
Ling dan Yuan berada dalam satu kamar. Dua teman mereka yang lainnya juga berasal dari luar negeri. Namun, dua teman mereka tak mudah bergaul. Keduanya berasal dari keluarga yang sama, yaitu Keluarga Zhuo. Mereka sangat dingin. Awalnya, Yuan ingin mengajak mereka mengobrol, tapi mereka langsung mengabaikannya. Untungnya, mereka hanya sekamar bersama, jadi tak terlalu mempengaruhi kehidupan sehari-hari.
Setelah kejadian ini, Yuan tak pernah mencoba berkenalan dengan mereka lagi.
*
"Maksudmu dua murid baru itu?" tanya Zhuo Yao Shi saat mendengar pertanyaan Chen Kai.
"Salah satu dari mereka mencoba akrab denganku dan sepupuku saat masuk asrama. Tapi, dia sama sekali tak sadar dengan statusnya," lanjut Zhuo Yao Shi.
"Benar sekali. Kakak dan aku mengabaikan mereka. Tapi Tuan Muda Chen, mengapa Anda mencari mereka? Apa mereka menyinggung perasaan Anda?" tanya sepupu Zhuo Yao Shi.
"Tidak, aku hanya ingin bicara sesuatu dengan Chen Ling," jawab Chen Kai. Ia menghela napas lega setelah mendengar penjelasan dua sepupu itu.
"Baiklah silahkan masuk. Seharusnya ia ada di kamar," ucap Zhuo Yao Shi memberi tempat duduk pada Chen Kai.
*
Saat ini, Ling sedang melakukan panggilan video dengan A Shui. Saat Chen Kai membuka pintu dan masuk, dia menutup laptop. Ia menatap Zhuo Yao Shi, "Ada masalah apa?"
Untuk beberapa alasan, baru kali ini Zhuo Yao Shi merasakan aura dingin dari teman sekamarnya. Meski begitu, dia tetap diam. Sedangkan Chen Kai berada di belakang Zhuo Yao Shi. Ia menatap Ling lekat.
Tatapannya seperti sedang menilai Ling.
Setelah melihat Ling dari ujung kepala sampai ujung kaki beberapa kali, dia berkata, "Ayahku telah mencari informasi tentangmu. Kau adalah bagian keluarga cabang dari Keluarga Chen. Apa kau ingin kembali ke Keluarga Chen?"
Ling tertegun.
Ia sudah memperkirakan jika Chen Kai akan mencarinya, tapi ia tak berpikir jika Chen Kai mencarinya karena hal ini. Ling mengerutkan kening. Ia tenggelam dalam pikirannya.
Apa ... dia berasal dari Keluarga Chen?
Di sampingnya, Zhuo Yao Shi memandang Ling dengan ekspresi iri dan terkejut. Ling dari Keluarga Chen? Meski Keluarga Chen tak terlalu kuat di luar negeri, tapi karena keberadaan Chen Kai, tak ada yang berani mengusik mereka. Jika memang Ling dari Keluarga Chen, maka dia sangat beruntung.
Chen Kai melihat ekspresi tertegun Ling dan mengira Ling sangat terkejut.
Yuan yang baru saja masuk juga mendengar ucapan Chen Kai. Dia tahu identitas Chen Kai, tapi dia tak tahan dengan ucapan hinaannya.
Sedangkan Chen Kai mengabaikan Yuan. Dia memiliki bakat luar biasa ketika muda. Warna darahnya juga biru, yang merupakan hal langka yang ditemukan seratus tahun lalu. Bahkan kepala akademi mengatakan ia memiliki masa depan cerah. Di tambah lagi dengan statusnya di akademi. Dengan begitu, ia menganggap remeh Yuan dan yang lainnya.
"Ling, aku tak pernah menyangka kau dari Keluarga Chen. Jika kami tahu kau bagian dari Keluarga Chen, kami tak akan mengabaikan kalian. Sekarang belum terlambat. Anggap saja tak pernah terjadi apa-apa," ucap Zhuo Yao Shi buru-buru.
Ling hanya diam. Ia melihat ponselnya dan membaca pesan dari A Shui.
[Tuan Tua Chen memegang gulungan yang kau cari!]
Ling mengencangkan cengkramannya pada ponsel. Kemudian, ia melirik Zhuo Yao Shi. Setelah itu, ia mengatakan setuju untuk ikut ke Keluarga Chen.
Awalnya, jika Ling tidak setuju, Chen Kai akan mempertimbangkannya kembali. Tapi, ternyata dia langsung setuju. Hal ini membuat Chen Kai semakin membencinya.
Chen Kai berkata dengan santai, "Aku masih ada kelas. Aku akan menyuruh seseorang untuk menjemputmu ke kediaman Keluarga Chen."
*
Desain arsitektur di luar negeri sangat berbeda dengan yang ada di Kota Bayangan. Arsitektur di sini lebih sederhana dan tradisional. Di bagian luar, masih terdapat beberapa batu kuno yang mengelilingi rumah. Jika orang biasa dari Kota Bayangan melihat ini, mereka pasti akan sangat kagum dan terkejut.
Namun, siapa Ling?
Bahkan dia bisa membuat senjata dan bom yang bisa menghancurkan kediaman ini. Bagaimana mungkin ia bisa terpana melihat desain seperti ini? Hatinya sangat tenang.
Sementara Bai Chengsi yang menjemput Ling, ia merasa Ling terdiam karena kagum dengan kediaman ini. Dia tak bisa menahan tawanya.
"Masuklah. Paman Chen sudah menunggumu," ucap Bai Chengsi.
Setelah memikirkannya, wajahnya menunjukkan ekspresi ketakutan. Untuk hal ini, kemampuan aktingnya tidak buruk.
Saat tetua keluarga keluar dan melihat Ling seperti ini, ia hanya tersenyum, "Kau tidak perlu gugup. Kami hanya akan menanyakan beberapa hal. Ayo, duduk dulu."
Kepala keluarga Chen menatap Ling dan menepuk bahunya, "Saya dengar bakatmu lumayan. Itu bagus."
Ling menunduk karena terkejut. Mengapa kepala keluarga Chen menatapnya seperti melihat anak kecil? Jika bukan karena ia tak bisa mengingat informasi apa pun tentang Keluarga Chen di luar negeri, Ling akan berpikir jika mereka sudah saling kenal cukup lama.
"Kau tinggal di Kota Urban sebelumnya, kan? Mengapa tiba-tiba kau datang ke luar negeri?" tanya Chen Zhi dengan hati-hati.
Ling menjawab dengan suara rendah, "Saat itu, saya berkuliah di Universitas Internasional Kota Bayangan. Rektornya adalah Rektor Xiang."
Ling tahu jika identitas Rektor Xiang tidak sederhana, jadi ia menyebut namanya. Dan seperti yang diharapkan, saat ia mengatakan ini, wajah Chen Zhi tak lagi ragu.
Namun, ia merenung sejenak.
"Seharusnya Chen Kai sudah memberitahumu jika kau adalah bagian dari Keluarga Chen. Apa pendapatmu tentang itu? Apa kau bersedia kembali ke Keluarga Chen?" tanya Chen Zhi.
Ling menjawab, "Bisakah saya mempertimbangkannya lebih dulu?"
"Mempertimbangkannya?" Chen Zhi tak menyangka Ling akan mengatakan hal ini. Tapi setelah memikirkannya lagi, ia tahu jika banyak keluarga besar yang akan merekrutnya juga. Anak muda sepertinya pasti akan mudah tergoda dengan hal seperti itu. Chen Zhi hanya tersenyum dan tak mengatakan pendapatnya.
"Tidak apa-apa. Kau bisa memikirkannya lebih dulu. Namun, kau harus ingat, terlepas dari kau kembali atau tidak, kau tetap bagian dari Keluarga Chen. Bahkan jika kau bergabung dengan keluarga lain, kau akan tetap mendapat sumberdaya dari Keluarga Chen. Apa pun yang didapat Chen Kai, kau juga akan mendapatkannya," ucap Chen Zhi lembut.
"Ia juga mendapatkannya? Paman Chen?" Bai Chengsi merasa terkejut, begitu pula orang lainnya.
Apa maksudnya Chen Zhi? Bahkan jika Ling bergabung dengan keluarga lain, keluarga mereka akan tetap memberi sumberdaya? Mengapa ia terlihat sangat diutamakan?
Namun, Chen Zhi tak mengatakan apa pun. Ia hanya mengajak Ling melihat-lihat kediaman Keluarga Chen sebentar. Ling pun menyetujuinya dengan mudah.
Ling agak terkejut dengan barang-barang aneh yang dia lihat di Keluarga Chen. Sepanjang melihat-lihat, ia tak berhenti mengerutkan kening.
Setelah beberapa lama, Chen Kai dan Chen Zhi kembali ke ruangan mereka masing-masing.
Setelah mereka pergi, wajah Bai Chengsi langsung muram. Ia memandang tetua Keluarga Chen dengan ramah, "Tetua, turunlah lebih dulu. Saya ingin membicarakan sesuatu dengannya."
Tetua terkejut. Ia mendengar jika Bai Chengsi dan Ling sempat terlibat konflik. Jadi, dia agak ragu.
"Mengapa? Anda takut meninggalkan seorang pria dengan seorang wanita?" tanya Bai Chengsi dengan nada mengancam.
Tetua Chen menatap Ling, "Aku menunggu di depan. Jika terjadi sesuatu, panggil saja aku."
Ling mengangguk, "Ya, terimakasih, tetua."
Setelah semua orang pergi, Bai Chengsi akhirnya menunjukkan wajah dinginnya, "Aku melakukan ini hanya karena kakakku. Jangan melakukan hal bodoh dalam Keluarga Chen. Bahkan jika kau lebih berbakat dari Chen Kai, jangan harap kau bisa menggantikan posisinya. Jadi, jangan bermimpi tinggi!"
Ling berasal dari seberang pulau. Ia pasti tak akan melepaskan ikan besar seperti Keluarga Chen yang dia dapatkan dengan mudah. Memikirkan ini, Bai Chengsi melirik Ling lagi, "Bahkan jika kau dari Keluarga Chen, leluhurmu adalah orang yang melarikan diri saat Keluarga Chen dalam masalah. Melihat hal ini, seharusnya Keluarga Chen tak harus peduli denganmu. Namun, karena Paman Chen tak keberatan, aku tak bisa mengatakan apa pun. Namun, kau harus ingat satu hal. Kakakku tak akan melindungimu selamanya, jadi jangan terlalu sombong. Jika tidak, orang-orang dalam keluarga ini sudah cukup untuk membuatmu menderita."
Ling menatap Bai Chengsi. Tatapannya tak seburuk yang dibayangkan Bai Chengsi, tapi penuh ketidakpedulian. Ia berkata dengan santai, "Aku tak tertarik dengan Keluarga Chen. Selama kau bisa mengontrol Chen Kai dan tak mencari masalah denganku, aku pasti tak akan membiarkannya kehilangan satu tangan atau kaki."
Nada suaranya benar-benar berbeda dari apa yang dibayangkan Bai Chengsi. Ia tiba-tiba mengangkat kepala dan melihat Tetua Chen bergegas. Seolah takut Bai Chengsi akan melakukan sesuatu pada Ling, ia berdiri di depan Ling.
"Tetua Chen, aku telah melihat-lihat tempat ini, tapi aku masih harus mengurus sesuatu di akademi. Aku akan kembali dulu," ucap Ling dengan lembut.
Seolah-olah ia telah menjadi orang lain.
Tetua Chen segera memerintahkan seseorang untuk mengantar Ling. Ia takut, jika terlambat sedetik saja, Bai Chengsi akan mengamuk.
Namun, Bai Chengsi tak bergerak. Ia membeku di sana. Ling sebelumnya sama seperti saat mereka berkelahi. Seringaiannya yang jahat membekas dalam pikirannya untuk waktu yang lama.
Bai Chengsi meragukan pendengaran dan penglihatannya. Namun, ia tak terlalu memikirkannya dan kembali ke kediaman Keluarga Bai karena dipanggil oleh Tetua Bai.