Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Kejutan


"Nona Zhuo, ini adalah informasi lengkap tentang Chen Ling," ucap Yu Bin. Ia memberikan beberapa dokumen pada Zhuo Xia. Mobil mereka masih terparkir di luar Lu Company.


Zhuo Xia berhenti memainkan ponsel. Jari-jarinya yang lentik mengambil dokumen itu tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


"Oh ya saat aku menemui A Shui tadi, aku lihat dia sepertinya sedang menyelidiki tentang Tuan Muda Chen juga," ucap Yu Bin sambil memainkan ponsel. Ia tak melihat kilatan tajam dari mata Zhuo Xia.


"Pergilah ke konferensi pers," ucap Zhuo Xia. Ia mengabaikan ucapan Yu Bin sebelumnya.


"Aku? Kenapa aku?" tanya Yu Bin menunjuk dirinya sendiri.


"Karena kau yang bekerjasama dengan Chen Company. Jika bukan kau, siapa lagi?" jawab Zhuo Xia santai. Ia sudah melanjutkan pekerjaan yang ada di ponselnya.


Setelah mendengar jawaban Zhuo Xia, akhirnya Yu Bin pergi ke konferensi pers.


Ketika memastikan Yu Bin sudah pergi, Zhuo Xia membuka dokumen-dokumen itu. Ia membaca dengan serius. Semakin jauh membaca, semakin terlihat ekspresi kecewanya. Ia tak mendapat apa yang diharapkan.


Sampai ia membaca kalimat di dokumen akhir.


'Perubahan menakjubkan selama beberapa minggu terakhir.'


Zhuo Xia menggenggam erat dokumen itu. Ia menatap keluar jendela. Ekspresinya berubah menjadi serius.


Setelah berpikir beberapa saat, ia mengetik pesan di ponsel.


[Sembunyikan semua informasi tentang Chen Ling.]


Setelah mengirim pesan, mobil hitam dengan hiasan burung phoenix itu melesat pergi.


*


"Kau akan menjual bangunan di wilayah itu dengan harga murah? Kakak, aku tahu kau tidak mengetahui apa pun, tapi tetap saja tidak baik berbohong begini. Aku tahu Chen Company sudah tak mempunyai dana lagi. Bahkan kalian belum tentu bisa menyelesaikan bangunan itu," ucap Wuzhou dengan wajah suram.


Luo Feng yang di sebelahnya menambahkan. Ia berkata dengan nada penuh ejekan, "Aku yang paling tahu bagaimana keuangan Chen Company. Aku juga paling mengenal Chen Ling. Dia adalah anakku yang bodoh yang tak mengerti bisnis. Dia tidak tahu berapa banyak uang tersisa di Chen Company."


"Benar. Aku dulunya adalah direktur keuangan Chen Company. Mereka tidak memiliki dana di perusahaan dan aset mereka juga sudah dijual untuk menutupi kerugian," ucap seorang pria paruh baya.


Orang di dalam ruangan terus menerus melontarkan hinaan pada mereka. Khususnya pada Ling yang berdiri di depan Chen Lin, yang seolah melindunginya.


Chen Lin sendiri masih tidak menyangka, putranya yang selama ini ia lindungi, malah melindunginya di saat seperti ini. Ia tersenyum tipis.


Wuzhou yang melihat Chen Lin dan Ling berdiri di depan, ada perasaan iri di hatinya. Jika saja Chen Lin mau ikut dengannya, ia pasti akan melindunginya, ia pasti tak akan mempermalukan Chen Lin. Walau ia tahu Chen Lin bukan ibu kandungnya, ia sejak dulu sudah mendapat pengakuan dari Chen Lin.


Namun sekarang Chen Lin memilih berdiri di belakang Ling. Ia menepis pikiran itu. Ia tersenyum puas melihat penderitaan mereka.


Lu Yan melirik jijik pada Ling. Ia lega bisa memutuskan pertunangan dengan Ling. Jika tidak ia akan mendapat malu saat ini.


Saat mengedarkan pandangannya, Lu Yan melihat Chen Wu datang ke konferensi pers. Ia berkata, "Paman, aku selalu berpikir Anda adalah orang yang bijak. Aku tidak menyangka Anda akan setia pada Chen Company. Jika saja Anda ikut bersama Keluarga Lu, Anda akan menjadi pemimpin tertinggi dan tak akan mengalami kerugian seperti ini."


Chen Wu berhenti berjalan. Ia merapikan dokumen di tangannya. Kemudian ia melirik Lu Yan dan menjawab, "Aku percaya pada Ling."


Para petinggi perusahaan yang mendengar ini tertawa. Mereka semakin menghina Keluarga Chen. Sedangkan Chen Wu hanya berjalan santai ke depan dan berdiri di belakang Ling.


Ling yang mendengar hinaan ini tak mengubah ekspresi. Dia hanya mengetukkan jari ke meja dan melihat ke arah pintu masuk.


Sebelum Ling sempat menjawab, seorang pria tampan mengambil mikrofon dari reporter. Ia menghadap ke kamera dan berkata dengan tegas, "Keluarga Zhuo tidak memiliki apa pun selain uang. Kalian mengerti?"


Setelah mengatakan itu, ia berjalan mengikuti pria tua dengan beberapa helai rambut putih. Mereka berdiri di sebelah Ling.


Kemudian, pintu terbuka lagi. Masuk lagi seorang pria tampan. Dengan senyum hangat, ia menebarkan pesonanya. Seluruh kamera langsung menyorot ketampanannya. Ia meletakkan satu tangan di saku dan mendongakkan dagu.


Yuan Ming tanpa ragu berjalan ke arah Ling dan berdiri di sebelahnya.


Saat orang-orang di dalam ruangan melihat Keluarga Zhuo hadir, keadaan mulai ricuh. Apalagi saat melihat Yuan Ming. Sudah tidak ada ketenangan dalam kerumunan itu.


Belum selesai keterkejutan mereka karena kehadiran Keluarga Zhuo dan Yuan Ming, sebuah suara wanita terdengar.


"Apakah aku bisa bergabung dalam acara menyenangkan ini?" wanita itu bertanya dengan lembut sambil tersenyum manis.


Ia berjalan dengan anggun ke depan. Setiap langkahnya menggetarkan hati setiap orang. Mereka tanpa sadar meremas erat tangan mereka sendiri.


Meskipun tidak pernah muncul di media, siapa yang tidak mengenal dia. Cucu dari Keluarga Yu yang memiliki kendali militer di Kota Urban. Keluarga mereka selalu berperang demi kedamaian Kota Urban. Statusnya mulia, setara dengan walikota.


Yu Bin terkenal sebagai wanita yang tangguh. Ia sudah berlatih beladiri sejak kecil. Ia juga diajarkan berperang, sehingga hal itu menjadikannya wanita berdarah dingin.


Ini juga pertama kalinya ia menunjukkan diri secara langsung. Ia tak pernah mau ada media yang meliput tentangnya. Karena ia lebih suka bermain di balik layar.


Dia berjalan santai dan berdiri di sebelah Ling.


Keadaan di sana sudah tidak bisa dikendalikan. Satu sama lain saling berbisik tentang Ling.


Sedangkan Ling hanya duduk dengan posisi tegak. Ia menjaga ekspresi tenangnya. Jari-jarinya mengetuk lembut meja di depannya. Ia tak tersenyum. Bahkan ia masih memakai seragam Sekolah Menengah Guxian.


Namun ia sangat memesona.


Setiap orang yang berdiri di sisinya dapat dengan mudah mengguncang Kota Urban.


Yang satu adalah Keluarga Zhuo yang mendominasi bisnis ramuan di Kota Urban. Mereka tak pernah bekerjasama dengan keluarga bangsawan manapun sebelumnya. Satu lagi adalah cucu dari Keluarga Yu yang terkenal wanita berdarah dingin.


Dan satu lagi adalah orang dari Kota Bayangan.


Semua orang tahu apa jadinya jika mereka semua bergabung.


Keluarga Zhuo, Keluarga Yu, dan Yuan Ming merupakan wujud kekayaan, kekuasaan, dan kecerdasan. Tidak ada yang menyangka bahwa Chen Company akan membalik keadaan.


Chen Lin masih tercengang. Kehadiran Keluarga Zhuo saja sudah membuatnya linglung. Ditambah kehadiran Keluarga Yu dan Yuan Ming, membuatnya merasa ini seperti mimpi.


Ia melihat putranya seolah-olah ini pertama kali mereka bertemu. Tangannya gemetaran. Ia bergumam, "Ling ...."


Ling sudah berdiri di samping Chen Lin. Dia menggenggam tangan ibunya.


"Aku berterimakasih kepada orang-orang yang masih berdiri di sisiku, bahkan di saat krisis. Aku akan menepati janji-janjiku pada kalian yang setia padaku," ucap Ling. Ia menunjukkan senyum jahatnya.


Senyum ini membuat kru kamera yang menyorotnya bergetar. Ia tidak seimbang lagi saat memegang kamera.


Dan juga senyum Lu Yan yang mengejek telah menghilang. Ia menjatuhkan ponselnya karena kejutan ini.