Perjuangan Cinta Nona Muda

Perjuangan Cinta Nona Muda
64


Sementara itu, di kantin rumah sakit meja paling ujung, terlihat dua orang sedang duduk dengan keadaan gaduh. Si cowok terlihat memohon, sedangkan si cewek melipat tangan di dada sambil memalingkan wajahnya.


"Ayolah, Cha. Bantu aku." Rendra menangkup kedua tangannya. Namun, Cacha tetap tidak peduli.


"Mas! Aku ini bukan barang yang bisa dipinjam seenaknya," ucap Cacha dengan ketus.


"Aku tahu. Aku akan memberikan apa pun yang kamu mau, Cha. Selama aku bisa." Rendra bicara dengan begitu yakin.


"Apa kamu yakin? Apa kamu mau memberikan nyawamu?" tanya Cacha dengan senyum seringai. Rendra menelan salivanya, apalagi saat melihat senyum Cacha yang terlihat menyeramkan.


"Kamu yang benar saja!" timpal Rendra, raut wajahnya terlihat begitu sebal. "Aku cuma memintamu menjadi pacar pura-pura di depan orang tuaku, Cha. Cuma sehari. Aku enggak mau nikah sama Anisa."


"Ish! Memang kenapa?" tanya Cacha masih dengan ketus.


"Cha kamu enggak tahu rasanya dijodohin. Iya kalau jodoh kaya ayah bundaku, lah kalau enggak? Apalagi Anisa itu ...."


"Apa?" sela Cacha dengan cepat.


"Bukan seleraku," sahut Rendra lesu.


"Terus aku seleramu? Lah dipikir cewek itu kaya indom*e!" Cacha menghembuskan napas kasar.


"Ya enggak gitu, Cha. Seleraku tuh kaya ...." Rendra menghentikan ucapannya. Dia tidak mungkin mengatakan kalau selera gadis idamannya seperti Nadira. Pasti hal itu akan membuat Cacha curiga.


"Kaya apa? Kenapa diem!" sentak Cacha kesal.


"Hadehh, lihat noh, Cha. Pengawal kesayanganmu datang," bisik Rendra dengan memutar bola mata malas saat melihat Mike hampir mendekati meja mereka.


Cacha mengalihkan pandangannya ke arah Mike yang sedang berjalan dengan gagah ke arahnya. Meski Mike hanyalah seorang anak buah ayahnya, tapi tubuh kekar dan wajah tampan Mike mampu melelehkan hati para wanita yang melihatnya. Cacha terdiam, karena begitu terpesona dengan ketampanan Mike yang baru dia sadari sekarang.


"Nona Muda," sapa Mike, tetapi Cacha tetap terpaku pada pandangannya. "Nona," panggilnya lagi.


"Cacha Maricha Hehey! Anak kambing saya!" teriak Rendra tepat di telinga Cacha hingga membuat gadis itu terlonjak kaget.


"Mas! Teriakanmu bisa lebih diperhalus enggak sih?!" cebik Cacha kesal. Dia mengusap telinganya yang berdengung. Rendra hendak menyahut lagi, tapi dia mengurungkannya saat melihat Mike menatapnya dengan sangat tajam.


"Ada apa, Mike?" tanya Cacha.


"Ya udah, duduklah dan pesan makananmu," suruh Cacha. Mike pun menurut, dia duduk di antara Rendra dan Cacha. Mike tersenyum sinis saat mendengar Rendra menghembuskan napas kasar.


Suasana menjadi begitu hening, bahkan ketika pelayan mengantar pesanan mereka. Hanya suara denting sendok yang terdengar sampai makanan yang berada di piring mereka bertiga habis tak bersisa.


"Aku akan kembali ke ruangan Kak Nathan." Cacha bangkit berdiri diikuti Rendra dan Mike.


"Di sana sedang ada Tuan Al dan Tuan Kenan, Nona." Suara Mike terdengar begitu sopan.


"Kapan mereka datang?" tanya Cacha. Dia melangkah diiringi kedua lelaki itu di samping kanan dan kirinya.


"Belum lama, saat saya menyusul ke kantin," sahut Cacha.


"Cha," panggil Rendra menghentikan langkah mereka. Cacha menoleh dan melihat Rendra yang sedang menatap penuh memohon padanya. "Mau ya?" Rendra menunjukkan senyum paling manis yang dia miliki.


"Nanti aku pertimbangin." Cacha akhirnya pasrah. Percuma menolak, Rendra pasti akan terus memaksanya. Mike menatap Rendra dengan penuh selidik, tapi kali ini Rendra seolah menantang. Cacha kembali berjalan menuju ke ruangan Nathan.


"Jangan sampai kamu berani macam-macam dengan nona muda, Tuan!" kata Mike dengan tegas, sorot matanya begitu tajam seolah akan menelan Rendra hidup-hidup.


"Kamu tenang saja, Mike. Aku tidak berani macam-macam kok, hanya satu macam saja cukup. Oh iya, nanti aku kenalin kamu sama Mario." Rendra menepuk pundak Mike cukup kencang, lalu menyusul Cacha yang sudah melangkah jauh.


"Mario?" Mike berusaha mengingat nama yang tidak asing baginya.


_____________________________________


Yah ketinggalan jauh ๐Ÿ˜…


Udah impas hari ini ๐Ÿ™ˆ


Oh iya, Othor mau iklan nih, walau jarang yang nglirik.


Barangkali ada yang mau ramein Grup WA Othor. Hayukk colek Othor di komentar, Fb : Rita Anggraeni (Tatha) atau IG : @tathabeo