
Ling melihat Zhuo Shiaonian belum juga pergi. Wajahnya menjadi muram. Ia berjalan ke arahnya dan mengambil ponsel di tangannya.
"Apa kau melihat ini? Ada tanda tangan A Shui di sini. Apa kau pernah mendengar tentang A Shui? Jika tidak, aku akan mencarinya di internet sekarang. Apa kau percaya jika ini adalah video pribadi A Shui? Apakah kau percaya jika kau tidak pergi sekarang dalam 5 menit, maka kau tidak akan bisa pergi lagi," ucap Ling dingin. Setiap katanya membuat Zhuo Shiaonian menggigil. Ia mundur selangkah.
Zhuo Shiaonian tidak percaya dengan Ling. Namun melihat orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya itu, pikirannya sudah tidak jernih. Ia menggigit bibir dan pergi dari sana dengan rasa malu.
Ia pikir ia akan menjadi pusat perhatian di sini. Ia pikir kedatangannya kali ini akan menjadi hal yang mengesankan seperti ia datang ke luar negeri. Namun di sini ia malah menjadi bahan lelucon. Ia memang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Raja Legendaris, tapi apa sekarang ia juga kalah dengan Ling?
Melihat Zhuo Shiaonian pergi, warga di sana tak bisa berkata-kata.
"Gerakanmu sangat cepat. Aku bahkan belum mengatakan padamu untuk meminta izin akses ini, tapi sekarang ini ada di tanganku. Kapan kau menghubungi mereka? Mengapa aku tidak melihatnya? Meski begitu, ini memang sangat brilian," ucap Han Shuangfu melihat ke arah Zhuo Xia.
Tidak hanya Han Shuangfu, Bai Xiaoqi juga kagum. Ia tahu, meski Zhuo Xia hebat, tapi Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya itu juga tidak mudah untuk diajak kompromi. Ia tak tahu metode apa yang digunakan oleh Zhuo Xia.
Mendengar ini, Zhuo Xia melirik ke arah mereka. Dengan suara dingin dan pelan, ia berkata, "Bukan aku yang melakukannya."
"Bukan kau? Lalu siapa?" tanya Han Shuangfu tercengang.
"Siapa lagi yang bisa melakukan ini dengan cepat selain Raja Legendaris?" tanya Liam. Ia menghampiri Han Shuangfu dan menepuk bahunya pelan.
"Sepertinya otakmu masih berfungsi. Gunakan itu dengan baik," ucap Liam sambil menghela napas.
Jika itu kemarin, mungkin Han Shuangfu akan memukul Liam. Namun, pikirannya tidak di sana saat ini. Ia melihat ke arah Zhuo Xia dan bertanya dengan bingung, "Apa itu benar ... Raja Legendaris?"
"Benar sekali," jawab Zhuo Xia sambil mengangguk. Mata hitamnya melihat ke arah Ling.
Han Shuangfu dan Bai Xiaoqi tidak memperhatikan ini. Mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"Meski itu bukan Kakak Xia, aku pikir itu ada hubungannya dengan Kakak Xia. Namun ternyata itu malah Raja Legendaris. Apa benar Raja Legendaris memberi kita akses?" tanya Han Shuangfu yang masih bingung.
"Aku malah lebih ingin tahu siapa Raja Legendaris itu sebenarnya. Apa kau tidak melihat jika Zhuo Shiaonian saja takut dengannya? Aku benar-benar ingin bertemu dengan Raja Legendaris itu," jawab Bai Xiaoqi.
"Dia sangat hebat. Aku tidak pernah bertemu dengannya di Kota Bayangan sebelumnya. Sepertinya ia sangat sibuk," ucap Han Shuangfu.
"Raja Legendaris? Mungkin Raja Legendaris itu kecanduan bermain kartu," gumam Liam.
"Bagaimana mungkin? Apa kau pikir Raja Legendaris adalah kau?" ucap Han Shuangfu yang merasa aneh.
Namun Liam hanya tertawa.
Yuan menyimpan kartu. Sedangkan Su Wen Ai dan Ling hanya diam.
"Mengapa? Apa aku mengatakan hal yang salah?" tanya Han Shuangfu semakin bingung melihat tatapan mereka.
Han Shuangfu tak mendapat jawaban. Perdebatan mereka terhenti saat melihat kepala suku keluar dari kamar. Ia langsung menghampiri Ling.
"Tuan Muda Chen, terimakasih telah menyelamatkan anakku," ucap kepala suku sambil membungkuk.
Semua orang yang ada di sana tersadar. Mereka teringat jika Ling lah yang menyelamatkan ayah Su Hua, bukan Zhuo Shiaonian. Atmosfer di sana menjadi aneh.
Ling menjawab dengan santai, "Bukan masalah besar."
Bukan masalah besar?
Han Shuangfu dan Bai Xiaoqi menganga. Jika ada Zhuo Shiaonian di sini dan mendengar hal ini, mungkin dia bisa mati berdiri.
Kepala suku mengedarkan pandangannya. Ia berada di dalam kamar cukup lama. Saat keluar, ia tak melihat Zhuo Shiaonian. Ia cukup terkejut.
"Di mana Nona Zhuo Shiaonian?" tanya kepala suku.
Awalnya kepala suku hanya fokus dengan kepergian Zhuo Shiaonian. Namun saat mendengar kalimat berikutnya tentang Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya, ekspresinya menjadi tenang.
"Jika karena pulau itu, maka tidak perlu memikirkannya lagi. Sekarang anakku sudah bangun. Tempat rahasia segera bisa dibuka. Nona Zhuo, Tuan Muda Chen, apa kita akan melakukannya?" tanya kepala suku.
"Ya," jawab Zhuo Xia.
"Hm," gumam Ling.
Mereka berdua menjawab dengan dingin.
Semua masalah beres. Mereka menyuruh kepala suku untuk menyiapkan hal yang diperlukan. Kemudian mereka pergi.
Sebelum pergi, Liam teringat sesuatu dan tertawa.
"Liam, apa yang kau tertawakan?" tanya Han Shuangfu bingung. Bai Xiaoqi, Su Hua, dan Su Hal yang ada di sana juga menatapnya heran.
"Apa kau tahu? Nona Zhuo Shiaonian menawarkan ramuan tingkat menengah agar aku bergabung dengan Asosiasi Dewa Ramuan," jawab Liam sambil melirik ke arah Su Hua dan Su Hao.
"Tidak buruk. Kau bisa menahan godaan ramuan tingkat menengah," jawab Han Shuangfu santai. Meski ia tak mengerti mengapa Liam mengatakan itu, ia menatap Liam kagum.
Namun reaksi Su Hua dan Su Hao berbeda. Mereka menatap Han Shuangfu dengan mata membulat.
"Mengapa kalian menatapku seperti itu? Apa ada yang salah?" tanya Han Shuangfu bingung.
"Apa aku melakukan kesalahan pada kalian?" tanya Han Shuangfu lagi. Ia merasa tatapan Su Hua dan Su Hao tidak seperti biasanya.
Melihat ini, Liam hanya tersenyum ke arah mereka, kemudian pergi.
Setelah sadar, Su Hua dan Su Hao berhenti menatap Han Shuangfu dengan aneh. Mereka membungkuk dan meminta maaf.
Meski Han Shuangfu tidak tahu apa yang dipikirkan Su Hua dan Su Hao, tapi ia tahu jika mereka tidak mungkin berani tidak sopan padanya. Jadi ia tak memikirkannya lagi dan menyusul Liam.
"Liam! Jangan khawatir, itu hanya ramuan tingkat menengah. Aku juga memilikinya di luar negeri. Aku akan meminta seseorang untuk mengirim satu botol padamu. Jangan merasa ramuan itu sangat disayangkan," ucap Han Shuangfu. Ia berniat menghibur Liam.
"Ya, terimakasih Han Shuangfu," jawab Liam sambil tersenyum sopan.
"Sama-sama," jawab Han Shuangfu. Ia melambaikan tangannya seolah itu bukan masalah besar.
Yuan dan Su Wen Ai dalam diam menatap Han Shuangfu. Sedangkan Su Hua dan Su Hao mengalihkan pandangannya ke arah Liam.
Han Shuangfu juga melihat ke arah Liam. Ia melihat botol air yang dipegang Liam.
Merasa ditatap, Liam berkata, "Mengapa? Apa kau mau minum?"
Han Shuangfu melihat itu botol yang sama seperti saat mereka di jet. Ia tersenyum tipis dan menjawab, "Sejujurnya aku jarang melihat seseorang membawa botol air."
Setelah mengatakan itu, Han Shuangfu pergi bersama Bai Xiaoqi.
Melihat ini, Su Hua yang biasanya diam juga ikut berkomentar. Ia menghela napas dan berkata, "Nona Han Shuangfu pasti akan menyesal karena mengatakan itu."
Su Hao menjawab, "Tidak masalah jika Nona Zhuo Shiaonian menggunakan ramuan tingkat menengah untuk membujuk Tuan Liam. Namun, Nona Han Shuangfu menggunakan ramuan tingkat menengah untuk menghiburnya? Apa ia tidak tahu bahwa botol air itu penuh dengan ramuan? Bahkan itu adalah ramuan tingkat tinggi."
***
Hari ini dua ya😄
Stay safe and healthy ❤️