Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Kembali ke Jakarta


" apa ini bell ? tanya Ramon, ia mendapat surat pengunduran diri dari Bella.


" saya mau resign bos " jawab Bella.


" kenapa kamu harus resign sih, saya masih membutuhkan mu bell "


" maafkan saya bos, Sean meminta saya kembali ke Jakarta "


" yah mau gimana lagi , Sean memang pemaksa " desah Ramon.


Bella tersenyum tipis.


" kapan kau mau resign nya bell??


" hari ini bos "


" apa , cepat sekali , kenapa gak sebulan lagi "


Bella menyunggingkan senyumnya. " Sean ingin cepat-cepat saya resign bos "


" dasar sialan si Sean " gerutu Ramon.


" ya sudah saya permisi bos " pamit Bella.


" iya sudah "


Bella ke luar dari ruangannya, Ramon mendesah kecewa dengan keputusan Bella, ia masih membutuhkan Bella untuk berkerja di perusahaannya. Namun apa daya Ramon tak bisa memaksa kehendak Bella, apa lagi disisi lain Sean menginginkan Bella keluar dari perusahaannya.


" Sean, Sean dasar bucin " guman Ramon.


Suara dering handphonenya membuyarkan pikirannya.


" hallo "


" hallo Mon " sahut pria disebrang sana.


" ada apa rio ? tumben banget loe telpon gue "


" gue mau ngomong sesuatu sama loe "


" ya tinggal ngomong aja kenapa sih "


" apa kau tahu sekarang dengan keadaan Ryan ?


" Ryan ?? memang nya kenapa dia, sudah lama gue gak denger kabar nya, katanya dia di Kanada "


" iya tapi dia sudah kembali ke Indonesia ,"


" wah gue gak tahu tuh Rio , udah lama banget sih dia gak ada kabar "


" sedang dia makin parah Mon "


" parah ? maksud loe apa ? Ryan sakit parah ?


" bukan, Ryan sekarang sering mabuk-mabukan ,dia sering ke club malam "


" apa ? loe serius ? tumben-tumbenan dia jadi anak nakal " kekeh Ramon.


Terdengar helaan nafas dari Rio disebrang sana .


" loe kenapa ?


" dia sering mabuk-mabukan karena belum bisa move on dari Bella."


" yah gue tahu dia pasti belum bisa move on dari Bella, kau tahu sendiri dia bucin banget sama bella "


" iya Mon, gue juga bingung ngadepin Ryan yang tiap hari mabuk-mabukan terus,"


" loe bilang aja sama bokap nya, daripada loe pusing sendiri "


" ya sebenarnya sih udah beberapa bulan ini dia rada mendingan, walaupun sering ke club tapi jarang mabuk berat, paling cuma beberapa gelas doang minum , tapi gak tahu akhir-akhir ini dia sering banget mabuk "


" apa si Ryan itu kena penyakit bucin akut sampai dia bisa berubah seperti itu ?


" entahlah, gue juga bingung sama dia, ya udah gue tutup dulu gue cuma ngasih tahu soal dia doang "


" ya udah, bye " Ramon menutup panggilan dari Rio.


Ramon kembali mendesah mengingat apa yang dikatakan Rio membuatnya teringat akan sahabatnya Ryan. Yang begitu menyayangi sosok Bella, bahkan rela meninggalkan rumah orangtuanya.


" Ryan kenapa loe jadi seperti itu sih cuma gara-gara wanita, gue jadi ngeri mau pacaran sama wanita gue takut bucin " Ramon bergedik ngeri.


Sore hari Bella telah tiba dirumahnya diantar oleh Sean. Zyan yang sedang diteras depan langsung menghambur ke arah Sean.


" Daddy " seru Zyan.


" hai boy, kau sedang apa?


" aku sedang menggambar dad, coba dad liat gambar ku " Zyan menarik tangan Sean menuju meja di teras rumahnya.


" hmm bagus sekali, kau sangat berbakat boy "


"Sean aku kedalam dulu ya " pamit Bella.


" iya sayang " balas Sean, ia kembali melihat gambar-gambar yang dibuat oleh Zyan.


" apa kamu ingin sekolah desain boy ? tanya Sean.


" mau dong dad, aku sangat menyukai menggambar " jawab Zyan antusias.


" kalau begitu ikut dad ke Jakarta ya "


" Jakarta rumah Daddy yang besar itu "


" iya, Daddy akan membuat ruangan lukis untuk mu kalau kamu ikut ke Jakarta "


" aku mau dad, aku mau " teriak Zyan girang.


" kalau begitu Zyan ke Jakarta ya ke rumah Daddy jangan lupa ajak mommy " bujuk Sean


" Sean kau sedang apa ?? tiba-tiba Bella datang dari dalam menghampiri mereka berdua.


Sean terlihat kikuk.


" Daddy mengajak aku tinggal di Jakarta mom, Daddy juga akan buat ruang lukis untuk Zyan mom " sambar Zyan girang.


Bella memicingkan matanya menatap tajam Sean.


" Zyan kamu masuk ke dalam ya " pinta Bella.


" hmm,. baiklah " Zyan segera membereskan perlengkapan gambar nya.


Bella duduk di dikursi sebelah Sean.


" kau gigih juga membujuk Zyan " ucap Bella.


" tentu saja, karena aku ingin kau dan juga Zyan tinggal di Jakarta, ".


" kenapa harus di Jakarta ?


" semua pekerjaan ku di Jakarta, dan perusahaan pusat ku di sana, aku juga bisa menjaga mu dan juga Zyan, berada di Jakarta aku bisa memantau mu kapan saja, sedangkan disini jauh dari jangkauan ku " jelas Sean.


Bella menganggukkan kepalanya.


" kapan kita pergi ke Jakarta?


" kau serius bell ?


" tentu saja aku sudah berjanji padamu kan, bahwa aku ikut ke Jakarta"


".ah ya aku kira kau bakal ingkar "


" maksudmu ? Bella menaikkan sebelah alisnya


" ah tidak bell ," Sean cengengesan.


" aku sudah mengurus semuanya, sekolah Zyan dan juga aku sudah resign dari perusahaan Ramon. "


" baiklah, bagaimana dengan besok bell ?


" bukankah itu terlalu cepat ?


" lebih cepat lebih baik " jawab Sean.


." tapi aku belum siap- siap Sean "


" kau tak perlu siap-siap, cukup membereskan barang-barang penting saja " balas Sean


" baiklah kalau begitu , sebaiknya kau pulang Sean "


" kau mengusir ku bell "


" iya aku mengusir mu, aku mau beres-beres Sean, kalau kau disini kapan aku beres-beres nya "


" biar aku bantu bell "


" tak perlu , sebaiknya kau pulang " Bella kukuh mengusir Sean.


" aku ingin calon suami mu bell, ijinkan aku membantu mu "


" tak perlu Sean, kau cukup pulang saja okey " ucap Bella dengan nada sedikit jengkel.


Sean menghela nafasnya berdebat dengan Bella takkan ada ujungnya. Sean dan Bella sama-sama keras kepala.


" baiklah aku pergi, " Sean beranjak dari duduknya.


" aku pulang, besok jam sembilan aku menjemputmu "


" iya Sean ," Bella beranjak dari duduknya.


Sean pamit ia pun mencium kening Bella.


" sampai jumpa besok sayang " seru Sean.


" iya "


Sean melangkah menuju mobilnya ia langsung tancap gas meninggalkan rumah Bella.


Bella masuk kedalam rumahnya, ia menghampiri Zyan yang sedang menggambar.


" Zyan besok kita akan pergi ke Jakarta "


" besok mom, kenapa dadakan ?


" iya sayang, tapi mommy sudah pamit sama guru Zyan disekolah "


" tapi Zyan belum pamit sama teman-teman Zyan mom, apa lagi sama guru-guru Zyan "


" besok pagi mommy antar kamu ke sekolah , biar kamu bisa pamit sama teman-teman kamu sama guru-guru Zyan "


" makasih ya mom "


" iya sayang " Bella mengelus rambut Zyan.


__________________________________________


dukung terus yaa like comment and vote


happy reading 💐 💐💐


biar author semangat up nya 🥰🥰


jangan lupa mampir ke novel kedua ku


judul nya aku pacar pria-pria beristri