
Pagi telah menjelang, Cacha sudah bersiap untuk jalan-jalan bersama suaminya. Dia sudah berdandan dengan sangat cantik. Dia sengaja memakai gaun lengan panjang atas perintah suaminya.
Rambut Cacha dibiarkan tergerai dan ada sebuah jepitan simpel yang menghiasi rambut hitam legam itu. Mike yang baru saja selesai mandi pun, begitu terpesona dengan istrinya yang terlihat begitu cantik.
"Kamu sudah selesai, Mike?" tanya Cacha. Mike tidak menjawab, hanya berjalan mendekati istrinya dengan menggunakan handuk sebatas pinggang.
Cacha yang melihat pantulan Mike yang sedang memakai kaos pun, hanya tersenyum malu. Tubuh kekar Mike dengan bulu halus di dada, selalu membuatnya merasakan puncak kenikmatan.
"Kamu cantik sekali," puji Mike. Semakin membuat rona merah di pipi Cacha terlihat jelas.
Lelaki yang sudah memakai kaos ketat yang menonjolkan otot kekarnya tersebut, memeluk istri kecilnya dari belakang dan mendaratkan ciuman di pipi. Cacha menoleh, menatap Mike dengan penuh cinta.
"Kalau sudah siap, lebih baik kita berangkat. Devi pasti sangat senang bisa bertemu denganmu," ucap Mike.
Senyum Cacha perlahan memudar, dia menangkap suara Mike yang terdengar getir. Perasaannya mendadak gelisah, ada kekhawatiran yang mendalam yang saat ini sedang dia rasakan. Jujur, dia takut Mike akan kembali jatuh cinta dengan Devi.
Melihat wajah pias istrinya, Mike menggandeng tangan Cacha, mengajaknya keluar kamar dan segera berangkat. Selama dalam perjalanan, Cacha hanya diam dengan hati yang sangat resah. Sementara Mike begitu fokus dengan kemudinya, membuat Cacha semakin tak karuan.
Mungkinkah Mike menjadi sedingin ini karena dia akan bertemu dengan cinta pertamanya?
Cacha mengusap air mata yang hendak menetes. Mike yang melihat itu pun, segera menepikan mobilnya. Tubuhnya menyamping dan menatap Cacha yang sedang menatap dengan heran.
"Kenapa berhenti, Mike?" tanya Cacha berusaha menetralkan suaranya.
"Kamu yakin sudah siap bertemu Devi? Kalau belum siap, kita batalkan saja. Mumpung perjalanan masih cukup jauh," ucap Mike dengan lembut.
Cacha menggeleng lemah, bibir wanita itu tampak tersenyum paksa. "Lanjutkan, Mike. Aku tidak mau mati penasaran karena tidak jadi bertemu dengan wanita yang mampu membuat suamiku ini jatuh cinta."
"Baiklah." Mike menjawab singkat. Dia kembali menyalakan dan melajukan mobil itu kembali.
Hampir satu jam perjalanan, mobil yang dikendarai Mike berhenti di sebuah pemakaman umum. Kening Cacha mengerut hingga membuat kedua alisnya saling bertautan. Dia menatap Mike yang sedang melepas sabuk pengamannya.
"Kenapa ke pemakaman, Mike?" tanya Cacha, menatap Mike seolah sedang menuntut jawaban.
"Kita sudah sampai di rumah Devi. Ayo, turun." Mike mengajak Cacha turun, sedangkan wanita itu hanya menurut meski dirinya sangat penasaran.
"Kita sudah sampai." Mike menghentikan langkahnya di samping sebuah makam yang terlihat begitu terawat. Tubuh Cacha menegang saat membaca tulisan di batu nisan tersebut. Sebuah nama yang disebutkan suaminya sejak kemarin.
"Hai, Dev. Apa kabarmu? Maaf sekali aku baru bisa menjengukmu. Aku harap kamu tidak akan marah padaku." Mike melepaskan genggaman tangannya, dia berjongkok dan menabur bunga di atas makam tersebut.
"Aku datang memenuhi janjiku padamu, Dev. Aku datang bersama seseorang yang sudah resmi berstatus istri untukku. Kamu bahagia 'kan, Dev? Kamu juga harus penuhi janjimu kalau kamu akan bahagia di sana." Mike menghentikan ucapannya saat merasakan dadanya terasa sesak.
"Kamu percaya 'kan, Dev? Kalau aku bisa jatuh cinta dengan seseorang dan hidup bahagia meski tidak bersamamu. Sekarang, aku sangat bahagia bisa hidup dengan orang yang sangat aku cintai. Doakan rumah tanggaku selalu langgeng, dan aku bisa menjaga dan mencintai istriku dengan baik."
Cacha yang sedari tadi diam mendengarkan Mike dengan berusaha keras air mata. Akhirnya, dia memeluk Mike dari belakang, dan menangis di punggung suaminya.
"Maaf, aku sudah membuatmu cemburu." Mike berbicara dengan lembut. Dia menggenggam erat tangan Cacha yang melingkar di perutnya.
"Aku yang minta maaf sudah salah paham padamu, Mike." Cacha semakin mengeratkan pelukannya.
Mike tidak menjawab, dia melepaskan pelukannya dan berbalik. Menangkup wajah istrinya dengan perlahan. Tatapan mereka berdua pun akhirnya bertemu. Mike mengusap air mata yang masih membasahi wajah istrinya.
"Aku mencintaimu," ucap Mike. Dia menarik tubuh Mike masuk dalam dekapannya, Cacha pun membalas pelukan itu.
Selepas berpelukan, Mike hendak mengajak Cacha untuk pergi dari pemakaman, tetapi Cacha menahan lelaki itu, dan meminta sedikit waktu untuk tetap di sana sebentar lagi.
π¦π¦π¦π¦
Nih, othor selang seling kisah mereka
Jangan pusing ye. ππ
Dukungan kalian jangan sampai kendor yaa
Cukup, celana kaleng rombeng aja yang kendor ππ
Masih mau lanjut kan?
Selamat siang gaess