
Ling mendengar suara Paman Qian mengetuk pintu. Dia membuka pintu dan bersandar di dinding. Dengan santai dan malas ia berkata, "Paman Qian, apakah kau punya uang?"
Paman Qian sedikit bingung dengan pertanyaan Ling. Orang di depannya sama, tapi terlihat berbeda. Pria ini terlihat lebih berenergi dan wajahnya menjadi lebih tampan.
Setelah itu ia mengeluarkan beberapa lembar uang, "Apakah ini cukup?" tanya Paman Qian.
"Tentu saja," Ling mengambil uang itu dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya di saku celana. "Aku akan kembali malam ini," lanjut Ling berlalu pergi.
Ia berjalan menjauh kemudian melompati tangga dan langsung turun ke bawah. Menurutnya membuang-buang waktu jika harus menuruni tangga. Gerakannya sangat ringan dan cekatan. Tunggu, bahkan terlihat sangat keren!
Apakah ini Tuan Muda mereka?
Paman Qian akhirnya tersadar dari lamunannya. Namun, Ling sudah cukup jauh. Ia reflek berteriak, "Tuan Muda, jangan bilang kau akan bertemu nona Lu? Aku tau kau pasti menyesal. Aku akan membantumu bicara."
"Tidak," jawab Ling malas bahkan tanpa berbalik badan. Paman Qian menatapnya khawatir dan menghela nafas panjang.
Dengan uang di tangannya, Ling berjalan dan mencoba memahami ingatannya. Dia yakin dia sudah mati, tapi dia lahir kembali ke tubuh pria yang memiliki nama yang sama dengannya.
Kehidupan pria ini sedikit menarik.
Chen Ling adalah satu-satunya tuan muda dari Keluarga Chen di Kota Urban. Ibu dan kakeknya sangat memanjakannya. Ling hanya makan dan bermain game setiap hari. Maka dari itu ia menjadi karakter yang santai dan pemalas. Sedangkan di sisi lain, Chen Ling adalah Raja Legendaris di Organisasi Tempur yang ahli dalam segala hal.
Ling memiliki tunangan. Tunangannya adalah wanita yang tadi memarahinya yang dikenal dengan nona dari keluarga Lu, Lu Yan.
Lu Yan adalah wanita cantik dan kaya. Selain itu ia juga berbakat. Ia adalah putri bungsu keluarga Lu. Popularitasnya membuat dia menjadi sombong. Pemilik tubuh asli sangat jatuh cinta padanya dan bisa dibilang tergila-gila. Namun, bagaimana mungkin Lu Yan yang berbakat menyukai sampah seperti Chen Ling?
Terutama jika dibandingkan dengan adik angkatnya. Setelah mengetahui bahwa ibunya tak bisa memiliki anak lagi, orang tuanya mengangkat anak dan diberi nama Luo Wuzhou. Ling hanyalah sampah yang tak pantas.
Luo Wuzhou adalah siswa yang berprestasi di sekolahnya. Umurnya sama dengan Chen Ling tapi hanya berbeda beberapa bulan. Ia selalu mendapat peringkat tiga besar paralel. Selain itu ia juga sangat handal berbisnis. Ia sudah terbiasa dibawa ke jamuan makan bisnis. Etikanya juga sangat baik. Tak heran dia lebih mirip tuan muda dari Keluarga Chen daripada Chen Ling.
Sedangkan Ling adalah kebalikannya. Ling adalah siswa bodoh yang tak tau apa-apa. Jangankan bisnis, untuk peringkat di sekolahnya saja dia berada di tiga terbawah. Selain bodoh, ia juga pembuat onar.
Ling dan Wuzhou sangat berlawanan. Wuzhou adalah pria berbakat dan berwibawa. Tak heran Lu Yan juga tergila-gila padanya.
Setelah mengetahui bahwa Ling mengurung Wuzhou di lemari pendingin, Lu Yan menjadi sangat murka. Ia bahkan tak segan mendatangi kediaman Keluarga Chen hanya untuk memperingati Ling.
Menurut rumor, Ling terlalu iri dengan Wuzhou sehingga ia membius Wuzhou dan memasukkannya ke lemari pendingin. Walaupun tidak ada yang tahu kejadian sebenarnya, semua orang menganggap Ling adalah yang bersalah hingga dia tambah dibenci orang-orang.
Di masa lalu, hanya ada dua tipe orang yang berani mengganggu Chen Ling, yaitu orang yang segera menuju kematian atau yang sudah mati!
"Nona cantik, tolong warnai rambutku menjadi hitam," Ling berkata kepada wanita yang duduk tak jauh dari pintu masuk.
Kemudian Ling dengan santai duduk dan menyilangkan kakinya. Wajahnya tersenyum. Senyum itu terlihat hangat, tapi jika dilihat lebih jelas ada aura kejahatan dalam senyumnya.
Wanita itu jelas tersipu dengan pujian Ling. Ia berkata agak gugup dengan Ling, "Tuan Muda, aku juga berpikir rambutmu akan terlihat lebih bagus jika berwarna hitam."
Ling menatapnya sekilas sambil tersenyum. Wanita itu semakin tersipu. Ling sudah lama tak menggoda wanita. Kemudian ia mengalihkan pandangannya dan bersandar di kursi sambil menutup mata.
Ling menelusuri ingatannya. Bagaimana ia bisa berada di tubuh ini? Kemana pemilik tubuh asli? Bahkan bagian dia mengurung Wuzhou malah buram. Saat sedang berpikir keras, ia tanpa sadar memegang liontin giok kunonya. Mengapa liontin giok kuno di kehidupan masa lalunya ikut terbawa ke sini?
Wanita yang mewarnai rambut Ling melihat bahwa ia tertidur. Jadi ia berhati-hati saat membilas rambut Ling. Wanita itu mengamati wajah pria tampan di depannya. Rahangnya keras tapi ekspresinya lembut. Ia terlihat lebih tampan saat tertidur.
Brak!
Seseorang mendobrak pintu salon dengan keras. Orang itu mengambil kursi dan duduk di samping Ling.
"Tuan Zhuo," wanita salon itu langsung mengenali tuan muda di kota mereka. Zhuo Liam biasanya sangat ramah. Namun, kali ini ekspresi marah terlihat jelas di matanya. Wanita itu menjadi sedikit gugup.
Liam menatap Ling dengan tajam. Awalnya ia ingin mengunjungi Wuzhou di rumah sakit. Namun, matanya tak sengaja menangkap seorang pria berambut merah mencolok. Siapa lagi di Kota Urban pria yang memiliki rambut seperti itu? Ia pun langsung mendatangi Ling dengan emosi yang menguap.
"Hey sampah!" bentak Liam memprovokasi Ling.
"Kau bahkan tidak meminta maaf setelah mengurung Wuzhou. Apa kau masih punya muka untuk menjadi tuan muda Keluarga Chen? Sebaiknya kau sadar dan mengakui kesalahanmu. Jika perlu kau seharusnya mengasingkan diri saja," ucap Liam mengeluarkan emosi terpendamnya.
Liam sedikit heran melihat pria di depannya bergeming. Ia pun melanjutkan celotehnya, "Lihat saja, sebentar lagi Lu Yan akan membatalkan kontrak pertunangan kalian. Kau akan menyesal!"
Masih tidak ada pergerakan dari Ling. Liam pun berdiri dengan heran dan menatap tajam wajahnya. Namun wajah pria di depannya terlihat berbeda. Aura yang biasanya terlihat lemah, sekarang lebih tegas. Bahkan ada sedikit ketakutan sekarang di wajah Liam.
Ling yang merasa terganggu membuka matanya. Matanya masih sedikit berair. Ia baru saja lelap dalam tidurnya. Kemudian ia menyeringai jahat. "Kau membicarakan Tuan Muda Chen? Itu harusnya aku," ucap Ling santai.
Liam membeku. Pria di depannya sama sekali berbeda. Walau wajahnya masih sama tapi aura yang dikeluarkan sangat menekan Liam.
Jika dulu, orang akan sangat malas melihat wajahnya. Namun apa ini? Pria tampan darimana ini? Bahkan Liam mengakui ketampanannya.
Liam tak percaya. Ini mungkin bukan Chen Ling. Ia sangat tahu bahwa Chen Ling selalu berbuat onar. Bagaimana bisa dia memiliki kharisma seperti ini?
"K-kau Chen Ling?" tanya Liam. Suaranya sedikit bergetar.