Perjuangan Cinta Nona Muda

Perjuangan Cinta Nona Muda
180


"Hamil?" tanya Nadira belum percaya. Mila mengangguk dengan cepat. "Aku tidak mual."


"Nad, tidak semua ibu hamil itu mengalami morning sickness, ada memang beberapa yang tetap biasa saja," papar Queen.


"Kak Queen mual-mual juga?" tanya Nadira saat Mila baru saja melepaskan tangkupannya.


"Ya, hanya pagi waktu bangun tidur. Kalau kamu tidak yakin. Sebaiknya sekarang kita ke rumah sakit untuk memastikan," ajak Queen.


"Nanti dulu, Kak. Aku laper mau makan." Nadira mengusap perut rata yang sedari tadi terus berbunyi.


"Kamu belum makan?" tanya Mila, suaranya sedikit meninggi.


"Belum, Bun. Tuh, Mbak Arum baru balik." Nadira menunjuk Arum yang masuk dengan membawa nampan yang isinya telah berbeda.


"Kenapa cuma tempe?" tanya Mila saat melihat isi nampan itu hanya sepiring nasi hangat, tempe goreng dan sambal rawit mentah.


"Nad, kamu itu harus makan makanan yang bergizi lengkap," ucap Queen.


"Saya sudah membawa sayur dan ayam goreng, tetapi nona muda justru meminta ini, Nyonya," sahut Arum sopan.


"Sebentar." Nadira turun dari tempat tidur, lalu berjalan menuju ke kamar mandi, tidak ada lima menit, wanita itu sudah keluar dari kamar mandi dengan langkah lebar.


"Kenapa cepat sekali?" tanya Queen heran.


"Aku cuma cuci tangan." Nadira duduk di kasur lagi, mengambil sepiring nasi dan tempe goreng, tak lupa sambalnya juga.


Mila, Queen, dan Arum yang berada di kamar itu, hanya menelan ludah saat melihat Nadira yang makan begitu lahap dengan menggunakan tangan. Queen pun sampai berkali-kali menelan ludahnya.


"Kak Queen, mau?" tawar Nadira saat melihat Queen yang terus saja melihatnya. Queen mengangguk dengan cepat. Ibu hamil itu, berjalan menuju ke kamar mandi untuk mencuci tangan.


Setelah memastikan tangannya benar-benar bersih, Queen ikut makan bersama Nadira, sepiring berdua. Mereka makan dengan sangat lahap. Mila yang melihat pun merasa begitu bahagia. Dia menyuruh Arum untuk mengambil nasi lagi, karena nasi di piring itu hampir habis.


***


Queen yang seharusnya masih cuti dua hari lagi, kini sudah berada di ruang kerjanya bersama Mila dan juga Nadira. Dia menyuruh Angel, teman seprofesi yang menggantikan dirinya selama cuti untuk memeriksa Nadira.


Baru saja Nadira merebahkan tubuhnya di atas brankar, pintu ruangan itu terbuka secara tiba-tiba. Nathan masuk dengan langkah lebar disusul Zack di belakangnya.


"Beb, kamu baik-baik saja?" tanya Nathan khawatir. Dia mendekati istrinya dan mencium kening wanita itu dengan sayang.


"Aku tidak apa-apa. Kamu sudah pulang?" tanya Nadira heran.


"Sebentar lagi jam makan siang, aku sedang tidak sibuk saat ini," sahut Nathan dengan lembut.


"Kalau begitu, di mana burger pesenanku?"


Nathan terdiam sesaat, dia benar-benar lupa kalau istrinya memesan burger isi tempe. Melihat suaminya yang terdiam, Nadira mencebikkan bibirnya kesal.


"Jangan bilang kamu lupa!" tukas Nadira, dia melipat tangan di atas dada.


"Aku memang belum mencarinya. Setelah kamu selesai diperiksa, kita akan mencarinya bersama." Nathan mencoba merayu.


"Sudah. Jangan berantem. Lebih baik sekarang kalian tengok dulu calon buah hati kalian." Queen melerai perdebatan pasangan suami istri tersebut.


"Jadi, Nadira benar-benar hamil, Kak?" tanya Nathan belum percaya.


Nathan pun memundurkan tubuhnya dan membiarkan Angel memeriksa Nadira. Fokus mereka saat ini adalah layar cukup lebar yang terpasang di tembok.


Bibir mereka tersenyum semringah saat melihat bulatan kecil terlihat di layar tersebut. Bahkan Nathan sampai bersorak kegirangan.


"Lihat, Beb. Calon bayi kecebongku sudah mulai kelihatan." Nathan rasanya begitu bahagia.


"Bisakah Kak Nathan jangan memanggil bayi kita dengan sebutan bayi kecebong?" pinta Nadira dengan ketus.


"Iya, Sayang. Maafkan aku." Nathan mendaratkan ciuman di pipi istrinya. Dia tidak mau berdebat dengan wanita itu saat ini.


"Selamat ya, usia kehamilan sudah memasuki minggu kelima. Nona harus banyak istirahat, karena kandungan masih rawan. Jangan terlalu kelelahan juga," nasihat Angel.


"Dok, kalau begituan bolehkah?" tanya Nathan tanpa malu. Nadira memukul lengan suaminya, sedangkan Mila dan Queen hanya mendecakkan lidah.


"Sebenarnya belum disarankan, Tuan. Paling tidak sampai usia kandungan tiga bulan. Tapi kalau sudah tidak tahan, Anda bisa melakukannya, dengan gerakan perlahan dan jangan terlalu sering," sahut Nathan.


"Baik, Dok. Nanti saya tidak akan sering, kok. Seminggu tiga kali." Nathan menjawab dengan menunjukkan tiga jarinya.


"Itu namanya sering, Kaleng Rombeng!" Queen berkata dengan kesal.


"Enggak lah, Kak. Aku biasanya melakukan itu seminggu tujuh kali."


"Tiap hari dong," sela Queen.


"Anak bunda memang hebat," puji Mila. Nathan menepuk dada dengan bangga, sedangkan yang lain hanya memutar bola mata malas. Angel yang tidak tahu apa pun, hanya terdiam menatap heran ke arah mereka.


"Ingat, Nat! Kamu harus melakukan itu dua minggu sekali. Kamu harus bener-bener jaga kandungan Nadira." Queen berkata dengan sewot.


"Iya, Kak Queen yang cantik. Aku cuma bercanda kok." Nathan mendaratkan banyak ciuman di wajah istrinya. "Terima kasih, Beb. Aku akan menjaga kalian dengan segenap jiwa dan ragaku. Aku akan berjuang melindungi kalian sampai titik darah penghabisan."


Semua tergelak mendengar ucapan Nathan. Lelaki itu tidak peduli, dia beralih mencium perut Nadira yang masih rata.


"Hallo anak papi. Sehat-sehat ya di sana. Jangan nakal sama mami." Nathan terus saja menciumi perut Nadira. Mereka yang barusan tertawa pun kini merasa begitu haru.


"Bun, terima kasih. Ternyata gaya Anjing Kawin dari Bunda sangat manjur," seloroh Nathan disambut cubitan Nadira di perut lelaki itu, hingga membuatnya mengaduh kesakitan.


Mila tersenyum sangat puas, sedangkan Queen mengusap perut sembari merapal kata 'amit-amit, jabang bayi', jangan sampai anaknya kelak seperti lelaki somplak tersebut.


💦💦💦


Selamat atas kehamilan Nadira.


Baby Kaleng Rombeng akhirnya mau launching juga


Semoga selalu sehat sampai lahiran. Tidak ada masalah apa pun.


Selamat pagi, gaess


Selamat beraktivitas, semoga hari kalian menyenangkan.


Hari senin, jangan lupa vote dan hadiah kalian.