
Mobil yang dikendarai Kenan berhenti di parkiran rumah sakit. Lelaki itu segera berlari ke ruang VIP di mana istrinya di rawat sekarang. Langkah Kenan semakin melebar, dia sudah tidak sabar ingin segera memastikan keadaan istrinya.
Ketika sampai di ruangan Ana, lelaki itu segera membuka pintu dengan lebar dan berjalan mendekati brankar. Di ruangan itu hanya ada Bi Yah, asisten rumah tangganya, dan juga istrinya yang sedang memejamkan mata.
"Bagaimana keadaan istri saya, Bi?" tanya Kenan lembut.
"Baik, Tuan." Bi Yah menjawab sopan. Namun, wanita itu begitu ragu, dan Kenan bisa melihatnya.
"Katakan sejujurnya, Bi." Kenan berkata dengan tegas. Bi Yah pun menghela napas panjang, tetapi ketika wanita paruh baya itu hendak membuka suara, mata Ana terlihat mengerjab.
Kenan pun segera duduk di samping istrinya, mengusap puncak kepala dengan sayang dan tak lupa mengecup keningnya. Kenan mengamati wajah Ana yang tampak begitu pucat.
"Sebelah mana yang sakit, Sayang?" tanya Kenan lembut. Ana tidak menjawab, hanya menggeleng dengan lemah.
"Anda sudah sadar, Nona?" tanya seorang perawat yang barusan masuk ke ruangan.
"Katanya istri saya pendarahan, Sus?" tanya Kenan tidak sabar.
"Ya, dan sekarang istri Anda biar diperiksa Dokter Angel karena kebetulan Dokter Queen masih cuti," jelasnya. Kenan terdiam dengan kening mengerut.
"Bukankah mereka itu dokter kandungan?" tanya Kenan masih heran.
"Ya, tapi untuk saat ini Dokter Queen masih dalam masa cuti. Istri Anda besar kemungkinan sedang hamil, dan barusan istri Anda mengalami pendarahan."
"Ha-hamil?" tanya Ana terbata.
"Ya, lebih baik sekarang Nona lakukan USG untuk memastikan keadaan janin kalian," jelas perawat itu.
"Baiklah." Kenan membiarkan dua orang perawat mendorong brankar istrinya dan membawa ke ruangan dokter kandungan untuk melakukan USG. Selama diperiksa, Kenan tidak lepas menggenggam tangan Ana.
Jujur, perasaan lelaki itu sedang campur aduk sekarang, antara bahagia dan juga takut. Namun, Kenan berusaha tetap terlihat tenang.
"Mas, kalau ternyata dia pergi sebelum kita mengetahuinya, bagaimana?" tanya Ana khawatir. Dia mengamati Dokter Angel yang masih bersiap-siap.
"Berarti belum rezeki kita, dan kita masih bisa mencobanya lain kali." Kenan tersenyum, tetapi Ana justru mendadak muram.
Dokter Angel menaruh gel di atas perut Ana, lalu menggerakan alat USG di atas sana. Tatapan mereka sekarang terfokus pada tampilan layar yang terus bergerak-gerak.
"Wah, selamat Nona. Calon bayi Anda ada tiga, dan mereka masih baik-baik saja. Sepertinya mereka anak yang kuat," ucap Dokter Angel dengan senyum lebar.
"Ti-tiga, Dok?" tanya Kenan tidak percaya.
"Ya, lihatlah. Ada tiga janin yang mulai terbentuk. Kehamilan istri Anda sudah memasuki minggu ke delapan. Sepertinya kalian belum menyadarinya." Dokter Angel menatap Ana dan Kenan bergantian.
"Mulai sekarang jangan lupa jaga kesehatan, Nona. Jangan sampai kelelahan atau terjatuh lagi seperti tadi. Selalu konsumsi makanan yang bergizi seimbang," nasihat Dokter Angel. Dia kembali menurunkan baju yang dikenakan Ana karena USG tersebut telah selesai.
"Sayang, kamu dengar? Kita akan mendapat tiga bayi sekaligus." Kenan berkata dengan sangat antusias. Bahkan mata lelaki itu terlihat berkaca-kaca. Ana pun tak kuasa menahan air mata saat ini.
"Mas, ini bukan mimpi 'kan?" tanya Ana khawatir.
Kenan yang duduk di tepi brankar, segera menangkup wajah istrinya dan menatapnya penuh cinta.
"Tidak! Ini nyata. Akhirnya penantian kita terbayar dengan kebahagiaan yang luar biasa. Aku janji akan menjaga kalian berempat. Akan selalu memastikan kalian baik-baik saja," ucap Kenan dengan sangat yakin.
"Mas ...."
"Jangan menangis. Aku sayang kamu." Kenan mendaratkan ciuman di kening Ana dengan sangat lama. Menyalurkan segala rasa sayang yang dia punya.
"Setelah ini aku akan telepon mama dan papa, mereka harus dengar kabar bahagia ini." Kenan terlihat begitu antusias. Ana tidak membuka suara. Hanya mengangguk dengan bibir tersenyum bahagia.
Sungguh, ini kebahagiaan luar biasa untuk Kenan dan Ana. Berkali-kali mereka mengucap syukur. Impian mereka akhirnya terkabul. Kesabaran mereka berbuah hasil yang sangat manis. Padahal bagi mereka satu anak sudah cukup, daripada tidak ada sama sekali.
Namun, ternyata penantian panjang yang dipenuhi kesabaran, kini seolah terbayar lunas dengan hadirnya calon tiga bayi di antara mereka. Ana dan Kenan tak kuasa lagi menahan air mata bahagia, bahkan Dokter Angel pun ikut mengusap air mata karena dia tahu bagaimana perjuangan mereka ingin mendapatkan keturunan dengan sering datang menemui dirinya atau Queen untuk berkonsultasi.
💦💦💦💦
Selamat, Ana dan Kenan. Akhirnya apa yang kalian tunggu datang juga.
Wah sudah bahagia semua, tidak curiga kah kalian?
Biasanya kalau udah bahagia berarti hampir menyentuh kata tamat.
Kalau menurut kalian bagaimana? Lanjut apa udahan nih? Hayoo lohh.
Kisah siapa yang paling kalian tunggu?
Selamat pagi, selamat beraktivitas gaess
Jangan lupa mampir di karya Othor satunya nih,
'Gadis Somplak milik Cassanova'
Klik profil Othor yaa