
Kediaman Keluarga Su.
Tuan Tua Su dan Nona Muda Su kelihatan panik.
"Mengapa ini bisa terjadi? Bukan Nona Zhuo Shiaonian yang menjadi murid Tuan Shangxuan? Tuan Shangxuan tak ingin menemuiku?" tanya Nona Muda Su.
"Kau yakin? Tuan Muda Chen itu juga akrab dengan Keluarga Bai?" tanya Tuan Tua Su kepada penjaganya.
Walau penjaga itu gugup, ia tetap berusaha menjawab, "Tuan Shangxuan hanya mau menemui dua orang. Keduanya adalah teman Tuan Muda Chen. Saat orang-orang dari Asosiasi Dewa Ramuan ingin menemuinya, mereka semua ditolak."
Wajah Tuan Tua Su pucat. Padahal ia meninggalkan Keluarga Bai karena Asosiasi Dewa Ramuan menjanjikan padanya akan membawanya kepada Tuan Shangxuan agar bisa menjadi ahli ramuan tingkat tinggi.
Sekarang, Tuan Shangxuan bahkan tak ingin menemui mereka. Keluarga Su semakin terpojok sekarang karena Asosiasi Dewa Ramuan mengabaikan mereka. Kini mereka baru sadar jika selama ini tak ada yang menyentuh mereka karena Keluarga Bai.
"Sekarang kita harus bagaimana? Ayo, kita temui Kepala Keluarga Bai!" ucap Nona Muda Su berdiri.
"Mencarinya? Anda masih punya muka untuk menemui Kepala Keluarga Bai?" ejek tetua Su.
"Saat itu, Anda tidak ingin mendengarkanku dan bersikeras untuk pergi dari Keluarga Bai. Apa Anda pikir Keluarga Bai akan kekurangan ramuan jika kita pergi dari mereka? Apa Anda tahu jika mereka memberi sebotol ramuan tingkat tinggi pada murid-muridnya pagi itu?" ucap tetua lagi.
Nona Muda Su dan Tuan Tua semakin pucat.
"Sekarang, Keluarga Su akan hancur karena kalian. Apa kalian puas?" tanya tetua dengan kecewa.
Tuan Tua Su yang tidak ingin dirugikan, ia segera menghubungi Zhuo Shiaonian. Menurutnya, hanya Asosiasi Dewa Ramuan yang bisa menyelamatkan mereka sekarang.
*
Di wilayah utara.
Zhan Yu dengan bangga memperkenalkan markas mereka kepada Zhan Gu dan yang lainnya.
Namun, Zhan Gu masih linglung, "Zhan Yu, Apa kau yakin ramuan-ramuan ini untuk kami?"
Saat ia hendak menjawab, ia melihat seseorang dari sudut matanya. Ia segera berhenti dan membungkuk, "Tuan Muda Chen."
Tim Kapten kelima segera bersikap hormat juga.
"Kalian datang diwaktu yang tepat. Zhan Yu yang akan membawa kalian berkeliling. Untuk tempat tinggal kalian, manajer Bo yang akan mengaturnya," ucap Ling dengan sedikit senyum.
Zhan Yu menatap Ling dan berkata, "Tuan Muda, Anda memberikan ramuan tingkat menengah untuk mereka. Kapan aku akan mendapat ramuan itu juga?"
"Liam berkata kau sudah menghabiskan satu teko ramuan tingkat rendah," jawab Ling.
"Itu tidak sama. Sebentar lagi aku akan mencapai tingkat keempat. Tuan Muda Chen, kapan Anda akan membuat ramuan tingkat menengah lagi?" ucap Zhan Yu.
"Baiklah, tunggu saja sebentar lagi," jawab Ling santai.
"Terimakasih, Tuan Muda!" ucap Zhan Yu berbinar. Ia memberi hormat militer pada Ling.
Bo Jie tiba-tiba datang dan melaporkan sesuatu, "Tuan Muda, terjadi masalah di jembatan."
"Ayo lihat," jawab Ling melangkah pergi.
Ketika Ling pergi, Zhan Yu melihat saudara-saudara di belakangnya membeku. Ia menaikkan alis, "Kakak kelima, ada apa?"
"Kau bilang ramuan ini dibuat oleh Tuan Muda Chen?" tanyanya karena merasa salah dengar.
"Benar sekali," jawab Zhan Yu jujur.
Zhan Yu mengangguk, "Satu botol bukan apa-apa. Di laboratorium masih ada satu tong ramuan."
Ia mengatakan dengan begitu santai dan melangkah pergi. Ia membiarkan saudara-saudaranya kebingungan. Satu botol ramuan tingkat menengah sebagai hadiah selamat datang? Apalagi ini adalah ramuan yang dibuat Ling?
Jika begini, Bo Yushen tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Ling. Mereka juga tahu mengapa kekuatan Zhan Yu bisa meningkat pesat.
Mereka pun berjalan ke pantai mengikuti Zhan Yu.
*
Alasan wilayah utara tak terlalu menonjol karena jalur transportasinya tidak bagus. Hanya ada sebidang tanah kecil yang terhubung langsung dengan wilayah utara. Sedangkan yang lainnya adalah perairan, jarak paling pendeknya adalah 200 meter. Untuk datang ke sini, memerlukan usaha lebih.
"Tuan Muda, aku sudah berdiskusi dengan arsitek yang menangani jembatan ini. Satu-satunya orang di luar negeri yang bisa mempermudah pembangunan jembatan ini adalah tim di bawah kepemimpinan putri kedua Keluarga Ye. Namun, saat aku mengirim seseorang untuk bernegoisasi dengan mereka, mereka mengatakan tidak ingin menjual jual mesin itu pada kita dan mereka tidak ingin ikut campur dengan pembangunan jembatan kita," ucap Bo Jie serius.
Banyak orang di sini. Hampir setengah rakyat di Kota Seribu Dharma datang ke sini untuk melihat pembuatan jembatan.
"Tak ada lagi selain mereka?" tanya Yuan.
Bo Jie menghela napas, "Tidak. Membangun jembatan di laut membutuhkan semacam beton yang tidak akan tenggelam. Tanah-tanah di dasar laut juga perlu dibersihkan. Hanya tim mereka yang mempunyai mesin yang kami butuhkan. Saat aku bernegoisasi dengan mereka, mereka mengatakan mesin ini seharga 200 juta. Ini adalah salah satu teknologi yang dimonopoli oleh mereka. Harga ini rata untuk semua orang."
"200 juta?" Mei Mengyi terkejut.
Penanggungjawab di samping Bo Jie tersenyum pahit, "Kita dalam pembangunan kota tahap awal. Bahkan 100 juta sudah di luar anggaran. Apalagi mesin itu harganya lebih dari 200 juta."
Bahkan sebelum Ling datang, mereka tidak memiliki 200 ribu.
Orang-orang di kota mengusap wajah mereka. Siapa yang tidak ingin kampung halaman mereka menjadi lebih maju? Namun, kini mereka malah mendapat halangan. Jika tidak ada jembatan itu, maka para pedagang dan orang-orang yang ingin datang ke sini akan berpikir dua kali lagi karena perjalanan menggunakan kapal cukup jauh.
Ling melihat wajah-wajah putus asa mereka. Ia menghela napas dan berkata, "Masalah kecil ini membuat kalian goyah?"
"Tuan Muda, ini ...," arsitek itu sangat menghormati Ling dan ingin menjelaskan.
"Kenapa kalian mengeluh? Jika mereka tidak ingin menjualnya, maka kita buat saja sendiri," jawab Ling mengeluarkan ponselnya.
Ia menelepon seseorang, "Paman Qian, sebaiknya Anda datang ke sini. Anda tahu posisiku. Bangunanlah pabrik di sini. Saya akan menggambarkan desainnya. Baiklah, aku akan meminta Manajer Bo menunggu Anda di sini."
Setelah itu, ia menutup panggilan dan menatap orang-orang yang kebingungan di depannya, "Mengapa kalian masih diam saja? Membangun pabrik membutuhkan wilayah yang luas untuk menempatkan mesin-mesin ini."
"Tuan Muda, Anda pandai membuat desain?" tanya Bo Jie.
"Aku tidak pandai, tapi aku akan belajar dan mencoba yang terbaik. Aku hanya tahu sedikit tentang arsitektur dan akan mencari bimbingan dari beberapa guru," jawab Ling.
Setelah itu, ia melihat di posisi mana jembatan itu akan dibangun. Keluarga Ye memonopoli mesin ini, kan? Dia ingin lihat bagaimana mereka bisa memonopoli mesin ini lagi nanti.
Ling membaca buku tentang permesinan.
Bo Jie tersenyum melihatnya. Ia merasa harus sedikit berterima kasih pada Bo Yushen karena telah membuat mereka akan semakin ditakuti.
***
Baru juga beberapa hari di rumah, udah harus balik lagi ke Aceh kemarin🙃
Hari ini satu dulu ya😁
Sebenarnya gak mau novel ini tamat, tapi kayanya novel ini akan tamat di akhir April atau awal Mei🤭
Stay safe, stay healthy❤️