Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Mati dengan Bahagia


Di sebuah kamp pelatihan profesional.


Yuan menggunakan seragam penyamaran. Di bawah terik matahari, dia menekan topi di kepalanya, "Apa yang kalian lakukan? Apakah kalian belum makan? Mana kekuatan kalian?"


Sekelompok orang yang terbaring di tanah semuanya dalam keadaan menyedihkan. Mereka dalam diam menggumamkan 'raja iblis' dalam hati mereka. Namun, tak ada yang berani mengatakannya dengan lantang.


Tak ada juga yang berani mengatakan apa pun.


Akhirnya, mereka istirahat. Ini adalah satu-satunya istirahat selama 10 menit dalam satu jam terakhir.


"Kalian begitu menyedihkan. Raja iblis itu menyiksa bawahannya selama 7 hari setiap saat. Tak ada yang bisa melakukan apapun. Terakhir kali, tim elite disiksa sampai mati. Tak ada gunanya melaporkan ini pada komandan. Kali ini kalian telah bekerja keras," ucap sekelompok orang lainnya yang melewati mereka dan memandang mereka dengan simpati.


Orang-orang yang tergeletak di tanah itu rasanya ingin menangis saat mendengar hal itu.


"Tuan Qi ...," panglima juga peduli tentang masalah ini, karena ada beberapa pewaris generasi kedua di antara mereka.


Namun, bagaimana mungkin Yuan mendengarkannya? Ini adalah metode pelatihan yang digunakan Ling ketika dia melatih mereka. Su Wen Ai yang seorang wanita, Liam, dan dia saja bisa menanggungnya. Mengapa mereka tidak bisa?


*


Tidak sampai empat hari kemudian, Yuan membawa mereka untuk menangkap pengedar narkoba sekaligus melatih mereka. Melihatnya secara langsung di lapangan, mereka akhirnya menyadari betapa menakutkannya Yuan.


Saat ini, mereka berada di hutan hujan tropis. Suara tembakan tak henti-hentinya terdengar.


"Kapten Qi, kita kehabisan amunisi. Ada penghianat diantara kita. Anak buah bandar narkoba itu telah mengepung kita. Apa yang harus kita lakukan?" orang yang bertanya adalah seorang yang masih sangat muda. Dia tidak takut mati, tetapi mereka telah menangkap cukup banyak orang akhir-akhir ini. Jika mereka tertangkap, mereka pasti akan disiksa habis-habisan. Namun, mereka lebih takut Yuan ditangkap!


"Kapten Qi, Anda pergi dulu. Kami akan melindungimu. Kami akan membantu menahan mereka! Ayo pergi!" seseorang mengeluarkan senjata dari kakinya dan menyerahkan flash disk ke Yuan.


Suara tembakan semakin dekat dan dekat. Orang-orang itu pasti tidak lebih dari 300 meter dari mereka. Mereka hanya memiliki peluang kurang dari 10% untuk melarikan diri.


Namun, Yuan tidak bergerak.


Alat komunikasi di sakunya berdering.


Musuh sudah hampir sampai dan dia masih mengangkat panggilan itu.


"Apa?" Yuan tercengang saat mendengar ucapan orang dalam panggilan itu.


"Tunggu ... kau ... apa yang kau katakan tadi? Ling masih hidup?" ia juga merasa tidak percaya. Ia berkali-kali mengkonfirmasi dan Bo Xue Ning sangat yakin.


Ia menutup panggilan dan tersenyum untuk pertama kalinya. Ia sudah melihat bandar narkoba di depannya. Untuk pertama kalinya, sejak kepergian Ling, Yuan mengeluarkan senjatanya, "Kalian beruntung hari ini. Suasana hatiku sedang baik. Aku akan membiarkan kalian mati dengan bahagia."


Dalam 5 menit setelah dia selesai bicara, sekelompok orang di depannya sudah dimusnahkan olehnya.


"Ada helikopter di luar hutan yang akan menjemput kalian. Kembalilah dan beritahu komandan bahwa aku tidak akan kembali dalam waktu dekat," setelah selesai bertarung, Yuan tak ingin tinggal lebih lama lagi. Ia menuju lebih dalam ke hutan.


"Kapten Qi, Anda akan pergi ke mana?" tanya seseorang refleks.


Awalnya, ia tak berpikir Yuan akan menjawab. Namun, ternyata Yuan berhenti dan melirik mereka, kemudian menjawab, "Untuk menemui seseorang yang sangat penting."


*


"Profesor Su, bagaimana pendapat Anda tentang laporan ini?" tanya seorang pria paruh baya berjas putih. Ia menunjukkan secarik kertas kepada wanita yang duduk di tengah.


Su Yuri meliriknya. Itu adalah laporan tentang kematian otak. Ia membaca, "Seorang wanita dengan ide dan potensi yang kuat. Yang Zhiwen?"


Ia berasal dari luar negeri. Setelah Ling pergi, Liam dan yang lainnya kembali ke Kota Bayangan. Su Yuri tahu betul bahwa dia memang dipersiapkan oleh Ling dan Liam. Dalam beberapa hari terakhir, dia dan Liam telah melakukan hal yang sama pada saat yang sama, yaitu membantu Ling menjaga Kota Bayangan dan Kota Urban dengan baik.


Karena Ling telah menukar nyawanya dengan itu, maka mereka pun akan melindunginya dengan nyawa mereka.


"Profesor Su, Anda sudah harus naik ke panggung," ucap seorang pemuda memandangnya dengan penuh kekaguman. Ia menatap Su Yuri tanpa berkedip.


Profesor Su datang dari suatu tempat dan memiliki hubungan yang baik dengan Rektor Xiang. Ia telah meneliti banyak hal aneh dan mengejutkan dunia medis terus menerus. Hari ini adalah konferensi pers untuk virus barunya. Hampir semua ilmuwan di dunia hadir.


Mereka semua dengan semangat menunggu pidato Su Yuri.


Bahkan, Su Yuri tidak mengambil naskahnya dan naik ke atas panggung dengan tangan kosong. Ketika ia berjalan naik, ponsel di sakunya berdering.


Asistennya penasaran siapa yang mengetahui nomor pribadi Profesor Su. Ini adalah pertama kalinya asisten itu melihat seseorang memanggil Su Yuri.


"Kau tidak salah dengar?" Su Yuri tercengang. Yang menelepon adalah Liam. Ia tahu jika Liam tidak mungkin bercanda tentang masalah ini. Oleh karena itu, ia segera berbalik bahkan tanpa berpidato sebentar.


"Batalkan semua rencana perjalanan kita dan siapkan tiket. Kita akan pergi ke distrik A-1!" ucap Su Yuri.


Mendengar ucapan Su Yuri, orang-orang besar yang hadir sangat terkejut. Panggilan telepon macam apa yang membuat Su Yuri meninggalkan seluruh ilmuwan di dunia?


Pada saat yang sama, Mei Mengyi dari industri perdagangan bom dan senjata, ia meninggalkan meja negoisasi bahkan tanpa menyelesaikan bisnisnya.


Sedangkan Liam meledakkan sebuah pulau kecil dan mengabaikan targetnya. Ia menggunakan metode brutal dan berdarah untuk menyelesaikan masalah.


Dan Keluarga Bo dari Kota Bayangan, Keluarga Zhuo, dan bahkan para komandan, semuanya bergegas.


Saat orang-orang di distrik A-1 mendengar berita ini, mereka semua terguncang.


*


Ling yang masih menatap Zhuo Xia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ia langsung dibawa pergi oleh Zhuo Xia.


Yang Zhiwen mengerutkan kening dan berkata, "Nona, pasien ini butuh ...."


"Aku tidak butuh kalian," Zhuo Xia menolak bahkan tanpa meliriknya.


Yang Zhiwen tidak bisa mengatakan apa-apa lagi karena kebetulan atasannya meneleponnya, "Yang Zhiwen, cepat pergi ke bandara. Profesor Su akan datang ke sini!"


"Apa? Apa yang dilakukan profesor di sini?" mendengar nama Profesor Su, Yang Zhiwen tak lagi memikirkan Ling. Ia menahan getaran di tubuhnya.


"Aku tidak tahu. Sepertinya ia akan menemui orang penting," jawab atasannya.


Zhao Jing juga sedang menelepon, "Semua orang dari Keluarga Zhao akan pulang?"


Setelah ia menutup panggilan, ia memandang Yang Zhiwen juga sudah menutup panggilan. Ia termenung, "Dengan organisasi sebesar itu, sosok tangguh macam apa yang akan datang ke sini?"