Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tanpa disengaja Hari Ini Terjadi


Ling mengerutkan kening.


Marah? Mengapa ia harus marah? Semua orang tahu, sebidang tanah di luar negeri tidaklah murah. Walau tanah itu tak memiliki sumber daya apa pun, itu bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan mudah di luar negeri. Setidaknya, harus melawan banyak kekuatan dulu sebelum memenangkan tanah itu. Yang paling penting, tanah gersang itu sudah diakui publik jika itu milik Keluarga Bo. Tak ada lagi perselisihan dalam memperebutkan tanah.


Jadi, mengapa ia harus marah?


Ling terus tersenyum dan berjalan ke kantor Dewan Tetua.


Tujuh tetua duduk di kantor Dewan Tetua. Ekspresi tetua ketujuh yang paling muram. Saat melihat Ling masuk, tetua pertama menyambutnya dengan senyum, "Tuan Muda Chen, aku akan memberitahumu aturan Keluarga Bo. Keluarga Bo hanya memiliki sedikit generasi. Biasanya, setiap orang akan memiliki satu wilayah. Ini adalah hak yang dimiliki setiap keturunan."


Tetua pertama tak menyelesaikan ucapannya. Ia memperhitungkan Ling yang sudah menyelamatkan Tuan Tua. Selain itu, Ling juga termasuk jenius. Jika ia langsung memberikan satu wilayah pada Ling, itu sama saja tak memberikan kebebasan pada Ling sebagai penerus. Artinya, ia menentang identitas Ling.


Karena itu tetua pertama menghentikan ucapannya.


"Tuan Muda Chen, lihatlah, tetua pertama telah memilih dua wilayah untukmu," ucap Bo Yushen. Ia melirik dua peta yang telah disiapkan oleh tetua pertama. Satu adalah peta kecil dan satu lagi lebih besar.


"Aku tak menyangka tetua pertama memilihkan wilayah di utara untukmu, Tuan Muda Chen. Padahal, saat aku meminta wilayah itu, Dewan Tetua tak menyetujuinya," ucap Bo Yushen menunjuk ke arah peta besar.


"Biarkan dia yang memilih. Tuan Muda Chen, pilihlah dengan baik," ucap tetua ketujuh menatap Ling.


Yang lain menunggu dengan cemas, terutama tetua pertama. Tuan Muda Wu memintanya untuk memberikan tanah gersang itu pada Ling. Bagaimana mungkin ia memberikan wilayah yang sama sekali tak memiliki sumber daya? Bahkan wilayah itu tak diinginkan oleh kapten penjaga mereka. Oleh karena itu, tetua melepaskan sebuah pulau padanya. Walaupun kecil, setidaknya masih ada sumber daya tingkat menengah di sana. Jika Ling bisa mengembangkannya, masa depannya akan lebih baik.


Tetua pertama berharap Ling memilih dengan bijak.


Ling melihat-lihat peta itu.


Pulau itu tak terlalu jauh dari Keluarga Bo. Walau kecil, tapi sumber dayanya cukup banyak. Kelihatannya tetua pertama sudah berusaha keras.


Ling tersenyum dan mengambil peta besar, "Menurutku sebidang tanah besar ini sangat bagus."


Tetua ketujuh melongo melihat Ling memilih peta itu. Apa gunanya memiliki banyak tanah? Lagipula itu tidak bisa dimakan. Bagaimana bisa menghidupi para bawahan hanya dengan tanah itu?


Bo Yushen tersenyum, "Tuan Muda Chen, seleramu bagus."


Ling mengabaikan Bo Yushen. Ia memasukkan petanya dan melirik tetua ketujuh, "Tetua ketujuh, aku akan berkemas. Setelah itu aku akan pergi mengecek wilayahku."


Tetua pertama dan ketujuh tak bisa berkata-kata lagi.


Ling menghela napas, "Ini wilayah yang besar. Bukankah ini pilihan bagus? Mengapa tatapan mereka padaku seperti itu?"


"Tuan Muda, sebesar apa pun wilayah itu, tetap saja itu hanya tanah gersang! Itu adalah tempat tinggal orang biasa. Bagaimana Anda bisa meningkatkan kekuatan jika tinggal di sana? Dia sana tak ada sumber daya sama sekali. Berkali-kali aku telah memberi isyarat mata. Apa Anda tak melihatnya?" Zhan Yu menjawab pertanyaan Ling.


"Ah, sayang sekali matamu tak terlihat," jawab Ling.


Saat Zhan Yu ingin menjawab lagi, Bo Yushen terkekeh.


"Tuan Muda Chen, terimakasih karena kau tidak menyelamatkan ibuku. Karena itu ibuku harus disembuhkan oleh Tuan Muda Wu," ucap Bo Yushen tersenyum hangat.


"Baik," suara berat terdengar tak jauh dari mereka. Tuan Muda Wu muncul dari kegelapan.


Ia memandang Ling dingin, "Tuan Muda Chen, jangan kau pikir bisa menyentuh orang-orangku hanya karena kau mengenal orang dari Keluarga Bai dan Jenderal Qiu. Jika kau berani menyentuh orang-orangku lagi, maka wilayah itu tak hanya akan menjadi tanah kosong."


"Kalau begitu, aku benar-benar harus berterimakasih karena telah memberi sebidang tanah berharga ini untukku. Jika kau memang berani, kau dipersilahkan menginjakku. Cih, jika kita bertemu lagi, menurutmu aku yang lebih dulu mati ... atau kalian?" Ling menjawab santai.


"Nyalimu besar juga. Jika itu orang lain, mungkin mereka akan takut dengan Keluarga Bai atau pun Jenderal Qiu. Sayangnya, kau bertemu denganku," ucap Tuan Muda Wu.


"Ah, kebetulan juga, orang yang kau temui ... adalah aku," ucap Ling tersenyum tipis sebelum pergi dengan Zhan Yu.


*


Setelah Ling kembali ke kamarnya, ia menelepon A Shui. Pertama, ia menyuruh A Shui agar tak datang ke Keluarga Bo. Kedua, ia memberitahu jika seseorang memberi mereka pangkalan yang bagus.


"Tanah gersang ...," gumam Ling.


Itu tergantung siapa yang mengelolanya.


Cih, dia harus bicara dengan Keluarga Bo sebelum pergi. Jika tidak, mereka akan menarik kembali ucapan mereka saat melihat wilayah itu berkembang.


*


Keesokan paginya, para tetua telah berkumpul.


Tetua ketujuh menarik napas dalam-dalam, "Apa kau sangat ingin Tuan Muda Chen pergi? Kau tak akan membiarkannya tinggal bahkan sehari lagi?"


Tetua pertama menggeleng, "Dia bersikeras ingin segera pergi. Apalagi yang bisa kulakukan? Jika saja Tuan Tua sudah bangun, mungkin masih ada peluang membalikkan keadaan."


Saat mereka mengobrol, Ling keluar dengan Zhan Yu. Wajahnya terlihat segar dan bersemangat. Para tetua hanya bisa menghela napas. Ling bahkan masih bisa santai setelah ditekan dari berbagai arah.


"Tuan Muda Chen, mereka adalah para penjaga milik Paman Minghao. Kau memang harus membawa beberapa orang," ucap Bo Yushen yang telah mengumpulkan penjaga.


"Jika kalian ingin pergi dengan Tuan Muda Chen, maju ke depan," ucap Bo Yushen.


Namun, tak ada yang maju. Para penjaga ini sudah tahu jika Ling menempati wilayah yang tak memiliki sumber daya. Tentu saja mereka tak ingin tinggal di tempat seperti itu.


Bo Yushen sudah memperkirakan hal ini. Ia tersenyum pada Ling.


Ling juga tak peduli. Ia bersiap pergi setelah menerima barang dari tetua ketujuh.


Saat dia akan melangkah, sekelompok orang tiba-tiba muncul.


"Kapten Ming?" tetua pertama orang pertama yang mengenalinya.


Bo Yushen mengenalnya sebagai bawahan Jenderal Qiu. Ia tak berani menyinggungnya dan mencoba untuk mengikatnya. Ia tersenyum lembut, "Kapten Ming, Anda ingin melapor masalah pulau, ya?"


Luo Qianzhou segera menghampirinya, "Tuan Muda!"


Orang-orang di belakang Ming juga menyapa Ling, "Tuan Muda Chen. Kebetulan sekali kita bertemu lagi. Apa yang Anda lakukan di Keluarga Bo?"


Mereka merasa malu saat meremehkan Ling di awal pertemuan mereka. Jadi, sekarang mereka mencoba menebus kesalahan dengan bersikap ramah.


"Aku hanya bermain di sini," jawab Ling.


"Kapten Ming, Anda kenal Tuan Muda Chen?" tanya tetua pertama terkejut.


Ming melirik tetua pertama, "Ah, begini. Aku sudah memberitahumu jika masalah di pulau selatan telah selesai, kan?"


"Benar. Terimakasih, Kapten Ming. Kami sudah menyiapkan jamuan makan," ucap tetua pertama serius.


Ming menggeleng, "Jangan berterimakasih padaku. Itu semua adalah kerja keras Tuan Muda Chen. Tanpa dia, mungkin kita akan kehilangan setengah dari rakyat kita. Aku datang ke sini untuk memberitahumu hal ini. Tak disangka aku bertemu Tuan Muda Chen di sini."


"Tuan Muda Chen yang menyelesaikan masalah di pulau selatan?" tetua ketujuh membelalak.


Ia menatap tetua pertama, "Tetua pertama, Tuan Muda Chen telah banyak berkontribusi untuk Keluarga Bo. Ia menyelamatkan Tuan Tua Bo dan menyelesaikan permasalahan di pulau selatan. Seharusnya bukan tanah gersang yang ia dapatkan!"


Tetua pertama dan yang lainnya diam. Mereka tak membantah hal ini.


"Jadi, kalian keberatan dengan ucapanku?" Tuan Muda Wu tersenyum pada para tetua dan menatap Ling.


"Aku tak bermaksud mengincarmu, tapi karena kau sangat sombong, aku akan memberimu pelajaran. Siapa pun yang tidak setuju, Chen Ling akan tetap pergi ke wilayah utara!" ucap Tuan Muda Wu.


Sebelum Ling bicara, atmosfer ruangan tiba-tiba mencekam. Seseorang berjalan perlahan ke arah mereka.


Kemudian suaranya terdengar, "Wu Shao, apa kau yakin?"


Ketika ia semakin dekat, mereka dapat melihat sosok wanita anggun. Ia menggunakan gaun hitam yang sedikit di bawah lutut dan memegang ponselnya. Tubuhnya memancarkan aura menekan. Wajahnya dingin dan datar. Tak bisa ditebak apa yang sedang ia pikirkan.


Bo Yushen menyipitkan matanya. Ia tak mengenal wanita itu. Tetua ketujuh juga belum pernah melihatnya. Hanya tetua pertama yang tahu siapa dia.


Ekspresi Wu Shao berubah, "Nona Zhuo, kenapa kau di sini?"


Mendengar ucapan Wu Shao, mereka melihat ke arah Zhuo Xia. Mereka tidak asing dengan nama Keluarga Zhuo.


Apalagi nama Zhuo Xia muncul secara tiba-tiba. Tak ada yang tahu darimana asalnya. Yang mereka tahu, lebih baik jangan mencari masalah dengannya.


"Nona ... Nona Zhuo? Mungkinkah ...," tetua ketujuh tercengang.


Tetua kedua juga tersadar. Ia pernah mendengar nama Zhuo Xia, "Tuan Muda Chen tidak benar-benar mengenalnya, kan? Mengapa ia tak mengatakan ini saat berhadapan dengan Tuan Muda Wu kemarin?"


Bo Yushen tak mengenal Zhuo Xia, tapi ia mengerti nama Keluarga Zhuo. Ia bertanya dengan cemas, "Ayah, apa Chen Ling memiliki hubungan dengan Keluarga Zhuo?"


Bo Da Xun menatap Bo Yushen, "Sepertinya dia tidak sesederhana itu. Ia bisa memanggil nama Tuan Muda Wu secara langsung, artinya ia bukan orang biasa."


Bo Yushen mengepalkan tangannya erat.


Ia melirik ke arah Ling. Awalnya ia sudah senang karena Ling akan pergi ke wilayah utara, tapi siapa yang tahu Zhuo Xia akan muncul. Namun, Bo Yushen tidak tahu siapa sebenarnya Zhuo Xia.


Zhuo Xia melengkungkan bibir, tapi tak terlihat seperti tersenyum. Tatapannya menyapu semua orang dan berakhir di Ling. Dia berjalan ke arah Ling dan mengambil peta yang dipilih Ling. Ia membukanya perlahan.


"Apa kau tidak mendengarkanku? Aku di sini untuk melihat bagaimana cara Wu Shao bisa memberikan wilayah ini untukmu," ucap Zhuo Xia. Sekarang wajahnya sedikit menghangat.


Jantung Wu Shao berdegup kencang. Ia masih bertanya-tanya ini mimpi atau bukan. Ia tak pernah menyangka Zhuo Xia akan mengenal Ling.


Ia tak pernah tahu latar belakang Zhuo Xia dengan jelas, tapi ia pernah melawan Zhuo Xia dua kali. Dua kali melawan, ia tak pernah menang. Karena itu, ia tak ingin melawan Zhuo Xia lagi selama ini. Namun, tanpa disengaja hari ini terjadi.


Walau keadaan ini membuat jantungnya hampir lepas, ia tetap tersenyum, "Aku tidak menyangka Nona Zhuo mengenal Tuan Muda Chen. Jika saja Tuan Muda Chen mengatakan hal ini sebelumnya, aku tak akan menargetkanmu. Aku harap Tuan Muda Chen tak keberatan."


Suasana tiba-tiba hening. Wu Shao yang ditakuti Keluarga Bo, kelihatannya takut dengan Zhuo Xia.


Zhuo Xia sudah mendengar percakapan mereka. Hampir semuanya dia dengar. Sebenarnya ia tak peduli dengan popularitas dan kekayaan. Namun, itu tergantung orangnya. Selain para penjaga kecil, hampir tidak ada lagi yang ingin pergi bersama Ling.


Zhuo Xia menatap Ling sambil tersenyum.


Tetua pertama segera berkata dengan panik, "Nona Zhuo, sebenarnya aku tidak berencana memberikan wilayah itu pada Tuan Muda Chen. Aku sudah menyiapkan wilayah yang lebih baik. Pulau itu jaraknya kurang lebih ...."


Sebelum tetua pertama selesai bicara, Zhuo Kira dan yang lainnya masuk. Zhuo Kira bicara dengan amarah yang meledak-ledak, "Baiklah, tetua pertama. Peta hutan belantara Anda sudah di tangan Tuan Muda Chen. Anda mau menjelaskan apa lagi? Cih, memang sudah lama aku mendengar jika Keluarga Bo pemarah. Ternyata memang benar. Tuan Muda Chen adalah 'orang luar', kan? Tentu saja kalian harus menargetkannya. Tanah gersang ini ... hanya kalianlah yang bisa melakukan hal ini! Bahkan kalian tak menyediakan penjaga untuknya! Mengapa? Apa kalian berpikir Tuan Muda Chen hanya sendiri?"


Zhuo Nan juga berjalan menghampiri Ling. Saat ia melihat peta di tangan Zhuo Xia, wajahnya memerah marah, "Sial!"


Tuan Muda Chen mereka sangat mengesankan. Bahkan Jenderal Qiu dan orang besar lainnya bolak-balik memberinya hadiah. Memang ini tergantung keinginan Tuan Muda Chen. Tapi, Keluarga Bo benar-benar tak bisa membedakan berlian dan biji jagung. Saat ini, garis keturunan para keluarga besar melemah. Namun, Keluarga Bo malah melepaskan jenius yang diincar semua orang. Keluarga Bo ini sangat hebat!


Bagaimana mungkin Zhuo Kira dan yang lainnya tidak emosi?


Tetua pertama merasa semakin bersalah. Sangat sulit berada di posisinya karena mendapat tekanan dari segala arah. Ia hanya bisa menunduk malu dan tak membantah semua ucapan itu.


Tetua pertama dan Wu Shao juga tak ingin memperpanjang masalah ini karena aura Zhuo Xia terasa semakin dingin. Mereka ingin tetap damai.


Zhuo Xia melirik Wu Shao dan tetua pertama, "Tetua pertama, awalnya aku setuju pada Paman Bo untuk memberikan setengah wilayah selatan pada Keluarga Bo. Setelah kupikirkan lagi, sepertinya lebih baik aku bekerjasama dengan Keluarga Bai. Dan kau, Wu Shao, tempatmu seharusnya bukan di sini, kan?"


Wu Shao mengangkat kepalanya mencoba memberikan tatapan intimidasi, "Kau ...."


"Kau? Kau tak sabar melawanku? Bagus, aku juga tidak sabar," ucap Zhuo Xia lembut, tapi matanya dingin.


Melawan Zhuo Xia? Ia sudah kalah telak dua kali. Mana mungkin ia mau melawan lagi.


Wu Shao menarik napas dalam-dalam dan tak menjawab. Ia menatap dingin Zhuo Xia, kemudian melangkah pergi.