Ling berhenti sejenak dan menatap aneh Chen Kai. Secara alami, dia mengenal Chen Kai. Ia juga ingat jika Chen Kai salah satu orang yang tak boleh disinggung.


"Ya. Ada masalah apa?" tanya Ling sambil tersenyum. Ia tetap santai seperti biasanya.


Chen Kai menatap Ling dan tertawa kecil, "Aku tahu kau berasal dari seberang pulau. Walau aku tidak tahu bagaimana cara kau bisa datang ke luar negeri, yang perlu kau tahu adalah luar negeri tak sesederhana yang kau pikirkan. Ada beberapa orang yang tak bisa kau singgung."


Ling terdiam sejenak. Kemudian dia tersenyum lagi. Kali ini ia benar-benar tersenyum, karena sudah lama seseorang tak mengganggunya secara langsung.


Dia menggenggam ponselnya dan bertanya, "Jadi, apa maumu?"


"Aku hanya memperingatkanmu," ucap Chen Kai sambil maju selangkah.


Kini senyumnya berubah menjadi dingin, "Sayangi nyawamu dan tinggalkan akademi."