
Siang ini cukup terik saat Ling keluar dari danau. Ia memakai jeans dan kaos lengan pendek. Namun kali ini kaosnya tidak seketat sebelumnya. Ia sudah membeli yang lebih longgar.
Ling mencari keberadaan Yuan melalui ponselnya. Sebenarnya kompetisi kali ini harus bekerjasama dengan teman sekamar. Namun sepertinya Wei Yun tidak bisa diajak bekerjasama.
Saat ini, ia melihat Yuan dan si kembar sedang ditindas oleh Wei Yun. Ia membawa beberapa pengikut yang ia rekrut dari kamar lain. Ia menggunakan plakat departemen kepolisian.
"Ini adalah plakat khusus milikku. Aku bisa memenjarakan seseorang jika aku memiliki bukti. Kalian adalah pencuri! Aku akan memenjarakan kalian!" ucap Wei Yun dengan sangat bangga.
"Sudah jelas sejak tadi kau yang mencuri barang kami. Kau tidak mencari dan hanya mengekor di belakang kami. Saat kami akan mengambil barang itu, kau mendorong kami dari belakang dan mencuri barang itu," ucap Yuan yang terlihat sangat marah hingga wajahnya memerah.
"Karena aku yang melihat barang itu lebih dulu, maka aku yang berhak mengambil barang itu. Kau lihat buah ini aku yang melihatnya lebih dulu. Kau malah mau mencurinya. Saksi mata ada di sini. Kau tak bisa mengelak lagi. Aku akan memenjarakan kalian bertiga," ucap Wei Yun. Ia merekrut kira-kira 18 orang yang berada dalam tiga kamar berbeda.
"Aku sudah menyentuhnya. Jika kau ingin pun kau tidak akan dapat poin," ucap Yuan semakin melawan. Memang ia berebut saat menyentuh barang dengan Wei Yun tadi. Namun ia tentunya lebih cepat dari Wei Yun. Ia tak ditikung dari belakang lagi, sehingga ia tidak kalah seperti tadi.
"Yuan, ayo kita pergi. Lebih baik kita kabur dan mencari Ling," ucap Weiheng berbisik.
"Benar Yuan. Kita akan kalah jika melawan 20 orang," lanjut Wenhua menambahkan.
Yuan semakin emosi. Kini ia menyadari bahwa ia sangat lemah. Bahkan dalam hal ini si kembar memintanya untuk mencari Ling saja. Ia tak ingin jadi lemah seperti ini.
"Mulai takut?" tanya Wei Yun sambil tertawa meremehkan.
"Kau! Benar-benar cari mati!" Yuan mulai maju dan menerjang mereka. Namun Zhao Ran lebih cepat. Ia kembali bertarung dengan Yuan.
Kali ini Zhao Ran tak menahan serangannya. Ia membalas setiap serangan Yuan. Namun walau begitu, ia tak mengeluarkan seluruh tenaga. Yuan yang merasakan ini semakin emosi. Semua orang menganggapnya lemah.
Padahal yang sebenarnya memang Zhao Ran yang sangat kuat.
Melihat pertarungan mereka yang sengit, 18 orang lainnya ikut menyerang Yuan. Kali ini mau tidak mau si kembar juga membantu Yuan.
Brak!
Brak!
Brak!
Ketiga orang itu jatuh. Mereka kalah telak.
Semua orang di sana tertawa puas, kecuali Zhao Ran. Ia bersandar di pohon sambil menyilangkan tangan.
Saat melihat ini, Ling tertawa kecil. Ia mendatangi Yuan dan si kembar.
"Minum ini," Ling melempar tiga ramuan pada mereka.
"Yuan sepertinya kau sudah lama tidak latihan. Bagaimana rasanya latihan kembali?" tanya Ling santai. Sebenarnya selama latihan, Yuan harus melawan Ling. Tentu saja keadaannya lebih buruk dari ini. Jadi ia tak merasa terlalu sakit untuk sesaat. Namun tetap saja sakit.
"Kalian begitu berani menyentuh orangku," ucap Ling melihat ke arah 20 orang itu. Saat matanya bertemu dengan Zhao Ran, ia membuang muka.
"Kau belum mati setelah bunuh diri di danau?" tanya Wei Yun yang diikuti gelak tawa oleh para pengikutnya.
"Lihatlah poinnya saja masih 0. Kau benar-benar tak pantas masuk ke universitas ini," ucap Wei Yun melanjutkan.
Yuan yang sudah lebih baik, ia bangkit. Ia berkata, "Tidak pantas? Dia adalah peringkat tertinggi di kota kami."
"Peringkat tertinggi di kampung kalian itu peringkat terendah di sini. Kau jangan membanggakan nilaimu yang hanya bertanding dengan orang-orang bodoh di kampung," ucap Wei Yun. Ia kembali tertawa.
"Jadi plakat ini yang kau banggakan?" tanya Ling memegang plakat khusus milik Wei Yun.
Wei Yun terkejut. Ia tak tahu kapan plakat itu bisa ada di tangan Ling.
"Tak layak untuk menggertakku," ucap Ling menaburkan pecahan plakat di depan wajah Wei Yun.
Wei Yun dan semua orang terkejut. Plakat itu jelas-jelas terbuat dari emas yang tebal. Namun Ling menghancurkannya seperti meremas kertas.
"Ini adalah plakat Keluarga Wei. Kau berani sekali menghancurkannya. Tunggu saja sampai keluargaku datang," ucap Wei Yun merasa emosi. Ia langsung menerjang ke arah Ling.
Bang!
Bang!
Bang!
Lagi-lagi terjadi. Sembilan belas orang jatuh dalam satu menit hanya dengan beberapa sentuhan Ling.
Kini, Ling mendatangi Zhao Ran. Zhao Ran sudah membeku di tempat. Ia tak mungkin salah. Semuanya terlihat mirip kecuali fisik.
Tuk!
Tuk!
Ling memberi dua ketukan di kedua bahu Zhao Ran.
"Uhuk," Zhao Ran memuntahkan darah. Ia terus terbatuk dan tak henti-hentinya mengeluarkan darah.
Para pengawas yang melihat ini sangat emosi.
"Dia sangat kejam. Tak cocok untuk masuk ke universitas ini," ucap salah satu dosen.
"Benar. Dia bisa beralih ke aliran jahat jika terus begitu," ucap dosen lainnya.
Kali ini Zhuo Xia tak hanya mendengarkan. Ia berkata dengan datar, "Apakah kalian tidak menyadari bahwa mahasiswa di universitas ini semakin lemah? Kalian bahkan menghina seorang mahasiswa karena hal begini. Kualitas universitas ini sudah turun ya?"
Para dosen dan operator yang mendengar ini sangat tercengang. Sangat jelas bahwa wanita di depan mereka sedang menghina universitas. Berani sekali dia.
"Kau dosen dimana? Siapa yang membawamu? Apa kau tahu siapa yang sedang kau bicarakan?" tanya dosen emosi.
"Tentu saja aku tahu," jawab Zhuo Xia.
"Universitas Internasional Kota Bayangan yang mulai lemah, kan?" tanya Zhuo Xia menyeringai.
"Laporkan dia pada departemen pengawasan universitas. Dan kau urus surat pengunduran dirimu," ucap dosen itu.
Saat itu, Zhuo Xia hanya santai dan mengambil ponsel. Ia menelepon seseorang.
"Ini bukan kepala departemen pengawasanmu?" tanya Zhuo Xia menunjukkan ponselnya.
"Kau berani sekali melawan Nona Zhuo. Jika kau ingin mati, jangan membawa nama universitas. Kau menjelekkan universitas di depan Nona Zhuo. Urus surat pengunduran dirimu sekarang. Jika tidak, hidupmu tidak akan tenang," terdengar suara marah dari dalam telepon. Semua yang mendengar ini sangat tercengang.
Mereka tahu benar itu atasan mereka. Bagaimana Zhuo Xia bisa menghubunginya dengan begitu mudah? Bahkan kelihatannya Zhuo Xia sangat dihormati.
Setelah mematikan panggilan telepon, Zhuo Xia keluar ruangan. Ia akan pergi menemui Keluarga Bo.
"Si ... siapa dia sebenarnya?" tanya dosen yang dipecat itu pada Ketua Dai yang masih ada di sana.
"Dia? Dia dapat menghancurkan Kota Bayangan jika dia mau," jawab Ketua Dai santai. Dia pergi dan mengikuti Zhuo Xia.