Perjuangan Cinta Nona Muda

Perjuangan Cinta Nona Muda
245


"Bukankah kamu tahu sendiri kalau aku sedang sibuk?" tanya Febian dengan suara meninggi.


"Kemarin akhir pekan kamu tidak datang ke Singapura bahkan tidak menemuiku sama sekali! Kamu pembohong!" seru Jasmin. Kedua mata gadis itu tampak berkaca-kaca.


"Kemarin aku ada acara mendadak dengan Erlando dan aku tidak memegang ponsel sama sekali." Febian menurunkan nada bicaranya.


"Sudahlah, Bi! Hubungan kita memang seharusnya berakhir. Mungkin papa benar, aku harus memutuskan hubungan dengan lelaki yang tidak memiliki pendirian sepertimu!"


Hati Febian seolah diremas kuat saat mendengar kata demi kata yang terlontar dari mulut kekasihnya. Rasanya begitu sakit.


"Bi, relakan aku menikah dengan lelaki lain yang saat ini sudah meminangku." Ucapan Jasmin seperti sambaran petir untuk lelaki itu. Membuat dunia Febian terasa hancur. Namun, tiba-tiba amarah Febian terasa memuncak bahkan sampai ke ubun-ubunnya.


"Jadi, sudah ada lelaki lain? Jangan bilang kamu berselingkuh di belakangku!"


"Tidak, Bi. Aku tidak berselingkuh sama sekali. Aku tidak mencintainya, tetapi dia ingin menjalin hubungan serius denganku! Aku mohon, Bi. Relakan aku."


Febian tidak menjawab, gigi lelaki itu terlihat bergemerutuk dan Jasmin sangat takut saat melihatnya. Apalagi saat Febian berjalan semakin mendekat dan mengikis jarak di antara mereka. Jasmin hendak pergi, tetapi Febian justru menidurkan gadis itu secara paksa dan menindihnya.


"Lepaskan aku, Bi!" Jasmin meronta sekuat tenaga. Dia bahkan sudah menangis karena begitu ketakutan, tetapi Febian seolah tidak peduli.


"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu menjadi milik orang lain selain aku, Jas!" tegas Febian.


Dia mencium bibir Jasmin dengan kasar, Jasmin berusaha menghindar, tetapi dia kalah tenaga. Semakin lama ciuman Febian semakin terasa kasar, bahkan mulai menurun ke leher Jasmin sehingga membuat seluruh tubuh Jasmin terasa meremang karena baru kali ini Febian menciuminya sejauh ini.


"Aku mohon jangan lakukan ini, Bi." Jasmin masih berusaha meronta meski tenaganya mulai melemah. Jasmin benar-benar merasakan sebuah perasaan lain yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


"Aku mohon, jangan lakukan ini, Bi!" Jasmin berusaha mengembalikan kesadarannya dan menghentikan apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu. Dia tidak mau kalau Febian sampai merusak kehormatan yang selama ini sudah dia jaga.


Namun, Febian tidak peduli dan justru membuka paksa kaos yang dikenakan Jasmin hingga tubuh gadis itu telanjang dan hanya menggunakan celana pendek saja. Tangisan Jasmin benar-benar tidak bisa ditahan lagi. Dia terisak dan tidak menyangka kalau Febian akan sebringas ini.


"Setelah ini, kamu akan menjadi milikku seutuhnya dan tidak akan pernah ada yang mau memilikimu lagi, Jas!" kata Febian dengan suara tinggi.


Tangisan Jasmin semakin terdengar mengeras. Gadis itu tidak menyangka kalau kekasihnya akan menjadi sebrutal ini. Percuma dirinya menolak dan meronta, dia tetap akan kalah dengan tenaga Febian yang sedang dirasuki iblis.


"Lakukan apa yang akan kamu lakukan, Bi. Rusak saja kehormatanku karena setelah ini aku akan pergi dari kehidupanmu bahkan dari dunia ini. Percuma aku hidup kalau kesucianku direnggut paksa bahkan oleh orang yang aku cintai."


Ucapan Jasmin yang begitu lemah mampu membuat Febian menghentikan gerakannya yang hendak membuka celana Jasmin. Kesadarannya seolah kembali, dan dia begitu menyesal saat melihat tubuh Jasmin yang telah telanjang sebagian.


"Jas, maaf. Aku tidak tahu kenapa aku bisa bertindak sejauh ini." Febian begitu gugup. Dia mengambil kaos yang terlempar cukup jauh dan menutupkan ke tubuh Jasmin. Namun, Jasmin justru melemparkan dengan kasar.


"Kenapa kamu berhenti, Bi? Lakukan lagi! Lakukan sampai kamu mendapat apa yang kamu mau!" bentak Jasmin dengan wajah yang penuh derai air mata.


"Maafkan aku."


"Kamu sudah sangat melukaiku, Bi. Aku mohon lakukanlah lebih jauh lagi! Aku mohon, Bi!" Jasmin menggoyangkan kedua bahu Febian, tetapi lelaki itu hanya terpaku di tempatnya.


"Lakukan yang kamu mau. Bahkan kalau kamu ingin benar-benar merusakku! Lakukan, Bi! Agar aku memiliki alasan yang sangat kuat kenapa harus pergi dari dunia ini!"