Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Hasil Kerja Keras


"Kau mengatakan jika Chen Ling adalah Raja Legendaris? Ini adalah lelucon paling lucu yang pernah aku dengar," ucap Tuan Tua Chen sambil tertawa terbahak-bahak.


Ahli sihir di belakangnya juga ikut tertawa.


Wajah pria paruh baya itu langsung muram setelah mendengar perkataan Tuan Tua Chen. Ia pun lebih memilih berjalan menghampiri Ling. Ia berkata, "Raja ... Raja Legendaris, Anda benar-benar kembali?"


"Ya, kau adalah?" tanya Ling.


Mata pria paruh baya itu berbinar. Ia menjawab, "Aku adalah tetua dari Keluarga Su. Anda pernah menyelamatkanku saat di medan perang."


Baru-baru ini ia mendengar jika Raja Legendaris telah kembali. Namun, ia tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya. Saat ia melihat Ling di depannya sekarang, perasaan tidak asing itu memenuhi hatinya.


"Oh tetua Keluarga Su," ucap Ling sambil mengangguk.


"Chen Ling! Kau telah menyebabkan banyak keributan. Kau hanya mempermalukan diri sendiri. Bahkan kau menyuap tetua Keluarga Su untuk mendukungmu. Aku pikir kau telah berubah, ternyata kau menjadi lebih buruk dari sebelumnya," ucap Tuan Tua Chen yang menatap rendah Ling. Namun sebenarnya jantungnya berdegup kencang. Ia merasa ekspresi tetua Keluarga Su tidak palsu.


"Aku tidak punya waktu denganmu Tuan Tua Chen. Karena pengawalku sudah tiba, aku tidak ingin lagi mendengar omong kosong. A Shui, geledah rumah Keluarga Chen," ucap Ling memberi perintah.


Tuan Tua Chen bergetar saat mendengar nama A Shui. Ia tahu benar siapa dia sebenarnya. Namun apakah Ling benar-benar bisa memerintah A Shui?


Sekelompok orang yang dipimpin A Shui masuk ke rumah Keluarga Chen. Mereka langsung mengobrak-abrik rumah Keluarga Chen, terutama kamar Chen Namgung.


"Kau tidak bisa masuk sembarangan. Itu semua adalah hasil kerja keras Chen Namgung!" ucap Tuan Tua Chen memberontak. Namun ia segera ditahan oleh para penjaga.


"Hasil kerja keras? Itu adalah kerja kerasnya saat mencuri," ucap Ling sambil tertawa kecil.


Liam dan dua orang lainnya datang terlambat. Saat melihat ini, Liam berkata, "Pantas saja Ahli Bom Mei mendengarkan perintah Ling."


Pada saat ini, tidak hanya Liam. Bahkan Yuan yang sulit memahami keadaan, kini sudah mengerti apa yang terjadi. Sejak kedatangan A Shui dan Mei Mengyi, kehadiran Lingxi, dan orang hebat lainnya, kini mereka tidak heran karena Ling adalah Raja Legendaris.


Awalnya mereka berpikir Mei Mengyi dan yang lainnya sangat bodoh karena patuh dengan Ling. Namun kini, mereka yang terlihat lebih bodoh.


"Untuk apa kalian berdiri di sana? Ayo pergi," ucap Ling kepada mereka bertiga.


Orang-orang yang mengobrak-abrik rumah Keluarga Chen juga pergi. Yang tersisa di sini hanya Tuan Tua Chen, tetua Keluarga Su, dan para ahli sihir.


"Tuan Tua Chen, kau baru saja menghapusnya dari daftar nama Keluarga Chen ...," ucap tetua Keluarga Su. Ia menggelengkan kepalanya.


Tuan Tua Chen juga berharap Keluarga Chen akan menjadi lebih baik lagi. Namun mengapa dia buta? Seharusnya ia memiliki kesempatan untuk berhubungan baik dengan Ling. Kelak, tidak ada yang berani menyentuh Keluarga Chen.


Namun Tuan Tua Chen malah lebih percaya pada Chen Namgung dan meragukan Raja Legendaris. Ia bahkan menghapus nama Ling dari daftar nama Keluarga Chen.


Sekarang ia tidak hanya kehilangan harta benda, tapi berdasarkan perkataan Ling, Keluarga Chen sedang dalam ancaman.


Tetua Keluarga Su masih di sana. Ia mengangkat panggilan masuk. Itu dari Keluarga Su yang bertanya tentang kerjasamanya dengan Keluarga Chen.


"Tidak, tidak. Kita tidak akan bekerjasama dengan Keluarga Chen," jawab tetua Keluarga Su tegas. Ia mematikan panggilan dan melirik ke arah Tuan Tua Chen.


Sepertinya Tuan Tua Chen memang buta, tetapi dia tidak. Ia pun buru-buru kembali ke kediaman Keluarga Su untuk memberitahu informasi ini pada seluruh anggota keluarganya.


*


Saat ini, Tuan Tua Chen sedang berada di aula Ahli Sihir Agung. Ia melihat Ahli Sihir Agung sudah keluar dari tempat meditasinya. Namun, Ahli Sihir Agung saat ini belum bisa bicara.


"Ahli Sihir Agung, Anda keluar tepat waktu," ucap Tuan Tua Chen dengan mata berbinar.


"Apa Anda tahu jika Chen Ling sudah kembali?" tanya Tuan Tua Chen.


Ahli Sihir Agung melotot kaget.


"Tenang saja. Aku sudah menghancurkan kutukan itu. Dia tidak akan lagi membawa sial pada Keluarga Chen. Meski dia ingin Keluarga Chen musnah, aku tetap tidak akan melepaskannya," ucap Tuan Tua Chen yang merasa Ahli Sihir Agung meminta penjelasan.


"Tidak apa. Sampah itu tidak akan hadir di Keluarga Chen lagi," ucap Tuan Tua Chen yang mengira Ahli Sihir Agung panik.


Namun setelah mengucapkan beberapa janji pada Ahli Sihir Agung, Tuan Tua Chen pergi keluar. Ia tidak tahu saat ia keluar, mata Ahli Sihir Agung meneteskan air mata.


*


Di Universitas Internasional Kota Bayangan, di rumah tempat Zhuo Xia menyewa.


Zhuo Xia sedang duduk sambil membolak-balikkan dokumennya. Di mejanya ada secangkir teh dan komputer yang dibiarkan hidup. Ia mengenakan gaun yang indah dan duduk dengan anggun. Namun aura tegasnya tetap muncul.


Saat ia mendengar suara dari atas, ia berhenti membaca dan melihat ke arah atas. Ia berkata, "Aku dengar Bibi sudah bersama Lingxi."


"Benar," jawab Ling. Ia baru saja selesai mandi dan turun dari tangga. Tangannya yang lain meletakkan hp ke telinganya menelepon Bo Shin. Ia memberi beberapa perintah pada Bo Shin.


"Aku sudah menyuruh A Shui untuk menyelidiki tempat itu. Namun, ia tak menemukan apa pun. Sudah banyak juga yang mencari, tapi Ayahku tetap tidak ditemukan," ucap Ling setelah mematikan panggilan dengan Bo Shin. Dia berjalan menuju Zhuo Xia.


"Jika kau tidak bisa menemukannya, tidak perlu terlalu memaksakan diri," jawab Zhuo Xia yang ekspresinya sangat datar.


"Memaksakan diri?" tanya Ling. Kini ia duduk di depan Zhuo Xia. Ia sedikit membungkuk untuk menatap wajah Zhuo Xia lebih dekat.


"Apa yang akan kau beritahu setelah keluar dari wilayah kultivasi?" tanya Ling lagi.


Zhuo Xia meremas kertas di tangannya. Wajahnya tetap tenang dan tanpa ekspresi, tapi dia tidak menjawab.


"Baiklah aku akan mengubah topik. Sudah berapa lama kau mengenalku?" tanya Ling menatap langsung mata Zhuo Xia. Ia merilekskan diri agar atmosfer tidak terlalu mencekam.


"Kau masih bisa mengubah pertanyaan. Misalnya ... sudah berapa lama aku mencintaimu," ucap Zhuo Xia. Dia ikut mendekat dan menekan dahi Ling.


Sorot mata Ling sangat dalam. Ia mengalihkan pandangan dan melihat ke dokumen yang sudah diletakkan Zhuo Xia. Ia tidak asing dengan kalimat-kalimat di dalamnya. Jadi, dia paham apa isi dokumen itu dalam sekali lihat.


"Kalau begitu ... sudah berapa lama?" tanya Ling.


"Itu sama saja seperti bertanya tentang usiaku," jawab Zhuo Xia.


Ling hampir saja tertawa. Ia berkata, "Aku pikir kau cukup bijak. Tapi pertanyaanku bukan tentang sudah berapa lama sejak kau pernah memiliki kekasih."


Zhuo Xia mengerutkan bibir. Ia mundur dan kembali membaca dokumen.


"Sepertinya kau sangat bersemangat membaca dokumen," ucap Ling mengejek Zhuo Xia.


"Sial!" jawab Zhuo Xia sambil melempar dokumen. Ia tak menyangka Ling menyadari kegugupannya. Saat ini pikirannya benar-benar kosong karena beberapa kalimat dari Ling.


"Baiklah jangan bahas itu lagi," ucap Ling.


"Mengapa kau bisa datang tiba-tiba? Bukankah kau sedang memiliki urusan luar negeri?" tanya Ling melanjutkan.


Sebenarnya Zhuo Xia masih linglung. Namun ia segera sadar dan menjawab, "Hanya kau yang bisa menggunakan bom besar 2. Saat kau merasa bom itu dibutuhkan, maka aku akan kembali."


"Jadi kau tahu apa yang mengganjal di pikiranku saat membuat bom itu? Siapa sebenarnya yang membuat bom itu?" tanya Ling lagi.


"Kita berdua," jawab Zhuo Xia.


Ling mengangguk. Ia meletakkan ponsel dan menunduk ke arah Zhuo Xia. Ia meletakkan bibirnya ke atas bibir Zhuo Xia. Satu tangannya menekan tengkuk Zhuo Xia.


***


Spesial episode karena sudah 200+ episode🤪🤪


Up tengah malam semoga kalian bisa tidur nyenyak🤣🤣