Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Nama Asli


"Apa itu?" tanya salah satu dari empat orang itu. Mereka adalah Ling dan gengnya yang datang dari Kota Bayangan.


Mendengar ucapan pemuda berbaju biru, Ling hanya menatapnya sambil makan daging.


"Itu adalah binatang buas level 3. Hanya tetua keluarga yang bisa mengalahkannya. Jika kalian memanggang daging di hutan, nanti kalian yang akan jadi makanan mereka," jawab pemuda itu dengan serius.


"Tapi untungnya kalian bertemu denganku," lanjut pemuda itu sambil tersenyum.


Liam berdiri di atas pohon dengan santai sambil memperhatikan sekeliling. Sedangkan Su Wen Ai sibuk mengobrol dengan Yuan. Hanya Ling yang mendengarkan pemuda itu.


Namun, Ling tidak peduli dengan hewan level 3 itu. Dengan kekuatan hewan itu, bahkan Yuan bisa mengalahkannya. Jadi, saat dia mendekat, hewan itu secara alami akan pergi karena ketakutan. Kepergiannya tepat saat pemuda itu datang. Sepertinya mereka mengira jika pemuda itulah yang mengusirnya. Tapi Ling cukup kagum padanya karena walaupun dia tahu kekuatannya tak sebanding, tapi dia tetap menyelamatkan mereka.


"Asal kalian dari mana?" tanya pemuda itu yang tahu jika Ling dan yang lainnya adalah orang luar.


"Kami dari dari seberang pulau. Saat kami berlayar, kapal kami tenggelam. Terimakasih sudah menyelamatkan kami," jawab Yuan.


"Kalian tidak bisa pergi dengan keadaan seperti ini. Ikutlah denganku lebih dulu," ucap pemuda berbaju biru itu.


"Tuan Muda, kita tidak bisa membawa orang biasa ini. Belum lagi jika kita bertemu hewan dengan level tinggi. Bahkan kita tidak bisa melarikan diri, apalagi menyelamatkan mereka," bisik penjaga pemuda itu.


"Jadi kita akan membiarkan empat orang ini sendiri di hutan? Jika kita tidak bisa membantu orang biasa, apa kita masih pantas disebut dari Keluarga Jun?" ucap pemuda itu dingin.


Mendengar ini, Su Wen Ai tahu latar belakang pemuda itu. Ia adalah putra dari pemimpin kota di pulau golongan 2. Namanya adalah Jun Ye Li.


"Apa kau adalah keluarga terkuat di kotamu? Jika nanti aku akan lebih kuat dari walikotamu, bisakah aku menggantikannya?" Ling mulai berpikir jika posisi walikota akan lebih menguntungkan untuk digunakan.


"Lebih kuat daripada walikota kami?" sekelompok penjaga di sana terbahak-bahak.


"Tuan, walikota kami adalah murid dari sekte Keluarga Chen. Dia berkultivasi lebih dari 40 tahun hingga akhirnya menempati posisi walikota. Dia sudah dekat dengan level ke lima. Di luar negeri, ini sudah dianggap hebat. Dan Anda bilang Anda akan mengalahkannya? Jika Anda bisa mengalahkannya, aku akan mengundurkan diri," lanjut penjaga itu sambil tertawa.


"Keluarga Chen? Apakah Keluarga Chen dari Asosiasi Dewa Ramuan?" tanya Ling heran saat mendengar kata Keluarga Chen.


Dia memang mendapat informasi dari Bo Shin, tapi informasi itu tidak lengkap. Dia hanya tahu ada 7 kekuatan besar di luar negeri, tapi dia belum pernah mendengar tentang Keluarga Chen.


"Keluarga Chen adalah keluarga menengah di pulau golongan 2. Mereka tidak bisa dibandingkan dengan Asosiasi Dewa Ramuan," jawab Jun Ye Li.


Kini Ling menyadari jika status Asosiasi Dewa Ramuan sangat tinggi diluar negeri.


*


Jun Ye Li yang memiliki status tinggi, membawa Ling dan gengnya ke pelabuhan. Mereka tiba dengan cepat karena kendaraan khusus yang dimiliki Jun Ye Li.


"Tuan Muda Jun, tempat ini ditutup sementara," ucap manajer pelabuhan dengan hormat saat dia mengenali mobil Jun Ye Li.


"Apakah akan ada orang besar yang datang?" tanya Jun Ye Li dengan mata berbinar. Biasanya pelabuhan memang akan ditutup jika ada orang yang penting yang akan datang.


"Benar, Tuan Muda. Kita sangat beruntung kali ini. Apa Anda tahu siapa yang datang? Dia adalah nona Zhuo Shiaonian dari Asosiasi Dewa Ramuan!" ucap manajer itu mengangguk penuh semangat.


"Nona Zhuo Shiaonian?" Jun Ye Li terlihat sangat bersemangat. Ia segera turun dari mobil dan mendekat ke keramaian. Begitupula dengan para penjaganya. Namun, tidak dengan Ling dan gengnya. Mereka tidak peduli.


"Zhuo Shiaonian ini sangat terkenal? Tidak heran dia sangat sombong saat di Kota Bayangan," ucap Yuan.


Zhuo Shiaonian disambut dengan hormat. Dengan pelabuhan yang sangat padat, Zhuo Shiaonian tak melihat Ling dan yang lainnya. Lagipula ia hanya berhenti sementara di sana.


Setelah Jun Ye Li selesai melihat Zhuo Shiaonian, ia melihat Yuan. Ia menjawab pertanyaan Yuan sebelumnya, "Nona Zhuo Shiaonian adalah penerus plakat Dewa Tabib. Dia sudah bisa memurnikan ramuan tingkat menengah. Bahkan orang-orang besar tidak berani tidak sopan padanya."


Seorang wanita paruh baya juga melihat Ling dan gengnya, "Kalian pasti belum pernah melihat nona Zhuo Shiaonian sebelumnya. Ini juga pertama kalinya bagiku. Nona Zhuo Shiaonian sangat luar biasa. Dia memiliki jet pribadi."


Liam mengernyit. Ia tak mengerti mengapa jet seperti itu sangat dibanggakan di luar negeri.


"Oh," ucap Ling dengan santai.


Kemudian, matanya menatap Lu Yan yang ada di belakang Zhuo Shiaonian. Hanya Ling yang mengetahui ini. Liam, Yuan, dan Su Wen Ai tak melihatnya. Ling pun tenggelam dalam pikirannya.


Saat kapal Zhuo Shiaonian tak terlihat lagi, Jun Ye Li berbalik, "Ling, aku akan membawamu ke rumahku untuk bermain."


"Nona ... Anda tidak menyelesaikan tugas untuk menangkap binatang buas. Dan Anda juga berani membawa mereka," ucap penjaga itu panik.


"Jika aku bilang akan membawa mereka, maka aku akan membawa mereka," ucap Jun Ye Li tegas.


Melihat sifat keras kepala Jun Ye Li, para penjaganya pun tak bisa berbuat apa pun. Namun dalam perjalanan mereka, penjaga wanita mengingatkan mereka, "Kalian beruntung karena bertemu dengan Tuan Muda kami. Tapi seluruh Keluarga Jun adalah kultivator. Jika kalian bertemu mereka, kalian berlindunglah di belakang Tuan Muda. Jika tidak, kalian akan dibunuh oleh orang-orang Keluarga Jun."


Liam dan Yuan mengangguk penuh semangat, "Jangan khawatir. Kami tidak akan menyusahkan Jun Ye Li."


*


Di sepanjang jalan, Jun Ye Li memberi mereka banyak informasi. Kini, Su Wen Ai tahu banyak tentang Jun Ye Li dan masalah keluarganya, terutama tentang sepupunya. Selain itu, ia juga memberi mereka kendaraan. Ling pun berbaik hati akan menyelesaikan masalahnya.


Sedangkan di Keluarga Jun sudah menyiapkan perjamuan. Melihat Jun Ye Li membawa empat orang biasa, orang-orang dari Keluarga Jun merasa waspada, "Tuan Muda, siapa yang Anda bawa?"


Pemuda berpakaian hijau yang sedang duduk di meja utama tersenyum, "Benar sekali. Sepupu, bukankah kau pergi untuk menangkap binatang buas? Mengapa kau malah membawa empat orang biasa kembali?"


Wajah Jun Ye Li dingin. Ia mengabaikan pemuda berbaju hijau dan berkata kepada Ling "Ling, ayo duduk di sini."


Ling dan gengnya tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ini adalah pertama kalinya mereka makan di luar negeri. Daging di sini juga sangat enak. Liam makan dengan lahap.


Sedangkan orang-orang dari Keluarga Jun sudah diberitahu oleh wanita paruh baya, jika empat orang itu berasal dari luar negeri. Kini tatapan mereka semakin jijik.


"Apa yang Anda lihat? Jika Anda masih berani memelototi temanku lagi, aku akan memberimu pelajaran," ucap Jun Ye Li kepada tetua yang terang-terangan melempar tatapan jijik pada Ling dan gengnya.


Sedangkan Ling dan yang lainnya merasa tak terganggu sama sekali. Mereka tetap menghabiskan makanan dengan lahap. Jun Ye Li juga menjadi bersemangat membawa mereka untuk mengunjungi kota kecil di perbatasan.


*


Seseorang berkata, "Kami pikir, meski Tuan Muda tak terlalu berbakat, dia tetap akan pergi untuk menangkap binatang buas. Tapi dia tak menangkapnya dan malah membawa empat orang biasa. Selera Tuan Muda ... benar-benar buruk sekali. Sepupu Tuan Muda, Anda kenal dengan orang dari Asosiasi Dewa Ramuan. Seharusnya Anda tak perlu takut sama sekali dengan Tuan Muda, karena perbedaannya sangat jauh."


Mendengar ini, ekspresi pemuda berbaju hijau itu terlihat lebih baik.


Seseorang kembali berkata, "Hari ini Nona Zhuo Shiaonian melewati wilayah kita. Apakah empat orang itu ...?"


Pemuda itu menjawab dengan ekspresi mengejek, "Bagaimana mungkin? Aku kenal dengan seseorang yang bekerja di Asosiasi Dewa Ramuan. Semua orang di sana sangat berbakat. Empat orang itu saja tak memiliki energi kultivasi. Jadi mereka tak mungkin bagian dari Asosiasi Dewa Ramuan."


Yang lainnya hanya mengangguk mendengar ini.


*


Di luar, Jun Ye Li membawa Ling dan gengnya ke pasar malam.


"Jun Ye Li, apakah pemuda berbaju hijau itu sepupumu?" tanya Yuan sambil mengambil beberapa barang. Sedangkan Su Wen Ai di belakang yang membayarnya.


"Ya, dia sepupuku. Namanya Jun Mingxi," ini adalah Kota Keluarga Jun. Semua orang memiliki nama keluarga Jun.


"Dia sangat berbakat. Dia telah menembus level ketiga sebulan lalu dan mencapai level empat. Akademi Bintang akan merekrut orang dalam sepuluh hari. Dia pasti terpilih," jawab Jun Ye Li sambil tersenyum pahit.


Inilah awal mimpi buruknya. Meski ia sudah mencapai level tiga, tapi ia tak bisa dibandingkan dengan sepupunya yang sudah mencapai level empat. Jadi ia akan mendapat sumberdaya sesuai bakat mereka, bukan sesuai darimana asal keluarga mereka.


"Akademi Bintang?" Yuan heran saat mendengar ini untuk pertama kalinya.


Penjaga di belakang Jun Ye Li berekspresi mengejek karena mereka tidak tahu Akademi Bintang. Sedangkan Jun Ye Li hanya tersenyum hangat dan menjawab, "Akademi Bintang adalah semua cita-cita anak di sini. Mereka memiliki guru dan sumberdaya terbaik. Oh, Nona Zhuo Shiaonian juga bersekolah di sana dan menjadi siswa tahun ketiga. Kalian harus melewati satu level untuk masuk, jika tidak berhasil dalam tiga tahun maka akan dikeluarkan."


Mendengar kata-kata Jun Ye Li, Ling tiba-tiba teringat dengan Bo Qiao. Ia pengikut Bo Minghao yang tiba-tiba meninggalkan Kota Bayangan. Ling hanya tahu di mana dia menjalani pelatihan. Tetua juga mengatakan jika dia bukan dari Kota Bayangan.


Mungkinkah dia berada di Akademi Bintang?


Melihat Ling dan gengnya tak tertarik, Jun Ye Li membawa mereka pulang.


"Tenang saja, kau akan baik-baik saja. Setidaknya keluargamu belum meninggalkanmu," ucap Ling sambil menepuk bahu Jun Ye Li. Sedangkan Jun Ye Li hanya tersenyum pahit.


"Ling, haruskah kita bermain ke sekolah itu?" tanya Liam.


"Kita masih belum tahu kekuatan di sini. Besok kita akan mencari tahu lebih jauh," jawab Ling. Ia juga merasa masuk ke sekolah adalah cara terbaik.


*


Di saat yang sama, Jun Ye Li menemui ayahnya di ruang kerja. Ia bertanya, "Ada apa ayah mencariku? Apakah Jun Mingxi mengadu?"


Walikota Jun membalikkan badan dan memandang Jun Ye Li dengan serius. Kemudian dia mengambil kertas dan meletakkannya di samping Jun Ye Li, "Aku baru saja menerima pemberitahuan darurat dari Ketua Pulau Bintang. Dia ingin kita memperhatikan orang bernama Chen Ling yang baru-baru saja datang ke sini."


"Chen Ling? Apa dia menyinggung Keluarga Lin hingga menyuruh kita memperhatikannya?" tanya Jun Ye Li.


"Tidak. Dia adalah tamu Keluarga Lin. Tuan Lin berkata selama kau melihatnya, kau harus menghormatinya," jawab Walikota Jun dengan serius.


"Siapa sebenarnya Chen Ling itu?" Jun Ye Li bertanya-tanya.


Dia tahu Lin Tian. Ia juga ingat saat ia melihat Zhuo Shiaonian datang, Lin Tian tak mengatakan hal ini. Mengapa ia begitu hormat pada Chen Ling?


"Aku tidak tahu. Tuan Lin berkata jika hanya dia yang mampu meratakan pulau kita," jawab Walikota Jun serius.


"Astaga!" Jun Ye Li sangat tercengang.


"Kita harus berhati-hati. Dia memiliki tempramen buruk," ucap Walikota Jun melanjutkan.


"Pasti dia ahli tingkat keenam atau ketujuh, kan? Apa itu dari Keluarga Chen?" tanya Jun Ye Li lagi.


"Bukan Keluarga Chen. Aku pernah bertemu dengan Tuan Muda Keluarga Chen. Dia adalah siswa tahun kedua di Akademi Bintang. Itu bukan namanya," jawab Walikota Jun.


Jun Ye Li menunduk.


Walikota Jun kembali menatap Jun Ye Li, "Apa kau membawa empat orang biasa?"


Jun Ye Li mengangkat kepalanya, "Benar. Apa Jun Mingxi yang memberitahu?"


"Aku tidak melarangmu membawa mereka. Tapi di sini berbahaya bagi mereka. Bawa mereka kembali besok," ucap Walikota Jun.


"Aku mengerti," jawab Jun Ye Li lesu.


*


Jun Ye Li tak memiliki banyak teman. Jadi saat ia bertemu dengan Ling dan gengnya yang baik hati, dia sangat senang dan sering mengunjungi mereka.


Saat ia tiba di kediaman Ling, ia melihat mereka sedang bermain kartu, "Apa itu Ling? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya."


Melihat Jun Ye Li, Ling memberinya kartu.


Namun tiba-tiba dia membeku.


Tunggu ...


Ayahnya menyuruhnya memperhatikan seseorang bernama Chen Ling. Tapi ... Ling ... bukankah nama aslinya Chen Ling?