Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tidak Gratis


Kediaman Chen.


Ling sedang duduk di depan komputer. Ia membuka internet dan mencari berita tentang Kota Bayangan.


Cahaya di kamarnya sedikit redup. Dengan jari yang sibuk menggeser mouse, ia membaca berita itu dengan seksama.


"Ekonom paling hebat, Han," gumam Ling membaca judul artikel.


Han, ekonom paling hebat, begitulah cara kebanyakan orang menghormatinya. Namun hanya sedikit yang tahu jika ia adalah penjahat di Kota Bayangan.


Ling keluar dari browser dan mematikan komputernya. Ia berdiri di samping jendela dan menatap keluar.


Kota Urban hanyalah kota biasa. Namun ia telah menemukan beberapa buronan bersembunyi di sini. Zhuo Xia juga. Seharusnya Kota Bayangan tak mengirim wanita yang memiliki kemampuan sama dengannya untuk menangkap para buronan.


Ling membuka jendela untuk menghirup udara segar. Ia berpikir, sangat jelas bahwa Han ingin menghancurkan Keluarga Chen.


"Aku tidak peduli bisnis apa yang kau lakukan di Kota Urban. Namun jangan pernah menganggu Keluarga Chen," gumam Ling.


Saat itu ponselnya menyala. Sebuah pesan masuk dan dia segera membalasnya.


[Tidak gratis.]


Setelah membalas pesan, ia melemparkan ponselnya ke tempat tidur.


Kini ia memikirkan tentang pertemuannya dengan Yuan Ming. Ia merasa Yuan Ming sangat mengetahui tentang Ling X. Jika tidak, ia tak akan begitu mengejar-ngejar orang asing yang dia temui di internet. Itu memiliki resiko besar.


Kecuali dia memang sangat percaya diri.


*


Keesokan harinya.


Liam dan Yuan sudah menunggu Ling di bawah. Mereka memakai pakaian biasa dan membawa tas.


"Ling apa kau akan membawa kami untuk latihan?" tanya Yuan. Ia sudah bersiap-siap sejak kemarin. Ia sangat tidak sabar untuk latihan.


Namun Ling tak menjawabnya. Ia berkata, "Sopir, pergi ke Cafetaria Kota Urban."


Sopir itu segera melesat pergi. Ia sudah biasa menuruti perintah Ling tanpa bantahan lagi.


Ling memasukkan tangan ke saku. Saat ini ia hanya memakai pakaian biasa yang ditutupi oleh jaket.


"Untuk apa kau ke Cafetaria Kota Urban?" tanya Liam penasaran.


"Aku ada janji dengan seseorang," jawab Ling.


*


Cafetaria Kota Urban.


Yuan Ming memeriksa ponselnya. Ia masih menunggu seseorang. Ia tidak salah mengirimkan nomor privat ruangan.


Jam tangannya menunjukkan pukul 11.59.


Saat itu ia kembali memainkan ponselnya. Tepat di saat jarum panjang dan pendek saling berhimpit di angka 12, seseorang membuka pintu.


Seorang pria berdiri di ambang pintu. Wajahnya sangat tampan. Saat ia berdiri, cahaya dari luar jendela jatuh ke arahnya. Jadi wajahnya tampak berkilau. Ia memasukkan satu tangan ke saku dan satu lagi memegang ponsel.


"Aku datang ke sini untuk janji pukul 12," ucap Ling.


Yuan Ming masih membeku melihatnya. Memang ia sudah gugup sejak tadi karena ingin menemui orang itu. Ia berpikir orang itu terasa tidak asing. Ia sudah menebak beberapa orang yang memiliki kemungkinan. Ia juga berpikir itu adalah salah satu orang dari Kota Bayangan.


"Kau adalah pengguna akun 'Legenda Hidup'?" tanya Yuan Ming. Ia sudah meremas ponselnya erat. Dia benar-benar terkejut dengan kebenaran ini.


Ling tidak menjawab pertanyaannya. Ia menarik kursi dan duduk dengan santai. Ia memainkan ponsel, lalu mendorong ponselnya ke arah Yuan Ming.


Yuan Ming membaca notifikasi di ponsel itu. Dia mengenalinya. Itu adalah pesan yang dia kirimkan pada 'Legenda Hidup' sebelum dia tiba di cafetaria.


Ia menatap pemuda di depannya. Ia masih memiliki kehadiran yang mendominasi. Ekspresi dan tatapannya masih malas seperti yang dia lihat saat di arena pelatihan. Namun satu yang berbeda. Ia tidak membuat senyum mengejek lagi.


Ling menopang dagunya di atas meja. Ia tidak ingin menjelaskan lebih jauh. Kemudian ia mengambil ponsel di depannya.


"Buka jendela," ucapnya.


Liam yang mendengar itu segera sadar. Ia meletakkan tas sekolah dan berjalan ke arah jendela.


"Udara di sini cukup segar," ucap Ling lagi. Kali ini Yuan Ming tersadar dari lamunannya.


"Akhirnya Anda sadar juga," Ling melirik Yuan Ming.


"Ya," jawab Yuan Ming sedikit malu.


"Anda sudah mendengar bahwa Chen Company akan bangkrut. Bagaimana menurutmu?" tanya Ling tiba-tiba.


Yuan Ming tak menyangka Ling akan menanyakan hal seperti ini. Ia mencoba menjawab dengan tenang, "Aku tidak tahu situasi pastinya. Namun jika orang itu memang kau, sepertinya Chen Company tidak seburuk berita yang beredar."


Seseorang yang sangat ahli berinvestasi dalam pasar saham tidak mungkin membiarkan keluarganya hancur begitu saja, kan?


Ling berdiri. Ia berjalan ke arah jendela. Kilatan dingin muncul di matanya.


"Tuan Yuan, aku hanya akan mengucapkan kata-kata ini sekali," ucap Ling menjeda ucapannya.


Seluruh ruangan terasa mencekam. Yuan Ming menatap punggung Ling di depannya. Bahkan Liam dan Yuan yang sudah sejak tadi berdiri di sudut, mereka juga sedikit gemetar.


Ling membalikkan tubuh. Ia berkata, "Aku lihat Kota Bayanganlah yang mengirim Anda ke sini. Jika aku tidak salah, Anda diperlakukan seperti kartu yang dibuang dan tidak diizinkan untuk kembali ke Kota Bayangan. Jika Anda bekerjasama dengan Chen Company, aku pasti akan membawamu lagi ke puncak di Kota Bayangan. Aku memberimu waktu tiga hari untuk berpikir."


Setelah mengatakan itu, Ling pergi keluar ruangan tanpa menunggu jawaban Yuan Ming. Tepat saat tangannya berada di pegangan pintu, suara Yuan Ming menghentikannya.


"Tuan Muda Chen, aku ingin bertanya. Apakah kau tahu tentang Ling X?" tanya Yuan Ming dalam satu tarikan napas.


Begitu mendengar nama 'Ling X', Liam langsung melihat Ling. Sedangkan Yuan tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


Ling sedikit membeku. Namun dia tidak membalikkan badan. Ia hanya menunduk sehingga tidak ada yang melihat ekspresi jahatnya.


"Mengapa aku harus tahu tentang Ling X?" Ling menolehkan kepala untuk melihat Yuan Ming. Wajahnya sangat tampan.


Setelah itu, pintu terbuka dan tiga sosok menghilang dari pandangan Yuan Ming.


Yuan Ming mengetuk meja.


Ling tidak mengenalnya. Ia juga masih berusia 17 tahun. Namun caranya bermain saham sama seperti Ling X. Bahkan cara dia menghadapi Keluarga Lu sama dengan cara Ling X menghadapi Negara A.


Ia pun mengambil ponsel dan melakukan panggilan.


"Aku ingin bertemu dengan A Shui," ucap Yuan Ming pada Yu Bin.


Sebelumnya, ia hanya mendengar tentang Ling X dan tak tahu kepribadiannya. Namun A Shui adalah bawahannya. Pasti ia lebih tahu dengan sifat Ling X dan orang-orang di sekitarnya.


"Bukankah kau sedang bertemu dengan Ling X? Aku tadi mengunjungi Keluarga Chen, tapi dia tidak ada di rumah sekarang. Bahkan ia tak mengangkat teleponku. Aku belum pernah menemui orang seperti ini selain Nona Zhuo," ucap Yu Bin agak kesal.


"Legenda Hidup adalah Tuan Muda Chen," jawab Yuan Ming.