Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tidak Ada Nona Kedua


Saat ia mengangkat kepalanya, semua orang dapat merasakan dengan jelas aura dinginnya. Hampir semua mata tertuju padanya. Tubuhnya tinggi dan langsing. Saat ia berjalan mendekat, terlihat wajahnya yang halus, tapi ekspresinya tegas.


Saat ia menatap, tatapan itu setajam belati.


Chen Kai mengenalnya. Ia merasa jantungnya berhenti saat melihat Zhuo Xia. Penjaga di belakang Bai Xiaoqi juga mengenalnya. Semua orang tahu tentang plakat phoenix, tapi tak ada yang tahu wajahnya.


"Nona Zhuo ... sudah kembali?" penjaga itu berbisik.


Saat itu, pemuda itu melotot. Ia tahu nama Keluarga Zhuo. Ia menatap Chen Kai, "Tu-tuan Muda ...."


Chen Kai tak berkutik. Ia berusaha menormalkan jantungnya.


Saat itu Ling ingin menyapa Bai Xiaoqi karena mereka sudah lama tak bertemu, tapi saat melihat Zhuo Xia, ia terkejut, "Kau sudah selesai? Cepat sekali."


"Ya, tak terlalu penting," jawab Zhuo Xia. Ia maju selangkah san menggandeng tangan Ling.


Kemudian, tatapannya beralih ke Bai Xiaoqi, "Xiaoqi, untuk kedepannya jangan bawa siapa pun lagi."


"Aku akan menanganinya," jawab Bai Xiaoqi.


Bai Chengsi melirik Bai Xiaoqi. Bukankah Bai Xiaoqi menyukai Ling? Lalu mengapa Zhuo Xia terlihat lebih dekat dengan Ling?


Bai Xiaoqi meminta penjaga untuk mengeluarkan pemuda itu. Ia tersenyum pada Ling, "Kakak Ipar, jangan tersinggung dengan orang seperti itu."


Bai Chengsi tertegun. Ia tak salah dengar, kan?


"Tidak masalah. Aku sudah sering menemui orang bodoh," jawab Ling tersenyum.


"Cih, Xiaoqi. Kakak Ipar datang ke luar negeri dan kau tak memberinya hadiah apa pun?" tanya Han Shuangfu.


"Tenanglah. Aku juga telah menyiapkan hadiah," jawab Bai Xiaoqi lembut.


Perbincangan mereka terlihat sangat akrab. Chen Kai sampai tak bisa mengendalikan diri. Ia bertanya, "Nona Bai, Anda kenal dengan Tuan Muda Chen?"


"Tentu saja. Bagaimana mungkin aku tak mengenali kakak iparku sendiri," jawab Bai Xiaoqi sambil tetap tersenyum.


Bai Chengsi tak bisa mengatakan apa pun. Sejak awal ia selalu berpikiran buruk terhadap Ling. Ia pikir Ling akan selalu bergantung pada Bai Xiaoqi. Namun nyatanya, Zhuo Xia lah yang menyukainya.


Mereka berempat sudah lama tak berkumpul. Oleh karena itu, mereka lebih banyak mengobrol.


"Kakak Ipar, kudengar kau akan ikut judi batu? Kebetulan ahli judi batu dari keluarga kami memiliki nama keluarga yang sama denganmu," ucap Bai Xiaoqi.


Mendengar ucapan Bai Xiaoqi, Chen Kai menahan amarahnya, "Nona Bai, jangan bicarakan itu di depan junior. Jangan menakut-nakutinya."


Han Shuangfu melirik Ling, "Kakak Ipar di sini bukan untuk jadi pemenang, tapi untuk mencari batu untuk Kakak Xia. Apa pun itu akan kau terima kan, Kak?"


"Tentu saja," jawab Zhuo Xia.


"Karena kau ingin berjudi, ayo pergi bersama ke halaman dalam. Semua batu bagus ada di sana. Apa kau akan ikut?" tanya Chen Kai.


Sedetik kemudian ia menghela napas, "Ah, aku lupa kalau kau tak bisa berjudi."


"Baik," jawab Ling.


"Baik, aku akan menunggumu," ucap Chen Kai tersenyum dan pergi.


Saat Ling membalikkan badan, semua orang menatapnya aneh, kecuali Zhuo Xia. Ia bingung, "Apa ada yang salah?"


Han Shuangfu menghela napas, "Kau benar-benar akan bertanding dengan Chen Kai? Apa kau tahu siapa dia?"


"Tuan Muda, Chen Kai adalah juara judi batu tahun lalu," ucap Zhuo Ai.


"Tak hanya tahun lalu, tapi juga tahun sebelumnya," Han Shuangfu menambahkan.


"Kalian tak ingin percaya padaku?" tanya Ling.


"Tuan Muda, Anda harus menunjukkan sesuatu yang membuat kami percaya padamu," ucap Zhuo Ai.


Namun Ling diam. Ia tak mungkin mengatakan rahasianya.


Tapi Zhuo Xia bertanya hal lain, "Keluarga Zhuo? Asosiasi Dewa Ramuan?"


Ling tersenyum, "Itu sudah diselesaikan."


Jawaban ini tak memuaskan Zhuo Xia. Namun, ia tak akan bertanya lagi sekarang.


Saat ini, tetua berjalan ke arah mereka, "Nona, Tuan Tua Cheng sedang mencari Anda."


"Belum selesai?" tanya Ling.


Zhuo Xia menggeleng, "Tadi ia menemui tamu lain dulu. Pergilah dengan mereka ke halaman dalam. Aku akan segera kembali."


"Baik, pergilah," jawab Ling.


Sebelum tetua pergi, ia melihat ke arah Ling. Ia berhenti kemudian membungkuk pada Ling. Setelah itu, ia pergi bersama Zhuo Xia.


Bai Xiaoqi tak menduga hal ini akan terjadi. Bai Chengsi juga kaget. Mereka tahu betul bagaimana watak tetua. Ia sangat sombong dan suka merendahkan orang. Namun, sekarang ia menghormati Ling?


Apa ini ilusi?


"Apa yang terjadi?" tanya Bai Xiaoqi pada Han Shuangfu.


Bai Xiaoqi melirik Ling, "Baiklah jika kalian tak ingin memberitahuku. Kakak Ipar, aku akan mencari ahli batu untukmu."


Ling menghela napas pasrah, "Yah terserah dengan apa yang mau kalian lakukan."


"Jangan khawatir. Bahkan jika nanti kau mengambil batu yang jelek, aku akan tetap mendukungmu," ucap Han Shuangfu tersenyum lebar.


Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu pun pergi ke halaman luar untuk mencari ahli batu untuk Ling.


*


Di sisi lain, Chen Kai telah tiba di halaman depan. Nyonya Chen ada di sana, "Kai, aku dengar dari ayahmu Chen Ling itu benar-benar kenal dengan orang besar itu. Jadi aku sudah menyiapkan batu untuk Chen Ling. Nanti kau ...."


Chen Kai memotong, "Tidak perlu Bu. Ini tak ada hubungannya dengan Chen Ling."


"Maksudmu?" tanya Nyonya Chen bingung.


"Dia pasti menipu mereka semua. Orang besar itu kenal dengannya pasti karena ia membawa nama Zhuo Xia. Tidak heran mereka semua akan menghormatinya," jawab Chen Kai.


"Yah, akhirnya aku akan tetap mengalahkannya nanti di acara judi batu," lanjut Chen Kai bicara.


*


Saat ini, Cheng Lan menemui Ling.


"Tuan Muda Chen," sapa Cheng Lan hormat.


Ling ingat dengan Cheng Lan karena ialah yang membuatnya bisa menemui Yiqin Zhao. Ia harus sedikit berterimakasih padanya. Kemudian ia bertanya sambil tersenyum, "Ada apa?"


"Nona Muda kami sedang mencari Anda," jawab Cheng Lan.


Jika itu orang lain, Ling pasti akan menolak. Kemudian ia menjawab, "Baiklah."


"Tuan Muda ...," Zhuo Nan hendak mengikuti Ling


"Tidak apa, aku kenal dia. Tunggu aku di sini," jawab Ling.


Cheng Lan juga tersenyum pada mereka. Ia menunjukkan kartunya, "Tenang saja, aku dari Keluarga Cheng. Tuan Muda Chen akan aman di wilayah kami."


Setelah itu mereka berjalan dan menghilang dari pandangan.


"Itu ... Kapten tim penegak hukum, kan?" tanya Zhuo Kira.


"Bagaimana ia bisa mengenal Tuan Muda Chen? Dan ... Nona yang mereka sebutkan, apakah itu Nona yang lebih rendah di bawah Nona kita?" tanya Zhuo Kira lagi.


"Tidak ada Nona kedua di Keluarga Cheng. Tapi bagaimana mereka bisa saling kenal?" ucap Zhuo Nan.


Padahal Ling berasal dari Kota Urban. Tapi ia kenal dengan Bai Xiaoqi dan Chen kai, bahkan Nona Cheng? Ini aneh. Dia kenal dengan banyak sekali orang.


Dan lagi, Cheng Lan kelihatannya juga sangat hormat.


Mereka bertiga semakin penasaran dengan rahasia apalagi yang dimiliki Ling.


*


"Silahkan, Tuan Muda," ucap Cheng Rui memberi secangkir teh.


"Katakan, mengapa kau mencariku?" tanya Ling.


"Kalau begitu aku akan langsung saja. Keluarga kami ingin bekerjasama dengan Nona Mei. Sebagai balasannya, kami akan memberi 3 sampai 5 batu tingkat tinggi. Aku pikir ini setimpal," ucap Cheng Rui.


"Mengapa urusan Nona Mei ditanyakan padaku?" tanya Ling lagi.


Cheng Rui menatap Ling penuh arti. Kemudian ia menjelaskan, "Sejauh ini, Nona Mei telah menemui 3 keluarga. Aku telah memikirkan kesamaan apa yang mereka miliki sehingga Nona Mei mau menemui mereka. Jika tentang kekuatan, Keluarga Gao tak sekuat mereka. Sudah pasti bukan alasan ini. Akhirnya aku menemukan karakteristik yang sama, yaitu mereka semua mengenalmu, Tuan Muda Chen."


Ling mengerutkan kening. Ia berkata, "Aku tidak tahu apa Nona Cheng bicarakan. Temanku menelepon jadi pembicaraan kita sampai sini dulu."


Cheng Rui tersenyum dan mengangguk, "Baik."


Cheng Rui tak bicara. Ia melihat ke arah terakhir Ling berada.


Cheng Lan juga merasa aneh. Namun, saat ini mereka mendengar suara dingin dari luar pintu, "Jika kau ingin bekerjasama dengan Nona Mei, pergilah ke kediaman Keluarga Gao besok jam 10 pagi."


Cheng Lan mengangkat kepalanya dan melihat ujung kemeja putih menghilang. Ia berteriak girang, "Nona ... Nona ...."


Cheng Rui menarik napas dalam-dalam, "Ternyata benar. Orang di belakang Nona Mei adalah dia."


Cheng Rui dapat merasakannya, walau ia tak bisa membuktikannya. Sedangkan Cheng Lan berpikir, hampir semua orang di luar negeri takut dengan Mei Mengyi, tapi orang di belakangnya adalah Ling?


*


Ling menemui Bai Xiaoqi yang sudah menemukan ahli judi batu.


"Tuan Luo, Anda tak perlu melakukan apa pun. Bawa saja Ling melihat-lihat. Ketika saatnya tiba, pilih batu yang bagus untuknya," ucap Bai Xiaoqi.


"Kalau begitu ikuti aku," ucap Tuan Luo memandang Ling. Jika bukan karena Keluarga Bai pernah membantunya, ia tak mungkin mau melakukan ini.


Mereka mulai berjalan memilih batu.