Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Ibu Dari Seluruh Hacker


"Apakah Lu Company mencoba menjadi bagian dari Kota Bayangan?" tanya Ling saat teringat sesuatu.


"Tujuan terakhir pebisnis seperti kami adalah Kota Bayangan. Sudah bertahun-tahun banyak yang mencobanya, tapi satupun tak pernah berhasil. Sepertinya kali ini Keluarga Lu memiliki peluang besar," jawab Chen Qi. Kekhawatiran di matanya semakin jelas. Jika bukan karena Kota Bayangan, Proyek L itu juga tidak akan ada.


Ling berpikir keras. Ia menatap Chen Qi dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kakek percayalah," ucap Ling kemudian.


"Apa?" tanya Chen Qi yang masih linglung.


"Keluarga Chen akan memiliki tempat di Kota Bayangan," jawab Ling. Setelah itu ia naik ke kamarnya dan meninggalkan ruang tamu.


Chen Qi dan paman Qian menatap kepergian Ling dari bawah. Pria itu memasukkan tangan ke jaketnya. Tak perlu kata-kata yang berarti, kehadirannya sudah cukup mendominasi.


"Apa ada masalah?" tanya Chen Lin memasuki rumah, saat ia melihat Chen Qi dan paman Qian membeku.


Sesaat kemudian, paman Qian tersadar. Ia segera menuangkan teh untuk Chen Lin.


Chen Lin mengambil teh itu kemudian meminumnya. Ia masih menatap Chen Qi yang perlahan kembali ke kesadarannya.


"Ling banyak berubah," ucap Chen Qi. Ia menceritakan seluruh kejadian termasuk tentang kiriman Keluarga Zhuo.


"Bahkan ia mengatakan bahwa Keluarga Chen akan memiliki tempat di Kota Bayangan," lanjut Chen Qi bercerita.


Chen Lin meletakkan cangkir tehnya dan tertawa kecil.


"Memasuki Kota Bayangan sangat sulit. Dia hanya bicara sembarangan. Dia juga terlalu percaya diri tanpa mengetahui apa yang sudah diucapkannya," ucap Chen Lin.


"Dia belum paham tentang bisnis dan dia belum pernah masuk ke perusahaan. Nanti saat waktunya tiba dia mengambil alih Chen Company, ia mungkin akan malu karena pernah mengatakan hal seperti itu," jawab Chen Qi juga tertawa kecil.


Poin penting di sini adalah proyek Keluarga Lu. Itu adalah kunci utama untuk mereka memasuki Kota Bayangan. Walau itu belum tentu terjadi, setidaknya harapan kecil ia itu ada.


*


"Namun aku tidak bercanda," gumam Ling saat ia di kamar. Ia sedang duduk di depan komputernya sekarang.


Setelah itu, ia mengetikkan sesuatu di komputernya dan menggerakkan mouse dengan lincah. Ia sedang mencari artikel dan dokumen yang ada di internet.


Artikel dan dokumen yang dia cari adalah tentang keluarga terkemuka yang ada di Kota Urban. Dia harus lebih mengenali musuh-musuhnya agar ia dapat mengatur strategi. Dengan begitu ia bisa menang.


Dia adalah Chen Ling. Dengan pengalaman memimpin perusahaan selama lima tahun, ia akan melakukannya sekali lagi. Sejak kehancuran pasar saham lima tahun lalu, ia jarang mengurusi bisnis di Kota Bayangan. Karena jika dia melakukannya, pasar saham akan hancur lagi.


Tiba-tiba ia menghentikan gerakannya. Ia mengerutkan kening saat melihat komputer. Ia tidak tertarik dengan artikel yang ditampilkan, tapi sebuah gambar orang, lebih tepatnya siluet hitam yang berdiri membelakangi kamera. Ia berdiri di depan sebuah mobil hitam.


Ling mengenali orang itu.


Harusnya para reporter mengambil gambar Yu Bin, tapi mereka malah memfoto Zhuo Xia. Foto itu sengaja diburamkan. Jika tidak, artikel ini tidak bisa diterbitkan.


Simbol burung phoenix. Ling berpikir sebentar. Zhuo Xia berasal dari Kota Bayangan. Ling mengenal semua keluarga besar yang ada di Kota Bayangan, tapi ia tidak pernah tahu ada keluarga dengan simbol burung phoenix.


Dia memperdalam lagi ingatannya untuk menemukan informasi tentang Zhuo Xia. Namun nihil. Ia tak mengingat apapun lagi. Ia pun mengalihkan pandangan dari komputer dan mengambil ponsel. Ia mengetikkan pesan.


[Paman, kirimkan padaku semua laporan keuangan Chen Company lima tahun terakhir. Juga kumpulkan beberapa informasi tentang proyek Keluarga Lu.]


Di Chen Company pada waktu yang sama. Chen Wu sedang membereskan dokumen-dokumennya. Saat ia mendengar ponsel berbunyi 'ting' ia berhenti sejenak. Namun saat ia melihat bahwa pengirim pesan adalah nomor tidak dikenal, ia mengabaikannya. Ia kembali sibuk dengan dokumennya.


Tak lama setelah itu, ia baru menyadari sesuatu. Ia meraih ponsel dan membaca pesan. Lalu, ia menghubungi nomor tidak dikenal itu. Setelah berdering beberapa saat, orang itu mengangkat teleponnya.


"Chen Ling?" tanyanya ragu.


"Hm," jawab Ling di ujung telepon.


"Mengapa kau ingin laporan keuangan Chen Company dan informasi tentang proyek Keluarga Lu?" tanya Chen Wu lega setelah tahu bahwa ini memang Ling.


"Apa sebelumnya kau pernah melihat proyek itu? Kau tahu, proyek itu membawa dampak buruk pada Chen Company," ucap Chen Wu lagi.


"Paman," ucap Ling. Ia mematikan komputer di depannya dan menggeser mundur kursinya.


"Kirimkan aku dokumennya," ucap Ling tenang.


Chen Wu membeku. Perasaan aneh itu muncul lagi. Tak ingin menyia-nyiakan waktu, ia segera mematikan telepon. Dia tidak lagi bertanya mengapa Ling menginginkannya. Ia juga tak ingin tahu mengapa Ling tak bertanya pada Chen Lin, melainkan dia. Akhirnya dia memutuskan mencari dokumen rahasia yang diminta Ling.


*


Pangkalan Militer Kota Urban.


"Apakah tidak ada cara untuk menemukan persembunyian mereka?" tanya Yu Bin frustasi. Ia sudah berhari-hari melacak buronan lain yang kabur dari Kota Bayangan, tapi tetap tak menemukannya.


"Lalu bagaimana cara kita mengirim Profesor Luohai kembali dengan aman ke Kota Bayangan? Pembunuh itu sangat terampil dan dia dapat dengan mudah menemukan kita. Sedangkan kita bahkan tak tahu ujung rambutnya," ucap Yu Bin semakin frustasi.


"Aku tidak tahu. Aku hanya seorang ekonom," jawab Yuan Ming mengangkat bahu.


"Sedangkan pihak lain adalah pembunuh hebat. Mereka bisa kabur dari penjara Kota Bayangan juga dengan bantuan hacker. Misimu kali ini sangat berbahaya," ucap Yuan Ming lagi.


Ia menopang dagunya dan sedikit berpikir.


"Jadi kita harus bagaimana?" tanya Yu Bin. Ia sudah mondar-mandir di depan Yuan Ming.


"Kecuali satu orang itu mau membantu," ucapan Yuan Ming membuat Yu Bin penasaran.


"A Shui adalah ibu dari seluruh hacker di Kota Bayangan. Namun dia hanya menerima perintah dari satu orang," ucap Yuan Ming setelah itu.


"Siapa?" tanya Yu Bin semakin penasaran. Hacker itu bahkan disebut 'ibu' dari para hacker di Kota Bayangan. Seberapa kuat dia? Seberapa kuat juga orang yang dapat memerintahnya itu?


Yuan Ming menatap Yu Bin dengan serius. Mulutnya terbuka dan mengatakan sebuah nama, "Ling X."


Yu Bin terkejut. Ia pernah beberapa kali mendengar nama ini. Sepertinya orang ini memang sangat hebat. Ketika dia masih hidup, hanya sedikit yang mengetahui keberadaannya. Dan saat dia meninggal, kehebohan terjadi di seluruh dunia.