Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Beberapa Kenangan Memang Tidak Bisa Terulang


Satu bulan kemudian.


Di pusat kota, di Kota Urban.


"Ternyata di sini begitu ramai saat tahun baru," Zhuo Ai berjalan dengan pejalan kaki yang lain. Di sepanjang jalan, ia tiba-tiba menghela napas.


Yuan hanya tersenyum padanya dan tidak menjawab. Ketika ia melihat kedai teh susu,


ia berhenti.


Su Wen Ai mengikuti tatapannya dan jari-jarinya menegang.


"Apakah kalian ingin teh susu?" tanya Su Wen Ai pada orang-orang di sekitarnya.


Yuan mengangguk. Sedangkan Zhuo Ai tidak tertarik dengan teh susu, tapi Su Wen Ai yang biasanya sedingin gunung es, sekarang bertanya padanya. Saat ini, Su Wen Ai juga merupakan iblis besar yang ditakuti di luar negeri. Zhuo Ai tidak berani mengatakan padanya jika dia tidak ingin, jadi ia hanya mengangguk.


Su Wen Ai mengantri sebentar dan membeli beberapa teh susu.


Zhuo Ai mencoba meminumnya dan merasa itu tidak buruk. Namun, saat dia kembali ke Keluarga Chen, ia mengetahui dari sopir Keluarga Chen bahwa kedai teh susu itu adalah kedai Ling.


Zhuo Ai menatap teh susu di tangannya dan tidak tahu harus berkata apa.


Chen Lin dan Chen Qi keduanya kembali ke Kota Urban. Chen Qi sedang tidak bersemangat. Di pagi hari, dia bahkan duduk di sofa dan berbicara dengan burung di dalam sangkar untuk sementara waktu. Walau Liam telah memberinya obat penguat, itu seperti tidak ada gunanya.


*


Sekarang malam tahun baru.


Liam, Yuan, Su Wen Ai dan yang lainnya setuju untuk datang ke Keluarga Chen untuk merayakan tahun baru bersama.


"Ayo makan. Aku sudah meminta koki untuk membuat semua hidangan favorit kalian," ucap Chen Qi. Melihat anak-anak muda yang selalu bersama dengan Ling, Chen Qi memaksakan dirinya untuk tetap terjaga. Ia tidak akan mengecewakan niat baik anak-anak muda ini.


Dengan Liam dan yang lainnya yang mengatur makanan itu, hasilnya cukup bagus. Setidaknya, ini adalah pertama kalinya Chen Qi kembali tersenyum dalam beberapa hari ini.


Suasana makan malam cukup baik.


Setelah mereka selesai makan, mereka duduk di sofa dan menonton perayaan. Walau ini adalah area villa, tapi tidak bisa menghentikan suasana meriah di luar. Suara kembang api terdengar tanpa henti, hampir meredam suara pembawa acara di televisi.


Zhuo Ai mengeluarkan ponselnya dan bersikeras agar Yuan dan yang lainnya mau bermain bersamanya. Yuan ingin menemani Chen Qi mengobrol, jadi ia tidak ingin bermain. Namun, Zhuo Ai terlihat sangat ingin bermain.


Chen Qi menepuk bahu Yuan dan tersenyum lembut, "Tidak apa-apa. Kalian masih muda dan harus bermain. Aku senang melihat kalian bermain."


Yuan memperhatikan ekspresi Chen Qi. Setelah memastikan bahwa tidak ada yang salah, dia mengeluarkan ponselnya dan bermain game dengan Liam dan yang lainnya.


"Ini adalah hutang kalian padaku setelah bermain kartu. Bagaimana kalian bisa melupakannya? Kakek Chen, Anda memang yang terbaik," Zhuo Ai kembali mengeluarkan ponsel yang tadi sudah ia simpan.


"Baiklah, cepatlah. Aku masih harus menemani kakek untuk menyalakan kembang api nanti," ucap Yuan.


"Wow, tidak tahu malu! Siapa kakekmu?" Zhuo Ai membalas ucapannya.


Yuan kembali meliriknya, "Jangan bilang kalau aku galak padamu. Jika kau mau bermain, cepatlah."


Yuan mengeluarkan ponselnya dan log-in ke akun yang telah dia tinggalkan selama setengah bulan. Ia menatap akunya untuk waktu yang lama sebelum akhirnya tersadar karena panggilan Zhuo Ai.


Zhuo Ai diundang ke dalam tim oleh Liam. Saat ia melihat nama mereka bertiga, ia merasa bingung.


Qi X.


Zhuo X.


Su X.


Zhuo Ai berhenti, "Kenapa username kalian begitu aneh? Ini membuatku berbeda sendiri. Tunggu, aku akan membeli kartu ganti nama dulu."


Satu menit kemudian, Zhuo Ai kembali menggunakan nama barunya, yaitu Ai X. Ia bertanya pada Yuan mengapa mereka mengganti nama mereka.


Liam mengangkat kepalanya dan berkata dengan dingin, "Bisakah kau diam?"


Mereka mengubah nama mereka setelah bertemu Chen Wan Yi. Saat itu, dengan tambahan Chen Wan Yi, mereka memiliki lima anggota. Chen Wan Yi pun mengubah namanya menjadi Pancake X dan mendirikan Guild X.


Dengan Ling dan Pancake X bergabung ke Guild X, banyak juga orang yang bergabung dengan guild mereka. Mereka semua adalah pemain top global.


Itu baru terjadi lebih dari setahun, tetapi Liam merasa sudah ada beberapa kejadian yang terjadi.


Saat itu, Ling menganggap nama mereka terlalu konyol.


Beberapa kenangan memang tidak bisa terulang.


Liam mengatupkan bibirnya. Ia mengundang orang secara acak dan memulai permainan.


Saat itu, Ling telah membantu Zhuo Ai memainkan akunnya. Akunnya saat ini bukan akun level rendah, jadi mereka berlima bisa memasuki permainan dengan cepat.


Zhuo Ai tidak mengerti hal-hal ini, tetapi ketika dia memilih role permainan, ia melihat bahwa rekan satu tim yang tadi diundang secara acak mengirim pesan, "Apa-apaan? Guild X? Wow! Ini merupakan keajaiban! Aku bisa membanggakan hal ini selama satu tahun!"


Guild X? Zhuo Ai mengingat dua kata ini dan berpikir untuk menyelidikinya nanti.


Tim mereka mulai memilih role masing-masing. Orang asing itu memilih role fighter. Sedangkan Zhuo Ai tidak tahu cara bermain ini, tapi ia masih ingat apa yang dikatakan Ling padanya. Jika ia tidak bisa bermain, ia akan mengambil inisiatif untuk memilih role tank. Karena itu ia pun sudah memilih.


Su Wen Ai dengan santai memilih role assassin, begitu pula dengan Liam yang memilih role assassin.


Akhirnya, hanya ada satu role tersisa, yaitu mage. Namun, Zhuo Ai menyadari bahwa Yuan memilih role support daripada mage.


Zhuo Ai juga sedikit bingung, tapi dia tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya memahami sesuatu di dalam hatinya.


Dalam waktu kurang dari 10 detik setelah memasuki permainan, lima pemain musuh mengirim pesan : [Mati dan kalah!]


Liam dan Su Wen Ai tidak memenuhi harapan mereka. Dua assassin itu berlari mengelilingi seluruh peta. Bersama dengan bantuan Yuan, mereka menjadi lebih ganas.


Dalam beberapa menit, tim musuh kembali mengirim pesan : [Pengalaman bermain gameku terlalu buruk. Dewa game, tolong jangan bunuh aku. Aku di sini hanya untuk berfoto denganmu.]


Mereka bertiga benar-benar mengabaikannya.


Selama ronde kedua, tidak ada yang memimpin karena Liam telah mengundang Chen Wan Yi. Saat ini, masih belum ada role mage.


Sampai mage lawan yang sejak tadi tidak berbicara sebelumnya, tiba-tiba mengirim pesan : [Aku sering menonton replay kalian. Bukankah kalian Guild X? Bagaimana dengan dia?]


Tangan Liam membeku. Saat ini, ia dibunuh musuh.


Ia hanya mati sekali.


Liam menyalakan sebatang rokok dan melihat empat nama di layar ponselnya. Tatapannya semakin dalam. Assassin, fighter, support, dan tank semuanya hadir. Hanya mage yang tersisa.


Ia melihat peringkat di posisi mage.


Nama orang itu masih berada di tempat pertama.


Bahkan, pemain profesional hanya bisa menempati posisi kedua di bawah Ling X.


Mungkin, dia tidak pernah tahu bahwa dia adalah cahaya yang tak terhapuskan di antara para pemain profesional ini.


Ia memiliki kemuliaannya sendiri.


"Ini membosankan. Aku tidak akan bermain lagi," Liam melemparkan ponselnya ke atas meja dan mengambil pemantik.


Ia melirik Chen Qi, "Kakek, aku akan mengajakmu bermain kembang api."


Mereka tidak berada di dekat pusat kota. Karena ini merupakan perayaan, manajemen wilayah mengizinkan memainkan kembang api.


Kembang api itu indah dan suaranya membuat orang merasa hidup.


Chen Qi melihat sekeliling dan berbalik untuk melihat Liam, "Apakah ... ada berita darinya?"


Tangan Liam yang menegang pemantik berhenti. Ia tahu bahwa Chen Qi sedang membicarakan Zhuo Xia. Ia berhenti sejenak dan menggelengkan kepalanya, "Tak ada berita dari Keluarga Zhuo di luar negeri. Aku tidak tahu bagaimana keadaannya ... sekarang."


Paman Qiao tepat di samping Chen Qi. Saat ia mendengar ini, ia tak bisa menahan air matanya lagi.


"Ia baik-baik saja. Ia hanya pergi sebentar dan berjanji akan membawakanku batu-batu mulia dari luar negeri. Bagaimana mungkin ia menghilang begitu saja?" Paman Qiao menyeka matanya. Kondisinya tidak jauh berbeda seperti Chen Qi.


Paman Qiao telah menyaksikan Ling tumbuh dewasa. Anak itu suka menempel padanya sejak ia kecil. Dan ia juga memanjakannya.


Setelah itu, Ling sering bertanya padanya apakah dia berubah.


Apa yang tidak diberitahukan Paman Qiao pada Ling adalah bahwa dia menyadari Ling telah berubah. Satu-satunya perubahannya adalah dia kembali menjadi dirinya saat dia masih kecil. Ling selalu arogan dan pintar, tetapi untuk beberapa alasan, ia perlahan berubah.


Untungnya, ia telah kembali berubah menjadi dirinya seperti beberapa tahun lalu.


Liam hanya menatapnya, tetapi tidak mengatakan apa pun untuk menghiburnya. Bahkan, Liam harus menggunakan seluruh tekadnya untuk menahan dirinya agar tidak menangis.


Setelah perayaan tahun baru selesai, mereka pergi.


Mereka semua sangat sibuk. Liam bergabung dengan Organisasi Tempur dan menjalankan misi siang dan malam. Mungkin hanya ketika dia sibuk, dia tidak akan memikirkan hal-hal itu.


Sedangkan Su Wen Ai dan Yuan telah bergabung dengan tentara pelatihan khusus dan menjalani kehidupan di ujung mata pedang.


*


Beberapa bulan kemudian, Liam baru saja menerima misi internasional. Setelah minum dengan Su Wen Ai dan yang lainnya, dia akan pergi menjalankan misi.


A Shui tiba-tiba berangkat dari luar negeri dalam semalam dan berkata pada mereka dengan keadaan kacau, "Nona Zhuo, menghubungi kami."


Zhuo Xia menghubungi mereka.


Liam linglung sejenak. Mereka bertiga sebenarnya yang paling tahu lebih baik daripada orang lain. Mereka juga tahu apa maksud Zhuo Xia ketika ia mengatakan 'tidak ada kesempatan'.


Mereka bahkan sudah berpikir lebih dari sekali bahwa akan lebih baik tidak ada kabar dari Zhuo Xia. Karena dengan begitu, Zhuo Xia mungkin masih hidup.


Mereka paling takut bahwa suatu hari nanti, mereka akan menerima kabar bahwa Zhuo Xia sudah meninggal di suatu tempat. Liam pernah berpikir bahwa, bahkan jika ia benar-benar menerima berita ini, ia tidak akan terkejut.


"Nona Zhuo? Di mana ia sekarang?" tanya Yuan.


A Shui menarik napas dalam-dalam, kemudian matanya berapi-api, "Bo Xue Ning mengirim pesan padaku. Ia memberitahuku bahwa Raja kita ... mungkin masih hidup!"


Prang!


Liam menjatuhkan gelas anggurnya.


***


Minal Aidin Walfaizin๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Mohon Maaf Lahir dan Batin๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™