Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Ia Masih Sangat Kecil Saat Ia Mulai Terkenal


Masalah tentang hilangnya Ling dan Zhuo Xia telah diketahui di Kota Bayangan. Hal ini tidak dapat disembunyikan lagi.


A Shui, Mei Mengyi, dan Wei Lang berkumpul di satu ruangan. Mereka merasakan jika banyak kekuatan dari luar negeri yang datang ke Kota Bayangan.


Kebanyakan orang dari luar negeri sangat menghormati mereka. Kota Bayangan tak pernah mendapat serangan karena keberadaan mereka. Tidak satu pun dari mereka yang mengira Ling dan Zhuo Xia tidak akan keluar.


Saat mereka mendengar berita itu, mereka melakukan pergerakan.


"Apa saja masalah yang sedang terjadi?" tanya Mei Mengyi yang tidak terlalu mengetahui tentang dunia luar dan masalah-masalahnya.


"Sejak kepergian Raja, semua terasa kacau. Akademi ramuan diserang, Tuan dan Nyonya Besar Bo menghilang, saat ini Chen Company juga mengalami guncangan. Tidak hanya Raja, Keluarga Zhuo Xia juga akan diserang diam-diam," jelas Wei Lang yang mengetahui dengan jelas semua permasalahan ini.


"Ayah dan Ibu Raja menghilang? Kau jangan berbohong," ucap Mei Mengyi yang terkejut dan tidak percaya.


"Tentu saja aku tidak berbohong. Memang hal ini masih ditutupi. Namun pimpinan tetua Keluarga Bo telah meminta bantuanku untuk mencari mereka berdua," jawab Wei Lang yang memang mendapatkan tugas dari pimpinan tetua.


"Jika Raja mengetahui ini semua, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukannya," ucap Mei Mengyi yang merasa ngeri saat memikirkan hal itu. Ia sangat tahu Ling. Ling tidak akan pernah membiarkan orang-orang menyakiti orang yang dia sayang.


Jika sampai ini terjadi, Kota Bayangan akan pecah dibuatnya.


"Wei Lang, sebenarnya kami tidak terlalu mengerti tentang wilayah kultivasi. Di antara kami hanya kaulah yang pernah kuliah di sana. Sebenarnya tempat semacam apa itu? Apa benar Raja ...," tanya A Shui pada Wei Lang.


A Shui mengalihkan pandangannya ke komputer. Matanya sedikit memerah. Ia terdiam sejenak.


Kemudian ia kembali berkata, "Sebenarnya wilayah itu memang aneh. Bahkan orang yang memiliki bakat paling rendah saja dapat keluar dalam tujuh hari. Mereka yang tidak keluar dalam tujuh hari, tidak pernah keluar lagi. Sejauh ini, sejak wilayah itu dibuka, sudah 20 orang yang menghilang di sana."


Suasana menjadi lebih menegangkan. Semua orang tahu maksud perkataan A Shui.


"Sebelumnya juga pernah terjadi hal seperti ini. Semua orang mengatakan jika Raja sudah mati. Namun nyatanya dia masih hidup. Aku tidak percaya dia akan mati. Kali ini juga sama. Aku percaya Raja akan kembali," ucap A Shui sambil mengeratkan genggamannya pada mouse komputer.


Kemudian, A Shui berdiri.


"Aku akan kembali ke Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Masalah ini tidak bisa disembunyikan terus menerus. Setidaknya kita harus mempertahankan apa yang selama ini telah Raja kembangkan. Kita harus mengirim pasukan dan senjata ke akademi ramuan. Kita juga harus mengirim pasukan untuk mencari Tuan dan Nyonya Besar Bo," ucap A Shui bertekad. Matanya menjadi lebih tajam dari sebelumnya.


"Menurut yang kudengar, kekuatan luar negeri juga akan datang ke Kota Bayangan. Sepertinya banyak dari mereka yang mengincar kota ini. Namun sebaiknya kita jangan fokus ke masalah ini dulu. Karena saat ini kita kurang kekuatan dan tidak mungkin bisa melawan kekuatan mereka. Yang terpenting, kita harus bersiap dan terus mengawal. Jadi sekarang, kita fokus saja pada masalah yang akan dihadapi Raja," ucap Wei Lang menjelaskan pada A Shui dan Mei Mengyi.


"Baiklah. Jika begitu, aku akan mengecek persediaan senjata dan bom. Ada juga beberapa senjata dan bom kecil yang disediakan oleh Raja. Mungkin itu tidak sebanding dengan kekuatan mereka. Namun setidaknya itu bisa melindungi Kota Bayangan," ucap Mei Mengyi setelah menyimak semua cerita.


"Aku juga akan menemui beberapa kepala keluarga untuk mendiskusikan hal ini. Mungkin beberapa di antara mereka tidak sadar dengan bahaya yang mengancam mereka," ucap Wei Lang yang juga akan menjalankan tugasnya.


"Oke. Berpisah," ucap A Shui.


Setelah itu, mereka bertiga keluar dari ruangan dan berpisah.


*


"Pimpinan tetua, cobalah hubungi Raja Legendaris. Sebelumnya, Tuan Muda kalian sangat akrab dengan salah satu orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Saat ini banyak kekuatan dari luar negeri yang akan menyerang kita. Jika kita meminta bantuan mereka, setidaknya kita tidak akan terlalu tertekan. Karena mereka pasti takut dengan Raja Legendaris," ucap kepala keluarga Zhuo. Ia menarik napas dalam dan menatap memohon kepada pimpinan tetua. Semua orang tahu jika Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya memiliki banyak senjata dan bom tingkat tinggi.


Pimpinan tetua tersenyum pahit. Ia sebenarnya tidak terlalu mengetahui tentang Ling. Ia menjawab, "Tuan Muda hanya kenal dengan beberapa orang di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Namun aku belum pernah melihat Tuan Muda bertemu dengan Raja Legendaris. Menurut yang aku dengar, bukankah Wei Lang sangat akrab dengan orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya? Tuan Wei, sekarang semua hal ini tergantung Anda."


Tuan Wei mengangguk. Ia tahu jika A Shui dan Mei Mengyi sering datang ke markas mereka.


"Kalau begitu aku akan pulang lebih dulu. Para kepala keluarga, kalian harus waspada, terutama Anda pimpinan tetua keluarga Bo. Saat ini kepala keluarga Bo telah diculik oleh orang tidak dikenal. Kita juga belum mendapat senjata tingkat tinggi. Kita tidak bisa melawan mereka secara langsung sekarang," ucap kepala keluarga Wei.


Kepala keluarga Wei pun pulang ke rumah dan mencari Wei Lang.


Sebenarnya tadi Wei Lang lah yang menyuruhnya untuk menemui para kepala keluarga. Sedangkan Wei Lang masih memiliki beberapa pekerjaan.


Namun saat berjumpa dengan Wei Lang sekarang, Tuan Wei sedikit terkejut. Karena saat ini Wei Lang sedang minum di bar. Wajahnya terlihat sangat frustasi. Rambutnya acak-acakan dan ekspresinya sangat menyedihkan.


Sebelumnya, Tuan Wei jarang melihat anaknya sampai di keadaan seperti ini. Terakhir kali seperti ini kurang lebih satu tahun yang lalu.


Namun Tuan Wei menepis pikiran itu. Ia segera berkata dengan nada serius, "Lang, cepat hubungi orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya, terutama Raja Legendaris. Katakan padanya jika Kota Bayangan sekarang akan diserang."


"Mengapa aku harus menghubunginya?" tanya Wei Lang yang terlihat sudah mabuk.


"Tuan Muda dan Nona Zhuo tidak kembali. Saat ini hanya Raja Legendaris yang dapat menolong kita," jawab Tuan Wei.


"Kalau begitu aku tidak akan menghubunginya," ucap Wei Lang. Ia kembali menuang anggur ke gelasnya.


"Wei Lang! Sekarang bukan waktunya untuk keras kepala! Kau harus menghubunginya dan meminta bantuan," ucap Tuan Wei yang terbawa emosi.


Wei Lang menggenggam erat gelas di tangannya hingga pecah. Ia menjawab, "Keras kepala? Ayah apa Anda tahu sesuatu? Raja Legendaris yang kalian bicarakan adalah Tuan Muda Chen. Ayah memintaku untuk menghubunginya? Bagaimana caraku harus menghubunginya?"


Wei Lang selalu lembut dan hormat pada orang tua. Saat ini, pertama kalinya Tuan Wei melihat Wei Lang bicara dengan nada keras.


Namun bukan itu intinya.


Tuan Muda Chen adalah Raja Legendaris?


"Tidak benar. Tidak benar. Berapa umurnya sekarang? Bukankah berarti ia masih sangat kecil saat ia mulai terkenal?" tanya Tuan Wei yang sangat terkejut dengan pernyataan ini.


Jika dipikirkan lagi, sebenarnya itu masuk akal jika Ling adalah Raja Legendaris. Bagaimana Ling bisa mengenal orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya? Bagaimana Ling tahu senjata-senjata yang ada di sana? Bagaimana ia bisa memiliki relasi oleh ahli bom yang bahkan tak bisa sembarangan ditemui orang?


Wei Lang kembali minum. Ia menghabiskan hampir sepuluh botol anggur sekarang.


"Ayah, jangan khawatir tentang hal ini. Untuk yang aku katakan tentang Raja Legendaris tadi, jangan katakan ini pada siapapun lagi. Ini hanya rahasia di antara kita. Lagipula, A Shui dan Mei Mengyi tidak akan membiarkan apa yang Raja miliki akan diserang oleh orang lain," jawab Wei Lang setelah ia tidak terlalu emosi lagi.