
Di sisi lain, Ling dan yang lainnya sudah kembali ke Keluarga Shi.
Tetua Keluarga Shi melihat jika Ling tidak mengungkit masalah kemarin. Entah itu kebetulan atau memang direncanakan, tidak dapat disangkal jika Ling telah menyelamatkan mereka.
"Kamarmu masih sama seperti kemarin. Itu berada di samping kamar Chen Yuai. Jika tidak ada sesuatu yang mendesak, lebih baik jangan keluar. Aku akan mengirim seseorang untuk menjaga Anda," ucap tetua Keluarga Shi.
Ling hanya sedikit mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa. Ia juga tidak peduli dengan hal lain.
Dia kembali ke kamarnya dan menyalakan komputernya untuk mencari informasi tentang Keluarga Shi.
Namun, ekspresinya menjadi muram. Ia tiba-tiba sadar jika Tuan Shangxuan menyuruhnya datang ke Keluarga Shi bukan untuk menyelamatkan orang-orang. Ia pun tidak tahu jika Ling bisa menyelamatkan orang-orang itu atau tidak. Jadi, apa alasan sebenarnya Tuan Shangxuan menyuruhnya ke Keluarga Shi?
Ling menatap layar komputer dengan serius. Saat ia menekan tombol enter, peta seluruh pulau langsung muncul di layar.
Tatapannya membeku.
Berdasarkan buku yang ditunjukkan oleh Tuan Shangxuan padanya, Keluarga Shi mungkin memiliki potongan peta kuno.
Jika dia ingin menyelamatkan Zhuo Xia, dia harus menemukan altar kuno. Jika tebakannya benar, potongan-potongan kertas yang selama ini telah dia kumpulkan adalah bagian dari peta kuno itu.
Jika satu bagian yang tersisa memang benar berada di Keluarga Shi ... namun, Ling juga percaya jika satu bagian lagi berada di tangan Wu Shao.
Ling memijat pelipisnya.
Ketika ia sedang berpikir keras, terjadi keributan lain di luar.
*
"Cepat! Cepat pergi ke Keluarga Xiao dan undang Dokter Zhuo itu. Sebelumnya, Dokter Zhuo mengatakan jika seseorang yang terinfeksi bisa disembuhkan selama belum terinfeksi satu hari lebih. Dia baru saja terinfeksi dan pasti bisa disembuhkan," ucap seseorang dengan panik.
Ling keluar dan melihat banyak orang sudah berkumpul di luar halaman. Di tengah kerumunan, ada seseorang yang yang terbaring di tanah. Kulitnya berangsur-angsur berubah menjadi hijau kehitaman.
Chen Yuai baru saja keluar kamar dan menguap. Saat ia melihat Ling, ia langsung menarik tangannya agar menjauh. Ia tak tahu harus mengatakan apa pada Ling sekarang. Ia juga tak ingin mengatakan apapun padanya.
Namun, saat ia melihat orang yang terbaring di tanah, ekspresinya langsung berubah. Untungnya, Ling tidak melihatnya. Ling hanya menatap lekat ke arah orang yang terbaring di tanah itu.
Namun, Chen Yuai tertangkap basah.
Ling meliriknya dan agak heran melihat ekspresi Chen Yuai.
Chen Yuai sesegera mungkin mengubah ekspresinya, "Aku hanya takut terjadi sesuatu padanya. Jangan terlalu dekat. Aku sudah mengirim orang untuk mencari Nona Zhuo Shiaonian. Dia akan segera datang."
Namun, Ling menepis tangannya dan hanya mengangguk. Ia terlihat sangat dingin dan tidak berbicara. Ia berjalan ke belakang kerumunan dan masih menatap orang yang terbaring di tanah itu.
Melihat Ling seperti ini, Chen Yuai tak mengatakan apapun.
Setelah insiden tadi malam, ia samar-samar sudah mengetahui karakter Ling. Ia memang terlihat biasa saja, tapi sebenarnya ia lebih sulit untuk didekati daripada orang lain. Dia dan Shi Jiu hanya tahu jika nama keluarganya adalah Chen. Mereka bahkan tidak tahu namanya.
Namun, sekarang bukan waktunya untuk memikirkan hal ini. Ia kembali menatap lekat orang dari Keluarga Shi yang terbaring di depannya.
Sepertinya orang-orang dibalik ini memang menargetkan Keluarga Shi.
Saat Nyonya Shi melihat Ling, ia segera berkata, "Kenapa kau membiarkannya keluar? Kudengar kau bahkan membawanya keluar tadi malam?"
Tak ada yang mengenal putrinya lebih baik darinya. Ia tahu jika Shi Jiu selalu fokus meneliti ramuan. Ia tidak pernah tertarik pada hal lain. Bahkan, ia tak memperlakukan Chen Yuai dengan spesial. Sekarang, sifatnya agak aneh terhadap orang yang tidak dikenal. Nyonya Shi merasa dia sangat berbahaya.
Namun, sebelum dia mendapatkan jawaban, sebuah suara menghentikannya.
Sekelompok orang yang terlihat angkuh datang, "Cepat, minggir! Nona Zhuo Shiaonian ada di sini. Jangan ada satu orang pun yang mengelilingi tempat ini. Nona Zhuo Shiaonian mengatakan jika udara terhambat, maka orang-orang di sekitarnya akan mudah tertular."
Setelah mendengar ini, semua orang langsung bubar.
Ling berdiri di tengah kerumunan dan melihat sosok yang dikenalnya itu. Tidak diragukan lagi orang itu adalah Zhuo Shiaonian. Tebakannya langsung benar.
Namun, memang ada yang salah dengan Keluarga Shi.
"Nona Zhuo Shiaonian, tolong selamatkan dia," ucap Chen Yuai yang bergegas keluar dari kerumunan. Nadanya terdengar memohon.
Zhuo Shiaonian hanya mengernyit dan tidak mengatakan apa-apa. Ia langsung menghampiri orang yang terbaring di tanah.
Pertama-tama, ia mengeluarkan jarum perak dan memasukkan dua jarum ke tubuh orang itu. Warna jarum itu langsung berubah.
Orang-orang yang menonton tidak mengerti apa yang dia lakukan. Mereka hanya tahu, setelah Zhuo Shiaonian mengambil dua jarum itu, ia menghela napas dan berdiri.
"Aku tidak bisa menyelamatkannya," jawab Zhuo Shiaonian yang tidak pernah diduga semua orang.
Tetua Keluarga Shi langsung berkata, "Nona Zhuo Shiaonian, bukankah Anda mengatakan jika Anda dapat menyelamatkan siapapun, dengan syarat belum terinfeksi selama lebih dari satu hari? Aku masih bisa diam untuk masalah Tuan Muda sebelumnya, tapi kali ini, dia jelas-jelas baru saja terinfeksi. Kenapa Anda tidak bisa menyelamatkannya?"
Keluarga Shi sedang dalam kondisi yang kacau. Termasuk orang ini, dua orang dari Keluarga Shi terinfeksi virus langka yang bahkan tidak bisa disembuhkan oleh Dokter Zhuo.
Shi Jiu mengerutkan kening. Ia berdiri di samping dan mengepalkan tangan. Sedangkan Chen Yuai, saat ia mendengar ucapan Zhuo Shiaonian, ia agak linglung. Terlihat jelas jika dia sangat terpukul.
Ling diam-diam melirik orang yang terbaring di tanah. Saat ia melihat Chen Yuai dari ekor matanya, ia langsung menoleh ke arahnya dan mengangkat alis.
Chen Yuai tak terlalu memperhatikan ekspresi Ling saat ini. Ketika mendengar pertanyaan Ling wajahnya menjadi agak pucat. Ia menjawab, "Aku sudah mengenalnya sejak aku berada di Keluarga Cheng. Jika bukan karena dia, aku pasti sudah mati dari dulu."
Ling mengangguk sedikit.
Saat ini, Zhuo Shiaonian mulai berbicara lagi. Namun, ia tidak menyadari kehadiran Ling di antara kerumunan.
Sejujurnya, di level Ling sekarang, bahkan Zhuo Xia saja akan kesulitan untuk menemukannya diam-diam.
"Tetua Shi, aku benar-benar tidak bisa menyelamatkan orang ini. Karena virus di tubuhnya berbeda dengan Tuan Muda sebelumnya. Mungkin aku perlu mempelajarinya lagi selama beberapa hari. Dan juga, aku curiga virus kali ini dapat ditularkan melalui udara. Namun, aku tidak bisa melakukan apapun. Kalian harus sesegera mungkin mencari solusinya," ucap Zhuo Shiaonian. Ia tak terlihat merasa bersalah sama sekali. Ia hanya menggelengkan kepalanya santai.
Ekspresi semua orang yang mendengar ini langsung suram. Mereka juga menyadari jika gejala orang kali ini memang berbeda dengan Tuan Muda sebelumnya.
Para tetua dan pelayan Keluarga Shi langsung panik. Apa yang harus mereka lakukan sekarang? Apakah orang-orang itu benar-benar ingin memusnahkan Keluarga Shi?
"Tetua, di sini sudah tidak aman. Mari kita pindahkan dulu Keluarga Shi dari sini," ucap salah satu orang.
"Chen Yuai, aku akan bertanya lagi padamu. Apa kau tahu Cheng Rui? Nona Muda Keluarga Cheng?" tanya Ling memandang Chen Yuai.
Walau ia tidak mengerti mengapa Ling menanyakan hal itu, ia tetap mengangguk sebagai jawaban.
Mengetahui jawabannya, Ling menggeleng sedikit, "Hm, ternyata benar-benar mengenalnya."
Ling tidak tahu orang itu terkena virus apa, tapi tidak sulit untuk menyelamatkannya. Namun, ia tak bisa melakukan itu secara diam-diam.
Sambil ia berpikir, ia menggeser seseorang di depannya dan dia berjalan ke depan.
Tetua Shi saat ini sedang mengobrol dengan Shi Jiu, "Nona Muda, aku akan mengatur agar semua anggota keluarga bisa pergi ke Keluarga Xiao untuk mencari bantuan. Orang-orang dibalik ini semua pasti mengincar Keluarga Shi kita. Kali ini ...."
Ling masih berjalan ke depan. Saat ia mendengar ucapan tetua Shi, ia mengangkat alisnya. Ia melirik tetua Shi dan tak bisa menahan tawanya, "Aku ingin melihat seberapa berbahaya virus ini. Namun ternyata, itu hanya dibuat agar Keluarga Shi pergi. Zhuo Shiaonian, apakah ini hadiah yang kau berikan padaku selama setahun?"
Suara ini terlalu tiba-tiba dan sangat dingin. Saat orang-orang panik, suara ini ibarat seember air yang menyadarkan mereka.
Penjaga di samping Zhuo Shiaonian langsung menoleh dengan marah. Orang itu jelas ingin melawan Zhuo Shiaonian!
Saat ia berbalik, ia melihat sosok perlahan berjalan keluar dari kerumunan.
Ling sedikit menyipitkan matanya. Saat ia bertemu dengan orang-orang seperti ini, dia jelas terlihat arogan. Matanya, tubuhnya, seluruhnya memancarkan sikap acuh tak acuh.
Saat penjaga Zhuo Shiaonian melihat wajah Ling, ia merasa seolah-olah seseorang telah mencekik lehernya. Matanya melebar dan ia tak bisa berkata-kata.
Suasana terasa sangat sepi. Walau ia ingin menghentikan Ling, tapi tindakannya terbalik dengan pikirannya.
"Tu-Tuan Muda Chen?" penjaga itu merasa tidak percaya saat melihat Ling. Ia baru bisa berbicara setelah tertegun cukup lama.
Ia adalah penjaga Zhuo Shiaonian, tentu saja dia mengenal Ling. Terutama karena kompetisi penerimaan murid itu. Sembilan resep ramuan yang hampir tidak pernah didengar muncul. Nama dan sosok Ling langsung menjadi legenda generasi baru di dunia ramuan. Bahkan Zhuo Shiaonian tak layak dibandingkan dengannya. Jika bukan karena Ling telah menghilang dari muka bumi selama setahun terakhir, tak ada seorangpun di dunia ramuan yang bisa bertindak sesuka hati.
"Ah, itu kau," ucap Ling melirik penjaga itu. Suaranya terdengar menyenangkan saat menyapanya. Sejak di Kota Bayangan, penjaga itu selalu menjadi salah satu penjaga di belakang Zhuo Shiaonian. Ling bisa mengingatnya karena ia memiliki ingatan fotografis.
Penjaga itu tak menyangka jika Ling masih mengingatnya. Ia merasa tersanjung.
Saat Zhuo Shiaonian mendengar ucapan penjaganya, ia membeku sejenak dan perlahan berbalik. Saat ia melihat Ling, matanya meredup.
"Chen Ling, apakah kau akan ikut campur dalam masalah ini?" tanya Zhuo Shiaonian.
Memang ada aturan di dunia ramuan, jika seseorang tidak boleh ikut campur dalam urusan ahli ramuan lain. Jika Ling memaksa untuk ikut campur, artinya dia akan melawan Zhuo Shiaonian secara terang-terangan.
Tentu saja, jika Zhuo Shiaonian bersedia Ling ikut campur, tidak akan ada masalah. Namun, mereka berdua memang sudah selalu bertentangan. Bagaimana mungkin Zhuo Shiaonian akan bersedia?
Nyonya Shi mengerutkan kening saat melihat Ling keluar menerobos kerumunan. Ia takut Ling akan menyinggung Zhuo Shiaonian. Namun, ia tak menyangka jika penjaga Zhuo Shiaonian ternyata begitu sopan kepada Ling. Ini membuatnya tercengang.
Ling berjalan perlahan menghampiri Zhuo Shiaonian. Ia tersenyum kecil dan mengangguk, "Aku tidak punya pilihan lain. Aku berutang budi pada Chen Yuai."
Sebelum Ling pergi, Chen Yuai memberinya pegunungan terdekat dengan sumber daya melimpah secara gratis. Itu memang yang dia butuhkan, jadi Ling tidak menolaknya.
Namun, sejak dulu, sangat sulit untuk membayar budi. Sejak ia bertemu dengan Keluarga Cheng, ia sudah seharusnya melakukan ini.
Zhuo Shiaonian tidak tahu kemana perginya Ling selama setahun ini, tapi ia tahu, jika ia tak akan pernah bisa meremehkan Ling. Dulu, ia terlalu sombong dan berpikir jika tak ada seorangpun di dunia ini yang dapat menandinginya. Ia pun melawan Ling dengan percaya diri. Namun ternyata, ia salah besar.
Jadi, saat Ling mengatakan jika ia ingin ikut campur dalam masalah ini, Zhuo Shiaonian tidak mengatakan apapun. Ia melambai pada para penjaganya, "Ayo pergi."
Sekelompok orang yang awalnya datang dengan angkuh, sekarang mereka semua pergi dalam diam.
Melihat Zhuo Shiaonian sudah pergi, Ling berbalik dan menatap Chen Yuai, "Pindahkan orang ini ke dalam rumah."
Namun, tidak ada satu orang pun yang bergerak.
Ia memainkan jari-jarinya dan berkata dengan malas, "Jangan khawatir, dengan adanya aku disini, kalian tidak akan tertular virus itu."
Saat mereka memasuki rumah, Nyonya Shi menarik lengan baju Chen Yuai dengan gugup, "Nak, siapa Tuan Muda Chen ini?"