
Keesokan harinya di Akademi Bintang.
Penjaga dari Asosiasi Dewa Ramuan ingin menemui Ling. Awalnya mereka berpikir jika Ling akan merasa sangat senang karena Asosiasi Dewa Ramuan ingin merekrutnya.
Namun, mereka terkejut saat bertanya kepada Guru Sheng, "Kalian mencari Chen Ling? Aku pun mencarinya! Aku tidak melihatnya sudah hampir sebulan. Jika kalian berhasil menemuinya, katakan padanya untuk segera kembali. Jika tidak, dia tidak akan naik kelas!"
"Guru ... Ling sudah kembali dan setuju belajar dengan guru ramuan," jawab Yuan.
Guru Sheng melotot.
Kemudian ia tersenyum pada para penjaga itu, "Ah, ternyata dia sudah kembali dan berada di kelas ramuan."
*
Saat ini, Ling berjalan dan membawa tasnya.
"Seseorang mencariku? Siapa?" tanya Ling meletakkan tasnya di atas meja.
"Orang-orang dari Asosiasi Dewa Ramuan. Aku tahu dari simbol di seragamnya," jawab Su Wen Ai.
"Abaikan mereka," jawab Ling acuh. Ia juga tidak mengerti mengapa Asosiasi Dewa Ramuan mencarinya.
Yuan dan yang lainnya juga tidak peduli. Mereka tersenyum pada Ling, "Ling, kau harus menemui guru nanti. Dia sudah sangat marah padamu."
Ling menghela nafas dan memijat pelipisnya. Ia berkata, "Aku sangat sibuk akhir-akhir ini dan aku melupakan guru."
Su Wen Ai memperhatikan ekspresi Ling tidak seperti biasanya. Ia bertanya, "Apa yang sedang terjadi?"
Su Wen Ai selalu cepat mengerti keadaan. Ling juga sadar, walau ia bertanya tapi nadanya tegas.
"Ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Apa kalian akan pergi ke wilayah utara denganku malam ini?" tanya Ling mulai mengetik di laptopnya.
"Tentu saja kita harus pergi!" jawab Yuan bersemangat.
"Aku akan bekerja sama dengan Su Wen Ai untuk membahas perkembangan perekonomian," ucap Liam berhenti mengotak-atik tabung reaksi.
Mereka sedang membangun sebuah kota. Hal yang paling penting dari semua itu adalah perekonomian. Namun, di luar negeri kultivasi lah yang paling penting. Tapi dalam hal keuangan, bahkan 10.000 orang luar negeri tidak dapat dibandingkan dengan Ling. Jangankan Ling, Su Wen Ai saja sudah cukup untuk menghadapi mereka.
"Kenapa kau di sini hari ini?" tanya Yuan.
"Di rumah terlalu merepotkan," jawab Ling.
Yuan tak tahu apa yang membuatnya frustasi, tapi melihat bawah mata Ling sedikit menghitam, ia tahu jika Ling tak cukup istirahat. Jadi, Yuan tidak mengganggunya lagi dan pergi berlatih.
*
Saat waktu makan siang, mereka berlima pergi ke kantin. Sudah banyak orang di kantin, termasuk Bai Chengsi.
Biasanya beberapa orang akan menawarkan tempat duduk pada Bai Chengsi, tapi sekarang mereka kelihatannya menjauhinya.
Ini semua karena perselisihan Keluarga Bai dan Asosiasi Dewa Ramuan. Jika itu dulu, Keluarga Bai dan Asosiasi Dewa Ramuan seimbang. Namun, sekarang Asosiasi Dewa Ramuan mendapat dukungan dari Tuan Shangxuan. Jadi, orang-orang yang merasa takut mulai menjauhi Keluarga Bai.
Bai Chengsi tersenyum pahit.
Ia melihat 5 orang yang dikenalnya. Mereka duduk di sebuah meja dengan 8 kursi. Jadi ada sisa 3 kursi. Mereka mengobrol dan tertawa.
Bai Chengsi menatap pemuda yang duduk di tengah. Pemuda itu juga menatapnya. Bai Chengsi rasanya ingin langsung menghilang. Ia tak pernah merasa seperti ini sebelumnya.
Namun ternyata, tatapan pemuda itu tidak seperti yang lainnya. Sejauh ini, hanya pemuda itu yang menatapnya lembut.
"Ternyata kau. Duduk sini, kursi ini masih kosong," ucap Yuan mengikuti arah pandang Ling. Ia ingat jika Bai Chengsi adalah adik Bai Xiaoqi.
Bai Chengsi yang awalnya ingin pergi, ia duduk di sana. Ia juga disambut baik oleh Liam dan Jun Ye Li. Ia merasa lega. Orang-orang di meja ini tak menatapnya aneh.
"Di mana Nona Bai sekarang?" tanya Liam hangat.
Bai Chengsi tak menyangka jika Liam akan bicara dengannya. Ia segera menjawab, "Kakakku akan kembali besok."
"Baik. Katakan padanya untuk menemuiku saat dia memiliki waktu luang. Dan suruh dia untuk menyiapkan sesuatu," ucap Liam mengangguk.
"Menemuimu?" Bai Chengsi agak terkejut. Ia membatin, apakah Liam tidak takut berhubungan dengan mereka? Biasanya orang-orang akan menjauhi mereka karena konflik itu.
Namun, melihat mereka berdebat, ia tak mengatakan apa-apa lagi dan memakan makanannya. Ia tersenyum. Ia hanya ingin tersenyum saja.
"Oh, benar, Tuan Muda Chen, aku dengar dari ayahku jika Anda mengikuti kompetisi itu. Aku dengar Zhuo Shiaonian menulis 6 resep. Saat ini, ia sedang berlatih membuat 6 resep itu. Resep yang ditulis di jawaban harus dibuat dan dimurnikan untuk ujian kedua," ucap Bai Chengsi.
Kemudian, ia meletakkan sumpitnya dan pergi.
"Kompetisi? Ujian? Ramuan? Kompetisi apa?" tanya Liam bingung.
"Itu ... kompetisi ramuan. Ujian pertamanya adalah menulis resep ramuan," jawab Ling tertawa kecil.
"Zhuo Shiaonian juga ikut? Dia menulis 6, Ling berapa yang kau tulis?" tanya Yuan.
"Sembilan," jawab Ling santai.
"Bagus, lebih banyak tiga daripada Zhuo Shiaonian. Posisi pertama pasti akan menjadi milikmu," ucap Yuan puas. Jun Ye Li juga mengangguk. Mereka tak pernah meragukan kemampuan Ling.
"Ah, aku dengar Tuan Shangxuan ingin merekrut murid. Apa kau akan ikut?" tanya Liam.
Jun Ye Li menjawab, "Ling, jika kau melakukan itu, bukankah Guru Cai akan sangat marah?"
Saat ini, ia mengirim pesan pada Bai Xiaoqi.
*
Bai Chengsi pulang ke rumah. Semua orang di Keluarga Bai berkumpul di aula utama. Mereka tidak berbicara dan hanya saling pandang.
"Asosiasi Dewa Ramuan mengambil toko kita di selatan. Para petugas di sana diberi tiga botol ramuan tingkat tinggi. Mereka juga diberikan tiga botol ramuan tingkat menengah setiap tahun," ucap seorang tetua membuka pembicaraan.
Suasana semakin sunyi.
"Jadi, semua petugas di selatan telah pergi?" tanya Tuan Bai dengan suara dalam.
Tetua itu mengangguk, "Itu bisa dimengerti. Di mata mereka, Keluarga Bai tak bisa memberi ramuan, jadi mereka pergi. Dan Keluarga Su itu tidak tahu berterima kasih. Seharusnya kita membiarkan saja saat mereka jatuh."
"Baiklah, untuk apa membicarakan hal ini lagi? Walau ia tidak tahu berterima kasih, tapi pilihannya tidak salah. Zhuo Shiaonian akan bekerja sama dengan Tuan Shangxuan. Jadi, bagaimana ia bisa menolak saat menerima tawaran itu? Sekarang hanya Keluarga Han yang mendukung kita," ucap tetua lainnya.
"Tak hanya Keluarga Han, Jenderal Qiu juga mengirim seseorang untuk menanyakan masalah ini," jawab Tuan Bai.
"Mengapa Jenderal Qiu ingin ikut campur dalam hal ini?" tanya yang lainnya heran.
"Setidaknya posisi kita tak terlalu buruk. Jika nanti kita bisa melewati masalah ini, kita jangan melupakannya," ucap Tuan Bai.
"Masalah besar apa yang sampai membuat semua tetua berkumpul?" terdengar suara lembut dari arah luar.
Para tetua mendongak Dan tersenyum, "Nona."
"Ayah, tetua," Bai Xiaoqi sedikit membungkuk pada mereka. Kemudian ia duduk di samping Bai Chengsi.
"Ada apa? Bukankah sedang makan siang?" tanya Bai Xiaoqi tersenyum hangat pada mereka.
"Kau baru saja kembali. Makanlah dulu jika kau lapar," ucap Tuan Bai.
Bai Xiaoqi tak ragu-ragu. Sudah lama ia tak makan enak karena sibuk menjalankan misi bersama Ketua Dai dan Han Shuangfu. Ia makan dengan lahap, tapi tetap terlihat elegan.
Bai Chengsi agak bingung melihat Bai Xiaoqi begitu santai. Ia bertanya, "Kakak, apa kau tidak tahu masalah apa yang akhir-akhir ini terjadi?"
Bai Xiaoqi menjawab, "Tentu saja aku tahu."
Tapi dia masih bisa makan dengan lahap? Tetua dan yang lainnya juga terkejut. Namun, Tuan Bai tahu watak putrinya. Ia bertanya, "Bukankah kau bilang urusanmu akan selesai besok?"
Bai Xiaoqi tertawa kecil, "Seseorang memberitahuku jika ada sesuatu penting malam ini."
Saat itu, tiba-tiba terjadi keributan di luar.
"Ada apa?" tanya Tuan Bai.
Seorang penjaga masuk dengan panik, "Tuan, Nona Su membawa sekelompok orang dari keluarga kita untuk menuntut jatah ramuan tahun ini."
"Ternyata itu dia," ucap Tuan Bai dingin. Ia berjalan keluar diikuti yang lainnya. Hanya Bai Xiaoqi yang tersisa di meja makan.
Ia mengirim pesan pada Ling sebelum keluar juga.
*
Bai Chengsi berkata dengan dingin, "Apa kau yang membawa mereka?"
Nona Su tersenyum, "Nona Bai, jangan salah paham. Aku melakukan ini untuk kebaikan mereka. Tidak baik menahan jatah ramuan mereka."
Orang-orang yang dibawa Nona Su menatap curiga ke arah Tuan Bai. Melihat ekspresi Tuan Bai, mereka yakin jika Nona Su tidak berbohong pada mereka. Eskpresi mereka langsung suram.
Nona Su merasa puas melihat pertunjukan ini. Ia mengirim pesan pada Zhuo Shiaonian.
Setelah selesai mengirim pesan, ia melihat Bai Xiaoqi berjalan keluar sambil tersenyum. Nona Su tak menyukai Bai Xiaoqi dan Bai Chengsi sejak dulu. Ia tersenyum mengejek, "Bai Xiaoqi, kau tak pernah mengira hal ini akan terjadi, kan?"
Namun, Bai Xiaoqi tidak marah. Ia malah tertawa kecil.
"Apa yang kau tertawakan?" tanya Nona Su marah.
"Menertawakan kebodohanmu. Usir mereka semua," ucap Bai Xiaoqi melambaikan tangannya dengan tenang.
Tiba-tiba, banyak penjaga misterius muncul. Mereka mengusir orang-orang itu.
Saat Tuan Bai ingin menghentikan Bai Xiaoqi, ia merasakan tatapan dingin Bai Xiaoqi, jadi ia hanya menghela napas, "Xiaoqi, kau terlalu gegabah."
Bai Xiaoqi hanya tersenyum, "Jangan khawatir, Ayah. Aku akan pergi menemui seseorang dulu dan kembali besok pagi."
Tetua Bai melirik penjaga rahasia Bai Xiaoqi dan berkata, "Kalian adalah penjaga rahasianya. Kalian pasti tahu sesuatu."
Salah satu penjaga itu membuka sebuah kotak, "Tuan, tetua, lihat ini."
Di dalam kotak itu ada sebuah botol yang terlihat biasa saja. Bai Chengsi langsung mengenali botol itu, "Bukankah itu adalah botol yang sangat dia sayangi? Cih, botol itu seperti harta karun baginya. Aku tak pernah melihatnya meminum isi dalam botol itu."
Bai Chengsi mendengar jika botol itu adalah hadiah dari teman baiknya.
Yang lainnya juga jadi tidak tertarik dengan botol itu karena ucapan Bai Chengsi.
"Baiklah, ayo kembali ke aula dan dan diskusikan masalah ini. Yang terpenting sekarang adalah mencari ahli ramuan. Jika tidak, Keluarga Bai akan mengalami pukulan besar," ucap tetua menghela napas dalam.
Melihat mereka akan pergi, penjaga itu kembali bicara dengan lembut, "Tuan, tetua, botol besar ini berisi ramuan tingkat tinggi."