
Ling dan yang lainnya tersenyum pada wanita itu. Melihat saatnya giliran mereka, mereka segera bersiap. Jun Ye Li juga ikut dengan mereka.
Saat mereka masuk, Jun Mingxi baru saja selesai ujian. Semua orang dari Akademi Bintang memandangnya puas.
"Jun Mingxi, kultivasi level 4, usia 22, lulus," ucap seorang penguji. Ekspresinya terlihat gembira.
Meskipun Jun Mingxi sudah memperkirakan hal ini, tapi perasaannya tetap dipenuhi kegembiraan.
"Kalian 10 orang di sana, maju!" ucap penguji tak acuh.
Orang yang ditunjuk pun maju. Ia mulai menjelaskan, "Ini sangat mudah. Jika kalian lulus ujian ini, kalian bisa langsung masuk ke Akademi Bintang. Jika kalian bisa membuat lampu ini bersinar sesuai kriteria, maka akan lulus."
"Orang pertama, lampu merah, gagal!"
"Orang kedua, lampu merah, gagal!"
"Orang ketiga, lampu oranye. Tidak buruk. Pertahankan prestasimu dan coba lagi tahun depan."
" ... "
"Orang keenam, lampu hijau ... lulus!"
Ruangan hening. Penguji itu juga tercengang. Lima orang sebelumnya, dan juga Jun Ye Li ... mereka semua menatap Liam dengan bingung. Awalnya Jun Ye Li ingin menarik Liam pergi agar tak mempermalukan dirinya. Tapi tanpa diduga, Jun Ye Li merasa tertampar melihat hasil Liam.
Penguji itu tersadar setelah beberapa saat, "Kau ... berapa umurmu?"
Liam tersenyum, "Dua bulan lagi 20 tahun."
Jari-jari penguji itu bergetar. Ia maju selangkah dan menepuk bahu Liam, "Bagus sekali. Kau ini tidak buruk. Kau usia 20 tahun dan seharusnya mendekati level kelima, kan? Bakatmu itu, kurasa hanya dapat dibandingkan dengan Chen Kai. Sangat bagus sekali!"
Penguji itu tak pernah berpikir akan menemui bakat seperti Liam. Ia pun melanjutkan menguji.
"Ketujuh, Su Wen Ai, lampu hijau, lulus!"
"Kedelapan, Qi Yuan, lampu hijau, lulus!"
Saat mereka bertiga lulus satu persatu, orang-orang di sana merasa beku. Saat ini mereka seolah sedang melihat monster. Sedangkan penguji tes tak berhenti tersenyum.
Ling yang ada di belakang memikirkan tentang Chen Kai. Menurutnya, itu adalah jenius yang dimaksud Jun Ye Li.
"Ling, giliranmu!" ucap Liam menyadarkan Ling.
"Aku tahu," jawab Ling mengangguk. Ia segera maju dan meletakkan tangannya.
Pengawas ujian ada di sana. Ia melirik penguji dan berkata, "Apa menurutmu dia akan lulus? Mereka datang bersama."
"Kita lihat saja. Lampu hijau sudah agak berbahaya," jawab penguji.
Saat ini, lampu itu mulai bereaksi. Itu bukan lampu kuning ataupun hijau lagi. Lampu hijau itu secara perlahan menjadi warna biru.
"Kesembilan ... Chen Ling ... lampu ... biru ...," penguji itu gemetar karena tidak percaya. Dia telah menjadi penguji selama bertahun-tahun, tapi dia belum pernah melihat bakat seperti itu.
"Biru?" Jun Ye Li melihat Ling kaget seolah dia baru saja berjumpa dengannya.
Sementara itu orang yang bertugas mencatat hasil ujian juga gemetar, "Tuan Penguji ... bukankah level ini ... bukankah hanya senior tahun ketiga yang ada di level ini?"
Penguji menarik napas dalam-dalam, "Dia mampu menyembunyikannya dengan baik ... tapi aku suka kejutannya."
Di tempat itu, hanya Jun Ye Li yang merasa hatinya kacau. Tiba-tiba ia teringat perkataan Lin Tian tentang Chen Ling.
*
Sebenarnya Jun Ye Li belum berada di level tiga, tapi penguji membuat pengecualian untuknya. Hal ini dilakukan agar Ling dan gengnya akan tetap masuk ke akademi. Namun dengan syarat Jun Ye Li harus menerobos level ketiga dalam setengah tahun. Jika tidak, maka dia akan dikeluarkan.
Di saat yang sama, berita mereka berlima diterima di akademi langsung tersebar. Penjaga Jun Mingxi yang menerima berita ini langsung menemui Jun Mingxi.
"Tuan Muda! Tuan Muda Jun Ye Li dan keempat temannya diterima di Akademi Bintang!" lapor penjaga itu.
"Apa?!" Jun Mingxi dan beberapa pejabat berdiri bersamaan. Ekspresi mereka buruk.
Jari-jari Jun Mingxi mengepal. Ia berkata, "Jun Ye Li hanya berada di level dua dan keempat temannya hanya orang biasa. Bagaimana mereka bisa diterima? Pasti Jun Ye Li telah membayar mahal. Aku tak menyangka Akademi Bintang akan melakukan hal hina ini!"
Jun Mingxi pun bergegas menemui penguji Akademi Bintang. Orang-orang yang mengikuti Jun Mingxi juga ikut dengannya.
*
Penguji ujian itu terlihat sangat gembira karena dia baru saja menemukan empat jenius. Namun tanpa diduga, Jun Mingxi menghampirinya dan marah-marah, "Penguji, Jun Ye Li jelas hanya level dua dan empat temannya hanya orang biasa. Bukankah ini tidak adil? Sekarang aku meragukan Anda yang berasal dari Akademi Bintang."
Jun Mingxi tahu jika dia satu-satunya orang dengan level tiga ke atas di seluruh kota. Jika bukan karena dia, penguji itu tak akan punya murid, jadi dia dengan mudah mengancam.
Namun penguji itu hanya memberikan kertas hasil ujian Ling dan gengnya, "Empat orang ini ... tiga dari mereka adalah tingkat keempat hampir tingkat kelima dan satu lagi tingkat kelima hampir tingkat keenam."
Jantung Jun Mingxi hampir copot.
Melihat ini, penguji mengambil kembali kertas hasil ujian itu.
Sedangkan orang di belakang Jun Mingxi sangat tercengang. Mereka tak menyangka jika Jun Ye Li akan diterima di Akademi Bintang. Namun mereka lebih tercengang lagi saat mendengar kabar jika Walikota Jun sudah pulih.
Kini mereka merasa semua sudah berakhir.
*
Ada pun di kediaman Keluarga Jun.
Walikota Jun merasa keberuntungan jatuh dari langit. Dia yang biasanya tenang kini gemetaran saat memegang Jun Ye Li, "Jun Ye Li, kau sangat beruntung kali ini. Empat temanmu itu bukan orang biasa. Tingkat kelima dan keenam ... bahkan aku saja kalah."
Jun Ye Li baru saja sadar saat mendengar suara ayahnya, "Tapi ... mereka ketakutan saat melihat binatang buas level 3."
"Tuan Muda, level mereka sangat tinggi. Mereka tidak mungkin takut," ucap pelayan Jun Ye Li.
Tiba-tiba Jun Ye Li tersentak, "Dan aku mengatakan aku akan melindungi mereka? Aku sudah gila!"
Pantas saja mereka merasa aneh saat melihat hewan tersebut. Sepertinya mereka bukannya tidak mengerti. Tapi jika dipikir-pikir, mereka sebenarnya tidak peduli.
"Tuan, apakah Tuan Chen itu adalah yang dimaksud Tuan Lin?" tanya penjaga. Jantungnya berdegup kencang saat mengingat ini.
Walikota Jun berpikir sejenak kemudian menggeleng, "Meski mereka sama-sama kuat, tapi sepertinya mereka bukan orang yang sama. Teman Ye Li hanya mendekati level keenam, sedangkan yang disebutkan Tuan Lin levelnya pasti lebih dari 6."
Mereka semua diam dan memikirkan hal ini.
*
Mereka berlima sudah diterima di Akademi Bintang. Adapun Ling tak lagi peduli dengan Keluarga Jun Mingxi, karena tiga hari lagi mereka semua akan berangkat ke Akademi Bintang bersama seorang guru.
Mereka memanggilnya Guru Sheng.
Guru Sheng hanya memiliki tiga murid. Satu orang baru saja naik ke tahun kedua dan dua lagi sudah naik ke tahun ketiga.
Saat ini, orang yang lulus menaiki jet pribadi ke Akademi Bintang.
Dalam perjalanan, Ling dan gengnya bermain game si ponsel seperti biasa. Sedangkan Jun Ye Li disuruh berkultivasi.
Melihat mereka bermain game, Guru Sheng bertanya, "Apa ini cara kalian berkultivasi?"
Dengan keahliannya, Ling memberi item super ke teman satu timnya. Setelah mendengar pertanyaan Guru Sheng, Ling menyempatkan diri melihat guru itu, "Guru, apa Anda ingin bermain?"
Liam mendongak, "Begitu kejamnya?"
Guru Sheng mengangguk semangat. Ia berpikir jika Liam telah sadar, "Yang aku katakan benar. Aku tak pernah melebih-lebihkan."
"Sialan, Yuan! Kau benar-benar menjadikanku korban. Ling, selamatkan aku! Energiku menipis!" ucap Liam sambil memegang erat ponselnya.
Namun pada akhirnya dia tetap mati.
Ling menepuk bahu Guru Sheng, "Guru, jangan khawatir. Kami pasti akan membuatmu bangga."
Guru Sheng melihat Ling dan gengnya masih lanjut main game. Ia ingin marah, tapi ia hanya bisa marah dalam hati. Karena ia sedang marah, maka ia menyuruh salah satu muridnya untuk memberitahu hal-hal yang tidak boleh dilakukan di akademi.
"Empat junior, di akademi kita, ada beberapa orang yang tak boleh disinggung. Yang pertama adalah Nona Muda dari Keluarga Bai, Bai Xiaoqi."
"Pffttt--" Liam tak bisa menahan diri dan menumpahkan air yang dia minum.
Senior itu menatapnya heran, "Apa ada masalah?"
Liam menggeleng. Ia berpikir sebenarnya Bai Xiaoqi dari Akademi Bintang? Sepertinya ia penyabar, tapi sebenarnya ia orang pertama yang tak boleh disinggung?
"Tidak apa. Mengapa saya tak bisa memprovokasi dia?" tanya Ling. Ia meletakkan ponselnya dan mendengarkan dengan semangat.
Senior itu sudah agak tertekan karena juniornya lebih kuat. Namun melihat mereka patuh, kepercayaan dirinya langsung melonjak, "Senior Bai adalah murid di tahun kelima. Dia sangat dingin dan tak punya banyak teman di akademi. Namun ia berguru dengan kepala akademi yang misterius. Selain itu, yang menjadi temannya juga Han Shuangfu. Keluarga mereka sangat protektif. Jika ada yang menyinggung Senior Bai, maka seluruh keluarga mereka akan mengincarmu."
Setelah itu, Jun Ye Li bergabung dengan mereka. Sedangkan senior itu terus berbicara. Namun kali ini suaranya terdengar lebih serius, "Orang kedua adalah Nona Zhuo Shiaonian. Aku tidak tahu apakah kalian pernah mendengar tentangnya atau tidak, tapi dia adalah ahli ramuan paling hebat di luar negeri. Dia adalah dewi sekolah. Jika kalian menyinggung perasaannya, maka kalian tak akan mendapat ramuan seumur hidup."
"Dan yang terakhir," senior itu menarik napas dalam sebelum melanjutkan.
"Itu adalah Tuan Muda Chen Kai. Dia memang tak sekuat dua orang sebelumnya, tapi dia memiliki sesuatu yang misterius dan menakutkan. Adik Bai Xiaoqi, Bai Chengsi, ia mengatakan akan selalu melindungi Tuan Muda ini. Tapi yang lebih penting, dia memiliki orang hebat yang mendukungnya," jelas senior itu.
"Orang hebat? Siapa?" Yuan mulai tertarik.
Senior itu menurunkan suaranya, "Aku baru setahun di akademi. Aku tak tahu banyak tentang ini. Namun yang aku dengar, orang hebat itu adalah murid tahun kedelapan, murid pertama sejak sekolah itu didirikan. Kejadian itu dua tahun lalu. Saat itu Chen Kai hampir mati di tempat pelatihan. Namun tanpa diduga, orang hebat itu menghilang dan Chen Kai pulih total. Selain itu, ia juga berhasil naik ke tahun kedua."
"Jadi kalian harus ingat 3 orang ini. Kalian tak boleh menyinggung salah satu dari mereka, terutama Chen Kai," lanjut senior itu. Ia menyeruput tehnya setelah menjelaskan.
Ling tertawa kecil, "Jangan khawatir, kami bukan murid yang suka membuat masalah."
Mendengar nada patuh Ling, senior itu merasa lega. Lagipula siapa yang berani memprovokasi tiga orang itu?
Sedangkan Su Wen Ai melirik Ling heran. Sejak kapan Ling tidak suka membuat masalah? Sejak kapan dia suka kedamaian? Sayangnya, senior itu tak tahu apa yang dipikirkan Su Wen Ai.
Setelah senior itu pergi, Jun Ye Li tersadar dari lamunannya. Ia memandang Ling dan yang lainnya dengan penuh semangat, "Apa kau lihat ini? Ini jet tempur! Aku benar-benar naik jet tempur!"
Ling menjawab, "Bukankah ini hanya jet tempur? Apa begitu hebat di luar negeri?"
Sebelumnya, Han Shuangfu dan Bai Xiaoqi juga bereaksi seperti ini saat melihat jet tempur. Padahal itu hanya jet tempur. Dia bisa mengirim banyak jet tempur sebanyak yang dia inginkan. Untuk apa begitu panik?
Jun Ye Li segera menjelaskan, "Ling, membuat jet tempur memerlukan banyak tenaga dan biaya. Tidak ada keluarga besar yang ingin menyia-nyiakan sumberdaya mereka. Oleh karena itu kami jarang melihat jet tempur, apalagi bisa menaikinya."
Kini Ling pun mengerti mengapa orang-orang luar negeri sangat terkejut saat ia membuat senjata nuklir dan bom besar 2.
*
Rombongan mereka akhirnya sampai di akademi. Karena Ling dan gengnya harus tinggal di kota selama tiga hari untuk menunggu Jun Ye Li menyelesaikan kultivasinya, mereka menjadi murid terakhir yang masuk.
Saat Guru Sheng masuk, dia bertemu seorang wanita paruh baya, seorang musuh lamanya. Ia melirik Ling dan gengnya yang berada di belakang Guru Sheng. Mereka tak terlihat akrab sama sekali.
"Upacara akan segera dimulai. Jika kalian tak segera bersiap, kalian akan terlambat," ucap wanita itu.
Guru Sheng memiliki dendam padanya. Jadi, ia hanya tersenyum palsu, "Terimakasih sudah mengingatkan."
Wanita itu kembali melirik Ling dan yang lainnya, "Ternyata Anda benar menerima murid level dua? Guru Sheng, kali ini Anda menerima yang biasa saja? Banyak orang besar yang akan datang, bahkan orang pertama yang berada di tahun kedelapan juga datang. Seharusnya Anda tak mempermalukan akademi."
Setelah itu, ia pergi sambil tertawa.
Guru Sheng hanya tertawa kecil, "Biasa saja? belum tentu."
Mereka terus berjalan masuk. Setelah beberapa langkah, tiba-tiba sekelompok orang mendekat. Guru Sheng segera menyuruh Ling dan yang lainnya minggir, "Itu adalah Chen Kai. Jangan menyinggungnya."
Ling dan yang lainnya mengikuti Guru Sheng dan memberi jalan.
Chen Kai tak terlihat seperti berusia dua puluhan. Wajahnya tampan. Namun, Yuan melihat Chen Kai dan Ling bergantian. Tidak hanya Yuan, tapi Jun Ye Li juga menyadari sesuatu. Dia pun menatap Liam, "Mengapa aku merasa dia mirip Ling?"
Memang tidak mirip persis, tapi hanya sepersepuluh. Jika orang lain melihat mereka, pasti mereka akan berpikir dua orang ini adalah saudara kandung. Namun setelah dipikirkan, memang banyak orang di dunia ini yang mirip. Jadi mereka melupakan hal itu.
Chen Kai berhenti sejenak untuk menyapa Guru Sheng, "Guru Sheng, Anda melakukannya dengan baik tahun ini. Anda bahkan merekrut lima murid."
"Aku beruntung bertemu dengan mereka," ucap Guru Sheng merendahkan diri. Ia tak berani sombong di depan murid besar seperti Chen Kai.
Setelah itu, Chen Kai pergi.
Mereka tak bersebelahan lagi. Seorang wanita di samping Chen Kai tak berhenti menatap Guru Sheng dan menggelengkan kepalanya, "Guru Sheng dan Guru Su memperebutkan murid baru setiap tahun. Namun, tahun ini Guru Sheng terlihat ceroboh."
"Maksudnya?" tanya Chen Kai.
Wanita itu tertawa, "Kau benar-benar tidak tahu? Dia merekrut murid level dua. Sedangkan empat murid lainnya terlihat tak memiliki energi kultivasi. Di sisi lain, Guru Su merekrut murid yang hampir mencapai level kelima."
Chen Kai hanya tersenyum. Ia tak peduli dengan hal seperti itu.
"Chen Kai!" seorang wanita dengan pakaian kasual menghampirinya.
"Bai Chengsi, apa kau tidak kembali untuk melihat saudaramu? Mengapa kau di sini?" tanya Chen Kai sambil tersenyum padanya.
"Aku di sini untuk bertemu idolaku," jawab Bai Chengsi.
"Idola?" tanya Chen Kai kaget.
"Ketika saudaraku kembali, dia memberitahuku jika Kakak Xia akan berada di sini hari ini," jawab Bai Chengsi.
*
Di kantor manajemen luar negeri.
Han Shuangfu menerima ramuan dari Kota Bayangan. Orang-orang di luar negeri gemetar ketakutan saat melihat jet tempur yang mengirim ramuan itu.
"Kakak Xia, kenapa kau kembali? Bukankah banyak urusan di Kota Bayangan yang belum selesai?" tanya Han Shuangfu masih melihat ramuannya.
"Aku akan kembali ke akademi," jawab Zhuo Xia tenang.
"Kenapa kau kembali?" tanya Han Shuangfu lagi. Padahal Zhuo Xia meninggalkan akademi beberapa tahun lalu.
Namun, Zhuo Xia tak menjawab dan berlalu pergi.
Saat ini yang bisa dilakukan Han Shuangfu hanya menelepon ayahnya.
***
2000+ kata terlalu banyak, gak?
Karena biasanya 1000 kata doang😁