
Ling bangkit dan berjalan santai menuju hutan sambil membawa bom mini. Ia membiarkan Wei Yun yang kebingungan. Sedangkan Yuan yang juga merasa ada bahaya, ia segera mengikuti Ling. Si kembar pun mau tidak mau juga ikut karena mereka sudah merasa lebih hormat pada Ling.
Zhao Ran masih menatap Wei Yun yang marah.
"Ayo, ikuti dia," ucap Zhao Ran.
Wei Yun yang mengira Zhao Ran akan bertarung dengan Ling, ia terlihat menyeringai bahagia. Ia pun segera masuk ke dalam hutan.
Ling, Yuan, dan si kembar sudah bertemu. Mereka tiba di sebuah gua. Saat ini, mereka sedang bersembunyi.
"Apa yang ada di dalam?" tanya Yuan penasaran.
Kemudian mereka melihat segerombolan mahasiswa datang. Dari raut wajah mereka, mereka terlihat bahagia. Sepertinya ada yang tidak beres. Ling pun mendengarkan percakapan mereka.
"Gua ini terlihat menyeramkan. Apa benar ada batu delima seperti milik Chen Ling yang sudah di blacklist?" tanya seorang pria.
"Sepertinya benar. Kakak senior tak mungkin berbohong," jawab temannya yang lain.
"Baiklah, ayo kita masuk," ucap pria di depan yang memimpin.
Mereka dengan santai masuk ke dalam gua. Mereka tidak tahu ada bahaya yang menunggu mereka. Entah siapa kakak senior yang mereka maksud. Yang pasti dia ingin membunuh mahasiswa dari universitas ini.
"Ling, apa yang harus kita lakukan?" tanya Yuan.
"Kita lihat saja dulu," jawab Ling.
Setelah enam orang pertama masuk, masuk lagi 12 orang dari dua kamar berbeda. Alasan mereka masuk sama. Mereka diberitahu oleh kakak senior bahwa ada batu delima di dalam gua.
Tak lama setelah itu, masuk lagi 18 orang dari tiga kamar berbeda. Namun alasan mereka kali ini lain. Mereka diberitahu bahwa ada bunga yang sudah tumbuh ratusan tahun, akan mekar hari ini. Jika itu terjadi, pasti nilainya sangat berharga.
"Siapa kakak senior yang memberitahu mereka itu? Apakah dia sengaja mengirim mereka dalam bahaya?" ucap Yuan lagi. Namun si kembar tak mengerti hal ini.
"Memangnya ada apa di dalam sana?" tanya Weiheng.
"Apakah berbahaya?" tanya Wenhua.
"Aku tidak tahu apa yang ada di dalam sana. Yang pasti itu berbahaya," jawab Yuan. Matanya masih menatap lekat ke dalam gua yang gelap. Telinganya masih mendengarkan dengan tajam apa yang terjadi di dalam gua.
Tiba-tiba, para mahasiswa yang tadi masuk, berlari keluar.
"Aaaaaaaaaa ...," teriakan mereka bersahut-sahutan.
Kemudian terdengar suara kaki lambat yang sangat keras hingga tanah bergetar.
Bom!
"Aaaaaaaaaa ...," mereka semua semakin berteriak.
Setiap orang yang memiliki fisik lemah, mereka jatuh karena getaran itu. Beberapa bahkan sudah mengalami luka-luka sejak keluar dari gua.
Bom!
Suara langkah kaki semakin keras. Namun mereka belum melihat apa yang bisa membuat tanah bergetar begitu hebat.
"Aarrgghhh ...," kali ini mereka berteriak kesakitan.
"Yuan, bantu mereka menyingkir dan obati mereka," ucap Ling sambil melempar beberapa ramuan. Yuan pun bergerak dengan cepat. Si kembar tentu saja tak bisa menunggu dengan diam. Mereka juga ikut membantu Yuan memindahkan para mahasiswa.
Ling sudah berdiri di depan mulut gua. Dari depan sini, dia sudah tahu apa yang ada di dalam. Itu adalah manusia titan seperti yang dia temui di vila. Ini pasti ulah Pegasus. Namun ia belum bisa menebak apa tujuan mereka.
Manusia titan itu semakin dekat. Sebentar lagi ia akan keluar dan membunuh manusia. Ling pun dengan sigap mengatur bom mini di dalam gua itu. Setelah semua teratur, ia memindahkan batu-batu besar untuk menutup mulut gua.
Yuan yang sudah selesai memindahkan para mahasiswa, ia ingin membantu Ling.
Ling meletakkan batu terakhir.
"Mundur!" teriak Ling.
Timer bomnya sudah memerah.
3
2
1
Bom!
Bom!
Bom!
Ledakan beruntun terdengar dari dalam gua. Ledakan itu begitu besar, tapi gua itu tidak hancur. Hanya saja ada beberapa batu kecil yang terlempar karena getaran akibat ledakan.
Semua orang sudah menutup mata dan meletakkan tangan mereka di depan sebagai tameng. Awalnya mereka mengira mereka akan terkubur bersama bebatuan gua. Namun saat mereka membuka mata kembali, mereka melihat sosok pria jangkung yang berdiri gagah di depan mereka.
Ia tak takut dengan ledakan itu. Ia malah santai berdiri di sana seolah ledakan itu tak akan berpengaruh untuknya.
Para mahasiswa sangat takjub melihat hal ini. Tidak hanya tidak menghancurkan gua, dia juga tidak melukai siapapun. Sekarang tidak lagi terdengar suara langkah berat yang membuat mereka ketakutan.
Liam dan Su Wen Ai yang mendengar ledakan ini dari jauh, mereka sudah tahu ini pasti Ling. Siapa lagi mahasiswa baru yang berani meledakkan properti yang ada di universitas?
Zhao Ran yang sejak tadi bersembunyi pun hanya mampu tersenyum melihat ini. Tentu saja dia tahu gaya meledakkan bom milik Ling. Ia akan mengatur ledakan di satu arah dan tak mungkin ledakannya menyerangnya sendiri.
Wei Yun yang melihat ini semakin ketakutan melihat Ling. Ia sejak tadi melihat dari awal bagaimana Ling masuk ke dalam untuk menanam bom, bagaimana Ling memindahkan batu yang sangat besar untuk menutup mulut gua. Ia tentu saja bukan orang biasa jika bisa melakukan semua ini.
Para pengawas hanya bisa mendengar ledakan. Drone mereka juga masih aman bergerak di atas. Mereka masih membeku melihat aksi Ling. Salah satu pengawas segera tersadar.
"Segera jemput para mahasiswa baru. Waktu habis dan di sana berbahaya," ucap pengawas tersebut.
Para penjaga yang mendengar ini, segera menuju gerbang ruang rahasia. Sedangkan beberapa pengawas lainnya, menghubungi Rektor Xiang tentang kejadian yang baru saja terjadi.
Para penjaga sudah memasuki tempat ledakan. Mereka segera mengawal para mahasiswa untuk keluar. Ribuan mahasiswa baru segera keluar bergerombol. Sedangkan yang tadi terluka, segera diangkat dengan tandu. Meskipun Yuan dan si kembar sudah mengobati mereka.
Maka dari itu, mereka memberontak dan tak ingin naik ke tandu.
Mahasiswa baru di bawa ke aula besar yang biasa untuk rapat tahunan. Mereka sangat berisik karena bertanya-tanya tentang ledakan itu. Tak ada yang tahu hal ini kecuali yang ada di tempat.
Rektor Xiang sudah tiba di tempat. Ia berdiri di depan podium.
"Mohon tenang," ucapnya keras.
Para mahasiswa segera terdiam. Aura Rektor Xiang saat ini sangat mengerikan.
Setelah semua mahasiswa diam, mata Rektor Xiang langsung bertemu dengan mata Ling.
Kemudian ia lanjut bicara.
"Siapa yang meledakkan gua itu?" tanya Rektor Xiang dingin.
Para dosen yang sejak tadi sudah kesal, segera menunjuk Ling. Padahal mereka tahu Ling melakukan itu untuk mahasiswa lain, tapi mereka masih tidak terima dengan kecurangan yang dilakukan Ling.
"Rektor, Chen Ling adalah penyebab ledakan ini. Dia melakukan hal ilegal," ucap salah satu dosen yang terlihat memimpin dosen lain.
"Bawa Chen Ling ke depan," ucap Rektor Xiang dingin.